
Lovely berada di pangkuan Andew, Andrew makan roti panggang buatan Lovely. Lovely bersandar tangannya bermain dasi dan kancing kemeja Andrew.
"Kamu datang mamaku sudah pergi?" Tanya Andrew.
"Bibi Kim mengantar Michael dan Mattew. Paman dan papaku bicara di ruang kerja paman." Jawab Lovely.
"Dan kamu gadis nakal, beraninya menyusup masuk kamarku. Nakal sekali.." Andrew menekan hidung Lovely yang mancung.
"Oh ya Andrew, persiapan kita ke Inggris semua sudah siap? Kata papaku aku harus pelajari profil perusahaan cabang dan sistem pengelolaan di perusaan cabang. Agar aku tidak merepotkanmu." Jelas Lovely, masih asik bermain dasi Andrew.
"Tidak perlu dipikirkan, jangan berfikiran seperti itu. Kamu tidak akan merepotkan, kamu akan selalu menjadi penyemangatku Love." Jawaban Andrew membuat hati Lovely bahagia.
Andrew menghabiskan makanan dan menghabiskaan susunya. Lovely berdiri merapikan meja makan, dibantu Andrew. Lovely mencuci piring dan gelas, Andrew mengelap meja dan merapikan kursi. Setelah semua selesai mereka berangkat ke kantor berama sama.
♡♡♡♡♡
Dikantor Lovely berada satu ruangan dengan Andrew. Lovely duduk di sofa dengan santai mengilangkan kaki dan sibuk membolak balik sebuah dokumen berisi profil perusahaan kantor cabang. Karena lelah, Lovely berdiri dan berjalan jalan disekitar ruangan. Andrew terus memperhatikan gerak gerik Lovely yang terus berjalan kesana kesini seperti setrika.
Lovely berhenti dan meletakan buku dimeja yang ada di samping lemari. Lovely masih dengan posisi berdiri dan masih sibuk mempelajari dokumen yang dibacanya, sesekali Lovely mengangguk seakan mengerti sesuatu. Andrew berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Lovely. Andrew mendekat dan memeluk Lovely dari belakang mengejutkan Lovely. Andrew merebahkan kepalanya di bahu Lovely.
"Hei, apa yang kamu lakukan Andrew. Ini dikantor." Kata Lovely.
"Aku tau ini kantor. Kantorku, tidak akan ada yang melarang aku melakukan apapun disini. Diamlah, aku hanya ingin memelukmu seperti ini. Aku lelah Love, sangat lelah. Banyak hal yang bersarang dikepalaku, aku sedih, aku kesal aku juga bingung." Keluhan Andrew pada Lovely.
Lovely melepas tangan Andrew dan berbalik. Lovely memeluk Andrew dengan erat, Lovely membelai lembut rambut Andrew.
"Ceritakan ada apa Andrew? Aku tau kamu sedang ada masalah. Aku tidak ingin banyak bertanya, aku ingin kamu terbuka dan bercerita padaku. Kita bukan orang asing bukan." Kata Lovely dengan nada suara yang lembut.
Lovely melepaskan pelukan, meraba wajah Andrew dengan dua tangannya. Andrew terlihat sedih, matanya berkaca kaca seakan ingin menangis tapi tidak tau alasan dibalik kesedihannya. Lovely mengambil buku dan menarik tangan Andrew berjalan mendekati sofa. Lovely meletakan buku di meja dan duduk, Lovely menepuk perlahan padanya memberi isyarat kepada Andrew. Andrew dusuk dan berbaring, meletakan kepalanya di pangkuan Lovely. Lovely membelai lembut rambut Andrew menenangkan Andrew.
__ADS_1
"Aku selalu bermimpi buruk Love. Aku juga melihat hal aneh, semuanya berhubungan dengan kematian. Entah siapa orang yang aku lihat dan yang ada di dalam mimpiku. Perasaanku mengatakan jika dia adalah orang yang aku kenal dan dekat denganku. Aku ingin menolong namun aku tidak tau caranya, karena aku tidak bisa jelas melihat wajahnya. Aku merasa sakit saat melihat orang itu dipukuli bahkan aku merasakan seolah aku lah yang termbak. Kepalaku pusing dan akhirnya aku menjadi seperti yang tadi kamu lihat." Andrew menjelaskan apa yang dia rasakan dan alami kepada Lovely.
"Ahh jadi begitu, itulah kenapa kamu menjadi aneh Andrew. Soal seperti ini aku tidak bisa banyak membantu, aku hanya menyarankan untuk berdoa dan meminta keselamatan dan perlindungan untuk seluruh keluargamu. Aku tidak ahli dan tidak memahami arti mimpi Andrew, yang aku tau mimpi adalah bunga tidur. Tenangkan hatimu, aku akan selalu ada umtukmu." Jawaban Lovely membuat perasaan Andrew sedikit lebih tenang.
Ponsel Lovely dalam tas berdering, Lovely meraih tasnya yang tidak jauh darinya membuka tas dan mengeluarkan ponselnya. Lovely melihat layar ponselnya dan melihat jika mamanya memanggil. Amelia menatap Andrew dan tersenyum lalu menerima panggilan dari mamanya.
(Percakapan di telepon)
"Hallo ma, ada apa?" Tanya Lovely.
"Sayang, pulanglah awal. Kita akan pergi ke perta Bazar amal bersama papa dan Alex. Papa berpesan jika kita tidak boleh terlambat datang, karena kita adalah tamu VIP. Kamu mengerti sayang?" Kata Amelia menekankan.
"Baik ma, aku mengerti. Ada pesan masuk, sepertinya papa mengirim pesan padaku. Aku akan pulang awal dan bersiap, mama tidak perlu cemas." Jawab Lovely.
"Baiklah, sampaikan salam mama untuk Andrew. Sampai jumpa dirumah sayang, bye.." Amelia menutup panggilan.
Lovely meletakan kembali ponselnya di dalam tas. Lovely menatap Andrew yang sedang tertidur, Lovely tersenyum mengambil dokumen dimeja dan kembali membaca. Lovely tidak ingin membangunkan Andrew yang tertidur.
"Malam nanti anda akan hadir dalam pesta lelang?" Tanya Alvin pada Abed.
"Ya aku datang, tetapi hanya sampai acara lelang saja. Tidak untuk pesta Wine, istriku akan bertanduk jika aku pulamg dalam keadaan mabuk." Jawab Abed.
"Ya tuan, saya akan persipkan dokumen yang berhubungan dengan pesta lelang. Banyak orang dari luar negri juga datang karena ini adalah pesta lelang terbesar ke dua dintahun ini." Alvin menjelaskan.
"Pesta pertama aku tidak bisa hadir karena aku dan istriku pergi ke Korea. Maka dari itu kali ini aku akan sempatkan hadir." Kata Abed.
Alvin mengetuk pintu dan membuka perlahan pintu ruangan Andrew. Abed masuk disusul oleh Alvin, Abed terkejut saat melihat putranya tertidur pulas di pangkuan seorang wanita cantik. Lovely terkejut, wajahnya memerah. Lovely ingin membangunkan Andrew, namun Abed melarang. Abed memberi isyarat untuk Lovely duduk dengan tenang.
__ADS_1
Abed menatap Alvin, Alvin mengangguk dan meletakan sebuah berkas dokumen di meja. Abed menatap Lovely.
"Jika Andrew bangun, sampaikan padanya untuk menandatangani berkas dokumen ini dan menyerahkan kepadaku."
Kata Abed.
"Baik paman, aku akan sampaikan." Lovely tersenyum cantik.
"Paman kembali keruangan paman. Tolong jaga Andrew, Love. Terimakasih.." ucap Abed dengan suara lembut.
Abed pergi diikuti Alvin, mereka pergi meninggalkan ruangan Andrew. Lovely menghela nafas panjang, dan menatap Andrew yang masih tertidur pulas. Lovely kembali mengusap rambut Andrew, dan membelai wajah Andrew.
Lobely masih sibuk mempelajari dokumen yang dibaca. Masih dengan posisi yang sama memangku kepala Abed. Lovely mendengar Andrew merintih, Andrew menggelengkan kepala. Keringat keluar dan membasahi kening Andrew, Lovely meletakan bukunya di meja dan menyeka keringat Andrew. Andrew mengigau, mengatakan sesuatu.
"Tidak, jangan lakukan itu. Jangan! Jangan! Jangan lakukan itu! Tidaaaak!" Teriak Andrew.
Seketika Andrew terbangun, matanya terbuka lebar. Andrew memegang kepalanya dan memijat perlahan kepalanya. Andrew bangun dari pangkuan Lovely, duduk bersandar di sofa. Lovely memberikan minum berisi air putih, Andrew meminum air beberapa tegukan dan memberikan kembali gelas pada Lovely. Andrew merasa lemas, wajahnya pucat dan tubuhnya tarasa mati rasa.
@@@@@..... @@@@@.....
HALLO HALLO..
Jangan lupa like,, komen dan vote ya..
Terima Kasih semua..
Sampai jumpa di next episode..
__ADS_1
Bye bye..
♡Dea Anggie😉♡