Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 44


__ADS_3

Brian dan Amelia berada di rumah lama Amelia yang dibeli Brian. Amelia melihat sekeliling dan tersenyum air mata Amelia mengalir. Brian panik, melihat Amelia menangis.


Brian: sayang, ada apa? Apa ada yang salah? (Brian menggendong Lovely yang sudah tertidur)


Amelia: tidurkan Lovely sayang. Aku mau berkeliling dulu.


Brian: oke, hati hati ya..


Brian berjalan masuk ke kamar utama dan menidurkan Lovely. Amelia berkeliling, Amelia mengenang mada lalu dengan kedua orangtuanya. Amelia berdiri tepat di sebuah kamar. Itu adalah kamar yang Amelia pakai. Amelia membuka pintu dan perlahan masuk. Amelia melihat sekeliling kamarnya, senyumnya mengembang dan air matanya menetes perlahan.


 


#Saat itu Amelia berusia 17 tahun. Orangtuanya datang memberi kejutan, membawa kue ulang tahun dan bungkusan kado yang besar.


"Happy Birthday.. Selamat ulang tahun putriku.."


"Sayang, selama ulang tahun.."


Amelia: papa, mama.. terimkasih.. Amelia sayang papa dan mama..


Amelia memeluk kedua orang tuanya bergantian. Amelia menutup mata dan berdoa meminta permohonan, membuka mata dan meniup lilin yang ada diatas kue ulang tahunnya. Papa Amelia \(Stedward Dominic\) mendekat dan mencium kening Amelia. Memeluk Amelia, mengusap lembut punggung Amelia.


Stedward: sayang.. selamat ulang tahun ke 17. Panjang umur dan selalu sehat, putri papa sudah semakin dewasa. Jadilah wanita yang kuat dan tangguh, jangan pernah ada kata menyerah! Karena sekali saja kamu menyerah, maka seketika itu semua harapanmu akan sirna. Teruslah bertahan, sesulit apapun masalahmu kelak pasti akan ada jalan keluarnya. Jangan lelah berbuat baik sayang, tanamkan dalam hatimu untuk selalu memaafkan orang yang menyakitimu. Oke? Jangan pernah membenci orang yang membenci kita tetapi sebaliknya berikanlah mereka kasih dan cinta. Kamu mengerti kan maksud papa?


Amelia: thanks papa.. \(melepas pelukan\) Amelia senang, setiap tahun selalu bisa merayakan ulang tahun bersama papa dan mama. Amelia mengerti pa, semua nasihat papa akan Amelia dengar.


Stedward: putriku, kamu akan selalu menjadi kebanggakan papa. Papa menyayangimu.. sangat menyayangimu.


Amelia: (tersenyum) papa.. i love you..


Mama Amelia(Rosselia) mendekati Amelia dan mengusap kepala Amelia.


Rosselia: sayang, apa permintaanmu di tahun ini? Jangan katakan kamu ingin merayakan ulang tahun bersama anak panti asuhan dan anak anak yang sakit di rumah sakit lagi.


Amelia: tentu saja.. aku mau berbagi hari bahagia dengan mereka.


Stedward: putri papa yang terbaik.


Rosselia: putri mama juga..


Stedward, Rosselia dan Amelia tertawa bersama. Saat itu adalah saat saat bahagia untuk Amelia. Amelia dan keluarganya akan datang ke Indonesia di setiap tahunnya. Sekarang semua itu hanyalah sebuah kenangan yang indah. Air mata terus menetes, mengungkapkan betapa rindunya Amelia kepada Orangtuanya.#


Amelia berdiri di dekat jendela matanya jauh menerawang ke arah taman depan rumahnya. Brian datang dan memeluk Amelia dari belakang. Amelia terkejut, langsung menyeka air matanya.


Brian: jangan hapus air matamu. Menangislah sampai air matamu tak lagi keluar. Aku tahu pasti banyak kenangan indah disini.

__ADS_1


Amelia: ya.. banyak sekali, setiap tahun aku pasti kesini dengan papa dan mama. Terakhir kali datang aku berusia 20 tahun. Dan selanjutnya aku tak pernah datang lagi. Sampai pada saat Abed membawaku kesini.


Brian: hmmm.. jika Abed tidak memabawamu kesini, kita tidak akan mungkin bertemu dan bersama seperti sekarang kan?


Amelia: selalu ada minus dan plus. Selalu ada kesedihan dan kebahagiaan. Selalu ada cobaan dan harapan. Seperti adanya siang dan malam. Itulah yang dikatakan papaku padaku setiap malam sebelum tidur.


Brian: jujur saja, saat pertama kali bertemu aku tidak menyukaimu. Kamu adalah wanita galak dan acuh. Kamu angkuh dan sombong, namun setelah lama mengenalmu aku akhirnya tahu sifat dan karaktermu yang sebenarnya. Dan dari situlah aku mulai menyukaimu. Setiap hari cintaku selalu bertambah, aku bahkan menebalkan mukaku saat itu.


Amelia: ingin tau kesanku pertama kali melihatmu?


Brian: tentu saja, kamu tidak pernah cerita tentang kesan pertamamu padaku.


Amelia: hmm.. kamu seperti sampah saat itu. Baju yang bau dan kotor, aku langsung memanfaatkanmu dengan uang. Karena aku yakin kamu pasti tidak akan menolak. Melihat kondosimu yang menyedihkan.


Brian: hatiku menolak, namun keadaan yang memaksa. Mau tidak mau aku menerimanya. Aku tak mau sia siakan kesempatan. Hanya menunjukan jalan kamu membayarku 10 juta. Siapa yang tidak tertarik?


Amelia: (melepas pelukan Brian dan berbalik) sekarang jika aku memintamu menunjukan jalan masa depan, kamu mau? Aku akan memberikan seluruh uangku padamu.


Brian: aku tak mau uangmu. Aku mau hatimu Amelia.


Amelia: hmm.. ambilah, jagalah hatiku dengan baik.


Brian: aku mencintaimu sayangku. Aku akan membawamu menuju masa depan yang indah dan bahagia. Aku kamu dan Lovely anak kita. Kita selamanya akan bersama.


Amelia: Brian... (memanggil dengan suara lembut)


Brian mencium bibir Amelia. Amelia memejamkan mata perlahan, begitu juga Brian. Mereka hanyut dalam gelora cinta.


Brian meninggalkan Amelia yang tertidur Di ranjang. Brian meninggalkan kamar dan pergi melihat Lovely. Brian mendekat, Lovely masih tertidur pulas. Brian tersenyum dan mencium kilas kening Lovely. Brian duduk disamping Lovely, mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Boby. Brian dan Boby berbincang, mereka membahas beberapa hal penting. Brian memuji kemampuan Boby yang cekatan dan sangat kompeten. Boby tersanjung, merasa bangga karena boss yang selama ini dia idolakan merasa puas dengan hasil pekerjaanya walau hanya setengah hari. Usai berbincang panjang lebar Brian mengakhiri panggilannya.


Lovely bangun dan duduk di samping Brian. Lovely menarik baju Brian, Brian tersenyum kearah Lovely. Lovely tertawa senang.


Brian: hallo sayang. Hmmm... (memangku Lovely) sudah bangun ya... mama masih tidur, Lovely ikut papi memasak ya (menciumi wajah Lovely)


Brian menggendong Lovely keluar kamar. Brian mengambil kereta Lovely di mobil. Lovely duduk di keretanya, Brian mendorong kereta Lovely menuju dapur. Brian menjauh kan Lovely, Brian memberikan Biskuit pada Lovely. Brian memakai Apron dan mengeluarkan bahan makanan dari dalam lemari pendingin. Brian mulai mencuci bahan dan mengolah bahan. Sesekali melihat Lovely, Lovely asik makan biskuit di tanggannya.


Amelia mwndekati Brian yang ada di dapur, memeluk Brian dari belakang. Brian memegang tangan Amelia dan mencium lembut tangan Amelia.


Brian: baru bangun?


Amelia: hmm.. aku lelah, kamu begitu rakus.


Brian: haha.. (tertawa) maafkan aku sayang. Aku terlalu bersemangat, duduklah. Sup nya sebentar lagi akan siap.


Amelia melepas pelukan dan berbalik, Amelia melihat Lovely dan tersenyum. Amelia mendekagi Lovely, menciumi Lovely. Lovely mengoceh menatap Amelia.

__ADS_1


"Mamama.. hmmm... mmmmamam"


Amelia: apa sayang? Lovely merindukan mami? (Menatap Brian yang sedang asik memasak) sayang, Lovely sudah minum asi?


Brian: belum, Lovely baru habiskan satu biskuit.


Amelia: oh.. (melihat Lovely) mami ambilkan susumu dulu sayang. Tunggu ya..


Brian: ada di meja sayang, sudah aku siapkan.


Amelia: oke.. (mengambil botol susu, membuka tutup botol dan memeberikan botol susu pada Lovely)


Lovely meminum susu berbaring dengan tenang. Amelia duduk disamping Lovely melihat ke arah Brian.


Amelia: bagaimana Axis? Ada kabar?


Brian: hmm.. aku hanya baca beberapa email masuk. Axis masih dalam kondisi stabil.


Amelia: kita harus cepat kembali sayang. Akan berbahaya jika kamu lama lama meninggalkan Axis.


Brian: aku mengerti. Aku sudah pesan tiket kembali besok lusa. Selagi kita masih ada waktu kita akan bersenang senang.


(Dalam hati Amelia)


Entah mengapa aku punya Firasat buruk. Akan terjadi sesuatu nantinya. Semoga saja tidak akan ada hal buruk yang terjadi.


Amelia terus menatap ke arah punggung Brian. Hatinya terus gelisah, cemas dan panik. Amelia tidak tahu hal buruk apa yang akan terjadi. Namun Amelia terus berdoa didalam untuk keselamatan keluarganya. Berharap firasatnya hanya angin lalu.


Hallo semua..


Terimakasih sudah berkunjung, dan membaca karya saya.


Beri like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar ya, berikan komentar kritik dan saran kalian.


Beri tip juga boleh.


Bye bye..


Sampai jumpa di episode selanjutnya.


Salam hangat,


"Dea Anggie"


 

__ADS_1


__ADS_2