Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 101


__ADS_3

3 Bulan kemudian..


Perusahaan Felix kembali berdiri. Tidak hanya itu, Felix juga bahagia karena papa dan mamanya kembali bersama setelah sekian lama. Felix juga sudah bertunangan dengan Mely.


♡♡♡♡♡


Boby sudah menikah dengan Lely. Mereka sedang berbulan madu ke Bali. Lely berencana mengunjungi makam papa dan mamanya. Memberitahukan kabar baik.


♡♡♡♡♡


Hubungan Max dan Maria juga membaik. Diam diam Maria menaruh hati pada Max. Maria sering datang ke kantor hanya untuk mengirim makan siang. Semua staf karyawan dibuat iri oleh Max yang mendapatkan perhatian dari wanita secantik Maria. Max sempat merasa malu menjadi bahan gosip di kantor.


♡♡♡♡♡


Abed dan Kim Ha Na juga mulai dekat. Kim Ji Ho sudah kembali ke Korea. Namun Kim Ha Na memutuskan untuk tinggal sementara waktu di Amerika. Abed mengenalkan Andrew pada Kim Ha Na, Kim Ha Na senang dan menyambut Andrew dengan hangat. Andrew dan Kim Ha Na sudah mulai dekat. Kim Ha Na beberapa kali menginap di rumah Abed hanya karena Andrew yang tidak ingin ditinggal oleh Kim Ha Na. Andrew menyukai Kim Ha Na.


Kim Ha Na sedang bermain Andrew di kamar Andrew. Amanda mengetuk pintu dan membuka pintu perlahan. Amanda menatap Kim Ha Na. Berjalan mendekati Kim Ha Na.


Amanda: Ha Na, apa kamu sibuk? Ingin cepat pulang?


Kim Ha Na: tidak bi. Aku masih ingin bersama Andrew. Bibi ada perlu sesuatu?


Amanda: bibi sedang ada kepentingan di panti asuhan. Bisa bibi menitipkan Andrew padamu?


Kim Ha Na: tentu bi. Bibi ingin aku antar?


Amanda: tidak perlu. Bibi sudah memesan taxi sayang. Makanlah jika kamu lapar. Bibi sudah masak makanan.


Kim Ha Na: wah, bibi terimakasih (memeluk Amanda)


Amanda: (melepas pelukan membelai rambut Kim Ha Na) baik baiklah dirumah sayang. Jika ada apa apa hubungi Abed.


Kim Ha Na: oke. (Tersenyum)


Amanda mencium kilas kening Kim Ha Na. Amanda menatap Andrew, memeluk Andrew dan mencium Andrew. Amanda pergi keluar dari kamar.


Kim Ha Na kembali bermain bersama Andrew. Andrew menguap berkali kali. Kim Ha Na memeluk dan menidurkan Andrew. Kim Ha Na bernyanyi dan mengusap punggung Andrew. Kim Ha Na tersenyum menatap Andrew yang sudah mulai tertidur. Kim Ha Na mencium kening Andrew dengan lembut. Kim Ha Na merasa lelah dan ikut tidur.


Abed pulang dari kantor. Melihat rumahnya sepi, Abed masuk dalam kamar Andrew dan melihat pemandangan yang menyejukan. Dimana Kim Ha Na tertidur dengan posisi memeluk Andrew. Abed mendekat, menarik selimut menutupi tubuh Andrew dan Kim Ha Na.


Kim Ha Na terbangun saat selimut menyentuh bahunya. Matanya terbuka dan melihat Abed. Abed tersenyum, Kim Ha Na bangun perlahan dan merasa canggung.


Kim Ha Na: kamu sudah pulang?


Abed: sudah, kenapa bangun. Tidurlah kamu pasti lelah menjaga Andrew.


Kim Ha Na: tidak, aku sudah cukup beristirahat. Kamu sudah makan? Bibi mengatakan banyak memasak makanan.


Abed: belum, kamu lapar? Ayo kita makan bersama.


Kim Ha Na: ya.. hmm bibi belum pulang?(tersenyum)


Abed: mamaku menginap di panti. Besok pagi baru kembali.


Abed menggendong Andrew, memindah dalam box. Kim Ha Na merapikan ranjang dan keluar kamar mengikuti Abed. Abed dan kim Ha Na berjalan menuju meja makan. Abed meletakan ponselnya dan menyentuh makanan di meja makan.


Abed: aku akan hangatkan. Semua makanan sudah dingin.


Kim Ha Na: tidak, aku saja yang hangatkan. Kamu bisa ganti bajumu. Jika kamu makan dengan pakaian kerja bukankah itu tidak nyaman.


Abed: baiklah, aku akan mandi juga. Hati hati saat di dapur, aku akan segera kembali.


Kim Ha Na mengangguk, Abed berjalan membawa jas menuju kamarnya. Kim Ha Na mulai menghangatkan makanan.


10 menit kemudian..


Semua makanan sudah di hangatakan. Ponsel Abed terus berdering, Kim Ha Na melihat layar. Panggilan dari seseorang bernama Alvin. Kim Ha Na menunggu Abed keluar namun tidak juga terlihat. Sementara ponsel di atas meja terus berdering. Kim Ha Na mengambil ponsel dan berjalan menuju kamar Abed. Kim Ha Na mengetuk kamar Abed beberapa Kali. Kim Ha Na membuka pintu kamar dan masuk. Kim Ha Na kembali menutup pintu dan berjalan mencari Abed.


Mata Kim Ha Na menyusuri setiap sudut. Kim Ha Na terkejut, kamar Abed begitu rapi dan bersih. Kim Ha Na melihat sebuah Foto pernikahan di dinding. Kim Ha Ha mendekat dan melihat foto pernikahan Abed dan nikita. Kim Ha Na menyentuh foto dan tersenyum.


Abed keluar dari kamar mandi terkjut melihat Kim Ha Na ada di kamarnya. Abed menutup pintu kamar mandi dan mendekati Kim Ha Na.


Abed: Ha Na..

__ADS_1


Kim Ha Na: iya.. (berbalik melihat Abed)


Kim Ha Na terkejut, Abed tidak memakai baju. Kim Ha Na kembali berbalik dan menurup Mata.


Kim Ha Na: Abed, pakai pakaianmu.


Abed: ahh.. maaf Ha Na. (Membuka lemari, mengambil pakaian dan berganti pakaian) sudah..


Kim Ha Na membuka mata dan kembali berbali. Kim Ha Na memberikan ponsel Abed kembali.


Kim Ha Na: ponselmu terus berdering. Maaf aku tidak bermaksud macam macam. Aku hanya ingin berikan ponselmu saja. Aku keluar dulu, cepatlah keluar. Nanti makanannya dingin lagi.


Abed: oke, thanks.


Kim Ha Na dengan langkah cepat berjalan meninggalkan kamar Abed. Abed tersenyum melihat tinggal laku Kim Ha Na yang lucu.


Diluar Kim Ha Na merasa gugup. Jantungnya berdebar debar. Kim Ha Na duduk di kursi dan memegang dadanya. Jantungnya seakan ingin loncat keluar saat ini. Abeb berjalan mendekat dan duduk di samping Kim Ha Na.


Kim Ha Na dan Abed makan bersama. Abed menatap Kim Ha Na, Kim Ha Na menatap Abed. Keduanya saling menatap. Karena malu Kim Ha Na memalingkan wajahnya.


Kim Ha Na: jangan melihatku.


Abed: oh maaf.. aku tidak bermaksud apa apa. Aku hanya ingin bertanya kamu akan pulang atah ingin menginap ?


Kim Ha Na: aku akan menginap. Maria akan pergi dengan Max sore ini dan akan kembali beoak. Apa aku boleh menginap disini?


Abed: tentu saja boleh. Dengan senang hati.


Suasana hening, hanya tersengar suara gesekan sendok garpu dan piring. Kim Ha Na dan Abed diam tanpa suara, sesekali mereka saling memandang. Mereka menikmati makan malam bersama.


Usai makan, Kim Ha Na dan Abed saling membantu mmebersihkan perlatan makan dan meja makan. Mereka membagi tugas. Agar pekeejaan cepat selesai.


Abed: kembalilah ke kamar dan tidur. Selamat malam..


Kim Ha Na: (menahan tangan Abed) Abed..


Abed: ya, ada apa? (Menatap Kim Ha Na)


Kim Ha Na: mau temani aku, bibi tidak ada. Aku tidak mau sendirian.


Kim Ha Na dan Abed berjalan masuk dalam kamar Abdrew. Dikamar Kim Ha Na dan Abed duduk berdampimgan di sofa. Kim Ha Na ingin mendengar crita mengenai Nikita. Kim Ha Na memberanikan diri bertanya kepada Abed.


Kim Ha Na: Abed, boleh aku bertanya?


Abed: ya, ada apa?


Kim Ha Na: bagaimana seorang Nikita. Dan berapa lama kalian mengenal?


Abed menatap Kim Ha Na dan tersenyum manis, Abed mulai bercerita mengenai siapa Nikita, dan bagaimana sampai akhirnya dia dan Nikita bisa menikah.


..


..


..


..


..


Abed: begitulah kisah perjalan cintaku dan Nikita. Sampai saat ini pun masih sangat sulit melupakannya.


Kim Ha Na: kamu tidak ingin menikah lagi?


Abed: menikah dengan siapa? Siapa yang mau denganku? Bukankah aku seorang yang buruk? Aku juga mantan pembunuh.


Kim Ha Na: semua orang pernah melakukan kesalahan Abed. Pasti ada kesempatan kedua.


Abed: benarkah? Masih ada kesempatan kedua?


Kim Ha Na: ya.. tentu saja.


Abed menatap Kim Ha Na. Kim Ha Na memalingkan wajahnya karena malu. Abed menggoda Kim Ha Na. Abed dan Kim Ha Na saling berbincang santai malam ini.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


Amelia melahirkan anak kedua nya. Anak kedua Amelia dan Brian adalah seorang bayi laki laki. Bayi yang tampan dan menggemaskan. Brian terharu hingga meneteskan air mata menggendong anaknya. Brian bahagia persalinan ke dua Amelia berjalan lancar.


Brian: sayang terimakasih. (Mencium kening Amelia)


Amelia: hmm.. putraku sangat tampan. Sepertimu (membelai wajah Brian yang duduk di samping Amelia)


David dan Angela mengunjungi Amelia di rumah sakit. Angela mengajak bayinya. Bayi Angela adalah seorang bayi perempuan yang cantik. Amelia tersenyum melihat Angela dan David hidup bahagia.


Mely dan Felix datang membawa Lovely bersama mereka. Felix menggendong Lovely, Lovely terlihat senang melihat mamanya.


"Mama.."


Lovely tersenyum cantik.


Felix memdudukan Lovely di samping Amelia. Brian mendekat dan menunjukan kepada Lovely wajah si adik. Lovely menatap dan tersenyum memegang tangan si adik. Brian tersenyum mencium kening Lovely.


Mely dan Felix saling menatap, Felix menggenggam erat tangan Mely. Felix berbisik di telinga Mely.


Felix: kita juga akan seperti Brian dan Amelia. Aku ingin kamu lahirkan banyak anak untukku.


Mely: (mencubit lengan Felix) jangan bicara asal. Aku akan membunuhmu tuan Collyn.


Brian: thankyou Angela, David, Mely dan Felix. Sudah datang melihat keadaan Amelia. Terutama Mely, thanks sudah meluangkan waktu menjaga Lovely.


Mely: kakak, sebenarnya bukan aku yang menjaga. Tetapi Felix, aku hanya melihat dari jauh.


Amelia: wow.. Felix, kamu sungguh luar biasa. Thanks Felix, kelak kamu pasti menjadi papa yang luar biasa.


Felix: sama sama Amelia, Brian. Aku sudah anggap Lovely seperti putriku sendiri. Dia sangat lucu dan menggemaskan. Kalian tidak perlu sungkan.


Brian: akhirnya semua berakhir bahagia. Aku senang, dan sangat bersyukur. Semoga kita bisa menjadi peribadi yang lebih baik untuk kedepannnya.


Semua tersenyum mendengar kata kata Brian. Amelia meneteskan air matanya. Merasa terharu. Amelia sangat bersyukur semua keluarga dan teman temannya baik baik saja. Doa dan harapan Amelia semoga keluarganya selalu sehat dan bahagia. Begitu juga teman temannya, semoga semua orang yang ada di sekelilingnya selalu bahagia.


-Akhir Season Pertama-


Pesan dari author kepada para readers:


Jangan lah kalian lupa, jika kebaikan datangnya dari diri kita sendiri. Jika kalian mau berbuat baik tanpa memandang siapa yang kalian tolong dan juga tanpa mengharapkan imbalan. Percayalah apa yang kamu perbuat akan berbalik padamu.


Disaat kita mengalami kesulitan pertolongan bisa datang dari siapa saja. Bahkan dari seseorang yang tidak kita kenal. Oleh karena itu teruslah berbuat baik. Karena berbuat baik pasti akan mendatangkan kebaikan. Jangan pernah menyesal menjadi orang baik meski tidak dihargai orang lain. Tetap semangat menjalani hidup, jangan ada kata menyerah dan putus asa. Karena disetiap kehidupan kita pasti ada pencobaan. Dan Tuhan tidak akan berikan pencobaan diluar batas kemampuan kita.


Amen...


Semangat!!!


Semangat!!!


Semangat!!!


Semoga hal hal positif yang ada dalam novel saya tersampaikan. Semoga menginspirasi kita untuk selalu berbuat baik. Terimakasih banyak semuanya... ❤❤❤❤❤


----------@@@@@----------


Hallo semua pembaca setia Lelaki Bayaran Amelia. Hai hai semuanya. Apa kabar kalian semua? Author doakan semoga kalian selalu sehat ya. Yang sakit, disembuhkan, yang sehat dijaga kesehatannya.


Wah gak kerasa ya sudah berakhir aja untuk season pertama. Akan dilanjut untuk season ke dua ya. Kalian jangan pergi kemana mana ya, akan langsung rilis lho. Dan gak perlu cari cari judulnya apa. Karena langsung menyambung disini. Biar makin komplit ceritanya. Hehehe..


Di season dua akan diceritakan mengenai perjalan hidup seorang Lovely Miracle Candra. Dimana Lovely yang hidup jauh dari papa dan mamanya mendapatkan tekanan di lingkungan yang baru. Ditambah teman kecil nya Andrew yang perlahan berubah dan menunjukan wajah aslinya. Andrew menjadi seorang psikopat. Dan sering menyiksa Lovely.


Tekanan demi tekanan dialami Lovely hingga Lovely berpindah haluan dari seorang wanita anggun yang manis dan ramah menjadi wanita berhati batu dan keji. Lovely kini tidak segan melukai orang lain yang menindasnya. Lovely yang berubah membuat Andrew bahagia. Andrew menyukai perubahan Lovely. Andrew terus memberi pengaruh buruk kepada Lovely. Hingga Lovely benar benar melupakan ajaran dari Brian dan Amelia mengenai kasih.


Cinta datang di saat yang tepat. Cinta datang dan merubah segalanya. Seorang pemuda tampan berhati lembut datang menolong Lovely saat Andrew hendak membunuh Lovely karena Lovely menyinggung perasaan Andrew. Pemuda tersebut membantu Lovely dan berkelahi dengan Andrew. Andrew melukai pemuda tersebut dan melarikan diri.


Karena rasa bersalah Lovely membawa pemuda tersebut ke rumah sakit. Disitulah Lovely menceritakan semua masalah yang menimpanya. Dan si pemuda dengan penuh kehangatan memberi dukungan kepada Lovely untuk kembali ke jalan yang benar. Melawan kejahatan dengan kebaikan. Lovely sadar dan teringat akan pesan pesan papanya. Dari situlah Lovely dan si pemuda mulai dekat dan akrab. Kedekatan Lovely dengan si pemuda tidak di respon baik oleh Andrew. Andrew merasa cemburu dan ingin mengancurkan hubungan Lovely dengan teman barunya.


Penasaran kan lanjutanya kayak apa. Jangan berpaling ya, tetaplah setia menanti kelanjutan kisah Lovely. Jangan lupa terus dukung karya karya saya ya teman teman. Terimakasih banyak untuk kalian semua yang selalu setia. Saya sangat terharu. Thankyou all.. i love you..


❤❤❤❤❤❤❤❤


----------@@@@@----------

__ADS_1


Salam hangat dari author jelek..


"Dea Anggie"


__ADS_2