
Nikita terlihat sibuk, Nikita berusahan menghubungi Abed namun tidak diangkat oleh Abed. Nikita menghela nafas, menggendong Andrew dan berjalan keluar mencari taxi. Nikita akhirnya mendapatkan taxi, Adit melakukan aksinya, Adit menawarkan bantuan. Adit mengubah gaya bicaranya agar tidak dikenali oleh Nikita. Dengan memakai topi, masker dan kacamata sudaah bisa mengelabuhi Nikita.
Adit: mari saya bantu nyonya (suara lembut)
Nikita: terimakasih tuan, maaf merepotkan. Saya bisa melakukannya sendiri..
Adit: tidak masalah, saya melihat anda sangat kerepotan. Putra anda sangat lucu.
Nikita: ya.. terimakasih.
Adit membantu memindahkan semua belanjaan Nikita kedalam mobil, membantu melipat dan memasukan kerata Andrew kedalam mobil.
Nikita: tuan terimakasih, saya permisi (tersenyum)
Adit: sama sama.. hati hati di jalan.. (melambai)
Nikita dan Andrew masuk dalam taxi dan melesat pergi. Adit tersenyum jahat, naik kedalam taxi yang berhenti di depannya.
Adit: tuan, ikuti taxi didepan.
"Baik tuan"
Taxi yang ditumpangi Adit mengikuti taxi Nikita. Adit bertanya pada supir taxi tentang daerah dan jalan yang di lewati. Supir menanyakan kenapa Adit mengikuti taxi di depan, Adit mencari alasan dia menjelasakan jika taxi yang di depan ditumpagi adiknya dan mereka tadi berselisih jalan saat di supermarket. Adit menambahkan jika dirinya berasal dari luar negri, Adit kembali ke topik awal. Supir menjelaskan panjang lebar mengenai jalan yang mereka lewati. Adit mengangguk sebagai tanda mengerti.
(Dalam hati Adit)
Bagus! Lepas dariku, kamu sudah mulai bersenang senang Nikita. Kamu terlihat sangat menikmati hidupmu sebagai nyonya Abed. Membuatku kesal saja.
Taxi yang ditumpangi Nikita berhenti.
Di halaman rumah. Nikita keluar dari taxi dan memanggil pelayan, dua pelayannya keluar dan membantu Nikita. Ponsel Adit berdering, panggilan dari Felix.
\(Panggilan terhubung\)
Felix: dimana?
Adit: didepan rumah Abed.
Felix: kamu menemukan rumah Abed?
Adit: ya.. aku akan kembali ke rumah, aku akan ceritakan.
Felix: oke. kembalilah dan lansung ke ruang kerjaku.
Adit: hmm.. \(memutus panggilan\)
Tuan, antar aku ke rumah temanku. Barangku tertinggal disana.
"Baik tuan, alamatnya?"
Adit: Villa C tengah kota.
"Baik tuan"
Adit kembali ke rumah Felix. Adit senang, akhirnya keinginanya mendapatkan Nikita kembali tidak lama lagi akan terpenuhi.
♡♡♡♡♡
Indonesia
Amelia, Brian dan Lovely sedang bersantai. Mereka bercanda tawa bersama di atas ranjang. Amelia masih terlihat murung, membuat Brian curiga.
Brian: ada apa? \(Menatap Amelia\)
Amelia: berikan ponselmu, aku akan periksa email Axis.
__ADS_1
Brian: apa yang kamu takutkan? Axis baik baik saja.
Amelia: sudah berikan saja. Biarkan aku melihat sendiri jika memang Axis baik baik saja.
Brian mengambil ponsel di meja dan memberikan pada Amelia. Amelia segera menerima dan membuka semua email masuk, membaca dengan teliti setiap laporan. Amelia mengambil ponselnya di meja dan menghubungi sekertaris Axis.
\(Panggilan terhubung\)
Amelia: hallo.. bacakan nama nama perusahaan yang terikat kontrak.
"Baik nyonya, yang terikat kontrak ada 12 perusahaan... \(membacakan satu persatu dari yang pertama sampai yang terakhir\)"
Amelia: ada yang mengajukan kontrak baru?
"Ada dua perusahaan batu yang menawarkab kerjasama"
Amelia: dari mana?
"Perusahaam A dari inggris dan perusaan X dari Amerika"
Amelia: foto dan kirim padaku profilnya ke email suamiku sekarang! \(Memerintah\)
"Baik nyonya beri saya waktu"
Brian terus memandangi Amelia, Brian menggelengkan kepalanya perlahan. Amelia terlihat menakutkan, Brian semakin penasaran dengan apa yang Amelia pikirkan.
Email masuk, Amelia secepat kilat melihat email yang masuk. Matanya dengan jeli memeriksa, bola matanya bergerak kekiri dan kekanan.
"Baik nyonya saya mengerti"
Amelia: tunggu aku kembali aku akan adakan rapat, sepertinya ada seseorang yang sudah mulai menjadi musuh dalam selimut. Atur jadwal rapat untuk hari senin.
"Baik nyonya, saya akan segera atur jadwal rapat"
Amelia: oke.. \(memutus panggilan\)
Amelia menutup email dan mengembalikan ponsel Brian, Brian menerima dan membaca email masuk. Amelia meletakan ponselnya di meja, duduk bersandar menghela nafas panjang.
Brian: ada apa?
Amelia: senin aku akan adakan rapat.
Brian: sayang, kamu terlalu berlebihan. Bukankah ini... \(kata kata terputus oleh Amelia\)
Amelia: \(duduk dan menatap Brian\) Brian maaf.. bukan aku tidak percaya dengan kemampuanmu. Tapi sungguh, perasaanku tidak enak!
Brian: tenanglah sayang, katakan padaku apa yang sebenarny terjadi.
Amelia: pikirkan, kenapa perusahaan sebesar A dan X inggin bekerja sama dengan Axis? Bukan karena ingin murni bekerja sama, yang merka inginkan adalah mengambil semua koneksi bisnis Axis. 12 perusahaan yang terikat kontrak itulah perusahaa pendukung bagi Axis, jangan sampai Axis kebilangan salah satunya.
__ADS_1
Brian: maaf sayang, aku tidak berfikir sejauh itu..
Amelia: tidak apa apa Brian, maka dari itu dari awal aku enggan mau bekerjasama dengan perusahan asing. Apa ada orang baru di Axis? Yang memiliki jabatan tinggi?
Brian: ada 2 orang baru, manager umum dan manager pengelola.
Amelia: baiklah, kita bahas itu lagi saat kita sudah kembali pulang.
Brian: istriku bisa berubah menjadi singa disaat saat seperti ini.
Amelia: haha.. \(tertawa\) apakah kamu takut? Aku tidak akan menerkammu sayang.
Brian: aku terkejut, meski jarang masuk Axis kamu hebat bisa langsung tanggap dengan persoalan seperti ini.
Amelia: tunggu dan lihat saja, aku akan tangkap penyusup itu.
Brian: wow.. bossku. Sepertinya sudah mengatur penyerangan. Aku semakin kagum padamu Amelia. Aku perlu banyak belajar darimu.
Amelia: jangan merendah, kemapuanmu juga melebihi aku. Mungkin karena aku sudah terbiasa dengan Axis, jadi aku tahu jika ada sesuatu yang janggal.
Brian: aku mengerti.. \(melihat Lovely\) astaga lihatlah.. putriku tertidur.
Amelia: angkat kemari \(menata bantal\) kita tidur bersama.
Brian: \(mengangkat dan merebahakan Lovely di samping Amelia\) sayangku, selamay malam.. selamat tidur. \(Mencium lembut kening Lovely\)
Amelia: tidurlah.. selamat malam sayang, mimpi indah.
Brian: ya kita tidur lebih awal hari ini, besok kita harus bangun pagi dan bersiap.
Mimpi indah sayangku, selamat tidur.. \(mencium lembut kening Amelia\)
Brian menarik selimut menutupi tuhun Amelia dan Lovely. Brian berbaring di samping Lovely, menarik selimut setinggi dada. Tangan Brian memegang tangan Amelia, Brian menggenggam erat tangan Amelia. Amelia tersenyum cantik, Brian mencium lembut punggung tangan Amelia. Amelia menutup mata perlahan dan tertidur, Brian terus memandangi Amelia dan tersenyum.
\(Dalam hati Brian\)
Tidurlah sayangku. Aku tau apa yang kamu lakukan nantinya akan menjadi hal yang luar biasa. Aku akan selalu selalu mendukung apapun keputusanmu. Aku mencintaimu Amelia, aku akan selalu ada di sampingmu.
\(Brian perlahan menutup mata dan tertidur\)
..
..
..
..
..
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dsn membaca karya saya..
Jangan lupa beri like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar. Saya menantikan komentar,saran dan kritikan kalian semua. Beri saja dukungan, agar lebih semangat lagi untuk menulis..
Beri tip juga boleh..
Bye.. bye..
Sampai jumpa di episode selanjutnya..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"