Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 128


__ADS_3

Abed dan Kim Ha Na dalam perjalanan pulang. Mereka mampir ke sebuah cafe, Abed membeli dua gelas kopi. Satu untuknya dan satu untuk istrinya (Kim Ha Na).


"kamu sudah kabari anak anak? Kita akan pulang larut, ada penutupan karena pohon tumbang yang menghalangi jalan." Tanya Abed kepada Kim Ha Na.


"aku sudah mengirim pesan kepada Andrew. Belum ada balasan, tidak biasanya tidak membalas pesanku." Jawab Kim Ha Na, khawatir akan Andrew.


"benarkah? aku akan mencoba menghubungi Andrew." Mendengar jawaban Kim Ha Na, Abed juga merasa khawatir.


Abed mengeluarkan ponselnya dan tenyata Andrew sudah menghubunginya berkali kali. Abed terkejut, tidak biasanya Andrew bersikap seperti ini. Tidak hanya satu tau dua kali panggilam tidak terjawab melainkan sepuluh panggilan tidak terjawab. Abed segera menghubungi Andrew, panggilan tersambung namun tidak diangkat oleh Andrew. Abed mencoba beberapa kali menghubungi Andrew namun tidak ada jawaban. Abed menatap Kim Ha Na dan terlihat sedih.


"Sayang, ada apa? Andrew tidak mengangkat panggilanmu? (Abed mengangguk) apa dia sibuk? aku bertanya kepada Mic" Kim Ha Na juga merasa sedih melihat suaminya murung, Kim Ha Na menghubungi Michael.


Panggilan tersambung, dan diterima oleh Michael. Panggilan terbubung.


(Percakapan di dalam telepon)


"Hallo, Mic?" Suara Kim Ha Na senang saat Michael menerima panggilannya.


"Ada apa ma? Mama dan papa sudah kembali?" Tanya Michael.


"Belum sayang, mama dan papa kemungkinan akan sampai malam hari. Ada penutupan jalan karena pohon yang tumbang menghalangi jalan. Sementara waktu kami tidak bisa lewat. Dimana kakakmu?" Kim Ha Na kembali bertanya kepada Michael.


"Bukannya seharusnya di kantor? Aku masih di universitas ma, aku belum pulang dan juga belum menghubungi kakak." Jelas Michael kepada Kim Ha Na.


"Baiklah jika begitu. Jika melihat kakakmu minta dia menghubungi kami. Ok? Jaga diri kalian. Mama dan papa akan segera pulang"


"Baik ma, aku mengerti sampaikan salamku kepada papa." Michael mengakhiri panggilan.


Kim Ha Na menghela nafas panjang. Abed menatap Kim Ha Na tanpa bicara. Kim Ha Na meraba punggung Abed dan mengusap punggung Abed.


"Andrew mungkin sedang sibuk. Tenanglah sayang, aku sudah sampaikan pesan kepada Mic. Jika bertemu Andrew pasti akan segera di sampaikan." Kim Ha Na berusaha menenangkan suaminya.


"Ya, semoga penutupan jalan tidak memakan waktu yang lama. Aku khawatir pada Andrew, entah mengapa perasaanku tidak enak." Jawab Abed dengan perasaan kecewa.

__ADS_1


Abed dan Kim Ha Na duduk di dalam cafe sembari menunggu pohon pohon yang tumbang dibersihkan. Kim Ha Na merangkul Abed dan merebahkan kepalanya di bahu Abed. Abed memegang tangam Kim Ha Na.


"Tanganmu sangat dingin, jika seperti ini kamu akan sakit." Abed menggengam kedua tangan Kim Ha Na erat.


"Sayang.." Kim Ha Na memanggil Abed.


"Ya, ada apa?" Jawab Abed dengan suara lembut.


"Berjanjilah untuk selalu bersamaku. Jangan pernah pergi meninggalkanku dan anak anak" kata kata Kim Ha Na membuat Abed terkejut.


"Nyonya Williams, 20 tahun kebersamaan kita kamu masih belum melihat kesungguhanku? Ayolah, kamu bahkan sudah memberiku dua putra. Ada apa? Apa ada masalah? Selama ini kamu tidak pernah berkata seperti ini" Abed merasa sesuatu yang mengganjal, tidak biasanya Kim Ha Na bertingkah Aneh.


"Maafkan aku sayang, aku terbawa perasaan. Aku hanya merasa tidak enak hati. Hatiku gelisah sejak pagi" Kim Ha Na menjelaskan apa yang dirasakannya.


"Aku tidak akan pergi meninggalkanmu dan juga anak anak kita. Jangan murung, aku menyayangimu. Mana mungkin aku pergi meninggalkanmu." Abed menengkan Kim Ha Na.


Abed merangkul Kim Ha Na, mengusap lembut kepala Kim Ha Na. Abed mencium kilas kening Kim Ha Na. Kim Ha Na mencengkram kemeja Abed. Tangannya mengepal kuat, Abed tersenyum dan memegang tangan Kim Ha Na.


"Aku akan selalu berada di sisimu sayangku. Kita akan menikmati hati tua kita barsama." Abed berusaha menenangkan Kim Ha Na.


♡♡♡♡♡


Andrew pulang kerumahnya, saat berjalan menuju kamar. Michael memanggil dan mendekati Andrew. Andrew menghentikan langkahnya, menatap Michael.


"Kak, tunggu. Mama bsrpesan kakak harus menghubunginya. Dimana ponsel kakak? Aku menghubungi kakak beberapa kali sejak tadi." Michael menyampaikan pesan Kim Ha Na dan menyakan kenapa tidak menerima panggilan darinya.


" oh benerkah? Tidak ada sesuatu yang bergetar. (Berfikir) astaga ponselku dari pagi tertinggal dirumah. Bagaimana ini? Papa dan mama pasti sangat cemas. Thanks mic, aku akan segera menghubungi papa dan mama." Andrew bergegas menyusuri anak tangan, berjalan menuju kamarnya.


Andrew membuka pintu kamar dan masuk, kembali menutup pintu kamar dan berjalan mencari ponselnya. Andrew menemuka ponselnya di ranjang, Andrew melihat ponselnya ada banyak panggilan. Dari sekian banyak panggilan, muncul nama "papa" yang telah menghubunginya sebanyak 6 kali. Andrew langsung menghubungi papanya.


Tut.. tut.. tut.. panggilan tersambung namun belum diangkat oleh Abed. Andrew berjalan mondar mandir, hatinya mulai gelisah panggilannya tidak juga di jawab oleh papanya.


"Ayo pa, angkat.." keluh Andrew.

__ADS_1


(Percakapan di telepon)


"Hallo..Andrew.." suara Abed menjawab panggilan Andrew.


"Papa, papa dimana? Sudah kembali?" Andrew senang mendengar suara papanya. Dan mulai menanyakan banyak pertanyaan.


"Papa baik baik saja. Mama mu yang menyertir. Kamu di rumah? Kamu baik baik saja?" Abed penasaran dengan keadaan Andrew.


"Andrew baik baik saja pa" bersikap tenang.


"Sykurlah jika begitu, perasaan papa dan mamamu tidak enak. Kami khawatir jika ada apa apa padamu" Abed menjelaskan perasaanya pada Andrew.


"Semuanya baik baik saja. Papa juga hati hati ya, sampaikan salamku kepada mama. Sampaikan aku sayang pada mama, dan juga papa." Andrew menghela nafas lega mendengar papa dan mama nya baik baik saja dan akan segera pulang.


"Ayo kita makan malam bersama, kabari adik adikmu agar tidak pulang terlambat. Sampai jumpa di rumah nak." Abed memutus panggilan.


Andrew melempar ponselnya ke ranjang, dan langsung berbaring di ranjangnya yang empuk. Andrew mengatur nafasnya, bibirnya tersenyum tipis, hatinya merasa tenang orngtuanya baik baik saja.


Hallo...


Jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Yang berminat follow ig saya atau bergabung di grup FB silahkan, atau ingin add id line saya.. mari silahkan..


id line: dea_anggie


ig:dea_anggie


Grup FB:Lelaki Bayaran Amelia


Sampai jumpa di next episode..


Bye bye..

__ADS_1


Salam kasih,,


Dea Anggie


__ADS_2