Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 130


__ADS_3

Brian mengajak Amelia, Lovely dan Alex pergi makan malam. Menikmati makan malam bersama keluarga dengan suasana romantis. Lantunan suara musik yang indah menjadi mendamping makan malam. Lovely bahagia melihat papa dan mamanya selalu bahagia dan penuh cinta, Lovely berharap kelak dirinya dan Andrew akan bersama selamanya seperti papa dan mamanya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan sayangku?" Berbisik ditelinga Lovely yang sedang melamun.


"Ahh apa pa?" Sadar dari lamunan


"Lovely mau berdansa dengan papa? Kita jarang berdansa bersama." Brian mengulurkan tangan kearah Lovely dengan senyuman hangat.


"Iya pa.." menjawab lembut, meyambut tangan Brian.


Brian dan Lovely berdiri, Amelia tersenyum melihat kearah Brian dan Amelia. Brian dan Lovely berjalan sedikit menjauh dari meja. Brian dan Lovely mulai berdansa, Lovely tersenyum cantik pada papanya.


"Papa sayang padamu Lovely, selalu dan selamanya. Kamu lah putri papa satu satunya. Kamulah peri kecil papa" suara Brian lembut.


Lovely tersentuh, meletakan kepalanya di dada bilang Brian. Brian mengusap punggung Lovely, Lovely memejamkan mata merasaka betapa hangat dekapan papanya.


"Papa, Lovely ingin terus seperti ini. Jika boleh meminta Lovely ingin kembali menjadi anak anak lagi. Digendong dan dimanja oleh papa. Dipeluk erat dan dinyanyikan sampai Lovely tertidur. Hanya papa orang yang paling menegrti perasaan Lovely. Lovely sayang papa, sayang sekali. I love you papa." Batin Lovely.


"Sayangku, putri kecil papa sudah besar sekarang. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Entah papamu ini bisa hidup sampai berapa lama. Semoga saja papa masih bisa melihatmu menikah dan hidup bahagia. Papa ingin kamu dan adikmu hidup bahagia dan baik baik saja. Tidak ingin kalian terluka atau sakit. Biarkan luka dan sakit kalian papa yang akan menanggungnya. Selagi papa masih hidup, papa akan membentuk kalian sebagai anak anak yang baik dan berguna untuk sesama. Tidak egois dan tidak serakah, papa tidak ingin anak anak papa menjadi orang jahat seperti orang orang yang sering papa jumpai." Suara hati Brian, Brian mencium kepala Lovely dengan lembut.


Lovely mengangkat kepala menatap Brian. Brian tersenyum begitu juga Lovely.


"Pa, Lovely tadi menggoda Andrew. Lovely mengatakan ingin berkencan dengan pria tua yang tampan. Hahaha.. (tertawa) entah bagaimana wajahnya, Love tidak bisa bayangkan." Lovely bercerita kepada Brian.


"Wah wah putri kesayangan papa nakal juga, jangan seperti itu lagi sayang. Pria tua tampan itu adalah papa?" Brian menatap Lovely.


"Tentu saja papa, siapa lagi. Papa adalah kesayangan Lovely. Seperti cinta pertama untuk Lovely." Jawab Lovely dengan perasaan senang.


Alex tersenyum melihat papa dan kakaknya berdansa. Alex menatap mamanya yang sedang menatap kearah yang sama dengannya. Menatap papa dan kakaknya. Alex langsung berdiri dan mendekati Amelia, berlutut satu kaki di depan Amelia. Alex mengulurkan tangan kearah Amelia.


"Bolehkah saya mengajak anda berdansa nyonya Candra?" Tersenyum tampan.


"Wah.. tentu saja tuan Candra" senang, tidak menyangka putranya akan seromantis suaminya.


Amelia menerima tangan Alex. Alex mencium lembut punggung tangan Amelia. Alex berdiri diikuti oleh Amelia. Mereka berjalan mendekati Brian dan Amelia. Amelia dan Alex berdansa. Brian dan Lovely menoleh kearah Amelia dan Alex. Meraka saling tersenyum dan saling menggoda.


"Hai nyonya Candra, tidak mau kalah melihatku berdansa dengan gadisku?" Brian menggoda Amelia.


" hai tuan Candra, jika kamu punya gadismu. Aku juga punya lelakiku." Balik menggoda.


"Hei hei, pemuda tampan yanng berdansa dengan nyonya Candra. Tuan muda, perhatikan gerakanmu. Jangan lukai istriku" menggoda Alex.


"Baik tuan besar, saya akan dengarkan kata kata anda." Tersenyum tampan.


"Senyumanmu sangat tampan tuan muda, biarkan aku berdansa denganmu." Sahut Lovely.

__ADS_1


"Dengan senang hati nona Cantik" menjawab Lovely, Alex menatap kearah Brian.


Alex dan Brian saling menatap dan tersenyum satu dengan yang lain, Brian mengangguk diikuti Alex. Mereka melakukan gerakan dansa saling mendekat dan akhirnya saling bertukar pasangan. Alex meraih tangan Lovely dan berdansa bersama. Brian meraih tangan Amelia, langsung merangkul pinggang Amelia.


"Hai sayang, belahan jiwaku." Brian menatap Amelia.


"Jangan menggodaku." Tersenyum cantik.


"Kamu terlihat cantik sayang, tidak heran jika gadisku juga sangat cantik. Ternyata kecantiknnya menurun darimu." Kata kata manis Brian.


"Tidak heran juga lelakiku sangat tampan dan manis. Ternyata semua parasmu menurun padanya." Amelia tersenyum.


Brian dan Amelia tertawa bersama. Mereka berdansa dan membicarakan anak anak mereka. Alex dan Lovely mengakhiri dansa mereka dan kembali duduk di tempat mereka masing masing.


"Lihatlah kak, papa dan mama terlihat sangat serasi. Aku tidak pernah lihat mereka bertengkar." Ucap Alex.


"Pasti mereka pernah bertengkar, tetapi tidak pernah pernah bertengkar didepan kita. Kemungkinan juga setelah bertengkar mereka berbaikan. Kita saja yang sedarah sering bertengkar, bukan begitu adikku sayang." Lovely menggoda Alex.


"Iya kakakku tersayang. (Tersenyum) oh, bagaimana hubungan mu dengan kakak Andrew? Jangan mengelak aku tau kalian menyembunyikan sesuatu." Andrew menggoda Lovely.


"Tidak ada apa apa Lex. Kami baik baik saja, biarkan semua berjalan mengikuti alur cerita. (Jawab Lovely dengan senyuman.) Aku ke kamar kecil dulu, jika papa dan mama kembali katakan pada mereka." Lovely berdiri dan pergi meninggalkan Alex.


Beberapa saat kemudian Brian dan Amelia kembali duduk. Brian melihat kursi Lovely kosong, melihat ke kiri dan ke kanan.


"Dimana kakakmu Lex?" Tanya Brian.


 


Lovely berjalan meninggalkan kamar kecil. Di tengah perjalanan Lovely berpapasan dengan pelayan yang berjalan terburu buru membawa barang, karena saat itu pasokan bahan untuk restorant datang. Dibelakang ada seorang pria tampan yang juga baru keluar dari kamar kecil, berjalan dibelakang Lovely.


Barang yang datang begitu banyak dan pelayan sibuk mondar mandir. Lovely sudah berusaha menghindar, tidak disangka seorang pelayan menabrak Lovely hingga Lovely terjatuh. Pria di belakang Lovely segera menolong dan membantu Lovely bangun.


"Maafkan saya nona, saya benar benar minta maaf" pelayan yang menabrak Lovely panik.


"Nona, anda baik baik saja? Apa ada yang terluka?" Tanya pria tampan yang menolong Lovely.


"Aku baik baik saja, terimakasih tuan. (Lovely menatap pelayan) pergilah, aku baik baik saja." Lovey memegang tangannya kanannya.


"Tanganmu terluka, perlu aku bawa ke rumah sakit?" Pria tampan itu kembali bertanya.


"Tidak tuan, saya baik baik saja. Maafkan saya, keluarga saya sudah menunggu. Terimakasih sudah menolong saya." Tanpa melihat wajah orang yang menolongnya Lovely pergi berjalan dengan langkah cepat.


Pria tampan tersenyum tipis, mencium tangnnya yang menyentuh tubuh Lovely.


"Sangat cantik, kulitnya begitu lembut"

__ADS_1


Pria tersebut berjalan cepat meninggalkan restorant. Tanggannya menggenggam erat, pria tersebut masih terbayang bayang aroma tubuh dan kemolekan tubuh Lovely.


 


Lovely berjalan cepat untuk kembali, sesampainya di meja tempatnya makan Lovely duduk di kursi dengan terus memegang lengannya. Brian yang melihat langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Lovely, Brian memegang tangan Lovely. Brian mengangkat perlahan tangan kiri Lovely yang digunakan untuk menutup tangan kanannya yang sakit. Lovely menurut dan akhirnya membiarkan Brian melihat tangannya. Brian melihat tangan Lovely tergores dan memar.


"Bagaimana bisa tanganmu terluka sayang? Katakan pada papa." Brian cemas, namun berusaha tenang.


"Tadi di jalan Lovely ditabrak pelayan restoran yang membawa keranjang pa. Tidak masalah hanya luka gores seperti ini, tidak akan sakit dan berbekas." Jawab Lovely menenangkan Brian.


Manager restoran datang dengan seorang pelayan yang manabrak Lovely. Mereka berdua datang mendekati Brian dan keluarga untuk meminta maaf.


"Selamat malam, maafkan kami menyela tuan. Saya mewakili pelayan restorant meminta maaf karena bertindak ceroboh dan melukai nona.Maafkan sikap kami yang kurang pantas. Kami akan membayar ganti rugi untuk pengobatan anda." Ucap manager hotel dengen suara panik.


"Tuan, saya bersalah. Melukai nona maafkan saya. Saya sungguh menyesal, saya benar benar meminta maaf untuk kejadian tadi. Maafkan saya nona." Ucap pelayan dengan tulus.


"Sudah sudah. Kami tidak mempermasalahkan kejadian hari ini. Tolong lebih berhati hati untuk lain hari. Jangan sampai ada orang yang terluka lagi. Saya rasa putri saya juga memiliki pendapat yang sama. Bukan begitu sayang?" Brian memberi penjelasannya, dan menatap Lovely


"Benar tuan, saya baik baik saja. Lain waktu mohon lebih hati hati." Lobely menjawab dan tersenyum cantik.


"Terimakasih nona, anda cantik dan juga baik hati. Terimakasih tuan, bersedia memaafkan kami." Pelayan merasa senang.


"Saya juga berterimakasih, anda bersedia mengakui kesalahan anda dan juga meminta maaf. Hal yang sangat jarang di temukan, saya terkesan. Senang berjumpa orang orang baik seperti anda." Jawab Brian membuat manager dan pelayan terkejut.


Manager restorant dan pelayan merasa kagum. Ini pertama kalinya ada seorang yang memuji dan megatakan pernuatan mereka adalah perbuatan baik. Hanya dengan mengakui kesalahan. Manager dan pelayan saling menatap.


"Terimakasih tuan, saya permisi jika membutuhkan sesuatu anda bisa mencari saya." Kata manager restorant.


Brian tersenyum tampan. "Silahkan."


Menager dan pelayan pergi meninggalkan meja tempat Brian dan keluarganya makan malam. Brian mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan membalut luka Lovely.


"Sampai rumah papa obati. Makan pencuci mulutmu lalu kita pulang." Kata Brian dengan lembut, membelai rambut Lovely.


Lovely mengangguk. Brian kembali duduk di kursinya dan makan hidangan penutup. Amelia memegang tangan Brian yang ada diatas meja, Brian menatap Amelia melihat Amelia tersenyum kearahnya Brian juga menorehkan senyum manisnya.


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo hallo.. hallo hallo..


Jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Terimakasih semua..


Sampai jumpa di epiaode selanjutnya..

__ADS_1


Bye bye..


♡Dea Anggie😉♡


__ADS_2