
Kim Ha Na kesal saat melihat Felix. Matanya menatap tajam. Kim Ha Na meraba saku mantelnya mengeluarkan pistol dan membidik ke arah Felix. Brian dan Abed terkejut.
Abed: Kim Ha Na! (Nada meninggi)
Kim Ha Na: kalian datang di saat yang tepat, kalian begitu ingin melihat Felix Collyn meninggal?
Brian: turunkan pistolmu. Kita bisa bicara baik baik.
Kim Ha Na: dan kamu, siapa kamu? (Menatap Brian)
Brian: aku Brian, teman mereka.
Kim Ha Na: kenapa menatap foto mamaku?
Brian: karena disana juga ada mamaku.
Kim Ha Na mengerutkan dahinya. Perhatiannya mulai teralihkan. Di saat itu Abed menepis tangan Kim Ha Na sehingga pistol Kim Ha Na jatuh. Abed memegang erat tangan Kim Ha Na dan mendekap tubuh Kim Ha Na. Berusaha untuk menenangkan Kim Ha Na.
Kim Ha Na: sial! Lepaskan aku! (Meronta)
Abed: maaf, pistol adalah senjata berbahaya. Jangan melakukan hal yang melanggar hukum nona Kim.
Kim Ha Na: lepaskan aku..
Abed: (berbisik) berjanjilah untuk tidak melakukan hal diluar batas.
Kim Ha Na: brengs*k. Ini rumahku, apapun yang aku lakukan bukan urusanmu! Mariaa.. (berteriak)
Maria berdiri di pintu utama, Kim Ha Na menatap Maria. Maria terlihat gugup, diam tanpa suara.
Kim Ha Na: Maria bantu aku. Bunuh mereka semua.
Max muncul menodongkan pistol dikepala Maria. Kim Ha Na terkejut, matanya melebar.
Felix: Max.. (suara pelan)
Max: maaf tuan. Dialah orang yang membuat onar perusahaan kita. Menyuap pekerja kita, mengancam akan membunuh! Wanita jahat!
Kim Ha Na: lepaskan Maria.
Felix: Max, turunkan pistolmu. Kita bisa bicarakan baik baik.
Max menuruti perintah Felix dan menurunkan pistolnya. Memasukan kembali ke dalam saku jas. Maria dan Kim Ha Na saling menatap, mata mereka saling memberi isyarat. Kim Ha Na mengangkat alis nya. Maria berbalik dan meraih tangan Max. Maria membanting Max ke lantai. Abed mulai lengah melihat Max terbanting ke lantai, Kim Ha Na mengambil kesempatan untuk menyerang Abed. Dengan gerakan cepat Kim Ha Na sudah merubah posisinya, berbalik memutar tangan Abed. Abed meringis kesakitan. Kim Ha Na menendang kaki Abed hingga Abed jatuh berlutut.
Kim Ha Na: aku bukan wanita selemah itu. (Mencengkram jas Abed)
Kim Ji Ho datang dan terkejut. Melihat anaknya melukai Abed. Kim Ji Ho berteriak keras membuat semua yanga ada di ruangan terlejut.
Kim Ji Ho: Ha Na.. (berdiri di depan pintu utama)
Kim Ha Na menatap arah suara dan terkejut. Melepaskan cengkrama. Dan menunduk. Kim Ji Ho berajalan mendekati Abed dan membantu Abed berdiri.
Kim Ji So: apa kamu baik baik saja? Ada yang terluka? Maaf untuk sikap anakku yang tidak sopan.
Abed: tidak perlu sungkan tuan.
Kim Ha Na: papa.. papa tidak jadi pergi?
Kim Ji Ho: siapa yang ingin jelaskan. Ada apa disini? Maria (menatap maria)
Maria: paman.. (terdiam)
Brian: tuan Kim? (Nada lembut)
Kim Ji H menatap Brian, Brian mendekati Kim Ji Ho. Brian tersenyum dan mengulurkan tangan ingin berjabatan tangan. Kim Ji Ho menorehkan senyuman dan menyambut tangan Brian.
Kim Ji Ho: Kim Ji Ho.
Brian: Brian Antonius Candra.
Kim Ji Ho: Candra? Kamu dari Indonesia?
Brian: ya, aku adalah putra tunggal Beny Candra dan Susan Maretha.
Kim Ji Ho: (terkejut) Susan Maretha?
Brian: benar, tuan Kim suami dari Sandra Agustine bukan? Sandra Agustine adalah adik kandung dari Susan Maretha. (Tersenyum)
Kim Ji Ho: oh astaga, kemarilah nak.
(Memeluk Brian) kamu adalah putra kakak ipar ku. Tentu adalah putraku juga. Katakan bagaimana kabar mu? Papa dan mamamu? Mereka sehat?
__ADS_1
Brian menangis, memeluk Kim Ji Ho. Brian mengatakan jika papa dan mamanya sudah tiada. Kim Ji Ho melepas pelukan menatap Bian.
Kim Ji Ho: astaga.. maaf Brian, paman tidak tau masalahmu.
Brian: (tersenyum menyeka air mata) tidak apa apa paman. Melihat paman baik baik saja aku juga senang.
Kim Ji Ho: Ha Na, Brian adalah sepupumu. Anak dari bibi Susan, kakak mama.
Kim Ha Na: hai, maaf.. aku tidak menyambutmu dengan baik.
Brian: tidak masalah, jadi bisa kah kamu melepas kedua temanku?
Kim Ha Na: aku bisa lepaslan Abed. Tidak dengan Felix. Aku masih ada urusan yang belum terselesaikan.
Kim Ji Ho: ada apa Ha Na? (Suara meninggi)
Brian: paman tolong jangan emosi. Biar aku yang jelaskan duduk persoalan temanku Felix dengan Kim Ha Na.
Brian menjelaskan detail masalah rumit yang ada diantara Felix dan Kim Ha Na. Brian menceritakan semua yang dia dengar dari cerita Felix tanpa pengurangan dan penambahan. Kim Ji Ho terkejut, tiba tiba suara tawa keluar dari mulut Kim Ji Ho. Semua kaget, Kim Ji Ho bertingkah aneh.
Kim Ji Ho: Ha Na, kamu begitu mencintai lelaki tidak tahu malu itu. Apa kamu tahu apa yang Lee Hae Kyun lakukan pada papa? Dia memberi obat pada papa, sehingga papa terbaring di rumah sakit selama 6 bulan. Dan disaat itulah dia masuk merayu dan menggodamu. Menawarkan bantuan untuk menjalankan perusahaan. Hae Kyun pantas mati. Oleh karena itu papa justru senang Hae Kyun tiada. Bukankah seharusnya kamu senang, jika dia masih hidup. Papamu ini tidak akan ada di sisimu.
Kim Ha Na: papa bohong! Tidak mungkin Hae Kyun seperti itu.
Kim Ji Ho: sekertaris Park. (Menatap sekeetarisnya) berikan semua buktinya pada Ha Na.
"Baik tuan, (membuka tas dan mengeluarka beberapa dokumen dan CD) Nona tolong terima ini. (Memberikan pada Kim Ha Na)"
Kim Ha Na: (menerima) apa ini pa? (Menatap Kim Ji Ho)
Kim Ji Ho: baca dan lihatlah, kita semua sudah ditipu oleh Lee Hae Kyun. Dia juga sudah menikah.
Kim Ha Na diam, membuka dokumen dan membaca dengan penuh rasa penasaran. Air mata Kim Ha Na jatuh, selama ini dia di butakan oleh cinta. Kim Ha Na telah ditipu oleh Lee Hae Kyun. Lee Hae Kyun hanya ingin harta kekayaa keluarga Kim. Kim Ha Na menjatuhkan berkas dan CD yang ada ditangannya dan berlari memeluk Kim Ji Ho.
Kim Ha Na: papa.. (menangis tersedu dalam pelukan) papa..
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Kim Ji Ho: lupakan masa lalu sayang. Buka kembali lembaran baru. Jangan simpan dendam lagi, kamu mengerti maksud papa kan?
Kim Ji Ho: (menyeka air mata Kim Ha Na, mencium lembut kening Kim Ha Na) papa ingin kamu menjadi Kim Ha Na yang seperti dulu, penuh kelembutan dan selalu tersenyum. Oke?
Kim Ha Na: (tersenyum cantik) oke pa. Maafkan Ha Na.
Kim Ha Na berjalan mendekati Felix. Berdiri di hadapan Felix. Kim Ha Na mengulurkan tangan menatap Felix.
Kim Ha Na: maaf Felix, karenaku kamu tidam bisa hidup tenang.
Felix: (menyambut tangan Kim Ha Na) maafkan aku juga. Banyak melukai pekerjamu dan melukai hatimu juga.
Kim Ha Na: oke (tersenyum) kita baik baik saja sekarang. Tidak akan ada permusuhan lagi diantara kita.
Felix: thanks Kim Ha Na.
Kim Ji Ho: Maria.. obati lukanya (menunjuk Max) dan kamu juga Kim Ha Na, obati luka Abed, Felix Collyn dan Brian ikut aku ke ruang kerjaku.
Kim Ji Ho berbalik dan pergi keruangannya. Brian dan Felix mengukuti. Sedangkan Maria dan Kim Ha Na saling bertatapan. Kim Ha Na mengangkat bahu pasrah dengan keadaan.
Kim Ha Na: ikut aku.. (menatap Abed)
Kim Ha Na mengajak Abed ke ruang tengah. Abed duduk di sofa, Kim Ha Na sibuk mencari kotak obat. Kim Ha Na menatap seluruh wajah Abed.
Kim Ha Na: tidak ada yang terluka, dimana yang saki?
Abed: tidak ada.
Kim Ha Na: katakan saja, aku tidak ingin papaku berteriak. Aku harus mengobatimu.
Abed: aku baik baik saja. Thanks..
Kim Ha Na: baiklah, terserah padamu. Jangan mengadu pada papaku aku tidak mengobatimu.
Abed: tidak akan. (Tersenyum tampan)
Kim Ha Na terpesona oleh senyuman Abed. Kim Ha Na terdiam menatap Abed. Abed mengerutkan dahi menatap Kim Ha Na.
__ADS_1
Maria dan Max saling memandang. Maria terlihat kesal, Max tersenyum menatap Maria.
Maria: ada apa? Kenapa tersenyum?
Max: kamu wanita luar biasa yang aku temui.
Maria: oh ya, jangan merayu. Atau aku akan mematahkan kakimu.
Max: ayo patahkan saja. Aku akan pastikan kamu menjadi perawatku sampai kakiku pulih.
Maria: menyebalkan! Pria aneh..
Max: hei, aku tampan. Bukan aneh..
Maria: tampan? Hanya wanita buta yang melihatmu tampan.
Maria berdiri dan berbalik, Max menarik tangan Maria hingga Maria jatuh dalam pangkuannya. Maria terkejut, posisinya begitu dekat dengan Max. Wajahnya hanya berjarak beberapa centi dari Max. Max tersenyum menatap Maria. Maria tak berkedip, Max terlihat sangat mempesona.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan \(End\)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
\(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea\_anggie
Line id: dea\_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"