
Sidang kedua Abed di gelar, semua duduk tenang mendengarkan pengacara Abed yang sedang berbicara. Pengacara menyerahkan bukti dokumen dan cd rekaman kepada hakim. Pengacara Shawn meminta hukumanan kliennya agar di kurangi. Hakim meminta cd diputar dan memeriksa dokumen.
Kepala polisi juga menyerahkan bukti rekaman dari Ben. Hakim menerima dan meminta di seseorang memutar video remakan. Karena Bensudah meninggal, Bem tidak bisa bersaksi. Namun bukti rekaman video bisa di jadikan bukti jika Adit juga melakukan kejahatan semasa hidupnya. Adit merencanakan pembunuhan kepada Abed, dan ingin merebut Nikita dari sisi Abed.
Suasa begitu tegang, Abed duduk dengan posisi menunduk menggenggam erat foto Nikita ditangannya. Matanya tertutup pasrah menerima keputusan akhir. Setelah menunggu lama, hakim akhirnya memberikan keputusan. Berdasarkan bukti yang sudah diterima dan sudah diperiksa, keputusan terakhir dari pengadilan adalah, Abed akan menjalani hukuman tahanan selama tahun 8 tahun.
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara ketuk palu)
Sidang berakhir, Abed menghela nafas panjang. Abed bersyukur, dia hanya akan di tahan selama 8 tahun. Amelia tersenyum manatap Brian. Brian merasa lega, setidaknya hukuman Abed berkurang. Brian merangkul Amelia dan mengusap bahu Amelia.
Amelia: syukurlah, hukuman Abed berkurang. Aku merasa lega Brian.
Brian: aku juga, ayo temui Abed. Kita harus memberinya dukungan.
Amelia: iya..
Amelia berdiri diikuti Brian, mereka berjalan mendekati Abed yang masih duduk diam di tempatnya.
Amelia: kak..
Abed menyeka air mata dan mengangkat kepalanya menatap Amelia. Senyum tampan menghiasi wajah Abed.
Abed: hai sayang..
Abed berdiri, Amelia berjalan mendekat dan memeluk Abed.
Amelia: selamat kak, masa hukumanmu sudah di diperpendek.
Abed: terimakasih Mel, kamu memberi ku kejuatan. Maaf... (menangis)
Amelia: bertahanlah sebentar kak, semangat.. semua pasti akan indah. (Melepas pelukan menyeka air mata Abed) jangan patah semangat, kami akan selalu menunggumu sampai kamu bebas nanti. Kami tak akan pergi meninggalkanmu.
Abed: jaga kesehatanmu, oke?
Amelia: ada satu kabar baik yang ingin aku sampaikan.
Abed: apa? (Menatap Amelia)
Amelia: kamu akan punya keponakan lagi.
Abed: (tersenyum bahagia) sungguh? Kamu hamil..
Amelia: (mengangguk) iya.. aku hamil 5 minggu.
Abed: selamat Mel, jaga keponakanku dengan baik (meraba perut Amelia) jaga dirimu adikku..
Amelia: pasti, semangat ya.. aku akan datang seperti biasa (tersenyum)
Abed: (menatap Brian) jaga adikku dan calon anaknya Brian. Jaga dirimu juga.
Brian: tentu, maaf beberapa hari tidak menjengukmu. Aku sibuk mengurus perusahaanmu.
__ADS_1
Abed: thanks Brian. Kamu adalah saudara terbaik ku. Karena kalian aku bisa menjadi orang baik bahkan menjadi seseorang yang jauh lebih baik lagi. Berkat bantuan kalian juga pastinya hukumanku diringankan. Semuanya karena campur tangan kalian kan.
Brian: kita adalah saudara, baik buruknya kamu. Kamu tetap saudaraku iparku, sudah kewajiban kami mengingatkanmu.
"Maaf, pertemuannya bisa di lanjutkan besok. Mari sekarang kita kembali ke ruangan"
Amelia: baik..
Abed: pulanglah, sampaikan salam pada anak anak.
Brian : kami pulang ya.. kamu hati hati dan jaga diri.
Abed melambaikan tangan dan berbalik, pergi dengan penjaga tahanan. Abed berjalan menjauhi Amelia dan Brian. Amelia mendati Brian, merangkul lengan Brian.
Brian: ayo kita pulang, kita beri kabar baik pada bibi Amanda.
Amelia: iya sayang, ayo kita pulang.
Brian dan Amelia pergi meninggalkan ruang persidangan. Mereka berjalan meninggalkan pengadilan menuju area parkir. Ponsel Brian berdering, panggilan dari David.
Brian: masuklah dulu ke dalan mobil sayang, David menghubungiku.
Amelia: oke.. (membuka pintu mobil dan masuk, lalu menutup kembali pintu mobil)
Brian menerima panggilan dari David.
(Panggilan terhubung)
David: Hallo Brian, kamu ada dimana? Aku dan Angela akan segera sampai ke rumahmu.
David: ya, Angela sangat merindukan Lovely..
Brian: baiklah, aku akan segera pulang. (Memutus panggilan)
Brian membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil. Brian menutup pintu mobil. Didalam mobil Amelia dan Brian berbincang.
Amelia: ada apa?
Brian: David dan Angela datang. Kita harus segera pulang, apa kamu ingin beli sesuatu sebelum pulang?
Amelia: tidak, kita langsung pulang saja.
Brian: baiklah nyonya Candra. Ayo kita pulang (tersenyum)
Mobil melesat pergi, meninggalkan area parkir gedung pengadilan.
♡♡♡♡♡
Rumah Felix..
Felix sedang duduk santai di ruang kerjanya, dihadapanya ada seorang kaki tangannya yang sedang melapor kegiatan yang dia dapat. Mulai dari sidang hingga kondisi Max di rumah sakit.
Felix: ada berita apa, cepat katakan.
"Tuan, soal Max.. kami berhasil menemukan rumah sakit dimana Max di rawat. Rumah sakit A. Berdasarkan informasi kondosi Max sangat lemah saat ini. Mengenai persidangan.. Abed mendapat keringanan hukuman tuan. Ada banyak bukti yang menyatakan Adit juga bersalah melakukan pembubuhan berencana. Dan Ben bersaksi, jika Max yang menyuruhnya masuk dalam anggota dan membocorkan semua rahasia adit mengenai rencana pembunuhannya kepada Abed. Dan Jeff dia terancam hukuman. Apakah anda ingin membantu Jeff??"
Felix: (tersenyum tipis) menyelamatkan Jeff? Itu tidak akan! Dia sendiri yang berulah, kenap aku yang harus ikut campur.
__ADS_1
"Maaf tuan, kata kata saya salah"
Pikiran Felix kacau, darahnya sudah mendidih. Felix mencengkram gelas win nya dengan erat, Felix melempar gelas win nya kearah samping sehingga gelas berisi win terlempar kedinding. Seseorang di hadapan Felix terkejut, tubuhnya gemetaran.
Felix: keluar! (Membentak)
Tanpa banyak bicara orang dihadapan Felix langsung lari keluar ruangan. Felix berdiri dan memukul meja kerjanya.
Braaaakkkkkk...
(Suara meja di pukul)
Felix: sial! Dasar sampah! Tidak ada satupun yang becus. Hancur semua rencanaku, Abed.... kamu sungguh beruntung! Sial... !!! (Marah, memporak porandakan meja kerja dihadapannya)
Felix teringat akan Max, Felix tersenyum jahat. Felix mengambil mantelnya dan pergi meninggalkan ruangannya. Felix bergegas pergi meninggalkan rumahnya menuju rumah sakit tempat Max dirawat.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1