Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 143


__ADS_3

Brian, Amelia dan Lovely kembali ke rumah. Lovely langsung berjalan masuk ke kamarnya. Amelia juga masuk ke kamarnya, Brian berjalan ke arah kamar Alex. Brian mengetuk pintu dan masuk.


Tok..


Tok..


Tok..


(Suara pintu di ketuk)


Kleeek..


(Suara pintu)


Brian masuk dan kembali menutup pintu. Brian melihat Alex membaca buku, di samping Alex ada Flip yang sudah tidur pulas. Brian mendekati Alex, duduk di tepi ranjang.


"Hai nak. Maaf papa baru pulang. kamu belum tidur? apa papa mengganggu mu?" Brian menatap Alex.


Alex menutup buku dan menatap Brian. "Hai pa, tidak masalah. Ada Flip yang menemaniku pa, aku baik-baik saja." Jawab Alex dan tersenyum manis.


"Kamu sudah makan? Ingin papa masakan sesuatu?" Brian mencemaskan Alex.


"Tidak perlu pa. (Menggelengkan kepala) papa tidak perlu repot. Flip sudah memasak makan malam untukku. Masakannya tidak kalah enak dari masakan papa. Papa tidurlah, ini sudah larut. Besok papa masih harus bekerja bukan? Jaga kesehatan papa." Alex mulai mengomel.


"Baik tuan muda, jangan mengomel seperti mamamu nak. Kalian anak dan mama sama saja. Jika mengomel tidak akan pernah berhenti. (Alex tertawa, papanya selalu menyebut jika dirinya adalah foto copy dari mamanya.) Papa akan kembali ke kamar dan tidur. Jangan mengomel, dan papa tidak akan lupa menjaga kesehatan papa." Brian tersenyum, Brian menggoda Alex.


Alex selalu mengingatkan Brian untuk selalu menjaga kesehatan, sama seperti Amelia. Sebelum putranya bicara, Brian sudah lebih dulu bicara kata-kata yang akan di sampaikan putranya.


"Papa selalu menjadi yang terbaik. (Tersenyum) oh ya pa, bagaimana keadaan bibi, kak Andrew, Michael dan Mattew? Apa mereka baik? Pasti mereka sangat sedih dan terluka." Suara Alex lirih merasa sedih.


"Ya tentu saja sedih dan terluka. Setiap orang yang ditinggal pergi oleh orang yang disayanginya pasti akan sangat sedih dan terluka karena merasa kehilangan. Jika mereka tersenyum itu karena mereka tak ingin menujukan betapa sedih nya hati mereka. (Menghela nafas panjang) semua sudah takdir dan kehendak yang memiliki hidup. Papa pun tidak tau sampai hidup berapa lama lagi. Oleh karena itu, selagi masih ada kesempatan. Perbaiki diri dan belajar lebih sungguh-sungguh Lex. Hanya kamu putra papa satu-satunya, penerus keluarga Candra. Kamu harus menjadi orang yang baik dan bijaksana, ingat selalu ajaran papa dan mama ya." Nasihat Brian untuk putranya Alex.


Alex mengangguk. "Pasti pa, Alex akan selalu berusaha menjadi anak yang baik untuk papa dan mama, dan menjadi orang yang baik juga di masa depan. Alex tidak akan pernah lupa semua nasihat dan ajaran papa mama. Alex berjanji tidak akan mengecewakan papa dan mama." Jawab Alex.


"Bagus, inilah putra papa. Papa bangga padamu nak, hmm pandai bicara dan merayu. Astaga.. benar-benar putra nyonya Amelia Candra. (Tertawa) kalian begitu mirip, sangat mirip dalam segala hal. (Mengusap kepala Alex) Baiklah, tidurlah nak ini sudah larut. Selamat tidur putra kesayangan papa, mimpi indah." Brian mencium kepala Alex.


"Selamat tidur papa." Jawab Alex.


Brian pergi meninggalkan kamar Alex. Alex menatap Flip dan tersenyum, merapikan selimut Flip. "Dasar Flip, si tukang tidur." Ucap Alex lirih.


Alex memikirkan kata-kata Flip mengenai Andrew, Flip mengatakan hal yang mengerikan. Alex langsung teringat kakaknya, Alex turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya. Alex berjalan perlahan menuju kamar kakaknya. Alex mengetuk pintu kamar kakaknya.


Tok..


Tok..


Tok..

__ADS_1


(Suara pintu diketuk)


Kleeek..


(Suara pintu)


Alex membuka pintu dan mengintip. "Kak..?" Suara Alex lirih memanggil kakaknya.


"Ya Lex, masuklah. Aku belum tidur." Jawab Lovely.


Alex membuka pintu dan masuk, menutup kembali pintu kamar kakaknya perlahan. Alex berjalan menghampiri kakaknya yang sedang bermain ponsel ranjang. Alex naik keatas ranjang dan duduk di samping kakaknya.


"Ada apa?" Lovely betanya dengan suara lembut.


"Hmm.. kenapa belum tidur? Bukan kah besok kakak akan sangat sibuk?" Jawab Alex.


"Aku belum mengantuk Lex. Banyak hal yang aku pikirkan." Lovely terlihat tidak bersemangat.


"Apa yang kamu pikirkan kak? Apa soal Andrew?" Tanya Alex.


"Bagaimana kamu tau? (Menatap Alex) jangan katakan kamu bisa membaca pikrianku." Jawab Lovely.


Alex terkejut mendengar ucapan kakaknya. "Bukan kak, bukan seperti itu. Aku hanya menduga saja, apalagi yang kamu pikirakan selain kekasihmu." Alex menggoda Lovely.


"Ya, kamu benar. Aku memikirakan Andrew. Andrew sedikit aneh menurutku. Dia sedikit bicara padaku dan seolah menjauhiku. Entahlah, apa mungkin karena dia sedang sedih atau apa. Perasaanku tidak enak Lex, rasanya ada sesuatu yang mengganjal dihatiku tapi aku tidak tau apa itu. Aku sedih jika melihat Andrew seperti ini, kamu tau? Dia memukul cermin dikamar mandinya? Punggung tanganya terluka aku ingin mengobati namun Andrew menolak dan memintaku pergi dari kamarnya." Lovely berkeluh kesah.


"Tidak mungkin! (Menggeleng) tidak mungkin Andrew jadi orang jahat. Jika itu terjadi aku akan membawanya kembali menjadi orang baik. Kamu tau kan? Paman Abed dan bibi Kim selalu mengajarkan hal-hal baik. Bagaimana bisa dia menjadi jahat?" Jawab Lovely penuh tanda tanya.


"Hmm.. aku tau kakak ku ini pasti akan menjawab seperti ini. Kakak sangat sayang pada Andrew. Bagaimana ini, jika ucapan Flip benar maka semua akan kacau. Hati kakak ku pasti akan hancur dan terluka." Batin Alex.


"Lupakan itu kak, aku hanya berkata asal. Anggap saja aku tidak pernah bicara seperti itu. Ok?" Alex mengakhiri topik pembicaraannya.


Lovely terdiam, duduk bersandar bantal dengan tatapan mata kosong. Alex juga duduk bersandar, memikirkan Andrew dan kakaknya. Alex masih tidak habis berfikir benarkah Andrew akan menjadi jahat? Alex menyakini perkataan Flip adalah kebenaran, Flip tidak mungkin berbohong. Apa untungnya Flip berbohong padanya, Alex terlalu banyak berfikir sehingga membuat dirinya sendiri gelisah.


♡♡♡♡♡


Hiks..


Hiks..


Hiks..


Suara tangisan yang terdengar di telinga Flip. Tangisan itu terus terdengar dan mengganggu Flip tidur. Flip bangun dan merasa kesal tidur diganggu, Flip melihat samping ranjang tidak menemukan Alex.


Flip menurunkan kaki dan terkejut saat melihat Naomi dihadapannya dengan tatapan mata yang menyedihkan. Naomi terus menatap Flip, Flip mengehela nafas tidak tega. Dan mulai buka suara.


"Ada apa lagi? Pergilah! Aku lelah karena besok harus kembali pulang." Keluh Flip, duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Pulang ke Inggris kan? Kamu pasti akan membantuku kan? Tolong kakakku." Suara Naomi memelas.


"Carilah bantuan pada yang lain. Aku sibuk! Aku masih harus mengurus banyak hal saat aku kembali. Kamu fikir aku pengangguran." Jawab Flip.


"Flip.. (Flip menatap tajam pada Naomi saat namanya disebut, membuat Naomi ketakutan) oh tuan muda baik hati, aku tau kamu sibuk. Tolonglah kakakku. Jangan biarkan kakakmu menjadi pria jahat. Tolong aku, hanya kamu yang bisa menolong. Aku mohon tuan muda yang tampan dan baik hati." Naomi tersenyum cantik kearah Flip.


Flip terkejut, melihat senyum cantik Naomi. Lesung pipi Naomi terlihat jelas saat tersenyum, Flip menggelengkan kepala dan berdiri dari duduknya. "Aku akan pikirkan itu nanti. Pergilah! Dan ya.. jangan datang padaku lagi aku tidak ingin berurusan dengan toh gentayangan sepertimu. Ini peringatan terakhir, jika aku melihatmu lagi aku akan....." kata-kata Flip terputus saat Naomi tiba-tiba mendekat dan mencium kilas pipi Flip. Flip terkejut dan terdiam, tubuhnya seakan membatu.


Naomi tersenyum dan perlahan menghilang. Flip memegang pipinya, pipi yang dicium Naomi. Flip mengerutkan dahi merasa aneh. Flip di cium oleh sosok roh gentayangan. Flip mengusap-usap pipinya, Flip berjalan cepat menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya.


Kleekk..


(Suara pintu)


Alex berjalan masuk mendekati ranjang, Alex tidak melihat Flip di ranjangnya. Melihat sekeliling mencari Flip. Flip keluar dari kamar mandi menyeka wajahnya dengan handuk, Alex mendekati Flip mengagetkan Flip.


"Flip.." kata Alex menepuk bahu Flip.


"Apa.." jawab Flip terlejut.


"Hei, kamu kenapa? Kenapa terkejut?" Alex bingung.


Flip meletakan handuk di sofa dan menatap Alex. Alex mengerutkan dahi melihat pipi kiri Flip merah. Alex menunjuk pipi kiri Flip. "Apa itu? Di pipi kirimu?" Alex terus menatap pipi Flip yang merah.


"Apa? (Meraba pipi kiri) ada apa Lex. Jangan melihatku seperti itu. (Flip berbalik dan melihat ke cermin, seketika matanya melebar dan kaget melihat pipinya yang merah) jangan dilihat Lex, ini hanya gigitan nyamuk." Jawab Flip.


"Oh begitu, baiklah. Lupakan itu, maaf membuatmu terkejut. Nyamuk itu pasti sangat menyukaimu sampai meninggalkan bekas di wajahmu." Alex menggoda Flip.


Flip berjalan kembali ke ranjang Alex. Naik keranjang, masuk dan dalam selimut dan berbaring. Flip menutup seluruh wajahnya kerena malu digoda oleh Alex.


"Ini pasti bekas ciuman dari hantu itu. Astaga, menyebalkan sekali. Awas saja jika bertemu aku akan musnahkan dia. Wajahku yang tampan terndoa oleh ciuman hantu. Aaaarggghhh.." batin Flip kesal pada Naomi.


Naomi ada di luar jendela kamar Alex. Naomi terus menatap kearah kamar Alex Naomi tersenyum cantik. "Aku tau kamu hati yang baik Flip. Kamu pasti akan menolong dan membantu kakakku di dalam kesulitan. Terimakasih Flip Collyn, Terimakasih tuan tampan baik hati."


@@@@@..... @@@@@.....


HALLO..


jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Terimakasih banyak semua..


Sampai jumpa di next episode..


Bye bye..


♡Dea Anggie😉♡

__ADS_1


__ADS_2