
Brian merawat Andrew, menyeka wajah dan tubuh Andrew. Mengganti pakaian Andrew.
Setelah semuanya selesai Brian menarik kursi dan duduk di samping Andrew, Brian duduk bersandar. Pikiran melayang sedang dilanda dilema.
Ingin meghubungi Kim Ha Na, namun ragu. Brian justru takut Kim Ha Na menjadi kacau atau bahkan terjadi hal yang buruk pada Kim Ha Na.
"Aku akan hubungi Amelia nanti, aku akan bicarakan masalah ini dengannya. Hahhh... bersiaplah menghadapi nyonya boss mu Brian. Entah bagaimana reaksi Amelia nanti saat tau Lovely mendapat perlakuan kasar dari Andrew. Mungkin Amelia akan langsung menghukum Andrew, mmmmmh.. aku tidak bisa bayangkan itu. Amelia pasti tidak akan suka, karena di masa lalu dia juga mendapat perlakuan yang sama dari Abed dan Owen. Meski sudah lama pasti akan terus membekas dihati, kenapa istri dan putri ku harus mengalami hal buruk seperti ini." Batin Brian mengeluh.
Brian mengacak-acak rambutnya, hatinya mulai di landa keraguan. Mengingat kejadian yang di alami Amelia di masa lalu. Sekarang kejadian itu dialami oleh putri kesayangannya. Mata Brian melirik kearah tangan Andrew, perlahan Andrew menggerakkan jari-jarinya.
Brian memegang erat tangan Andrew, mengusap tangan Andrew. Brian menunggu Andrew bangun dari tidurnya.
Mata Andrew perlahan terbuka, pandangannya masih samar-samar. Andrew mengedipkan mata beberapa kali untuk menyesuaikan matanya. Andrew merasakan seseorang memegang tangannya, Andrew menatap seseorang di sampingnya. Andrew terkejut mendapati Brian duduk manis di sampingnya sembari menatapnya.
"Pa.. paman.." suara serak Brian.
"Kamu sudah bangun? Tunggu aku akan panggil dokter." Kata Brian.
Baru ingin menekan bel untuk memanggil perawat, pintu ruangan terbuka dan terlihat dokter juga seorang perawat datang untuk pemeriksaan rutin.
"Selamat pagi tuan candra.." sapa dokter berjalan perlahan mendekat.
"Selamat pagi dokter, keponakanku sudah bangun. Aku ingin memanggil perawat tadi." Jawab Brian menatap dokter di hadapannya.
"Saya akan memeriksanya tuan. Silahkan duduk menunggu." Jawab Dokter
Brian memberi ruang pada dokter dan perawat untuk memeriksa. Dokter membuka pakaian Andrew dan memeriksa luka Andrew. Brian dengan sabar menunggu pemeriksaan, rasa penasaran muncul sesekali Brian melirik doketr dan lerawat yang sibuk.
"Ahh.. saaakit.." suara erangan Andrew.
Brian mengerutkan dahi, tubunya merasakan sesuatu saat mendengar suara erangan Andrew. Brian tanpa sadar teringat jika dirinya dahulu juga merasakan sakit yang luar biasa saat terluka menyelamatkan Amelia.
Pemeriksaan selesai, dokter mendekati Brian dan bicara. "Keadaan tuan Williams untuk saat ini baik, hanya perlu banyak istrirahat dan rutin minum obat. Saya masih akan memantau lukanya, Luka pasien tidak boleh terkena air." Dokter menjelaskan.
"Saya mengerti dokter, terimakasih." Jawab Brian ramah.
"Sama-sama tuan. Saya permisi, karena masih harus memeriksa pasien yang lain. Akan ada perawat yang mengantar makanan untuk tuan Williams nanti." Kata dokter.
"Ya dok, Silahkan.." jawab Brian.
Dokter pergi diikuti perawat, terdengar pintu ruangan terbuka lalu tertutup. Brian mendekati Andrew, Brian duduk di kursi di samping Andrew. Andrew masih terbaring lemah menatap Brian.
"Paman kapan datang?" Tanya Andrew memecah suasana.
"Semalam, bagaimana perasaanmu sekarang?" Brian kembali bertanya.
"Tidak baik paman, perutku juga terasa nyeri." Jawab Andrew.
"Bersabarlah, jika efek bius habis akan sangat sakit. Jangan banyak bergerak, tetaplah berbaring. Tunggu makananmu datang, aku akan membantumu untuk makan." Kata Brian.
"Paman.. paman sudah bertemu Lovely?" Tanya Andrew ragu-ragu.
__ADS_1
"Hmmh.. menurutmu?" Brian bertanya kembali, Brian mengertukan kening menatap Andrew.
"Paman, kami.. kami.. (Andrew ragu untuk bebicara) kami sebenarnya sudah.." tiba-tiba Andrew terdiam, Andrew kembali mengingat kejadian dimana dirinya dengan keji menyiksa Lovely.
"Apa? Ada apa Andrew? Jangan bicara jika tidak ingin bicara, paman tidak akan memaksa. Boleh paman bertanya?" Brian melipat dua tangannya di dada, mencoba bersikap tenang.
"Ya paman, katakan saja. Paman ingin bertanya apa?" Andrew penasaran.
"Apakah Lovely membuatmu jengkel? Mmebuatmu kesal dan membuatmu tidak senang?" Tanya Brian dengan suara pelan.
Mata Andrew melebar, Brian mere**s selimut yang menutupi tubuhnya. Perasaan takut dan bersalah menyelimuti.
"Apakah paman sudah tau aku menyiksa anaknya? Apakah dia akan mmebuhunku? Membawaku ke kantor polisi? Tidak.. aku tidak mau." Batin Andrew meracau.
Andrew terdiam, mulutnya tertutup rapat. Matanya menatap ke arah selimut, pandangannya menjadi kosong. Andrew tidak berdaya dengan pertanyaan Brian.
"Kenapa diam? Apa pertanyaan ku sangat sulit? Hahhhh.. Andrew.. Andrew.. dengar baik-baik nak. Jangan merasa tertekan dan terbebani dengan pertanyaan paman. Paman hanya ingin tau sesuatu, ingin tau apa yang ada di dalam hatimu.. (Brian berdiri dari duduknya, Brian mendekati Andrew, meletakan tangannya di dada Andrew) hati dan bibir seringkali bersimpang jalan. Namun tidak memungkiri juga terkadang mereka seiring jalan." Kata Brian.
"Paman.. maafkan aku.. (Andrew tiba-tiba menangis) aku bersalah paman, aku membuat putrimu terluka. Aku menyakiti hatinya dengan perkataanku, aku menyakiti tubuhnya dengan perlakuan dan tindakanku yang kasar. Maafkan aku paman.. maaf.." suara serak Andrew mengepalkan dua tangannya.
Brian menghela nafas panjang dan tersenyum tipis, Brian mengacak- acak rambut Andrew.
"Jangan meminta maaf padaku, jika kamu merasa bersalah minta maaflah kepada orang yang kamu lukai. Apa kamu mengerti maksudku?" Jawab Brian dengan suara lembut.
Tangisan Andrew berhenti, Andrew mengira Brian akan marah atau memukulnya. Diluar dugaannya Brian justru bersikap baik dan lembut. Andrew mengangkat kepalanya menatap Brian.
"Paman tidak marah? Paman tidak kesal dan kecewa padaku? Aku sudah melakukan hal buruk pada Lovely?" Tanya Andrew dengan kebingungan yang melanda.
Andrew sangat terkejut, Andrew sungguh tidak menyangka jika Brian akan mengatakn hal yang membuatnya malu. Tidak hanya itu, kata-kata Brian bagaikan sebuah tamparan keras. Kata-kata yang di ucapkan dengan penuh kelemah lembutan yang membuatnya menjadi diam membisu seperti patung.
Tubuh Andrew gemetar, Andrew terisak menangis. Andrew benar-benarmerasa menyesal, sangat menyesal. Hatinya seperti di aduk-aduk, rasa malu, rasa kesal pada diri sendiri rasa kecewa semua bercampur dan menjadi satu. Pikirannya benar-benar kacau.
Andrew merasakan sesuatu, sebuah tangan menyentuk kepalanya dengan lembut.
"Tutup matamu dan berdoalah memohon ampunan. Katakan pada dirimu sendiri jika kamu memang benar-benar ingin berubah. Katakan pada hatimu aku mau mengampuni dan mengasihi! AKU MAU MENGAMPUNI DAN MENGASIHI. (Brian mengulang perkataanya dan menekankan kata-katanya.) Renungkan ini baik-baik, paman akan segera kembali. Paman keluar sebentar, jangan bergerak sembarangan atau lukamu akan terbuka." Kata Brian.
Brian pergi meninggalkan ruangan Andrew. Brian memberi waktu Andrew untuk berfikir, Brian membuka pintu dan keluar, Brian menutup pintu krmbali. Brian berdiri di dinding di samping pintu.
"Akuilah kesalahanmu bukan pada kami saja Andrew, aku sangat yakin kamu mengerti maksudku. Paman tau, kamu tidak akan begitu saja melupakan ajaran papa dan mamamu." Batin Brian sembari meneteskan air mata.
Brian menarik nafas dalam, dan menghembuskan perlahan. Air matanya akhirnya tumpah setelah menahannya dengan bersusah payah.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
__ADS_1
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"