
Caroline, Yohanes dan adik perempuan Yohanes (Umeko) sedang menunggu Brian dan Amelia. Caroline dan Yohanes sengaja mengundang Brian dan Amelia untuk bertemu. Caroline sudah memesan tempat untuk makan malam bersama.
Umeko: kak, bulan depan kalian akan menikah. Jangan terlalu sibuk.. (memegang tangan Caroline)
Caroline: tenang saja.. kami baik baik saja sayang.
Yohanes: hanya peduli pada kakak ipar. Pada kakakmu bagaimana?
Caroline: ayolah tuan Lewi yang terhormat. Kamu sudah dewasa masih saja ingin diperhatikan.
Yohanes: ayolah nona lewi.. aku ini juga haus akan perhatian dan kasih sayang. Oke?
Caroline: kalian adik dan kakak.. selalu saja seperti ini jika bertemu. Oh iya sayang, berikan undangan pernikahan kita untuk Brian dan Amelia.
Yahanes: ya.. pasti akan aku berikan (tersenyum tampan)
Caroline, Yohanes dan Umeko kembali berbincang santai. Tidak beberapa lama Brian dan Amelia datang menyapa.
Brian: malam.. maaf terlambat, kami ada urusan sebentar tadi.
Yohanes: tidak masalah silahkan duduk. Oh.. perkenalkan dia adik perempuanku namaya Umeko.
Brian: hallo Umeko, aku Brian..
Umeko: hallo kak, aku Umeko..
Amelia: hallo Umeko, aku Amelia. Namamu bagus.. nama jepang..
Umeko: hallo kak Amelia, iya mamaku dari Jepang dan aku pun lahir di Jepang.
Amelia: (duduk mengikuti Brian) wow.. hebat, aku suka Jepang. Lain waktu aku akan berkunjung ke Jepang.
Umeko: aku menunggumu kak. (Tersenyum)
Amelia: jadi orangtua kalian campuran?
Yohanes: Ya.. papi kami berdarah Inggris-Jepang. Dan mami kami berdarah Jepang-Bali (Indonesia).
Brian: oh ya, wow jika ada waktu mari kita berlibur bersama ke Bali. Aku juga berasal dari Indonesia, dari Jakarta.
Yohanes: sepupuku dulunya juga tinggal disana. Sekarang sudah menetap di sini.
Brian: benarkah? Hmm.. sepertinya kita berjodoh.
Yohanes: ya, mari kita jalin hubungan yang baik kedepannya.
Amelia: tentu saja. Kami senang punya banyak teman.
Yohanes memanggil pelayan untuk menghidangkan pesanan. Pelayang datang dengan menyajikan hidangan di meja.
Yohanes: aku tidak tahu makanan apa yang kalian sukai. Karena tak ingin menunggu aku telah memesan makanan untuk kalian.
Brian: ini sudah lebih dari cukup Hans. Thankyou..
Caroline: selamat makan, selamat menikamati hidangan.
Amelia: terimakasih.. selamat makan semua.
Umeko: selamat makan kakak..
Mereka mulai makan hidangan dihadapan mereka masing masing. Sesekali berbincang santai.
Caroline: bagaimana keadaan Abed? Apa dia masih murung?
Amelia: ya.. itu pasti, namun aku terus memberinya semangat.
Yohanes: ditinggal seseorang yang dicintai dan disayangi memang sangat menyedihkan.
Brian: kamu benar Hans, jika kehilangan pasti akan ada air mata kesedihan.
Yohanes: (meletakan undangan berwarna putih di meja, di hadapan Brian) datanglah jika kalian ada waktu akhir bulan depan.
Brian: wow.. (mengambil undangan di meja) akhirnya kalian menikah. Kami pasti akan datang, iya kan sayang? (Menatap Amelia)
Amelia: tentu kami akan datang. Kami senang mengenal kalian, kalian adalah orang orang baik.
Yohanes: kami juga senang mengenal kalian. Orang orang yang baik dan ramah seperti kalian jarang ada di jaman sekarang.
Caroline: aku akan sangat senang jika kamu mau datang Amelia.
Amelia: tentu saja aku datang. Aku tak ingin melewatkan momen bahagia kalian.
Caroline dan Amelia saling memandang dan tersenyum. Mereka melanjutkan menyantap makan malam mereka.
Brian, Amelia, Yohanes, Caroline dan Umeko sedang menikmati hidangan penutup. Mereka berbincang membahas masalah Abed.
Caroline: hari ini pengacara Steve dan Shawn tidak bisa datang. Mereka sibuk msngurus kasus Axis Grup dan Abed.
Amelia: ada kemajuan untuk kasus Axis? Ssudah temukan orang di belakang Alvin?
Caroline: belum! Alvin masih tutup mulut. Aku akan menuntutnya 5 tahun penjara dan denda 2 juta dollar.
__ADS_1
Brian: besok aku akan mencoba bicara pada Alvin. Aku ingin tawar menawar dengannya.
Caroline: itu ide bagus. Kamu masih punya waktu 2 hari sebelum persidangan.
Brian: aku mengerti, semoga saja Alvin mau untuk bekerja sama.
Yohanes: gunakan kesempatan ini dengan baik Brian. Semangat..
Brian: \(tersenyum\) tentu saja, semangat..
Amelia: bagaimana dengan kakakku?
Caroline: Jaksa penuntut sepertinya akan menuntut dengan tuduhan pembunuhan. Untuk masa tahanan paling lama 15 tahun, dan paling ringan 5 tahun.
Amelia: hmm.. bisakah kita mengajukan banding nanti?
Caroline: tentu bisa, bisa saja disaat kejadian Adit mendorong nikita. Kejadian disana tidak ada yang tahu dengan pasti kecuali Abed. Tidak ada kamera pengawas dan saksi mata, semua masih samar.
Brian: aku sangat menyayangkan kejadian ini. Aku tak bisa berkata apa apa lagi sekarang.
Amelia: \(mengusap bahu Brian\) sabar, aku tahu perasaanmu sayang.
Yohanes: maaf sebelumnya, apakah mereka terlibat cinta segi tiga? Maksudku, antara Nikita, Abed dan Adit.
Brian: hmm.. sebenarnya Nikita dan Adit dulunya adalah sepasang kekasih. Adit tidak bertanggung jawab dan pergi meninggalkan Nikita. Sampai akhirnya Abed datang dan menikahi Nikita.
Brian: Andrew adalag anak Nikita dan Adit
Yohanes: wow.. Abed hebat. Meski Nikita punya anak dari pria lain Abed mau menerima dengan sepenuh hati. Aku bangga pada Abed, jika itu aku aku belum tentu sanggup. Tidak semua orang bisa menerima, meski diluar terlihat baik namun dalam hatinya mengumpat rasa kekesalan dan kekecewaan.
Caroline: Abed sungguh luar biasa. Perilakunya patuh di contoh.
Amelia: kalian benar, Abed sangat menyayangi Andrew. Mereka sudah seperti ayah dan anak kandung.
Caroline: Besok aku akan berdiskusi dengan pengacara Steven dan Shawn.
Amelia: thanks Caroline. Kamu sudah banyak membantuku. \(Tersenyum\)
Caroline: sama sama Amelia. Sudah menjadi tugasku. Mari lanjutkan menikmati hidangan penutupnya..
Brian, Amelia, Yohanes, Caroline dan Umeko menikmati hidangan penutup yang sudah di sajikan di atas meja.
♡♡♡♡♡
Abed duduk termenung di dalam ruangannya. Abed bersandar dinding memandang jauh ke depan dengan pandangan kosong. Pikirannya melayang layang memikirkan Nikita. Air mata mulai jatuh menetes membasahi kedua pipinya.
\(Dalam hati Abed\)
Nikita, maafkan aku.. aku tidak bisa menjaga Andrew. Entah berapa lama aku harus hidup disini. Aku hanya bisa percayakan Andrew pada Amelia dan Brian. Apa kamu marah? Aku harapkan kamu baik baik saja di sana. Aku sangat merindukanmu sayang, merindukan senyumanmu dan pelukanmu. Kamu selalu menghiburku di saat aku bersedih, disaat lelahku kamu selalu memberiku semangat \(menangis tersedu\) mungkinkah aku bisa bertahan tanpamu? Sehari tanpamu saja aku sudah sangat menderita. Aku sangat tersiksa..
__ADS_1
Abed menyeka air matanya berulang ulang, dan disaat yang sama air mata terus mengalir berjatuhan. Abed menyentuh dadanya, dadanya terasa sakit dan sesak. Nafasnya mulai tersengal. Abed mengatur nafasnya perlahan lahan, mengambil nafas dan menghembuskan secara perlahan. Abed menyandarkan kepalanya ke dinding, pikirannya masih tetap memikirkan Nikita dan juga Andrew. Abed mulai merindukan Abdrew.
♡♡♡♡♡
Amelia menggendong Andrew yang terus menerus menangis. Lovely sudah tertidur pulas, sedangkan Andrew terus menangis dan meronta ronta. Brian turun dari ranjang mengampiri Amelia yang kesulitan menenangkan Andrew. Brian mengambil alih menggendong Andrew.
Brian: tidurlah, aku akan jaga Andrew. Mungkin dia merindukan papa dan mamanya.
Amelia: entahlah.. itu mungkin saja. Selama ini Andrew tak pernah jauh dari papa dan mamanya
Brian mengusap punggung Andrew perlahan, memeluk erat Andrew. Brian berguman lembut pada Andrew.
Brian: anak tampan, jangan menangis lagi sayang. Paman akan menjagamu, kamu pasti merindukan papa dan mama kan? Besok kita bertemu papa ya.. jangan menangis lagi. Ohh sayang.... \(bicara sangat lembut\)
Andrew masih menangis, namun perlahan tangisannya mereda dan tertidur dalam pelukan Brian. Amelia tersenyum melihat Brian yang sangat peduli pada Andrew.
Brian meletakan Andrew di dalam box, disamping Lovely. Brian menyelimuti Andrew dan mencium kilas kening andrew dan juga Lovely.
Brian: selamat tidur putri dan pangeran kecil. Mimpi indah..
Amelia mendekati Brian dan memeluk Brian dari belakang. Amelia menutup matanya kilas. Brian melapas tangan Amelia dan berbalik, Brian dan Amelia berhadapan.
Amelia: \(tersenyum, berjinjit dan mencium kilas pipi Brian\) kamu yang terbaik Brian.
Brian: maaf membuatmu kerepotan sayang. Aku akan mambantumu mangasuh Andrew. \(tersenyum\)
Brian mendekat dan mencium lembut bibi Amelia. Amelia merangkul leher Brian dan membalas ciuman Brian. Nafas hangat, sentuhan lembut membuat Brian dan Amelia terbuai..
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan \(End\)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
\(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea\_anggie
Line id: dea\_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"