Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 115


__ADS_3

Malam Harinya..


Lovely menghubungi Andrew. Andrew tersenyum tipis melihat layar ponselnya. Andrew menggelengkan kepalanya perlahan lalu menerima panggilan dari Lovely.


(Panggilan terhubung)


Andrew: hallo, selamata malam putri jelek.


Lovely: selamat malam pangeran buruk rupa.


Andrew: apa perbedaan jelek dan buruk rupa?


Lovely: sudah sudah tidak penting untuk dibahas. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana tamagnmu? Apa terasa sakit?


Andrew: tidak sakit, aku baik baik saja.


Lovely: sungguh?


Andrew: iya Love. Aku baik baik saja. Sedang apa kamu? Tidak biasanya menghubungiku dijam jam seperti ini. Biasanya hanya akan mengirim pesan. Ucapan selamat malam dan selamat tidur.


Tok..


Tok..


Tok..


(Suara pintu diketuk)


Andrew: tunggu sebentar ada yang mengetuk pintu kamarku.


Andrew meletakan ponselnya dan berjalan kearah pintu. Andrew membuka pintu dan terkejut melihat Lovely sudah ada di depan pintu dengan senyum cantiknya.


Lovely: hai Andrew.. (tersenyum lebar)


Andrew: Lovely.. (terkejut) sedang apa kamu disini?


Lovely masuk kedalam kamar, Andrew menutup pintu kamar dan berjalan mengikuti Lovely.


Lovely: aku datang untuk memeriksa keadaanmu. Apa kamu baik baik saja?


Andrew: ya, aku baik baik saja Love. Tidak perlu cemaskan keadaanku.


Lovely berbalik, kakinya tidak imbang dan tubuhnya hampir jatuh. Andrew dengan sigap menagkap tubuh Lovely yang hampir saja jatuh. Lovely terkejut, wajahnya memerah. Jantungnya kembali berdetak saat tubuhnya berdekatan dengan tubuh Andrew.


Andrew: kamu baik baik saja? Kakimu terluka?


Lovely: (menggeleng) tidak apa apa, aku baik baik saja.


Lovely menggerakan kakinya dan meringis kesakitan, ternyata kakinya terkilir. Andrew menghela nafas dan langsung menggendong Lovely. Andrew membaringakn Lovely di atas ranjang dan mencari kotak obat. Andrew kembali dan duduk di tepi ranjang. Andrew memeriksa kaki Lovely. Andrew meraba perlahan kaki Lovely yang cidera.


Lovely: (menjerit) auuhhh.. sakit Andrew, pelankan pijatanmu.


Andrew: aku tidak memijat Love. Aku hanya meraba.

__ADS_1


Lovely: itu sakit.. (suara lirih)


Andrew: baiklah, aku akan oles krim. Aku tidak akan menyentuhnya lagi.


Andrew mengambil krim dari dalam kotak obat, mengeluarkan isi krim dari tempatnya dan mengoles perlahan ke pergelangan kaki Lovely. Lovely terus menatap kearah Andrew, tanpa sadar Lovely tersenyum dengan sendirinya.


(Dalam hati lovely)


Kenapa aku baru menyadari jika Andrew sangat tampan. Hmmmm.. bodohnya aku, aku sudah bersmaa lelaki tampan sejak aku kecil. Namun menyadarinya disaat saat seperti ini. Andrew memiliki kekasih tidak ya? Andrew kan tidak pernah terbuka untuk urusan percintaannya. Astaga Love, apa yang akamu pikirkan. Ciuman yang kemarin saja sudah membuatku gila. Aku tidak sadar dan memaksa Andrew berciuman. Lovely, dimana harga dirimu sebagai wanita baik baik. Kenapa sekarang aku menjadi wanita murahan. (Cemberut) aku ingin tanyakan soal kemarin kepada Andrew, ingin minta maaf dan mengatakan aku menyesal. Namun aku harus mulai dari mana? Aku takut Andrew membenciku.


Lovely: Andrew..


Andrew: hmm..


Lovely: aku minta maaf.


Andrew: untuk apa?


Lovely: tentang kejadian kemarin.


Andrew: tidak apa apa Love, aku tulus menolong Alex. Adikmu sudah seperti adikku sendiri.


Lovely: (kaget, Andrew salah sangka dengan maksudnya) bukan itu.


Andrew: (mengerutkan kening) bukan itu? Lalu apa?


Lovely: sudahlah, lupakan saja.


Lovely: tidak ada.


Andrew menggembalikan krim kedalam kotak obat dan menutup kotak obat. Andrew meletakan kotak Obat di atas meja. Andrew berdiri dan berpindah posisi, naik keatas ranjang dan berbaring di sisi Lovely.


Andrew: katakan ada apa?


Lovely: tidak ada..


Lovely mengubah posisi tidurnya. Lovely membelakangi Andrew. Lovely kesal karena Andrew tidak mengerti maksudnya. Andrew memandangi punggung Lovely. Andrew mendekat dan memeluk Lovely dari belakang. Andrew berbisik di telinga Lovely.


Andrew: katakan ada apa atau aku akan menggigit telingamu.


Lovely: Andrew hentikan, aku sedang kesal.


Andrew: kesal? Kepadaku?


Lovely: iya kesal padamu. Kamu tidak mengerti maksud dan perkataanku. Yang aku maksud dengan kejadian kemarin adalah.....


Andrew membalik tubuh Lovely dan langsung mencium bibir Lovely, Lovely terkejut. Lovely menutup mata dan merasakan ciuman Andrew. Disaat Lovely ingin membalas ciuman Andrew, Andrew justru menyudahi ciumannya. Lovely membuka mata dan menatap Andrew.


Andrew: aku tau, ini kan yang kamu maksudkan?


Lovely: ya.. (suara pelan) maafkan aku memaksamu melakukannya.


Andrew: maafkan aku juga, aku tidak bermaksud apa apa. (Bangun dan duduk bersandar bantal) aku hanya memperagakan adegan kemarin. Jujur saja Love, aku terkejut saat kamu tiba tiba menciumku.

__ADS_1


Lovely: maaf, aku melakukannya karena aku menyukaimu.


Andrew: jangan menyukaiku.


Lovely: kenapa?


Andrew: ini peringatan terakhirku, dengar baik baik. Jangan pernah kamu menyukaiku.


Lovely: tapi kenapa? Apa alasannya aku tak boleh menyukaimu? Apa kamu memiliki kekasih? Itu bukan masalah, selama aku masih bisa dekat denganmu.


Andrew: Lovely dengarkan aku baik baik. Suatu saat nanti kamu pasti akan menemukan lelaki yang cocok untukmu. Lelaki yang baik dan sempurna seperti papamu.


Lovely bangun dan duduk bersandar, Lovely menatap tajam ke arah Andrew. Lovely meraba lembut wajah Andrew.


Lovely: tidak peduli kamu menyukaiku atau tidak. Aku akan tetap menyukaimu sampai akhir.


Andrew melebarkan mata mendengar perkataan Lovely, Andrew menatap Lovely. Andrew melihat air mata Lovely jatuh menetes membasahi pipi Lovely yang putih mulus.


Andrew: maafkan aku Love, jangan menangis. (Menyeka air mata Lovely)


Andrew memegang tangan Lovely yang ada di wajahnya. Andrew mengusap lembut tangan Lovely lalu kemudian memeluk Lovely.


Andrew: maafkan aku menyakiti hatimu Love. Bukan maksudku berkata kasar padamu. Aku hanya ingin kamu tau, jika aku tidak layak untukmu. Aku tidak sebaik yang terlihat.


Lovely menangis sesenggukan. Lovely tak bersuara, hanya ada suara tangisan. Mendenagr suara tangisan Lovely, dada Andrew menjadi sakit dan sesak.


(Dalam hati Andrew)


Maafkan aku Love, aku tak pantas bersanding denganmu. Kita hanya akan menjadi saudara. Aku tak ingin kehilanganmu, jika kita bersama sebagai pasangan jika kita berpisah aku akan kehilanganmu. Lebih baik kita seperti ini saja. Aku menyayangimu Love, sangat menyanyangimu. Maafkan aku.


Andrew mengusap lembut kepala Lovely, mengusap punggung Lovely berusaha menenangkan Lovely. Andrew mengeratkan pelukannya memeluk Lovely. Lama memeluk Lovely, Andrew melonggarkan pelukannya dan memeriksa keadaan Lovely. Lovely diam tidak bersuara dan menutup mata. Lovely ternyata tertidur.


Andrew tersenyum membelai wajah cantik Lovely. Andrew mencium lembut kening Lovely, mencium hidung mancung Lovely. Andrew memeriksa saku celana Lovely dan mengambil ponsel Lovely, meletakannya di meja. Andrew menghubungi Brian dengan menggunakan ponselnya. Memberitahukan jika Lovely datang ke rumahnya dan tertidur. Brian mengiyakan dan mengatakan Jika Lovely sudah meminta ijin.


Andrew memutus panggilan dan meletakan ponselnya di samping ponsel Lovely. Andrew memeluk Lovely, Andrew menata bantal dan berbaring. Masih dengan posisi memeluk Lovely, Andrew terus membelai dan mengusap punggung Lovely. Andrew mendekatkan kepalanya menempel di kepala Lovely. Andrew memejamkan mata dan tertidur.


@@@@@-----@@@@@


Ciluuukkk baaaaa.. hayooo.. hayoooo..


Kalian sedang apa??


Jangan lewatkan episode episode menarik selanjutnya yaa..


Berikan like,, komen,, dan vote kalian..


Terimakasih..


Bye bye..


(Salam kasih)


-Dea Anggie-

__ADS_1


__ADS_2