Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 133


__ADS_3

Lovely membuka tirai, sinar matahari menyinari wajah Andrew. Andrew menghadang dengan tangan dan membuka mata perlahan. Andrew terkejut melihat Lovely berdiri di dekat tirai menatap kearahnya.


"Hai, pagi sayang..." sapa Lovely, berlari menghampiri Andrew dan naik ke atas ranjang.


"Hai, selamat pagi Love. Kamu disini? Sepagi ini?" Kata Andrew menatap Lovely.


"Kenapa? Kamu tidak suka aku datang? Ya sudah, aku akan pulang dan tidak akan pergi menemuimu lagi." Lovely menggoda Andrew, berpura pura kesal. Lovely memalingkan wajah dan memasang wajah kesal.


Andrew tersenyum, menarik tangan Lovely dan memeluk Lovely. "Gadis nakal, jangan pernah pergi sebelum aku memintamu pergi. Aku senang kamu datang, kamu merindukanku?" Tanya Andrew.


"Jangan besar kepala tuan Williams. (Melepas pelukan) siapa yang mengatakan jika aku rindu padamu?" Menatap tajam kearah Andrew.


"Begitu ya, baiklah jika tidak rindu." Merasa sedih.


Lovely meraba wajah Andrew dan tersenyum, Lovely mencium kilas bibir Andrew. "Aku merindukanmu, sangat merindukanmu" ucap Lovely lembut.


"Sudah kuduga, tidak mungkin kamu tidak rindu padaku. Aku juga merindukanmu Love." Andrew mendekat dan mencium lembut bibir Lovely.


Lovely merangkul Andrew ingin membalas ciuman Andrew namun tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing. Andrew melepaskan ciumannya dan meringkuh mere**s rambutnya. Andrew menutup matanya menahan rasa sakit, disaat bersamaan pandangan Andrew sudah berubah. Andrew melihat banyak orang menangis, Andrew melihat semuanya gelap dan hanya terlihat sebuah batu nisan. Andrew melihat dirinya berlutut di batu nisan tersebut, Andrew melihat dirinya menangis dan terlihat kacau. Andrew menjerit merasakan dadanya yang terasa sakit.


Andrew tersadar, hidungnya kembali berdarah. Lovely panik dan mengusap hidung Andrew dengan sapu tangannya. Andrew terdiam, tanganya menakan dadanya yang terasa sakit. Andrew tidak sadar jika hidungnya sudah banyak mengeluarkan darah. Lovely berusaha tenang, membantu Andrew menghentikan darah yang keluar.


"Andrew kamu baik biak saja? Hidungmu banyak mengekuarkan darah. Kamu kenapa?" Tanya Lovely.


"Maafkan aku Love, bisakah kamu keluar? Aku akan bersihkan hidungku sendiri. Aku akan mandi dan turun, kamu tunggulah aku di bawah." Jawab Andrew.


"baiklah, aku akan tunggu dibawah. Panggil saja jika kamu membutuhkanku." Lovely tersenyum menatap Andrew, mencium kilas kening Andrew dan turun dari ranjang Andrew dan pergi.


Andrew memegang sapu tangan yang ada dihidungnya dan menatap Lovely. "Love" Andrew memanggil Lovely, Lovely berhenti dan berbalik.


"Ya, ada apa?" Jawab Lovely lembut.


"Tolong, jangan katakan hal ini kepada keluargaku. Bisa kamu menjaga rahasia ini? Tolong aku Love." Suara Andrew memelas.


"Oke, bersihkan selimutmu juga. Aku akan buatkan sarapan dan hangatkan susu untukmu" Lovely berbalik dan berjalan keluar kamar.

__ADS_1


Andrew masih di posisinya, duduk bersandar menghentikan darah di hidungnya. Andrew kembali memikirkan hal yang di lihatnya, Andrew merasa semakin hari semakin menakut untuknya. Melihat kejadian aneh dan sekarang melihat pemakaman. Bahkan melihat dirinya sendiri berlutut dan menangis di pemakaman.


 


Brian dan Abed selesai sarapan bersama, Abed mengajak Brian ke ruang kerjanya karena ada beberapa hal yang ingin di sampaikan dan dibicarakan dengan Brian.


"Ada apa Abed? Kamu terlihat kacau sekali. Apa ada masalah dengan bisnismu? Alvin tidak pernah mengeluh apa-apa padaku. Seharusnya semua berjalan baik-baik saja." Brian duduk bersandar di sofa.


"Bantu aku Brian." Kata Abed dengan nada suara yang sedih.


"Ada apa? Katakan padaku. Jangan membuatku mati penasaran." Kata Brian.


"Bila sesuatu terjadi padaku, tolong aku menjaga istri dan anak anakku. Terutama Andrew, dia sudah mulai terlihat aneh Brian. Mungkin karena kemapuan yang dimiliki, mungkinkah itu mempengaruhi kepribadiannya? Entah aku tak mengerti semua ini." Jawab Abed.


"Hei-hei, hentikan bicara omong kosong. Menjaga anak dan istrimu bukan tugasku, itu tugasmu sebagai suami. Jangan suruh aku menjaga mereka aku tidak mau, jangan mengatakan hal\-hal aneh Abed." Brian merasa kesal.


"Dengarkan aku Brian, aku sungguh-sungguh meminta bantuanmu. Aku tidak tau harus meminta bantuan kepada siapa lagi selain kamu. Kim Ha Na adalah saudari sepupumu, begitu juga Anak anak sudah seperti anakmu bukan? Tidakkah kamu mau menjaga mereka? Aku merasa aku akan pergi meninggalkan mereka dalam waktu dekat ini." Abed menjelaskan, duduk di sofa di hadapan Brian.


"Kamu akan pergi kemana Abed? Kenapa tidak ajak istri dan anakmu jika pergi." Tanya Brian.


"Berikan ini kepada Ha Na jika sesuatu terjadi padaku. Ini adalah surat pembagian harta warisan yang sudah aku tanda tangani. Aku sudah siapkan ini semua untuk berjaga jaga jika suatu saat nanti aku tiada, karena hatiku merasa seasuatu hal akan datang maka tolong simpan ini untukku Brian. Kamu mengerti maksudku kan?" Abed terus mendesak Brian agar bersedia membantunya menyimpan berkas dokumen yang ia letakan di atas meja.


"Baiklah, aku akan simpan ini. Aku hanya meminta satu hal, berhati hatilah dalam segala hal. Karena hal-hal yang tidak terduga terkadang bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Jaga dirimu Abed, jaga kesehatanmu juga." Brian memberi nasihat agar Abed berhati-hati.


"Hmmm.. itu pasti Brian. Terimakasih untuk semuanya, kamu adalah penerang jalanku. Jaga adikku Amelia, dua keponakanku Lovely dan Alex. Sampaikan salamku pada Amelia dan Alex, jika ada waktu nanti siang saat jam makan siang aku akan datang bertemu Amelia. Maafkan aku untuk semua kesalahanku dimasa lalu Brian. Aku senang bisa menjadi saudaramu." Abed tersenyum.


"Ada apa dengan Abed, kenapa aku merasa ada yang aneh dengannya. Abed yang ada di depanku bukan seperti Abed yang biasa aku kenal." Batin Brian.


"Sudah-sudah ayo kita akhiri pembicaraan kita. Kita berangkat ke kantor dan bekerja, aku akan minta Lovely kekantormu untuk belajar beberapa hal. Terutama memperlajari tentang kantor cabangmu di Inggris. Aku tidak ingin pitriku menyusahkan Andrew." Jawab Brian berdiri dari duduknya, Brian meraih berkas dokumen, tanpa dilihatnya Brian langsung memasukan dalam amplop besar berwarna coklat yang terselip dibawah dokumen.


Abed mengangguk, berdiri mengikuti Brian. Brian berjalan diikuti Abed, Brian menepuk bahu Abed dan merangkul Abed.


"Ayolah, jangan murung iparku. Dimana Abed yang ceria dan suka tersenyum?" Brian memberi semangat pada Abed.


Abed hanya tersenyum dan menggeleng digoda oleh Brian. Abed dan Brian keluar dari ruangan dan melihat Lovely sedang menyiapkan sarapan di meja makan.

__ADS_1


"Love, dimana Andrew?" Tanya Abed.


"Aku disini pa, papa sudah sarapan?" Andrew berjalan mendekati Abed dan Brian.


"Hallo paman, selamat pagi." Sapa Andrew pada Brian.


"Pagi Andrew, kami sudah sarapan. Roti isi buatan mamamu sangat lezat. Kamu sarapanlah, papamu dan paman akan ke kantor bersama. Love.. (menatap Lovely) pergilah ke kantor lebih dulu. Papa masih ada perlu di kantor paman Abed." Kata Brian.


"Baik pa." Jawab Lovely lembut.


"Antarlah Lovely ke kantor Andrew, papa pergi dulu. Hati hati dijalan dan jaga Lovely baik-baik." Abed mengusap wajah Andrew dan tersenyum tampan.


"Pasti pa, papa dan paman hati-hati dijalan." Andrew tersenyum menatap Brian dan Abed.


"Hati-hati papa, paman. Sampai bertemu di kantor paman." Lovely mendekat dan berdiri disamping Andrew, menatap Brian dan Abed dengan senyuman manis.


"Iya sayang, paman akan menunggumu dikantor. Sampai jumpa." Abed mengusap lembut kepala Lovely.


"Bye sayang." Mencium kening Lovely dan pergi bersama Abed.


Abed dan Brian pergi. Andrew dan Lovely saling menatap, Andrew tersenyum dan mengedipkan satu mata pada Lovely. Lovely menjulurkan lidah mengejek Andrew. Lovely berbalik dan berjalan kearah meja makan, Lovely menarik kursi mempersilahkan Andrew duduk. Andrew mendekat dan duduk, Lovely menghidangkan roti panggang dan susu hangat untuk Andrew. Andrew menarik tangan Lovely sehingga Lovely jatuh dalam pangkuan Andrew. Andrew dan Lovely saling menatap, mereka saling tersenyum.


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo..


Jangan lupa like,, komen dan vote ya temen temen..


Terimakasih banyak..


Sampai jumpa di next episode..


Bye bye..


♡Dea Anggie😉♡

__ADS_1


 


__ADS_2