
Brian, Amelia, Lovely dan Alex berencana tidur bersama dalam saru ranjang. Seperti biasa, sebelum tidur Brian mengajak keluarganya untuk berdoa bersama.
Usai berdoa, Brian mengatur posisi tidur anak-anaknya.
"Papa paling ujung, lalu Alex, Lovely dan mama di ujung lainnya. Ayo ayo bersiap tidur." Ucap Brian menata bantal.
"Oke papa," jawab Lovely.
"Laksanakan tugas komandan," jawab Alex.
Alex dan Lovely sudah berbaring, bersiap utuk tidur. Brian berdiri memandangi dua anaknya dari ujung ranjang. Bibir nya tersenyum lebar.
"Ada apa? Melihat anak-anakmu sudah tumbuh besar, kamu tersenyum bahagia atau sebaliknya?" Tanya Amelia.
Brian menghela nafas panjang, "entahlah Mel, sepertinya baru kemarin aku menggendong mereka dan bermain dengan mereka, sekarang lihatlah. Mereka sudah tumbuh dewasa." Brian melipat tangannya di dada.
"Ya kamu benar, mereka cepat sekali tumbuh. Aku maish rindu saat-saat mereka menangis dan merengek meminta coklat dan kue manis. (Mata Amelia berkaca-kaca) semoga anak-anak kita selalu berjalan di jalan yang benar, selalu bahagia dan selalu rukun." Amelia menyandarkan kepalanya ke lengan Brian.
Brian merangkul Amelia, "kita sudah berusaha sayang, kehidupan mereka kelak merekalah yang menjalani. Kita sebagai orang tua hanya bisa melihat dari jauh dan juga mendoakan mereka diam-diam. Percayalah kepada putri dan putra mu Amelia, mereka pasti bisa menjalani kerasnya kehidupan ini. Selagi aku masih hidup aku akan mengarahkan anak-anak dalam jalan yang semestinya. Tidak akan aku bairkan anak-anakku melanggar aturan dan berjalan keluar jalan." Jawab Brian.
"Papa hebat, (Amelia memeluk Brian) terima kasih sayang, selalu menjadi suami terbaik dan papa terhebat kami." Ucap Amelia.
"Sama-sama, terima kasih juga untukmu, istri tangguhku, terima kasih sudah mengurus anak-anak dengan baik. Mengursku juga, aku tidak akan pernah menyesal memilikimu dalam hidupku. Jika kelak ada kehidupan selanjutnya aku masih ingin hidup bersamamu, menjadi papa dari Lovely dan Alex, aku mau menjaga dan melindungi kalian. Aku mencintai dan menyayangi kalian," Brian mencium kening Amelia dan mengusap kepala Amelia lembut.
"Sayang, menurutmu bagaimana hubungan Lovely dan Andrew?" Bisik Amelia di telinga Brian.
"Kita bicarakan itu diluar saja," kata Brian.
Brian melepas rangkulanya, Brian mendekati ranjang perlahan, Brian menatap Alex dan Lovely. Brian menyelimuti Alex dan Lovely, mencium kening Alex dan Lovely bergantian.
"Selamat tidur anak-anak papa dan mama, semoga bermimpi indah." Guman Brian.
"Doa papa dan mama selalu bersama kalian, semoga doa kami bisa menjadi sumber kekuatan kalian anak-anakku. Papa sangat menyayangi kalian dan mencintai kalian, tiada yang penting lagi bagi papa di dunia ini selain kalian dan mama kalian." Batin Brian.
Brian berbalik dan berjalan mendekati Amelia, "ayo kita bicara di luar sayang." Ajak Brian, Brian menggandeng tangan Amelia.
Brian dan Amelia keluar dari kamar, berjalan bersama menuju sofa ruang tengah, Brian dan Amelia duduk berdampingan.
"Katakan, ada apa?" Brian duduk bersandar, melipat dua tangannya di dada.
"Kamu sudah bicara pada putrimu? Apakah dia sungguh menutup hati pada Andrew? Jujur saja, aku ingin bertanya langsung, tapi kamu tau putrimu pasti banyak beralasan." Amelia mengeluh.
"Oh kamu mengeluh? Dia juga putrimu sayang, bicaralah baik-baik. Tanya apa yang ingin kamu tanyakan, jangan paksa jika putrimu tidak ingin menjawab." Kata Brian.
"Itulah perbedaan kita, kamu terlalu bersabar menghadapi anak-anak. Aku tidak sabar menunggu sepertimu, tanyalah jika kamu senggang. Ayolah sayang.. aku sangat penasaran dengan mereka." Amelia membujuk Brian.
"Bayaran apa yang aku dapatkan?" Tanya Brian.
"Apa? Kamu mau apa? Kamu sudah memiliki segalanya bukan?" Tanya Amelia.
"Beri aku sebuah ciuman hangat," kata Brian.
Amelia terkejut, Amelia tersenyum merasa aneh, sudah di usia yang tidak muda tetapi suaminya masih seperti anak kecil yang ingin disayang dan dimanja.
Amelia mendekat, mencium kening, kedua kelopak mata Brian, hidung Brian, kedua pipi Brian, dagu Brian dan terakhir mencium bibi Brian.
Brian memeluk Amelia, "Terima kasih sayang, aku mencintaimu." Ucap Brian dengan suara lembut.
"Aku juga mencintaimu Brian." Jawab Amelia mengeratkan pelukan.
Malam itu, Brian dan Amelia belum mengantuk dan pergi tidur. Mereka membicarakan beberapa hal, mulai dari pekerjaan sampai hal lainnya. Mereka asik berbincang sampai rasa kantuk menyerang.
Amelia menguap, "Hoaam.. aku sudah mengantuk sayang, ayo tidur. Kita sudah banyak bicara malam ini." Kata Amelia.
"Hmm.. aku juga sudah mengantuk, ayo kita tidur. Besok kita masih harus ke rumah sakit." Jawab Brian.
Amelia dan Brian masuk dalam kamar bersama-sama, Brian menutup pintu perlahan. Mereka berjalan mendekati ranjang, Brian dan Amelia berjalan ke tempat masing-masing.
Brian naik keranjang, masuk dalam selimut dan berbaring. Begitu juga Amelia, naik keatas ranjang, masuk dalam selimut dan berbaring
Amelia mencium kening Lovely dan mengusap kepala Alex.
Tangan Amelia memeluk Lovely, tangan Brian memeluk Alex, tangan Brian dan Amelia bertemu. Brian mengusap-usap tangan Amelia, Brian menatap jauh kearah Amelia dengan senyuman. Amelia menatap ke arah Brian dan tersenyum. Amelia menutup mata dan terlelap tidur, Brian masih membuka mata, menatap istri, putri dan putranya. Brian menghela nafas panjang, perlahan menutup mata dan terlelap tidur.
♡♡♡♡♡
Di hotel,
Flip berbaring, matanya jauh menatap ke langit-langit kamarnya. Flip menutup matanya perlahan,
"Naomi.. aku merindukanmu, datanglah. Aku sungguh merindukanmu." Batin Flip.
Tanpa di sadari air mata Flip menetes keluar, membasahi wajahnya. Flip begitu merindukan Naomi, Naomi menghilang entah kemana.
__ADS_1
Flip meeasakan sesuatu, sesuatu menyentuh wajahnya dan menyeka air matanya. Sesuatu yang dingin, Flip membuka matanya perlahan. Di hadapannya ada Naomi dengan senyumnya yang cantik.
Flip langsung bangun, "Naomi.." suara Flip serak.
Naomi menyeka air mata Flip, meraba lembut wajah Flip. "Jangan menangis Flip, aku akan selalu ada dalam hatimu." Ucap Naomi.
Flip langsung memeluk Naomi, "aku merindukanmu.." Flip memeluk erat.
"Flip, aku akan pergi. Waktuku sudah habis, kakakku sudah baik-baik saja sekarang, dan kamu juga harus baik-baik saja. Terima kasih untuk semuanya Flip, aku berhutang padamu. (Naomi melepas pelukan menatap Flip) jangan bersedih hanya karenaku. Maafkan aku karena aku sudah mendesakmu membantuku, maafkan aku karena aku selalu menyebalkan dan juga selalu membuatmu kesal. Aku.. aku.." kata-kata Naomi terputus oleh Flip.
Flip mencium Naomi, air mata Naomi mengalir. "Aku akan selalu ingat padamu Naomi, aku mencintaimu. Aku akan menunggumu untuk datang kembali." Suara hati Flip, Flip menangis, air matanya berlinang.
"Selamat tinggal Flip, aku.. mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, jauh sebelum kamu mencintaiku, maafkan aku harus pergi meninggalkanmu. Aku berharap kita bisa bertemu kembali Flip, aku ingin bersamamu dan menjadi bagian dari hidupmu."
"Terima kasih Naomi," suara hati Flip, menjawab pernyataan Naomi.
Flip menutup matanya perlahan, hatinya seperti tersayat, rasanya begitu pedih. Namun Flip harus merelakan kepergian Naomi, bayangan Naomi perlahan-lahan menghilang seperti angin, Flip masih terdiam dengan air mata yang masih berlinang.
Flip perlahan membuka mata, Naomi sungguh-sungguh sudah pergi meninggalkannya. Flip menyeka air matanya, "aku akan menunggumu Naomi, aku percaya kamu akan datang kembali padaku." Batin Flip.
Flip kembali berbaring, Flip masih memikirkan Naomi. Mata Flip kembali menatap langit-langit kamarnya, mata Flip terasa barat. Perlahan Flip menutup mata dan terlelap, Flip berharap masih bisa bertemu Naomi walaupun hanya di dalam mimpi.
(Dalam Mimpi Flip)
Flip berjalan-jalan di sebuah taman, kakinya lelah melangkah. Flip duduk di kursi taman dan melihat sekeliling, tiba- tiba seseorang duduk di sampingnya.
Seorang wanita dengan rambut terikat ekor kuda, menggunakan kaos dan celana pendek, wanita itu duduk dan memandang ke sisi lain.
Flip hanya diam, tidak lama Flip mendengar suara yang tidak asing di dengarnya.
"Hai Flip, aku kembali."
Flip melebarkan mata, memasang baik-baik telinganya.
"Kau mencariku?"
"Naomi? Kamu kah itu?" Suara hati Flip.
"Ya.."
"Kamu, dimana? Suaramu begitu dekat."
Wanita di samping Flip memalingkan wajah dan manatap Flip, "aku disini" ucap Naomi tersenyum manis.
"Kamu terkejut?" Tanya Naomi.
"Kamu, sudah mempunyai tubuh manusia? Ah kamu nyata Naomi?" Flip masih ragu.
"Ya Flip, aku nyata. Aku ada di dapanmu, bersamamu dan akan selalu berada di sisimu." Ucap Naomi.
"Naomi.." suara Flip tertahan.
"Flip.." Naomi memanggil Flip.
Flip dan Naomi saling berpelukan, mereka saling menuangkan rasa rindu mereka.
Flip mengigau, Flip memanggil-manggil nama Naomi dalam mimpinya. Flip terjaga dari mimpinya, Flip bangun dan langsung duduk bersandar bantal. Nafasnya tersengal-sengal, Flip mengusap wajahnya merasakan jika mimpimya seperti nyata.
"Apa ini? Aku sampai bermimpi tentangnya." Guman Flip.
Flip mengambil nafas dalam, lalu menghembuskan perlahan. Flip mengatur nafasnya agar kembali teratur, dadanya terasa nyeri.
Tok..
Tok..
Tok..
Terdengar suara pintu kamar Flip diketuk. Flip melihat jam dimeja, jam menunjukan pukul 05.00 pagi.
Flip beranjak turun dari ranjang perlahan, berjalan menuju pintu. Flip membuka pintu dan melihat Mely didepan pintu.
"Mama," Flip memanggil.
"Sayang, kamu berkeringat? (Mely segera masuk dalam kamar Flip, Mely meraba kepala Flip) astaga, apa yang terjadi Flip. Kenap berkeringat seperti ini?" Tanya Mely.
"Tidak ada hal serius ma, hanya aku bermimpi sesuatu." Jawab Flip.
"Apa? Apa akan terjadi sesuatu?" Tanya Mely penasaran.
Flip menggeleng, "tidak ada yang serius ma, mama tidak perlu cemaskan aku. Aku baik\-baik saja, mama ada apa mencariku?" Tanya Flip.
__ADS_1
"Ah itu, besok setelah berpamitan pada Paman dan bibimu juga sepupumu, mama dan papa berencana kembali. Papa ada pekerjaan, kamu pulang bersama kami? Atau masih ingin tinggal? Bukankah masa liburmu juga hampir usai?" Mely mejelaskan dan bertanya.
"Ya ma, besok aku juga akan kembali ke rumah. Aku akan mulai bekerja lebih awal, aku sudah cukup untuk berlibur dan istirahat. Besok aku masih ingin menemui senior ma." Jawab Flip.
"Baiklah, masih terlalu pagi. Kembalilah tidur sayang, bye.." Mely mencium kening Flip dan keluar dari kamar Flip berjalan ke kamarnya.
Flip menutup pintu dan menunduk, tidak lama Flip mengangkat kepalanya.
"Flip semangatlah! Meski tiada Naomi di sisimu. Tetaplah berjuang dan bertahan, sampai tiba waktunya nanti Naomi akan kembali datang, ya.. aku harus mempercayai itu. Jika Naomi akan kembali padaku." Batin Flip.
@@@@@... @@@@@...
Hai semua, menjawab beberapa permintaan dari kalian. Nanti akan saya buatkan cerita horor-romance untuk kisah Flip dan Naomi ya, ceritanya akan saya buat terpisah. Namun saya lebih dulu akan menyelesaikan beberapa novel yang lama, kasian di gantung sampai kering kayak kripik. Ditunggu ya cerita Flip dan Naomi, penasaran kan pastinya?? Doakan author selalu sehat bair bisa selesaikan semua novel\-novelnya dan bisa menerbitkan novel terbaru. Makasih semuanya..
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan
(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1