Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 27


__ADS_3

♡Amelia♡


Hoaamm.. (menguap, mengusap mata)


Aku bangun dari tidurku. Merenggangkan otot otot ku, badanku terasa pegal. Aku melihat Brian tidak ada, aku panik. Pergi kemana lagi pria ini. Aku melihat Lovely masih tertidur. Aku memindah Lovely dalam Box. Aku berjalan keluar kamar mencari Brian.


Aku mencari di ruang kerjanya tidak ada, di ruang baca lantai dua tidak ada, turu kebawah di halaman belakang juga tidak ada. Di dapur juga tidak ada. Saat aku berjalan menuju ruang tamu, aku melihat Brian masuk kedalam rumah. Aku tersenyum seketika langsung memeluk Brian.


Brian: hei.. ada apa sayang? Kenapa gelisah??


Amelia: aku mencarimu kemana mana. Aku sangat panik. Kamu dari mana? Masih sakit jangan pergi pergi.


Brian: (memberi bungkusan berisin salad buah dan ice cream) aku dari kedai ice cream, membeli ini untukmu.


Amelia: (menerima) terimakasih sayang. Tapi kamu tidak perlu repot, aku bisa menyuruh pelayan pergi membeli jika kamu ingin.


Brian: (mencium kilas kening Amelia) aku ingin beli sendiri untukmu sayang.


Aku senang, tapi juga khawatir. Kondisinya masih lemah dan butuh istirahat. Bukannya menjaga diri, Brian justru pergi keluar dengan kondisinya yang belum membaik. Membuatku kesal.


"Permisi"


Seseorang datang, berdiri didepan rumah.


Brian keluar rumah, aku melihat kurir pengirim bunga. Kurir pergi, Brian kembali masuk. Dengan senyum tampannya dia memberiku bunga mawar merah. Mawar mawar ini sangat harum. Aku menerimanya, aku sangat senang.


Brian: maaf, bunga yang baru belum ada tadi. Jadi aku meminta kurir mengirimnya. Ini adalah bunga mawar yang masih baru dan masih segar. Warna nya cantik secantik wanitaku.


Amelia: (tersenyum) sayang, terimakasih. Jangan menggodaku. Aku tidak secantik dulu saat kita bertemu.


Brian: bagiku sama saja. Dulu, sekarang dan selamanya kamulah wanita tercantik. Hanya kamu wanita yang bisa membuatku menangis, dan berdebar. Aku mencintaimu sayang.


Amelia: aku juga mencintaimu (mencium kilas pipi Brian) aku akan hangatkan susu untukmu.


Aku masuk dan berjalan menuju dapur. Aku memasukan salad dan ice cream ke dalam lemari pendingin. Aku memindah bunga mawar dalam vas berisi air. Satu persatu tangai mawar aku pindahkan. Brian memelukku dari belakang dan membantuku. Sesekali mencium tengkuk dan bahuku.


Brian: teruslah tersenyum dan bahagia bersamaku istriku. Jangan pergi meninggalkan aku.


Amelia: maaf sayang, aku berjanji tidak akan pergi meninggalkanmu lagi.


Kami selesai menyusun bunga mawar dalam vas. Aku meletakan di meja dapur. Aku tersenyum memandangi mawar dihadapanku. Brian mebalikan badanku, meraba lembut wajahku.


Brian: kamu senang?


Amelia: (mengangguk) ya.. aku sangat senang. (Tersenyum)


Brian mencium keningku. Ciuman ini membuat jantungku berdebar lagi. Kenapa selalu berdebar? Brian.. kamu selalu membuatku hilang akal. Meski hanya mencium kening, namun aku bisa merasakan cinta dan kasih sayangnya padaku. Aku merangkul leher Brian dan menjinjit, mencium kening Brian. Brian tiba tiba mengangkatku, mendudukan aku diatas meja. Brian tersenyum dan mencium bahuku.


Brian: kamu lapar? Aku akan masak untukmu.


Amelia: jangan, aku bisa makan bubur yamg aku buat tadi.


Brian: sayang sekali, bubur nya sudah aku makan habis sebelum aku pergi.


Amelia: benarkah? Kamu sangat lapar? Aku bisa masak sendiri.


Aku akan turun, namun Brian mencegah. Brian memegang kedua tanganku. Mencium lembut kedua punggung tanganku secara bergantian. Brian menatapku dan mencium keningku lembut. Lagi lagi aku merasa aneh.

__ADS_1


Brian: ijinkam aku memasak untukmu. Oke?


Amelia: sayang, kamu belum sembuh. Aku takut lukamu terbuka.


Brian: percaya padaku, aku baik baik saja. Jika tidak percaya kamu bisa periksa, perlu aku buka baju disini?


Amelia: tidak perlu. Bolehkan aku memasak bersamamu?


Brian: kamu sungguh sangat khawatir padaku?


Aku terdiam, aku mengangguk perlahan. Jujur aku takut sesuatu terjadi. Brian belum sembuh sepenuhnya.


Brian: oke.. kamu bisa membantuku, kamu bisa bantu memberiku semangat dan ciuman mesra.


Amelia: Brian.. jangan memulai.


Brian: haha.. (tertawa kecil) Lovely masih tidur?


Amelia: ya, dia tidur sangat pulas.


Brian: aku akan lihat dulu. Kamu tunggu disini.


Brian berjalan menuju kamar. Aku melihat ke arah kamar, tidak lama Brian keluar membawa Lovely. Aku tersenyum Lovely tertawa lucu. Brian memberikan Lovely padaku. Aku memangkunya.


Amelia: Lovely bangun?


Brian: iya, aku tidak sengaja membangunkannya. Aku menciumi pipinya. Untung saja tidak menangis.


Amelia: uh sayang.. papa menggodamu ya, papa nakal sekali (aku memandang Lovely san mencium pipinya lembut)


Brian: (memakai apron) aku akan buat makanan istimewa untukmu sayang.


Brian: siap boss cantik.


Aku memeluk Lovely, dan terus memandangi Brian. Suamiku sangat keren. Brian sibuk memasak, dia membuat sup kesukaanku. Aroma wangi sudah tercium.


Amelia: wah, aromanya sudah menusuk hidungku. Pasti sangat lezat.


Brian: masakan spesial untuk wanita istimewa.


Brian mengambil kuah dimangkuk dan msnghampiriku. Dia menyendok kuah dan meniupnya, menyuapkan padaku. Aku mencicipi kuah sup disendok. Hmm.. sangat lezat. Lovely meronta, dia terus menatap Brian.


Brian: (tersenyum) ada apa sayang? Kamu mau? Tunggu, papa akan tiup.


Brian menyendok kuah si mangkuk, meniup sampai benar benar dingin lalu mmeberikan pada Lovely. Lovely terdiam, Lovely menatap Brian dan mengecap bibir mungilnya. Brian tertawa.


Brian: kamu suka? Papa akan tambahkan kuah sup pada buburmu nanti. Oke??


Brian menatapku, mencium kilas bibirku. Brian kembali ke depan kompor mengaduk aduk sup di hadapannya. Brian mematikan pematik kompor. Brian mengambil sup dalam mangkuk. Lalu menyiapkan bubur Lovely. Brian berjalan ke meja makan membawa nampan berisi sup dan bubur. Brian kembali dan melepas apron nya. Dia menggendong Lovely dan membantuku turun. Lagi lagi, Brian mencium kilas bibirku dan tersenyum.


Brian menggendong Lovely. Dan menggandeng tanganku. Kami berjalan menuju meja makan. Brian menarik kursi untukku, aku duduk, Brian menarik kursi dan duduk memangku Lovely.


Amelia: berikan Lovely.


Brian: (memberikan Lovely) pangku saja, aku yang akan suapi.


Amelia: iya, uh anak mama.. (memeluk Lovely)

__ADS_1


Brian menyuapi Lovely, dan menyuapiku bergantian. Brian tersenyum tampan.


Deg..


Deg..


Deg..


Melihat senyumnya jantungku langsung berdebar. Brian terus membuatku jatuh cinta. Lagi lagi dan lagi. Aku terus terpesona oleh perhatian dan kasih sayangnya. Brian terimakasih, aku sangat bersyukur kamu hadir dalam hidupku. Tanpa sadar air mataku menetes.


Brian: hei.. kamu menangis? (Menyeka air mata Amelia) apa yang kamu pikirkan? Apa ada kata kataku yang menyakitimu?


Amelia: aku menangis karena bahagia Brian. Aku sangat beruntung memilikimu. Terimakasih.


Brian: jangan bicara sepeti itu. Akupun sangat bersyukur mendapat istri sepertimu. Baik, cantik dan penuh kasih. Kamu adalah kebahagiaanku Amelia, kamu dan Lovely adalah segalanya. Tidak bisa dibandingkan dengan harta dan kekayaaan. Kalian sangat pernting dan berarti.


Aku sungguh terharu. Kata kata Brian begitu manis dan menyentuh. Semoga kebahagiaan akan selalu menyelimuti keluarga kami. Aku selalu berdoa agar kami dijauhkan dari hal hal buruk.


Usai menyuapiku, Brian berdiri dan berjalan ke dapur mengambil sup, lalu kembali duduk. Brian makan dengan tenang. Sesekali dia menatapku dan tersenyum. Brian menggoda Lovely sesekali mengajak bercanda, membuat Lovely terkekeh.


Amelia: habiskan supmu sayang, nanti dingin.


Brian: hmm.. kamu masih lapar?


Amelia: tidak, aku sudah kenyang. Terimaksih sayang, supmu sangat enak dan lezat.


Brian: hanya terimakasih, aku tidak terima jika hanya kata terimakasih.


Aku mendekat dan mencium lembut pipi Brian.


Cup..


Amelia: sudah? (Brian menggeleng)


Aku mencium keningnya berulang ulang, mencium hidung dan bibir Brian kilas. Brian tersenyum, menatapku..


Brian: yang terakhir bisa diulang? (Menggoda)


Amelia: Brian.. (menatap tajam)


Brian tersenyum, dia senang sekali menggodaku. Membuatku malu dan tersipu.


Brian: sudah menikah dan punya anak, jika ku goda selalu merona. (Menekan pipi Amelia) dasar istriku Boss Amelia.


Amelia: susah tau begitu, kenapa terus menggodaku?


Brian: haha.. (tertawa) kamu sangat cantik saat tersipu Amelia. Sudah, kamu kembalilah kekamar, aku akan bereskan meja makan.


Amelia: ayo kita lakukan bersama saja. Aku taruh Lovely di kreta saja.


Aku meletakan Lovely dikereta. Aku membantu Brian, aku mengelap meja dan merapikan kursi, aku mendorong kereta Lovely menuju dapur. Aku membantu Brian mencuci piring. Lagi lagi Brian menggodaku, beberapa kali dia mengambil kesempatan mencium pipiku. Aku pun melakukan hal sama, sesekali mencium pipi Brian, Brian hanya terseyum dan menpelkan dahinya kedahiku. Mencium hidungku..


[Selamat Membaca😘]


Hallo, jangan lupa mampir ke novel saya yang lain ya..


• Pelukan hangat Paman Tampan

__ADS_1


• Pangeran Es Jatuh Cinta


Jangan lupa like, dan beri☆ juga isi kolom komentar, Terimakasih🙏😉😘


__ADS_2