Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 138


__ADS_3

Julian dan Marco Roobs sudah ke bandara. Mereka akan kembali pulang ke Inggris. Julian masih kecewa karen gagal membunuh Simon Jack dan bersumpah akan terus memburu Simon Jack.


♡♡♡♡♡


Sementara itu hujan air mata terjadi di pemakaman. Semua berduka, Felix dan keluarganya datang. Felix merasa sangat sedih kehilangan sahabatnya, luka kehilangan saudara masih ada dan sekarang harus kehilangan sahabat. Felix menatap Kim Ha Na yang terlihat tegar, Kim Ha Na dengan dress selututnya terlihat menunduk. Felix merasa kasian kepada Kim Ha Na. Felix tidak menyangka Jika Kim Ha Na harus dua kali mengalami tragedi buruk. Flip melihat Andrew yang begitu kacau. Flip menghela nafas panjang.


Semua berdoa untuk ketenangan Abed. Ucapan bela sungkawa datang dari semua rekan kerja dan orang-orang yang mengenal Abed dan juga keluarganya. Brian memeluk Amelia disisi kanan dan KiM Ha Na di sisi kiri. Mengusap kepala Amelia dan Kim Ha Na. "Aku akan menjaga keluargamu Abed. Aku berjanji akan melindungi Ha Na, Andrew, Michael dan Mattew. Tenanglah di sana saudaraku, selamat bertemu istrimu dan anakmu. Aku memang tidak menyukaimu dimasa lalu karena sikap dan perbuatanmu. Namun sekarang aku sedih jika aku harus kehilanganmu. Entah bagaimana perasaan Kim Ha Na dan anak-anakmu sekarang, yang pasti mereka tidak akan begitu saja melupakan kejadian ini. Bagaimana ini, kenapa aku menjadi lemah seperti ini? Oh.. aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang. Selamat jalan Abed, kami semua mengasihimu." Suara hati Brian.


"Selamat jalan kak, aku tidak menyangka kematianmu begitu tragis seperti ini. Aku akan selalu mengingat dan mengenangmu. Kamulah kakak terhebat yang aku miliki, taukah kamu jika aku snagat kehilangan. Tega sekali kamu meninggalkan anak dan istrimu. Bagaimana nasih mereka nanti, bagaimana anak-anak dan istrimu akan bertahan. Kakak, aku merindukanmu." Batin Amelia, Amelia menangis, airmata nya mengalir deras.


"Suamiku, aku mengasihimu. Kamu adalah suami terbaik, suami luar biasa. Terimakasih sudah menemaniku sampai sejauh ini. Kita membangun bahtera rumah tangga kita dan bahagia bersama. Sungguh aku sangat bahagia dan bersyukur mendapatkanmu sebagai suamiku. Aku akan mencoba untuk merelakan kepergianmu walaupun itu berat bagiku. Aku sudah kehilangannya dimasa lalu, dan kini aku harus kehilanganmu. Kalian bahkan tiada dengan cara yang sama dan itu sangat menyakiti hatiku. Selamat jalan suamiku, aku akan selalu mencintai dan menyayangimu. Inilah akhir dari perjalanan kita, maut telah memisahkan kita untuk selamanya. Selamat jalan, tenanglah disana." Jeritan suara hati Kim Ha Na, Kim Ha Na menutup mata tak sanggup lagi melihat foto dan nisan suaminya. Tubuhnya lemas dan pada akhirnya Kim Ha Na pingsan.


Michael dan Mattew panik, Andrew terdiam. Brian menggedong Kim Ha Na menuju Mobil, Amelia mengikuti di belakang. Mely dan juga Lely berjalan bersama melihat keadaan Kim Ha Na. Seasana mencengkram, setelah membawa Kim Ha Na ke mobil Brian kembali kemakaman dan menyelesaikan upacara pemakaman.


Upacara selesai, semua yang datang pergi dan meninggalkan pemakaman. Ponsel Felix bergetar, Felix mendapat panggilan dari Mely. Felix menerima panggilan.


(Percakapan dalam telepon)


"Hallo, ada apa sayang?" Menjawab panggilan Mely.


"Dimana kak Brian? Katakan jika kita harus ke rumah sakit. Kim Ha Na tidak sadar dan sulit berbafas." Suara panik Mely.


"Apa? (Terkejut) baiklah. Aku akan sampaikan." Felix memutus panggilan, Felix panik dan mendekati Brian. Felix berbisik pada Brian dan membuat Brian kaget.


"Bagaimana bisa? Astaga ini kacau Fel. Begini saja, kamu antar Kim Ha Na ke rumah sakit. Aku akan bicarakan ini pada Andrew." Jawab Brian berfikir cepat.


"Baiklah, sampai bertemu di rumah sakit. Aku akan menghubungimu saat sampai nanti. (Felix menatap Flip) Flip, tetap disini. Temani paman Brian dan Andrew, Boby ayo ikut denganku." Felix langsung berlati pergi.

__ADS_1


"Baik, kakak ipar aku perg." Boby berpamitan kepada Brian yang dibalas dengan anggukan.


Lovely dan Alex saling menatap, berdiri di samping Flip. Brian mendekati Andrew dan berbisik di telinga Andrew, memberitahukan keadaan Kim Ha Na pada Andrew. Andrew menatap Brian dengan mata yang bengkak karena terus menangis.


"Paman, bisa kah aku minta tolong? Tolong jaga mamaku, aku masih ingin disini bersama papaku. Aku masih ingin bicara pada papaku." Ucap Andrew dengan suara serak.


"Baiklah nak, paman akan pergi kerumah sakit. Lovely, Alex, dan Flip akan menemanimu disini." Brian menepuk bahu Andrew, Andrew tidak menjawab dan hanya diam.


Brian pergi meninggalkan Andrew yang berdiri di depan nisan Abed. Brian mendekati Lovely, Alex dan Flip. Meminta mereka menemani Andrew. Brian melangkah pergi berjalan meninggalkan pemakaman menuju tempat parkir.


Andrew berlutut dan menangis sesenggukan. Lovely melangkah dan ingin pergi menemui Andrew, Flip mencegah Lovely.


"Kenapa Flip, aku ingin menghibur Andrew." Kata Lovely.


"Aku tau Love, jangan sekarang! Kondisinya sedang tidak baik. Bersabarlah, biarkan Andrew sendiri saat ini. Kita cukup melihat dari jauh saja." Jawaban Flip yang begitu tenang.


"Ya, baiklah. Aku akan biarkan Andrew menangkan diri terlebih dulu." Jawab Lovely dengan rasa kecewa. Lovely terus melihat ke arah Andrew yang terlihat sangat kacau dan berantakan.


Andrew masih berlutut dan menunduk kan kepala, Andrew menangis. "Pa.. papa.. (merintih) papa.. kenapa seperti ini pa, kenapa Andrew tidak bisa membantu dan menolong papa. Sekarang Andrew harus kehilangan papa, Andrew sedih pa. Andrew tidak punya siapa-siapa lagi sekarang. Bisakah Andrew bertahan? Bisakah Andrew hidup tanpa papa? Papa.. (air mata membasahi pipi) maafkan Andrew pa, maafkan Andrew yang tidak bisa menyelamatkan papa. Semua salah Andrew, salah Andrew. Andrew bukan anak yang baik, Andrew sangat bodoh. Karena Andrew papa tiada. Semua salah Andrew. Aaaaaaaahhhhhhh!!! (Berteriak) papa.." Andrew sangat terpukul dan sangat sedih kehilangan satu-satunya penopang hidupnya. Satu-satunya orang yang selalu mendengarkan keluh kesahnya.


Andrew mengepalkan tangan menatap foto papanya. Matanya yang penuh dengan kesedihan berubah menjadi murka dan kemarahan. "Aku Andrew, tidak akan mengampuni orang yang sudah membuat papaku tiada! Aku berjanji akan membunuh orang yang mencelakai papaku dengan tanganku sendiri." Dalam hati Andrew.


Dibelakang Flip mendengar isi hati dan bisa membaca pikiran Andrew. Flip menatap Lovely. "Jangan biarkan Andrew berunah Love, hanya kamu yang ada untuknya sekarang. Hibur Andrew dan selalu ingatkan Andrew untuk menjadi orang baik." Kata Flip. Flip membuat Lovely menjadi bingung dan bertanya-tanya.


"Apa maksudmu Flip? Aku tidak mengerti." Jawab Lovely.


"Kamu akan tau maksudku cepat atau lambat Love, jangan terlalu dipikirkan. Hiburlah kekasihmu, aku dan Alex menunggu di mobil." Flip menatap Alex dan mengangkat alis. Alex tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Flip dan Alex pergi meninggalkan Lovely munuju tempat parkir. Lovely mengerutkan dahi tak mengerti apa maksud Flip. Lovely menatap kearah Andrew Melihat Andrew melipat dua tangan dan berdoa.


Andrew selesai berdoa, Andrew manatap dan meraba foto papanya di nisan. "Selamat jalan pa, Andrew akan sering datang. Andrew akan selalu sayang dan mencintai papa, papa adalah papa terbaik yang ada di dunia ini. Terimakasih papa, kasih sayangmu dan cintamu membesarkanku tidak akan aku sia siakan." Andrew mencium foto papanya dan berdiri. Andrew berbalik dan pergi meninggalkan pemakaman papanya. Langkahnya terhenti , melihat kearah makam mamanya yang berada tidak jauh dari makan papanya.


Andrew berjalan kemakam mamanya dan berdoa. Andrew mengusap foto mamanya dan tersenyum. "Hai ma, jika bertemu papa Abed sampaikan maafku padanya. Katakan pada papa Abed jika aku sangat menyayanginya. Aku akan selalu menyanyangi dan selalu menganggapnya papaku. Aku tidak akan melupakannya." Dalam Hati Andrew.


Andrew melangkah pergi meninggalkan pemakaman Nikita. Andrew berjalan perlahan mencoba menguatkan hati. Andrew berusaha menata hatinya yang hancur. "Selamat tinggal papa Abed, mama Nikita, papa Adit dan Adikku. Selamat jalan, semoga kalian tenang disana."


Andrew menundukan kepala dan terus melangkah , sampai akhinya langkahnya terhenti. Andrew melihat sepatu putih dan celana hitam, Andrew mengangkat kepala dan menatap Lovely. Lovely langsung memeluk Andrew, Andrew mengeratkan pelukan. Saat ini Andrew hanya membutuhkan sebuah pelukan, pelukan untuk mengobati kesedihannya.


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo semua..


Hiks.. hiks.. hiks..


Aduh air mata jatuh disaat menulis itu sesuatu yang gimana gitu.. hmm.. hatiku ikut sakit tapi gimana lagi,, sudah takdirnya Andrew menjadi anak yaang tidak mimiliki siapa-siapa..


Jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Terimakasih semua,, dan maafkan saya membuat kalian menangis..


Sampai jumpa di episode selanjutnya..


Bye bye..


♡Dea Anggie😉♡

__ADS_1


__ADS_2