Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 190


__ADS_3

Lovely yang sibuk seharian merasa lelah. Lovely mengangkat dua tangannya ke atas secara bersamaan untuk merenggangkan otot-otot bahunya yang terasa kaku.


"Mmm.. seharin ini aku sangat sibuk, kakiku pegal, bahuku juga, tengkukku. Ahhh aku ingin berendam air hangat di rumah." Lovely mengeluh.


Lovely meraba dalam tasnya, mengaduk-aduk isi tasnya. Lovely mendapatkan apa yang di carinya, yaitu ponselnya. Lovely duduk bersandar dan melihat ponselnya, ada beberapa pesan masuk dan beberapa panggilan. Lovely tersenyum, Brian mengirim banyak pesan dan juga menghubunginya.


"Papaku ini.." Lovely tersenyum


Lovely kembali menghubungi papanya, Lovely tidak ingin membuat papanya khawatir dan cemas. Panggilanya tersambung, dan tidak lama di terima oleh Brian.


(Percakapan dalam telepon)


"Hai sayang, belum pulang? Ini sudah sore." Tanya Brian.


"Hallo papa.. iya sebentar lagi. Aku masih lelah pa, badanku sakit semua." Lovely mengeluh.


"Pulanglah dan mandi dengan air hangat, pergilah ke rumah sakit setelahnya. Ada yang ingin papa bicarakan denganmu sayang." Kata Brian.


"Iya pa, baiklah aku akan berkemas dan pulang. Sampai nanti pa, bye bye.." Lovely mengakhiri panggilannya.


Lovely memasukan kembali ponsel dalam tasnya dan berkemas. Lovely merapikan berkas dokumen yang berserakan di mejanya. Lovely mematikan komputernya dan membawa tasnya pergi meninggalkan ruang kerjanya.


Lovely berjalan perlahan melangkah keluar dari gedung kantor. Lovely berjalan ke parkiran, mendekati sebuah mobil yang biasanya dikendarai oleh Andrew jika pergi ke kantor. Lovely membuka pintu dan masuk dalam mobil, Lovely kembali menutup pintu mobil dan menyalakan mesin mobil. Lovely dan si hitam (mobil) bergerak perlahan meninggalkan gedung kantor.


Diperjalanan Lovely memikirkan apa yang ingin dibicarakan papanya padanya. Lovely merasa sudah menceritakan seluruhnya pada papanya.


♡♡♡♡♡


Julian berusaha keras mencari keberadaan Lovely, Namun tidak juga menemukan dimana Lovely. Julian beberapa kali ke tempat di mana pertama kali bertemu Lovely, lebih tepatnya tempat di mana Julian melihat dan menolong Lovely. Tidak ada tanda-tanda adanya Lovely, Julian sedikit merasa kecewa. Namun Julian masih terus berusaha mencari informasi mengenai Lovely dan keberadaan Lovely.


Julian duduk bersandar di kursi, diruang kerjanya. Marco papanya belum kembali dari luar negri, Julian sibuk mengurusi kantor papanya. Menjaga nama baik keluarganya, agar tetap baik dimata para staf karyawan dan rekan bisnis perusahaannya.


Tok..


Tok..


Tok..


Suara pintu di ketuk, tidak lama terdengar suara pintu di buka. Asistennya masuk hendak memberikan informasi.


Tak..


Tak..


Tak..


Tersengar suara langkah kaki sang asisten yang berjalan cepat mendekati Julian.


"Tuan ada berita bagu, Simon Jack akan menghadiri acara besok. Ini kesempatan bagus untuk kita bisa menyingkirkannya." Ucap Asistennya.


"Acara apa? Apa kamu yakin? Misi kita tidak akan gagal lagi?" Tanya Julian.


"Acara pesta ulang tahun salah satu rekan bisnis perusahaan, kita juga mendapatkan undangannya. Bukankah ini takdir yang baik tuan?" Asisten mengambil sesuatu dari balik jasnya dan meletakan diatas meja, itu adalah sebuah undangan resmi.


Julian mengambil undangan dan membaca kilas, "kamu yakin Simon Jack hadir?" Tanya Julian penuh dengan rasa penasaran.


"Saya sangat yakin tuan, karena di pesta ini juga dis selenggarakan acara pertemuan untuk mengenalkan Seira Jack yang tidak lain adalah keponakan dari Simon Jack, dengan salah seorang anak si empunya acara." Jawab su asisten.


"Baiklah.. baiklah.. aku percaya! Aku serahkan Simon Jack padamu, kali ini aku minta kamu menangkapnya hidup-hidup untukku. Aku sendiri yang akam memberinya pelajaran, aku akan menghabisi nyawanya dengan tanganku sendiri." Julian tersenyum lebar dan dilanjutkan dengan tawa jahatnya.


Julian mencengkram undangan ditangannya, "sudah lama aku menantikan hal besar ini, misimu kali ini tidak boleh gagal! Aku sudah banyak mengeluarkan uanga untuk menutupi kasusmu di Amerika itu, apa kamu mengerti?" Tanya Julian menatap tajam.


Si asisten ketakutan, tubuhnya gemetaran. Sorot mata Julian bagaikan tombak yang menghujam jantungnya. "Ba.. baik, tuanku! Saya pasti akan melakukan tugas saya dengan baik." Si asisten menunduk, tidak berani menatap Julian.


"Kamu pergilah, atur semua orangmu. Atur dengan benar, cetak foto dan berikan kepada mereka bila perlu dengan ukuran besar agar kamu tidak salah menangkap lagi! Ingat kataku baik-baik, jika misi kita kali ini gagal lagi. Aku akan bunuh kalian semua juga aku akan memperbudak keluarga kalian! Ini adalah peringatan terakhirku!!!!!" Kata Julian dengan nada penuh penekanan.


"Baik tuanku, saya akan segera pergi dan bersiap." Si asisten mundur beberapa langkah lalu berbalik. Dengan langkah setengah berlari pergi meninggalkan ruangan Julian.


Julian masih pada posisi duduknya, Julian menyandarkan kepalanya dan juga menutup matanya perlahan. Dia harus mwnyusun rencananya dengan sangat matang dan penuh perhitungan karena pada acara tersebut papanya juga pasti akan hadir jika sudah kembali, Julian tidak bisa menentukan papanya pulang atau tidak sore itu. Karena papanya tidak memberitahu dan mengabari. Jika papanya pulang, Julian perlu mempersiapkan perlu rencana yang matang. Jika papanya tidak pulang dan tidak menghadiri pesta, itu justru sebuah keberuntungan bagi Julian. Julian akan adengan bebas melakukan apa saja yang ingin dia lakukan.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


Dirumah sakit..


Felix dan mely berpamitan pada Brian dan Andrew. Mereka ada janji bertemu dengan Flip. Brian mengiyakan dengan senyuman manis.


Felix dan Mely pergi, Brian membersihkan meja dekat sofa yang berantakan.


"Paman.. apa paman melihat ponselku?" Tanya Andrew.


Seingat Andrew, Andrew meletakan ponselnya dalam saku mantelnya. Andrew tertingat akan ponselnya, saat Andrew ingib menghubingi mamanya.


"Hmm paman tidak melihatnya, dimana kamu meletakan ponselmu?" Tanya Brian.


"Di saku mantelku paman." Jawab Andrew.


"Mantel ya? Tunggulah, paman akan bertanya kepada petugas medis yang membawamu ke rumah sakit, atau perawat. Paman tidak ingat dimana mantelmu." Jawab Brian.


"Maaf merepotkan paman, aku akan gunakam ponselku menghubungi mama. Tetapi aku baru ingat ponselku tidak ada padaku." Kata Andrew.


Brian berjalan mendekat dan mengeluarkan ponselnya. Brian memberikan kepada Andrew, "gunakan ponsel paman, hubungi mamamu. Paman akan tanyakan mantel dan poselmu." Suara Brian lembut.


Andrew menerima ponsel Brian dan tersenyum, "Terimakasih paman, maafkan aku.." kata Andrew lirih.


"Tidak masalah, paman keluar dulu untuk bertanya. Jujurlah pada mamamu, katakan kondisimu saat ini, karena walau bagaimana pun Kim Ha Na adalah mamamu. Baik atau buruknya keadaanmu, dia harus tau." Brian menepuk bahu Andrew perlahan dan pergi meninggalkan Andrew seorang diri.


Andrew terdiam menatap ponsel Brian, Andrew menekan lanyar ponsel Brian dan muncul gambar Lovely yang sedang mencium pipi Brian. Andrew meraba wajah Lovely.


Andrew mencari kontak mamanya dan akhirnya menemukan nya. Andrew masih ragu akan menghubungi mama nya atau tidak, tangannya gemetar.


"Tidak, tidak bisa seperti ini. Paman benar, mama adalah mamaku! Meski bukan mama yang melahirkanku, namun dialah mama yang merawatku dan menjagaku sejak kecil. Aku harus menghubunginya, Andrew.. apapun yang terjadi kamu lebih baik berkata jujur. Meski harus menelan kepahitan." Andrew mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafas perlahan.


Andrew menekan nomor mamanya, panggilan mulai tersambung. Jantung Andrew sudah berdebar, keringan dingin keluar. Tubuhnya gemetaran, panggilan Andrew diterima oleh Kim Ha Na.


(Percakapan lewat panggilan)


"Hallo.." suara merdu Kim Ha Na.


"Hallo, ada apa Brian?" Tanya Kim Ha Na.


"Ma.. ini aku, Andrew." Suara Andrew lembut.


"Andrew? Sungguh kamu Andrew? Apa pamanmu datang ke Inggris?" Tanya Kim Ha Na.


"Ya ma, mama sehat? Aku merindukan mama." Suara mukai gemetar.


Kim Ha Na diam, sepertinya tau jika Andrew dalam keadaan tidak baik. "Kamu oke? Suaramu seperti ingin menangis. Ada apa sayang?" Suara Kim Ha Na lembut.


"Mama.. maafkan aku ma.. maaf.." jerit Andrew mengejutkan Kim Ha Na.


"Ada apa Andrew? Kenapa kamu menangis? Tenangkan dirimu, lalu perlahan ceritakan kepada mama." Kim Ha Na memenangkan Andrew.


"Mama aku sudah bersalah ma, aku melakukan kesalahan besar. Aku.......... (Andrew menceritakan kejadian dimana dia menganiaya Lovely dan alasan mengapa dia seperti itu) mama marah padaku?" Tanya Andrew.


"Tidak nak, hanya saja mama kecewa pada diri mama sendiri. (Kim Ha Na menangis tersedu) maafkan mama yang tidak bisa mengertikan mu nak. Maafkan mama.. mama tidak bisa menjagamu." Suara Kim Ha Na gemetar.


Andrew terdiam tidak bisa bicara apa-apa lagi. Hatinya sedih mendengar tangisan mamanya, "maafkan anakmu yang bodoh ini mama, anakmu sudah bobitakan oleh kebencian dan dendam. Maaf.. aku mengakui kesalahanku dan aku menyesal, aku ingin menebus semua kesalahanku. Dibandingakn aku, kesedihan mama lah yang terlampau dalam. Mama kehilangan suami mama, suami yang sangat mama cintai." Kata Andrew lirih, kepalanya menunduk.


Klekkkk..


(Pintu kamar terbuka)


Brian melangkah masuk dan kembali menutup pintu. Brian membawa mantel dan menemukan Ponsel Andrew, Brian berjalam mendekati Andrew.


"Sekarang dimana pamanmu Andrew? Berikan ponselnya, mama akan bicara." Kata Kim Ha Na.


"Iya ma.. akan aku berikan." Andrew mantap Brian, Andrew memberikan ponsel Brian kembali.


"Ada apa Andrew?" Tanya Brian.

__ADS_1


"Mama ingin bicara pada paman." Jawab Andrew.


"Mm.. baiklah, (menerima ponsel) ini mantel dan ponselmu. (Meletakan di pangkuan Andrew) Paman akan keluar dan bicara dengan mamamu. Jangan banyak bergerak, oke.." kata Brian.


"Oke paman." Jawab Andrew.


Brian berbalik dan pergi kembali meinggalkan ruangan Andrew. Brian kelaur dan menutup pintu perlahan. Brian duduk di kursi ruang tunggu yanga ada di depan kamar. Brian berbincang seirua dengan Kim Ha Na.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2