Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 109


__ADS_3

Andrew membuka mata perlahan. Andrew bangun dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang. Andrew melihat bingkai foto yang ada di meja dan mengambil bingkai foto teesebut. Sebuah foto keluarga, Abed, Kim Ha Na, Andrew, Michael dan Mattew. Semua menorehkan senyuman diwajah. Andrew tersenyum meraba gambar foto.


Sesuatu hal terjadi, tiba tiba saja pandangan Andrew menjadi gelap. Dalam kegelapan Andrew melihat Kim Ha Na yang sedang sibuk membersihkan lemari kaca di ruang tengah. Kim Ha Na mengelap kaca, selesai mengelap Kim Ha Na melangkah mundur dengan menatap lemari kaca yang ada di hadapannya. Kim Ha Na tersenyum cantik.


Tepat di atas Kim Ha Na, ada lampu gantung yang menggantung di langut langit ruang tengah. Pengait lampu gantung lepas, sehingga lampu gantung jatuh menimpah Kim Ha Na. Seketika Andrew tersadar, matanya melebar. Nafasnya tersengal sengal, Andrew segera berdiri dan berlari keluar dari kamarnya mencari Kim Ha Na.


Andrew bergegas menuju ruang tengah. Dan benar saja, Andrew melihat Kim Ha na yang sudah berdiri menatap lemari kaca. Andrew menatap lampu gantung yang menggantung di langit langit yang tepat berada diatas Kim Ha Na. Lampu itu bergoyang dan akan jatuh. Andrew berteriak, berlari mendorong mamanya.


Andrew: mama awas... (berteriak keras)


Kim Ha Na kaget, manatap Andrew. Andrew memeluk mamanya dan mereka jatuh tersengkur. Lampu gantung jatuh disaat bersamaan, menggemparkan seisi rumah. Kim Ha Na berteriak histeris karena lampu yang jatuh. Andrew melepas pelukan menatap Kim Ha Na dalam, Kim Ha Na meraba wajah Andrew dengan tangan gemetar.


Kim Ha Na: Andrew, kamu baik baik saja sayang?


Andrew: Andrew baik baik saja ma. Mama terluka?


Kim Ha Na menggeleng. Andrew memejam mata menghembuskan nafas panjang. Kepalanya terasa sakit mengingat apa yang di lihatnya seperti bayangan bisa menjadi kenyataan. Abed, Michael dan Mattew yang mendengar teriakan segera berlari menuju ruang tengah.


Abed terkejut melihat lampu gantung yang jatuh dan pecah berkeping keping, pecahan lampu berserakan dimana mana. Abed melihat Kim Ha Na dan Andrew, Abed mendekati Kim Ha Na dan Andrew.


Abed: ada apa? Apa yang terjadi? Bagaimana bisa lampu nya terjatuh.


Andrew memegang kepalanya dan berdiri. Andrew berlari masuk ke dalam kamarnya. Kim Ha Na dan Abed saling menatap.


Abed: ceritakan kapadaku, ada apa sebenarnya.


Kim Ha Na: aku juga tidak mengerti sayang, tiba tiba saja Andrew datang berteriak. Andrew mendorongku, dan lampu gantung itu jatuh.


(Dalam hati Abed)


Ada apa dengan Andrew? Apa ini ada hubungannya denga kemapuannya? Aku akan bertanya nanti. Astaga ini sungguh mengejutkan.


Abed: kamu terluka? (Menatap tangan dan kaki Kim Ha Na)

__ADS_1


Kim Ha Na: tidak, aku baik baik saja. Aku takut sayang, kenapa lampunya tiba tiba jatuh.


Michael dan Mattew mendekati Kim Ha Na dan Abed. Michael dan Mattew membantu Kim Ha Na berdiri. Abed memanggil pelayan untuk membereskan pecahan lampu gantung. Abed meminta Michael dan Mattew mengantar Kim Ha Na ke kamar.


Abed: Michael, Mattew.. bawa mama ke kamar. Sayang.. (menatap Kim Ha Na) istirahatlah, aku akan menemui Andrew.


Kim Ha Na: ya.. lihatlah apakah dia baik baik saja.


Abed: ok.. (mencium kening Kim Ha Na kilas lalu pergi menuju kamar Andrew)


Michael dan Mattew bingung, tak mengerti apa apa. Michael dan Mattew memapah Kim Ha Na ke kamar untuk beristirahat.


 


Abed mengetuk pintu lalu membuka pintu. Abed masuk dan menutup pintu. Abed berjalan menghampiri Andrew yang sedang duduk di sofa. Andrew terlihat bingung dan gelisah. Abed mendekati Andrew, duduk di samping Andrew. Andrew terkejut, menatap Abed dengan tatapan mata yang sedih.


Abed: ada apa?


Andrew: Andrew kenapa pa? Andrew merasa aneh.


Andrew: Andrew melihat sesuatu pa, Andrew bisa melihat sesuatu. Saat Andrew melihat dan meraba foto keluarga kita Andrew langsung melihat sesuatu tentang mama. Pandangan Andrew gelap tetapi Andrew bisa melihat kejadian yang mama alami. Mama tertimpa lampu gantung di ruang tengah. Dan tiba tiba gambaran itu menghilang. Andrew takut dan langsung berlari mencari mama.


Abed: jadi Andrew bisa melihat apa yang akan seseorang alami?


Andrew: entahlah pa, Andrew bingung. Kenapa Andrew bisa jadi seperti ini.


Abed: bagaimana perasaanmu sekarang?


Andrew: perasaan Andrew kacau pa. Andrew bingung dan tidak mengerti dengan ini semua. Ini pertama kalianya Andrew mengalami hal aneh seperti ini.


Abed: sepertinya kamu harus terbiasa Andrew. Inilah hadiah yang Tuhan berikan, kamu adalah orang spesial.


Andrew: spesial?

__ADS_1


Abed: ya, spesial seperti papa.


Andrew: papa juga bisa melihat seperti apa yang Andrew lihat?


Abed: papa hanya bisa melihat roh dari sudah meninggal. Bisa berbicara dengan mereka, menyentuh mereka. Sedangkan Andrew tidak hanya seperti papa tetapi juga bisa melihat kejadian yang akan terjadi, itu hal yang luar biasa. Tidak semua orang punya kelebihan seperti itu. Jika hatimu masih gelisah, berdoalah. Hanya doa yang akan menengkan hatimu.


Andrew: Andrew mengerti pa, terimakasih karena papa selalu mendukung Andrew.


Abed: (mengusap kepala Andrew) papa sangat sayang pada Andrew. (Tersenyum) mama sangat mencemaskanmu, apakah kamu terluka?


Andrew: tidak pa. Apa mama baik baik saja? Maafkan Andrew yang langsung pergi meninggalka mama dan papa.


Abed: tidak masalah Andrew, ini adalah hal baru. Wajar saja jika perasaanmu sangat tidak nyaman tadi. Papa pergi akan membuat sarapan, jika sudah tenang Andrew bisa keluar dan kita sarapan bersama. Ok..


Andrew: ok pa.


Abed berdiri dan pergi meninggalkan Andrew seoramg diri di kamar. Abed menutup pintu kamar Andrew dan berjalan menuju dapur. Diperjalanan menuju dapur Abed melihat dua pelayannya sibuk membersihkan pecahan lampu gantung.


----------@@@@@-----------


HALLO SEMUA..


SELAMAT NATAL 2019 DAN MENYONGSONG TAHUN BARU 2020.


Maaf ya saya baru bisa update. Karena sedang sibuk. Hehehe..😊😊😊😊😊


Jangan berpaling ya temen temen, sampai bertemu di episode selanjutnya.


Jangan lupa like, komen dan beri vote ya. Jika bosan bisa mampir ke beberapa novel saya yang lain. Bye bye..


sampai jumpa..


Salam kasih

__ADS_1


"Dea Anggie"


 


__ADS_2