
Tengah malam, ponsel Brian bergetar. Brian meraba dan mengambil ponselnya di atas meja. Panggilan dari Thomas.
(Panggilan terhubung)
Brian: hmm.. katakan.
Thomas: maaf tuan mengganggu. Felix Collyn sudah kembali ke rumah, namun sebelumnya mobil Felix berkali kali melewati rumah tuan Abed. Sepertinya sedang membaca situasi sekitar rumah.
Brian: kamu dimana?
Thomas: saya di depan halaman rumah Felix.
Brian: Arson dan Billy?
Thomas: mereka tinggal di sekitar rumah tuan Abed, berjaga jaga jika terjdi sesuatu.
Brian: oke, kamu kembali saja ke rumah. Sampaikan pada Arson dan Billy untuk pulang. Aku akan hubungi Abed.
Thomas: baik tuan, akan segera saya sampaikan.
Brian mengakhiri panggilan. Brian mengangkat perlahan kepala Amelia dan menarik tangannya. Brian menata posisi tidur Amelia, menarik selimut hingga menutupi sebagian wajah Amelia. Brian mengusap lembut wajah Amelia dan mencium pipi Amelia.
Brian turun dari ranjang dan menghubungi Abed. Panggilan tersambung, namun belum diterima oleh Abed. Brian tetap menunggu.
(Panggilan terhubung)
Abed: iya Brian, ada apa?
Brian: hei, maaf mengganggumu. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan.
Abed: apa, ada apa?
Brian: apa benar kamu punya teman bernama Felix Collyn?
Abed: ya, dia temanku. Tapi aku sudah lama tidak menemuinya. Ada apa?
Brian: orangku melihat, Felix Collyn mengintai rumahmu. Dan aku baru tau jika Felix Collyn adalah mafia.
Abed: apa? Astaga.. ini sulit dipercaya. Bukankah dia pengusaha?
Brian: pindahlah, aku takut kamu terancam.
Abed: oke, aku akan bicarakan pada mama dan istriku. Thanks Brian.
Brian: waspadalah. Suruh orangmu berjaga di sekitar rumahmu malam ini.
Abed: iya, aku mengerti.
Brian mengakhiri panggilannya. Namun perasaannya tidak enak. Brian kembali keranjang, melihat Amelia. Brian mengusap kepala Amelia,Amelia terbangun dan menatap Brian.
Amelia: sayang, tidak tidur?
Brian: ayo kita jemput Lovely.
Amelia: ada apa? Ada masalah?
Brian: Felix Collyn sudah mengintau rumah Abed. Kamu mau ikut atau di rumah?
Amelia: tentu aku ikut, aku tidak ingin sesuatu terjadi pada anakku dan keluargaku.
Brian: gantilah pakaianmu, dan pakailah mantelmu.
Amelia: iya (bangun dan turun dari ranjang)
Brian dan Amelia berganti pakaian. Mereka memakai mantel dan keluar kamar. Brian dan Amelia keluar dari rumah, masuk kedalam mobil bersama sama dan melesat pergi menuju rumah Abed. Amelia terlihat gk gelisah, Amelia menggigit bibir bawahnya.
Brian mengusap bahu Amelia. Amelia menatap Brian, Brian tersenyum tampan.
Brian: jangan cemas, oke?
Amelia: hmm.. oke. (Tersenyum)
Brian: (fokus menyetir) tidurlah jika mengantuk, nanti aku bangunkan saat sampai.
Amelia: tidak, aku akan menemanimu. Jika lelah aku saja yang menyetir.
Brian: tidak perlu sayang, terimakasih.
Amelia dan Brian berbincang sepanjang perjalanan, mereka membicarakan banyak hal menarik. Mereka pun sampai di dirumah Abed. Brian dan Amelia turun dari mobil. Berjalan bersama sama menuju pintu utama.
Brian: aku akan hubungi abed.
Amelia mengangguk, Brian mengeluarkan ponsel dari saku piamanya. Dan langsung menghubungi Abed.
(Panggilan terhubung)
Abed: iya, hallo?
Brian: aku di depan pintu rumahmu sekarang. Tolong bukakan pintunya.
Abed: iya, tunggu sebentar.
(Menutup panggilan)
Brian merangkul Amelia dan meremas bahu Amelia. Amelia menatap Brian dengan tajam. Brian mencium lembut pipi Amelia. Pintu rumah terbuka, Abed dan Nikita menyambut Amelia.
Abed: hai, masukalah.
Amelia dan Brian masuk kedalam dan duduk di sofa ruang tamu. Abed menutup pintu, berjalan ke sofa dan duduk. Nikita duduk di samping Abed.
Abed: ada apa? Bukankah kamu bilang akan datang pagi?
Brian: iya, aku tidak tenang Abed. Pikiranku selalu tertuju pada anakku. Dimana anakku?
Abed: ada di kamar mama.
Amelia: sudah kamu pikirkan untuk pindah?
Abed: ya, besok aku akan langsung pindah. Demi keamanan keluargaku, ditambah Nikita sedang hamil sekarang.
__ADS_1
Amelia: (terkejut) waow.. selamat Niki, selamat Abed.
Nikita: (tersenyum) thanks Mel.
Brian: hebat, bekerja sekali langsung berhasil (menatap Abed)
Abed: jangan menggodaku, bukankah kamu yang mengajariku?
Brian: hahaha...(tertawa) bisa saja. Selamat ya Abed, selamat juga untukmu Nikita. Jaga kesehatan dan pola makan. Jangan stress dan hindari memikirkan hal hal yang tidak perlu dipikirkan.
Nikita: baik dokter, terimakasih.
Amelia: jaga istri dan calon anakmu baik baik Abed.
Abed: tentu saja, aku juga akan menjaga Andrew dan mama. Aku menyayangi semua keluargaku. (Tersenyum)
Brian: aku lega, kamu sudah dapat tempat tinggal. Malam ini bolehkan, aku dan Amelia menginap?
Abed: tentu saja. Kalian juga keluargaku.
Nikita: kalian lanjutkan saja, aku akan siapkan kamarnya. (Pergi kedalam)
Amelia: aku akan bantu, Nikita tunggu aku (berlari menyusul Nikita)
Brian dan Abed kembali berbincang, mereka membahas tentang Felix. Brian dan Amelia memutuskan menginap di rumah Abed. Brian tidak ingin Abed dan keluarganya mengalami sesuatu hal yang buruk.
Rumah sakit
David menyuapi Angela. David menunjukan ketulusannya pada Angela.
Angela: pergilah bekerja, aku baik baik saja sendirian.
David: tidak apa apa. Aku bisa suruh asistenku mengurus urusann kantor. Aku ingin disini bersamamu, menemanimu sayang. Aku mandi dulu ya, kamu minumlah obatmu.
Angela: hmm..
David membawa kantong tas berisi handuk dan pakaian ganti, masuk ke dalam kamar mandi. Pintu kamar terbuka, Brian, Amelia dan Lovely datang melihat kondisi Angela.
Angela: hallo..
Angela dan Amelia saling berpelukan.
Amelia: \(melepas pelukan\) kamu baik baik saja?
Angela: aku baik baik saja Mel, hallo Brian, hallo sayang Lovely
Lovely tertawa lebar melihat Angela, dan mengulurkan tangan ingin ikut dengan Angela.
Angela: sayang, ingin ikut bibi? Sini..
Brian : wah wah, putriku langsung berontak melihatmu. Lovely ku sangat menyukaimu Angela. \(Meletakan Lovely di pangkuan Angela\)
Amelia: sayang tidak bolah nakal ya, bibi sedang sakit \(mengusap lembut pipi Lovely\)
Lovely menatap Amelia dan tertawa, lovely bersandar pada Angela dan memegang erat tangan Angela.
Angela: apa sayang, kamu merindukan bibi? \(Tersenyum melihat Lovely\)
Lovely terkekeh, meraba wajah Angela, Angela semakin gemas. Menciumi pipi dan hidung Lovely. Brian dan Amelia saling menatap, Brian merangkul pinggang Amelia.
Pintu kamar mandi terbuka, David keluar dari kamar mandi. Brian dan David saling menatap
David: hai..
Brian: hallo..
__ADS_1
David: sudah lama datang?
Brian: baru sekitar 5 menit. Tidak ke kantor?
David: tidak, aku akan temani Angela sampai sembuh.
Brian: ehem..!! Kalian sudah bicara?
Angela: ya, kami sudah bicara.
David: kami akan menikah minggu depan. Sekarang sedang persiapkan undangan. Jangan lupa datang ya
Brian: \(menghela nafas\) akhirnya, kalian bisa bicara dari hati ke hati. Baguslah, kalian langsung cepat mengambil keputusan. Selamat ya..
Amelia: selamat Angela, semoga selalu bahagia.
Angela: \(menatap David\) kemarilah sayang. Tunjukan pada Brian dan Amelia, kita juga bisa mesra.
Brian: astaga, aku akan tutup mata saja.
David: haha.. \(tertawa\) Angela hanya menggodamu Brian.
David mendekati Angela, duduk di tepi ranjang Angela. David menatap Lovely, Lovely tertawa melihat David.
David: hai sayang, kamu tidak menangis lagi? Kamu semakin lucu.
Lovely menarik tangan David, Lovely ingin agar David menggendongnya. David pun mengerti maksud Lovely, David menggendong Lovely dan mencium pipi Lovely. Lovely tertawa lebar. Lovely terlihat senang.
Brian: sepertinya ini pertanda baik. Putriku menyukai kalian berdua. Jarang jarang Lovely bisa akrab dengan orang asing.
David: ya, awal bertemu. Saat aku gendong dia menangis keras.
Angela: mungkinkah Lovely tau kamu orang jahat?
David: aku sekarang sudah berubah sayang. Jangan mengejekku.
Angela: iya aku percaya kamu sudah berubah.
Brian: David, bisa kita bicara sebentar?
David: tentu saja..
David mengembalikan Lovely dalam pangkuan Angela. David dan Brian berjalak ke sofa, mereka duduk berhadapan. David dan Brian berbicara soal Felix. Mereka serius membahas masalah Felix.
Di sisi lain, Angela dan Amelia juga slaing berbagi cerita. Angela menceritakan kejadian semalam, menceritakan temtang perlakuan David padanya. Amelia tersenyum senang, Amelia berharap Angela dapat hidup bahagia dengan David.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung ke membaca novel saya.
Jangan lupa beri dukungan kepada saya, lewat like, ☆ dan isi kolom komentar.
Beri tip juga boleh.
😉😘
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1