Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 45


__ADS_3

Amerika


Seorang pria berlari masuk dalam ruangan di sebuah rumah besar. Pria itu sedang berbicara dengan tuannya.


"Tuan Collyn, saya dapatkan informasinya. Brian tidak ada di Amerika"


Felix: bagaimana dengan Abed? Sudah temukan rumah barunya?


"Sudah tuan"


Tok..


Tok..


Tok..


(Pintu ruangan diketuk)


Pintu ruangan terbuka, seorang pria berpakaian hitam sedang menyerat seseorang dan membawa kedahapan Felix. Felix mengamati seseorang yang di bawa anak buahnya. Keningnya berkerut.


Felix: jadi kamu Adit?


Adit: ya.. siapa kamu? Aku tidak ada hubungan apa apa denganmu.


Felix: kamu mengenal Owen Alexander?


Adit: Owen? Ya aku mengenalnya. Dia orang yang pernah bekerja sama denganku.


Felix: kamu tau kenapa dia mati?


Adit: dia ditembak polisi, dia meninggal saat dilarikam ke rumah sakit.


Felix: ceritakan detail padaku kejadian yg sebenarnya. Aku bisa membantumu mendapatkan identitas baru.


Adit berfikir sejenak, Adit terus memandang kearah Felix. Adit pun bercerita detail sesuai yang di ceritan polisi padanya. Felix sesekali mengangguk menanggapi cerita Adit.


..


..


..


..


..


Felix: jadi kamu mantan kekasih istri Abed?


Adit: iya benar. Kamu mengenal Abed?


Felix: tentu saja kenal, aku Abed dan Owen adalah teman dekat. Kami sering bertemu. Namun sekarang kami seakan menjadi musuh.


Adit: apa yang kamu mau? Dr Abed dan Brian?

__ADS_1


Felix: bukan urusanmu! Aku akan memberimu identitas baru. Aku pasti akan tepati janjiku. Apa kamu tertarik bekerja sama denganku?


Adit: apa yang aku dapatkan?


Felix: aku akan bantu kamu dapatkan kekasihmu kembali.


Adit: darimana kamu tahu aku inginkan kekasihku kembali?


Felix: tidak ada informasi yang terlewat olehku. Tidak satu pun.


Adit: (menggeleng) siapa kamu sebenarnya?


Felix: aku adalah Felix Collyn. Aku bisa membuatmu disegani adit. Jadilah tangan kananku. Bukankah kamu juga tidak punya tujuan?


Adit: baiklah, aku terima tawaranmu. Aku akan bekerja untukmu.


Felix: bagus.. istirahatlah! Misimu akan dimulai besok..


Adit: ya..


Felix: (menatap seseorang di samping Adit) bawa temanku ke kamarnya. Layani dia dengan baik!


"Baik tuan"


Adit berjalan keluar mengikuti seseorang di depannya. Felix menatap asistennya, den tersenyum jahat.


"tuan.. apakah baik jika anda menrekrut orang asing itu?"


Max: baik tuan. Saya akan lakukan sesuai perintah anda.


♡♡♡♡♡


Nikita sedang berada di rumah sakit. Hari ini adalah jadwal pemberian vaksin pada Andrew dan pemeriksaan kandungannya. Hari ini Abed tidak bisa menemani karena ada tamu dari luar negri. Pemeriksaan kandungan sudah dilakukan, pemberian vaksin juga sudah dilakukan. Setelah menyelesaikan pembayaran administrasi Nikita dan Andrew pulang. Ponsel Nikita berdering, panggilan dari Abed.


(Panggilan terhubung)


Abed: sayang, kamu dimana?


Nikita: baru mau pulang. Ada apa?


Abed: sudah selesai?


Nikita: ya.. kamu sibuk? Bekerjalah sayang, aku baik baik saja.


Abed: aku akan kirim supir kesana.


Nikita: tidak perlu sayang, aku bisa naik taxi. Aku akan ke supermarket membeli bahan makanan Andrew.


Abed: hati hati sayang, lain waktu ajaklah pelayan. Jaga dirimu, pemeriksaan terakhir kandunganmu sangat lemah. Aku tak ingin kamu terluka.


Nikita: iya, aku mengerti.. kamu juga jangan lupa makan siang.


Abed: jangan tunggu aku. Aku pulang terlambat.

__ADS_1


Nikita: hmm.. semangat sayang. I love you..


Abed: i love you too.. bye.. (memutus panggilan)


Nikita memasukan ponselnya dalam tas. Nikita mendorong kerete Andrew berjalan menuju lobby. Disaat yang sama Adit juga baru saja melakukan pemeriksaan kesehatan. Adit tidak sengaja melihat Nikita, Adit menyelesaikan administrasi dan menyusul Nikita. Adit melihat Nikita naik dalam taxi, taxi yang di tumpangi Nikita dan Andrew berjalan. Adit menumpangi taxi selanjutnya, mengikuti Nikita.


Adit: tuan, tolong ikuti taxi di depan.


"Baik tuan"


(Dalam hati Adit)


Nikita, sekian lama akhirnya bertemu. Kali ini aku membawamu pergi meninggalkan Abed. Kamu adalah milikku dari awal! Siapa Abed yang seenaknya merebutmu dariku.


 


Nikita turun dari taxi. Supir taxi membantu Nikita mengeluarkan kereta Andrew. Nikita mendudukan Andrew di kereta dan mendorong kereta Andrew masuk dalam supermarket. Adit turun dr taxi dan mengikuti Nikita. Nikita menitipkan kereta di penitipan barang, memindahkan Andrew di trolly belanjaan. Adit menatap Andrew dari kajauhan, Andrew tersenyum lucu.


Nikita mendorong trolli dan menatap Andrew. Andrew meraba wajah Nikita. Nikita mencium lembut pipi Andrew. Mengusap lembut rambut Andrew.


Nikita: sayangnya mama.. (tersenyum)


Nikita berjalan perlahan melihat kiri kanan, memilih milih keperluannya. Adit terus mengikuti Nikita dan Andrew, Nikita mengambil satu persatu kebutuhannya. Mata Adit terus mengawasi Nikita, sesekali Adit bersembunyi di balik rak rak agar tidak ketahuan oleh Nikita. Semua bahan sudah terkumpul, Nikita berjalan menuju kasir. Adit membenahi topinya dan mengikuti Nikita, Adit merubah penampilannya. Adit berdiri tepat di belakang Nikita, menunggu antrian Nikita bernyanyi bersama Andrew. Andrew tertawa senang dan ikut mengoceh.


(Dalam hati Adit)


Sayang, papa merindukamu. (Mencuri curi panndangan kepada Andrew) Papa ingin sekali memelukmu, papa menyesal meninggalkanmu dan mama. Niki, kamu harus kembali padaku! (Menatap kearah Nikita yang sedang bicara pada Andrew)


Nikita memalingkan wajah, dengan cepat Adit memalingkan wajah dan mengenakan maskernya. Adit bertindak sangat hati hati kali ini. Nikita merasa sesuatu yang janggal, perasaanya tidak enak. Nikita berusaha tenang dan tidak panik.


(Dalam hati Nikita)


Kenapa perasaanku jadi tidak tenang, seperti ada seseorang yang mengawasiku. Siapa? Kenapa? Aduh.. (menghela nafas menggosok perutnya perlahan) tenang Niki, jangan punya pikiran buruk. Ingat bayi dalam perutmu, tenang.. tenang.. tenang..


Nikita sampai di depan kasir, Nikita mengeluarkan barang belanjaanya dari trolly dan melakukan proses pembayaran. Perasaan Nikita semakin tidak enak. Tangan Nikita gemetar saat memberikan kartu membayar tagihan. Namun Nikita berusaha menutupinya dengan senyum cantiknya..


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca karya saya..


Jangan lupa beri like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar. Berikan komentar, kritik dan saran kalian. Terimakasih selalu mendukung karya karya saya.


Jangan lupa beri saya tip ya..


Bye bye..


Sampai jumpa di episode selanjutnya..


Salam hangat,


"Dea Anggie"


 

__ADS_1


__ADS_2