Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 89


__ADS_3

Maria berjalan perlahan diantara kerumunan, mencari cela mendekati Felix. Dan akhirnya Maria tepat berada di sisi Felix, Maria bersiap menggenggam erat suntikan di tangannya. Saat tangan Maria bergerak hendak membuka tutup suntikan, Max dengan cepat menarik tangan Maria dan membawa Maria keluar dari kerumunan. Max membawa Maria ke tempat sepi, Maria terkjut karena rencananya di ketahui. Max mencengkram erat tangan Maria


Maria: lepas! (Memberontak)


Max: lepas? Tidak semudah itu. Katakan apa tujuanmu? Dan ini.. (merampas suntikan dari tangan Maria) apa ini? Kamu mau mencelakai tuanku?


Maria: (tertawa) haha.. jadi kamu Max? Asisten pribadi Felix Collyn?


Max: siapa kamu? (Nada meninggi)


Maria: siapa? (Menatap mata Max dalam) Aku adalah Maria Ernest


Max: Maria Ernest? (menatap dari atas ke bawah)


Maria: lupakan, aku tidak ada urusan denganmu. Aku harus lakukan tugasku.


Maria mendorong Max menjauh dan ingin pergi, belum sempat melangkah Max menahan dan menarik Maria.


Max: jika kamu ingin mencelakai Felix, lewati aku lebih dulu. Jangan macam macam! Aku tidak akan segan padamu. (Kesal)


Maria: oh.. kamu mengancamku? Apa yang akan kamu lakukan?


Max: (mendekati Maria hingga posisi mereka sangat dekat) apa? Aku tak akan menyakiti wanita.. (membelai wajah Maria) kamu cantik namun menjadi orang jahat. Sangat di sayangkan! (Berbisik lembut) jangan membuatku melakukan hal di luar batas. Aku tidak akan melepaskanmu Maria (meniup telinga Maria lalu pergi meninggalkan Maria)


Maria: (merona, kesal) brengs*k.. pria menyebalkan awas saja kamu! Aku tidak akan tinggal diam.


Maria berjalan perlahan di belakang Max, Maria sangat kesal. Ingin sekali menghajar Max. Pikiran dan perhatian Maria kacau. Max menghentikan langkahnya dan berbalik. Karena Maria tidak fokus, Maria pun menabrak Max.


Maria: ouch... (memegang hidung)


Max: nona cantik, jika berjalan perhatikan langkahmu. Apa kamu sengaja ingin memelukku?


Maria: (menatap Max) siapa? Aku ingin memelukmu? Jangab berlebihan! Menyingkir dari hadapanku (kesal)


Max: (tersenyum, mendekat dan berbisik di telinga Maria) ini peringatan terakhir, kali ini aku melepaskanmu. Jika aku bertemu denganmu lagi, aku tidak akan melepaskanmu.


Max menarik nafas, menghirup aroma wangi tubuh Maria lalu menghembuskan nafasnya perlahan ke telinga Maria.


Deg..


Deg..


Deg..


Wajah Maria merona, jantungnya berdebar. Maria kesal, mendorong Max dan langsung pergi. Maria berlari kecil meninggalkan Max. Max tersenyum, menatap Maria yang berlari. Max kembali kedalam dan menemui Felix.


 


Max menghampiri Felix yang sedang duduj bersama Mely. Max lega melihat Felix baik baik saja.


Felix: ada apa Max?


Max: ada masalah kecil tadi, seseorang hampir saja melukaimu dengan ini. (Meletakan suntikan diatas meja, dihadapan Felix)


Felix: (memegang suntikan) sial! Siapa yang ingin bermain main denganku. Max cari tau cairan apa yang ada dalam suntikan. Aku ingin semua hasilnya besok pagi. (Memberikan suntikan pada Max)


Max: \(menerima suntikan dan memasukan dalam saku jas\) baik tuan saya akan periksa. Saya permisi, tolong tuan berhati hati.


Felix: thanks Max. (Tersenyum)


Max tersenyum dan pergi meninggalkan Felix dan Mely. Mely menatap Felix, Felix menatap Mely.


Felix: ada apa sayang?


Mely: apa ada sesuatu? Apa yang terjadi?


Felix: sepertinya kamu harus terbiasa sekarang. Banyak musuh mengincarku sayang. Dan hari ini ada seseorang yang ingin mencelakaiku. Untung saja Max menyelamatkanku.


Mely: duniamu sungguh mengerikan Felix.


Felix: kamu benar, duniaku sangat mengerikan. Jika aku tidak waspada aku akan mati kapan saja dan dimana saja.


Mely: (memegang erat tangan Felix) aku tidak akan biarkan seorangpun menyakitimu. (Bicara serius)


Felix: (mencium kedua punggung tangan Mely bergantian, lalu menempelkan dua tangan Mely ke wajahnya) thanks.. kamu adalah peri pelindungku.


Mely: (membelai wajah Felix) sama sama sayang. (Tersenyum)


Felix terus memegang erat tangan Mely. Felix menyuapi cake pada Mely. Mely tersipu, Mely sangat senang. Felix begitu perhatian dan romantis.


 

__ADS_1


Kim Ha Na kesal dan marah karena Maria gagal melakukan misi. Maria meminta maaf pada Kim Ha Na. Marian menceritakan semua kejadian yang dialami kepada Kim Ha Na.


Kim Ha Na: sial! Lagi lagi Felix lolos dari tanganku. Aku tidak akan tinggal diam! Felix harus mati ditanganku. Hubungi orang kita, terus pantau pergerakan Felix Collyn.


Maria: baik nona, saya mengerti.


Kim Ha Na: ayo turun, kita akan menyapa Tuan Alfred! Jika misi kita gagal, terpaksa kita harus menyusun rencana lagi.


Maria: iya nona.


Kim Ha Na turun dari lantai dua, Maria berjalan di samping Kim Ha Na. Kim Ha Na berjalan mendekati Alfred dan mengucapkan selamat ulang tahun. Kim Ha Na berbincang dengan Alfred dan beberapa orang lainnya.


Puas berbincang Kim Ha Na pergi meninggalkan Alfred dan yang lain. Maria mendekati Kim Ha Na.


Maria: nona, anda lelah? Ingin pulang?


Kim Ha Na: tidak aku baik baik saja. Duduklah, dan nikmati hidangannya. Aku akan ke kamar kecil.


Maria: perlu saya antar? Wajah anda pucat.


Kim Ha Na: aku baik baik saja. Jika papa menghubungimu katakan aku baik baik saja, kamu mengerti?


Maria: saya mengerti.


Kim Ha Na pergi meninggalkan Maria. Berjalan menuju kamar kecil. Kim Ha Na memperlambat langkahnya, tubuhnya terasa lemas. Kepalanya pusing dan suhu tubuhnya meninggkat.


 


Abed berbincang dengan Brian dan Amelia. Seorang pelayan tanpa sengaja menumpahkan minuman ke jas Abed.


"Maaf tuan, saya tidak sengaja"


Abed: tidak masalah, lain kali tolong lebih berhati hati.


Amelia: kak, kamu baik baik saja?


Brian: perlu pakaian ganti? Aku ada pakaian ganti di mobil. Aku akan suruh Boby ambil.


Abed: tidak perlu, aku juga membawa pakaian ganti. Aku pergi ke kamar kecil, kalian lanjutkan saja.


Amelia: hati hati kak


Abed: iya \(pergi meninggalkan Amelia dan Brian\)


Abed: nona, anda baik baik saja?


"Mmm.. maaf tuan"


Abed: nona, tubuh anda demam. Apa perlu saya antar ke rumah sakit?


"ti..dak tuan, saya baik baik saja"


\(Mencoba berdiri namun terjatuh kembali dalam pelukan Abed\)


Abed menghela nafas panjang, menggedong wanita dalam pelukannya dan membawanya keluar gedung. Abed membawa wanita itu masuk dalam mobilnya.


Abed: aku tidak bisa melihat wanita sakit. Maafkan aku lancang membawamu ke rumah sakit \(mendudukan wanita yang di gedongnya\)


Wanita itu terlihat lemah, tak bicara apa apa. Hanya menatap Abed. Abed masuk dalam mobil dan membawa mobil melesat pergi menuju rumah sakit.


Wanita di samping Abed mulai merintih kesakitan memegang perutnya. Keringat dingin bercucuran, tubuhnya gemetar. Abed panik, Abed memegang bahu wanita di sampingnya.


Abed: nona, kamu baik baik saja? Bersabarlah, kita akan segera sampai.


Wanita tersebut memegang erat tangan Abed dan menjerit kesakitan. Abed semakin cemas dan menambah kecepatan laju mobilnya.


"Ahh sakiiit.."


\(Mencengkram tangan Abed\)


Mobil berhenti di lobby rumah sakit, Abed melepaskan tangannya dari cengkaraman wanita tersebut. Abed membuka pintu mobil dan berlari ke sisi pintu mobil lainnya, membuka pintu dan menggendong wanita yang ditemuinya di pesta. Wanita itu menangis dan terus merengek. Abed berjalan cepat masuk dalam gedung rumah sakit memanggil dokter.


Tidak butuh waktu lama, wanita tersebut langsung ditangani oleh dokter. Abed menunggu di ruang tunggu, ponselnya berdering. Panggilan dari Alvin.


\(Panggilan terhubung\)


Alvin: tuan, anda dimana?


Abed: Alvin maaf, aku ada keperluan dan pergi. Kamu tetaplah disana mewakiliku, oke?


Alvin: baik tuan.

__ADS_1


Abed: sampaikan pada Brian dan Amelia aku sedang ada keperluan dan pergi meninggalkan pesta.


Alvin: baik tuan, saya mengerti.


Abed: oke, thanks Alvin \(memutus panggilan\)


Abed memasukan ponselnya kedalam saku celananya. Dokter keluar dari ruangan dan menghampiri Abed.


Abed: dok, bagaimana keadaannya?


"Istri anda menjalankan diet ketat, tubuhnya sangat lemah karena kurang nutrisi. Anda sebagai suami seharusnya lebih memperhatikan istri anda"


Abed terkejut, matanya melebar. Dokter dihadapannya telah salah paham padanya.


Abed: dok, maaf sepertinya.. \(Abed hendak menjelaskan jika dirinya tidak ada hubungan apa apa dengan wanita tersebut, belum selesai biacara kata kata terputus oleh dokter\)


"Sebentar lagi istri anda akan dipindahkan ke ruang perawatan. Tolong perhatikan pola makan istri anda, katakan pada istri anda tidak perlu diet, dan menjaga sekehatan. Saya permisi tuan"


Abed: \(menghela nafas\) ahh.. baiklah dokter, terimakasih. Maaf merepotkan anda.


"sama sama, sudah menjadi tugas dan kewajiban saya"


Dokter pergi meninggalkan Abed, Abed menggelengkan kepala menatap kepergian dokter. Perawat menghampiri Abed dan meminta Abed menandatangani sebuah berkas.


"Istri anda akan segera dipindahkan tuan"


Abed: \(tersenyum canggung\) iya..


"Saya permisi tuan, jika nyonya sudah dipindah anda bisa temani nyonya"


Perawat pergi meninggalkan Abed, Abed memijat pangkal hidungnya perlahan.


\(Dalam hari Abed\)


Astaga, ada apa dengan dokter dan perawat yang ada disini? Semua mengira aku suami wanita itu. Sungguh merepotkan.


Seseorang menghampiri Abed, memberikan kunci mobil dan sebuah tas wanita. Abed menerima kunci dan tas dari petugas parkir. Abed meraba saku


Celana mengeluarkan dompetnya, Abed mengambil uang lalu memberikan kepada petugas parkir. Petugas parkir berterimakasih lalu pergi meninggalkan Abed. Abed menatap tas wanita tersebut.


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


 


__ADS_2