
Kim Ha Na sudah di perbolehkan pulang olwh dokter karena keadaanya yang sudah membaik. Amelia duduk di samping Kim Ha Na, Brian berdiri dan memegang tangan Kim Ha Na. Brian memberikan dukungan agar Kim Ha Na bisa sabar dan kuat mengahadapi hidupnya. Kim Ha Na hanya mengangguk menanggapi kata-kata dari Brian.
"Dimana Andrew, Michael dan Mattew?" Kim Ha Na mencari anak-anaknya. Kim Ha Na menatap Amelia dan Brian.
"Tenanglah, aku meminta Michael dan Mattew untuk pulang dan istirahat. Andrew masih menenangkan diri." Jawab Brian.
"Jangan khawatir Ha Na, anak-anakmu akan baik-baik saja. (Amelia mengusap bahu Kim Ha Na.) Ayo, kami akan mengantarmu pulang." Amelia membelai rambut Kim Ha Na.
Kim Ha Na mengangguk, Amelia merangkul Kim Ha Na. Mereka berjalan meninggalkan ruangan, Brian ada di belakang Amelia dan Kim Ha Na.
♡♡♡♡♡
Andrew berjalan-jalan di taman dekat rumahnya bersama Lovely. Andrew dan Lovely duduk di kursi taman. Andrew bersandar dan menarik nafas panjan, Andrew membuang nafasnya perlahan. Lovely merasa sesak ketika melihat lelaki yang dicintainya sedih dan terluka batin seperti saat ini.
"Kamu tau Love, taman ini adalah taman yang penuh dengan kenangan. Dulu saat aku masih kecil, setiap aku menangis papaku selalu mengajakku bermain disini. Papaku selalu mengajaku naik ayunan. Aku, papa, Michael dan Mattew sering bermain disini. Karena terlalu lama bermain kadang mama sampai menyusul kemari membawakan kami cemilan, dan minuman. Saat dewasa pun, tempat ini adalah tempatku berkeluh kesah, saat aku merasa kesepian dan bosan aku juga datang kesini." Andrew memandang sekeliling taman. Terbayang-bayang kenangan masa lalu.
"Sabar Andrew, kuatkan hatimu. Jangan pernah merasa sendiri. Kamu masih memiliki Bibi Kim, Michael, Mattew dan juga kami. Kami akan selalu ada untukmu." Lovely memegang tangan Andrew dan menggenggam erat. Menguatkan hati lelaki pujaan hatinya.
"Ya, masih ada kalian dan dia yang membunuh papaku." Guman Andrew dengan suara lirih.
"Apa? Kamu bicara apa." Lovely tidak jelas mendengar perkataan Andrew.
"Tidak ada Love, bukan hal penting! ahhh aku lelah ingin mandi dan tidur." Keluh Andrew.
"Jika lelah istirahatlah. Ayo pulang." Sahut Lovely.
Andrew tersenyum pada Lovely, berdiri dan berjalan bersama Lovely kembali ke rumahnya. Andrew dan Lovely bergandengan tangan berjalan berdampingan.
♡♡♡♡♡
Brian, Amelia dan Kim Ha Na sampai di rumah bersamaan dengan datangnya Lovely dan Andrew. Andrew melihat Kim Ha Na tersenyum kearahnya, terlihat bekas infus di tangan kiri Kim Ha Na. Andrew mendekat dan memeluk Kim Ha Na.
"Maaf ma, Andrew tidak menjaga mama." Kata Andrew.
"Tidak masalah sayang, mama baik baik saja. (Melepas pelukan) pergi mandi dan istirahat. Mama akan masak makan malam." Kim Ha Na meraba wajah Andrew.
__ADS_1
Andrew mengangguk. Andrew menatap Amelia dan Brian. "Paman, bibi terimakasih sudah mau menjaga mamaku."
"Tidak perlu sungkan Andrew. Kita adalah keluarga, mamamu adalah adikku, tentu saja sudah menjadi tanggung jawab kami menolong dan membantu." Brian tersenyum.
"Jangan murung nak, sabar dan bawa dalam doa semua keluh kesahmu." Sahut Amelia.
Andrew tersenyum dan masuk kedalam rumah. Bibirnya memang tersenyum tetapi tidak dengan hatinya.
"Aku akan memasak, kamu istirahat saja Ha Na." Amelia menemai Kim Ha Na berjalan ke kamar Kim Ha Na.
Saat memasuki kamarnya Kim Ha Na langsung merasa sedih. Kim Ha Na meminta Amelia meninggalkannya sendiri di kamar. Amelia mengerti dan pergi kedapur untuk memasak, Kim Ha Na menutup pintu dan menyandarkan kepalanya di pintu. Kim Ha Na menangis.
"Belum lama pergi, aku sudah merindukanmu seperti ini Abed. Bagaimana ini, bisakah aku hidup tanpamu?" Kim Ha Na menyeka air mata dan berjalan menuju ranjangnya. Kim Ha Na duduk di tepi ranjang dan melihat fotonya bersama Abed. Kim Ha Na meraba wajah Abed di dalam foto. Air matanya terus menetes.
"Apa aku bisa hidup tanpamu? Sekian lama hidup bersamamu, belum pernah sekalipun kita berpisah. Sekarang aku harus berpisah selamanya denganmu. Aku tidak bisa Abed, aku tidak bisa." Kim Ha Na terus menangis.
Setelah menikah bersama Abed, belum pernah sekalipun Abed pergi meninggalkan Kim Ha Na. Walaupun harus pergi keluar negri untuk perjalan dinas Abed akan membawa keluarganya bersamanya. Abed tidak ingin istri dan anak-anaknya merasa kesepian. Selama itu pula Kim Ha Na perlahan sudah mulai terbiasa bersama dan melakukan semuanya bersama Abed.
Mereka melakukan hal kecil sampai hal besar bersama-sama. Abed telah berubah sepenuhnya menjadi sosok lelaki dewasa yang bertanggung jawab penuh pada keluarga. Seberat apapun masalah yang dihadapi Abed, Abed akan membungkam mulutnya untuk bercerita kepada Kim Ha Na. Abed hanya ingin istri dan anak-anaknya bahagia. Bagi Abed tidak ada yang lebih penting lagi selain keluarganya.
♡♡♡♡♡
Selesai mandi Andrew bercermin di depan cermin yang ada di kamar mandinya. Andrew benar-benar merasa marah dan murka. Karena tidak dapat menahan emosinya Andrew memukul cermin yang ada di depannya.
Brraaaakkkk..
(Suara pukulan)
Cermin retak, darah mengalir di cermin. Tangan Andrew terluka, Andrew tak merasakan apa-apa selain luka dalam hatinya. Andrew kembali menangis mengingat papanya. Andrew mere**s rambutnya dan menjerit. Andrew seperti orang yang sudah hilang akal.
"Aaarrrrggghhhh." Teriak Andrew kembali memukul cermin di depannya beberapa kali hingga cermin tak memiliki permukaan yang rata, yang ada hanya retak dan darah.
Tok..
Tok..
__ADS_1
Tok..
(Suara pintu diketuk)
Klekkkk..
(Suara pintu dibuka)
Lovely mengetuk pintu kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi. Lovely erkejut melihat Andrew dengan tangan yang terluka dan berdarah. Andrew menatap tajam ke arah Lovely, Lovely melebarkan mata. Tatapan mata Andrew yang dilihatnya sangat menyeramkan. Lovely perlahan mendekati Andrew.
"Jangan dekati aku Love. Jangan mendekat. Pergi Love.." kata Andrew.
"Tapi tanganmu.. " Jawab Lovely.
"Pergi!" Suara Andrew meninggi.
Lovely tau emosi Andrew tidak dalam keadaan baik. Lovely mengangguk dan pergi kekuar kamar mandi. Andrew mengacak-acak rambutnya merasa sangat kesal.
Diluar pintu kamar mandi Lovely berdiri dan terdiam. Lovely merasa sangat sedih.
"Kenapa kamu menyiksa dirimu sendiri Andrew, apa yang bisa aku lakukan untukmu? Jangan seperti ini Andrew, aku sangat sedih melihatmu seperti ini." Dalam hati Lovely.
@@@@@..... @@@@@.....
HALLO..
Hmmmmmm.. bagaimana? Apakah masih ada yang sedih dan merasa sesak seperti saya? Huuuffhhh.. saya terus menarik nafas dalam dalam menulis beberapa episode ini..
Jangan lewatkan episode selanjutnya ya..
Beri like,, komen dan juga vote..
Terimakasih..
Bye bye..
__ADS_1
♡Dea Anggie😉♡