
"Maafkan aku.. ampuni aku.. aku bersalah. Aku tidak seharusnya melukai orang lain, aku sudah di butakan oleh dendam dan kebencian, sampai-sampai aku melupakan ajaran papa dan mama. Kasihku terpendam dendam dan kebencian. Mama.. papa.. maafkan aku.. maafkan aku.. aku menyesal, aku menyesali semua perbuatanku. Sungguh aku tidak akan seperti ini lagi, papaaaaaa.." dalam hati Andrew menjerit, Andrew meraung seperti seekor singa.
Andrew menangis, air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Seluruh tubuhnya gemetar, Andrew mencengkram bajunya yang menutupi luka bekas tusukan. Tanpa disadari Andrew darah merembes keluar, sepertinya luka Andrew terbuka.
Andrew mengabaikan rasa sakit dan nyeri di perutnya karena Andrew berfikir hanya rasa sakit efek dari obat bius yang sudah hilang. Andrew tidak melihat jika di bajunya sudah terjiplak darah.
"Love, dimana kamu?" Batin Andrew mencari Lovely.
Tok..
Tok..
Tok..
Terdengar suara pintu di ketuk, tidak lama pintu di buka. Andrew menatap arah pintu, seseorang masuk dan kembali menutup pintu.
Mata Andrew melebar, yang dilihatnya bukan Brian melainkan Flip dan bayangan di Flip. Wanita dengan rambut terurai, Flip melangkah kan kaki mendekati Andrew. Flip mengerutkan kening melihat bercak merah di baju dan selimut Andrew. Flip berlari cepat mendekati Andrew.
Flip meletakan bungkusan tas berisi sup untuk Brian, pesanan dari Lovely. Flip membuka selimut dan langsung menyibakkan baju Andrew. Andrew terkejut, hanya melihat apa yang Flip lakukan.
"Pria bodoh! Lukamu terbuka." Kata Flip menatap Andrew.
Flip menekan Bel yang ada di samping Andrew, berharap perawat segera datang.
"Bagaimana bisa lukaku terbuka?" Guman Andrew.
"Bagaimana bisa hanya kamu yang tau, sampai seperti ini jika aku tidak datang kamu akan kehabisan darah Andrew. Apa kamu tidak merasa sakit atau nyeri saat lukamu kembali terbuka?" Flip mulai mengomel.
"Bicaramu sudah seperti mamaku Flip, aku merasakan sedikit sakit aku kira hanya efek bius yang menghilang. Aku terlalu banyak berfikir sampai tidak tau jika lukaku terbuka." Jawab Andrew.
Klekkkkk..
Pintu terbuka, dokter dan perawat datang dengan langkah tergesa-gesa mendekati Andrew. Flip menjauh dari Andrew dan mundur beberapa langkah kebelakang. Naomi tiba-tiba muncul di belakang Flip, mencengkram baju Flip.
"Ada apa dengannya?" Tanya Naomi.
Flip menggunakan suara hati untuk berkomunikasi dengan Naomi. "Luka kakakmu terbuka, jangan cemas! Kakakmu pasti akan baik-baik saja."
"Mmmm.." suara Naomi lirih.
Dokter memeriksa keadaan Andrew, Flip beberapa kali mendengar erangan Andrew, Flip merasa kasihan.
Karena tidak tahan mendengar keluhan Andrew, Flip memutuskan keluar dari ruangan. Flip juga ingin agar dokter fokus mengobati Andrew tanpa gangguan, Naomi pergi entah kemana, mungkin bersembunyi di kamar mandi dan hanya bisa mendengar suara Andrew saja. Karena Andrew juga bisa melihat Naomi maka Naomi pun menjadi tidak leluasa muncul, karena Naomi takut saat erakhir kali pertemuannya dengan Andrew di rumau Andrew.
Flip keluar dan menutup pintu, Brian berjalan dan berhenti, terkejut melihat Flip.
"Hai Flip, selamat pagi.." sapa Brian dnegan senyuman.
"Pagi paman, paman darimana?" Tanya Flip.
"Oh.. paman dari taman depan, paman mencari udara segar. Kenapa keluar? Tidam masuk?" Tanya Brian.
"Hmm.. di dalam ada dokter yang memeriksa Andrew. Lukanya terbuka paman, saat aku masuk dan mendekat aku melihat darah menembus bajunya. Mungkin dia terlalu banyak bergerak atau entah apa yang sedang dia lakukan." Jawab Flip yang juga merasa bingung.
"Kemarilah Flip ikut paman duduk. Paman juga ingin bicara padamu." Brian berjalan perlahan menuju kursi ruang tunggu yang ada di depan kamar.
Flip mengikuti Brian di belakang, Brian duduk. Begitu juga Flip, Flip penasaran apa yang ingin Brian sampaikan. Flip duduk di samping Brian, diam-diam Flip mencoba kemapuannya, membaca pikiran Andrew.
Flip melebarkan mata, "mustahil.. apa ini, paman Brian memang sedang tidak memikirkan apa-apa atau kemampuanku yang melemah? Kenapa aku tidak bisa membaca pikiran paman Brian?" Flip sedikit kecewa, inilah pertama kalinya Flip seperti seseorang yang sangat lemah. Karena tidak bisa membaca pikiran lawan bicaranya.
"Sejak kapan kamu tau kejadian Lovely dan Andrew Flip?" Tanya Brian memulai pembicaraan.
"Tidak lama paman, baru kemarin. Aku menjemputnya di rumah seseorang bernama Julian. Dia seorang pemuda yang cukup tampan dan jika dilihat dari lingkungan tempat tinggalnya dia adalah orang yang punya banyak uang. Aku bertanya kepada Lovely, Lovely mengatakan Julian adalah orang yang menolongnya. Saat Lovely lari dari kejaran Andrew, Julian memberi tumpangan Lovely untuk naik ke mobilnya dan memberikan Lovely tempat untuk bermalam. Lovely mengatakan jika Julian bersikap baik padanya. Ada apa paman? Apa ada masalah?" Tanya Flip penasaran.
"Mmmm begitu ya.. lalu, bagaimana pendapatmu mengenai ini? Kamu tentu tau jika Andrew melakukan sesuatu pada Lovely. Andrew sudah akui itu, Lovely juga sudah mengaku. Keduanya meminta maaf dan.." Brian tiba-tiba terdiam.
"Dan tentu paman memaafkan mereka. Bukankah begitu paman? Apa paman ragu dengan keputusan paman? Paman ingin menghukum Andrew? Karena menurutku sikap Andrew memang sudah melewati batas, memukul, menganiaya bahkan ingin melecehkan dan membunuh. Paman.. sungguh-sungguh ingin Andrew hanya minta maaf? Paman yakin Andrew akan berubah?" Flip meluapkan semua isi hatinya.
"Tenangkan dirimu Flip, jangan emosi. Paman sudah katakan pada Andrew untuk merubah sikapnya, mau mengasihi dan mengampuni. Mau marah pun paman yang akan rugi, marah juga tidak menyelesaikan masalah yang ada. Paman hanya ingin sebuah pengakuan dan penebusa. Itu saja, sebagai korban paman juga sudah menasihati Lovely untuk mau memaafkan, meski Andrew belum meminta maaf paman meminta Lovely memaafkan Andrew terlebih dulu. Hanya itu yang bisa paman lakukan, selebihnya hanya waktu yang akan menjawab. Paman sudah berusaha adil, tidak menghukum dan tidak memihak, apa menurutmu paman salah melakukan ini? Ya.. paman akui Andrew memang kelewatan, tapi apa kamu juga tau jika Andrew juga merupakan korban? Kehilangan orangtua atau seseorang yang di cintai adalah sesuatu yang bisa merubah seseorang dalam sekejap Flip. Kita juga tidak bisa menyalah Andrew sepenuhnya, dia merasa kecewa, kesal dan sangat kehilangan papanya. Disisi lain Lovely hanya ingin menolong Andrew dari keterpurukan, membantu Andrew agar tidak berlarut dalam kesedihan. Lovely memberi kasih namun di balas oleh kemurkaan, apakah kasih harus mengalah? Tidak..! Kasih harus tetap teguh berdiri, sayang sekali Andrew tidak bisa mengendalikan diri dan akhirnya terjadi kejadian fatal seperti ini. Kini keduanya sudah mengakui, kesalaha masing-masing, dan sekarang yang paman inginkan adalah keduanya saling memafkan dengan ketulusan hati, kembali saling mengasihi itu saja Flip. Yang menjadi paman kacau saat ini adalah, jika bibimu tau. Paman tidak akan jamin Andrew akan baik-baik saja. Bibimu juga korban dimasa lalu, melihat putrinya seperti ini apakah dia akan terima?" Brian menjelaskan, Brian menyandarkan tubuhnya mengusap kepalanya sendiri.
Flip tertegun mendengarkan perkataan Brian. Flip sangat bangga pada pamannya, meski di sakiti tidak menaruh dendam pada orang yang menyakiti. Flip tau benar jika hati pamannya sangat sakit namun berusaha untuk tetep memaafkan bahkan mau mengasihi. Flip menutup matanya kilas, menghela nafas panjang.
"Paman, aku tidak bisa bicara apa-apa lagi. Karena jujur saja, jika aku yang berada di posisi paman atau orang lain pasti tidak akan terima anaknya dianiaya. Namun berbeda dengan paman yang masih ingin memberi kesempatan kepada orang yang bersalah untuk berbuat baik. Aku akan menjadi orwng pertama yang belajar kasih darimu paman.
"Ahahaha.. (tertawa kecil) yang kamu dengar dan kamu lihat memang terlihat mudah Flip. Namun kamu akan tau betapa sulit menjalani ini semua, jika suatu saat keadaan mengijinkanmu mengalaminya. Pamam akan tegaskan sekali lagi padamu, tidak ada larangan kecewa, kesal, atau membenci. Karena itu sudah sifat alami yang tertaman dalam diri manusia, hanya saja bijaklah dalam menyikapi rasa kesalmu, kecewamu juga kebencianmu. Mereka akan merusak hidupmu jika kamu biarkan mereka ada dalam hatimu. Siram lah mereka dengan kasih yang memang sudah melekat dalam hatimu, ikat mereka menjadi satu ikatan yang nantinya akan menghasilkan sesuatu yang indah yaitu kedamaian hati. Namun kita harus berlajar, jika kita menilai orang lain salah, apakah kita sudah benar? Jika kita menilai kekurangan orang lain, maka ingatlah diri kita pun juga punya kekurangan. Di dunia semua manusaia sama Flip, baik wanita atau pun pria. Setiap manusia memiliki dua sisi, baik dan buruk. Sebaik-baiknya seseorang pasti memiliki sisi buruk yang jauh tersembunyi. Dan seburuk-buruk nya seseorang juga mempunyai sisi baik yang tersembunyi. Baik buruk bukan kita yang menilai, kita menjalankan namun bukan kita sepenuhnya yang memutuskan apakah yang kita jalankan berhasil atau tidak. Jangan kecewa jika kita gagal, jangan merasa kesal jika kita di rendahkan, jangan merasa sedih jika kita di sakiti, dan jangan pernah dendam. Semua ini hanya roda permainan yang selalu terus berputar. Yang melakukan hal buruk pada kita nantinya juga akan mendapatkan hasilnya, kita tidak perlu cemas. Jadikan ini semua pelajaran hidup, dan menjadikan kita semakin kuat. Oke?" Brian memegang tangan Flip erat.
Flip mengangkat kepala menatap Brian. "Paman.." Flip tersentuh dengan kata-kata Brian.
"Hei, kamu seorang pria. Jangan lemah seperti itu! Jadilah kuat Flip, jika bukan dirimu sendiri yang membentuk kekuatan untuk melindungi diri sendiri, makan siapa yang akan kamu andalkan? Kami orang tua tidak akan selalu berada dekat dengan anak-anaknya begitu juga sebakiknya. Tumbuh lah menjadi pria hebat dan kuat, jangan gunakan kehebatan dan kekuatan mu untuk menindas orang lain. Jadi lah penolong yang lemah nak, tidak peduli siapapun. Kamu harus menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Sekalipun itu musuhmu!" Brian merangkul Flip dan menepuk bahu Flip perlahan.
__ADS_1
Flip tersenyum mengangguk. Hatinya terasa sejuk, penuh dengan energi positif.
Kleekk..
(Suara pintu)
Pintu ruangan terbuka, dokter dan perawat keluar dari ruangan. Peeawat menutup kembali pinru ruanga, lalu bergegas pergi meninggalkan dokter. Brian berdiri di ikuti Flip, Brian melangkah perlahan berjalam mendekati dokter.
"Dok, apa ada masalah?" Tanya Brian.
"Tidak ada masalah besar tuan, hanya lukanya sedikit terbuka. Karena belum menutup sempurna mmebuat darahnya terus mengalir keluar. Sudah saya tangani dan semuanya baik-baik saja, anda tidak perlu cemas." Dokter menjelaskan.
"Ahh begitu, terimakasih dok." Brian tersenyum.
"Saya permisi," dokter pergi meninggalkan Brian dan Flip.
Seorang perawat mendekat mendorong sesuatu. Lalu berhenti di depan ruangan Andrew, perawat itu mengambil nampan berisi makanan. Brian menyapa perawat itu menanyakan kan sesuatu yang di bawanya.
"Apa itu makanan untuk pasien?" Tanyw Brian.
"Benar tuan." Jawab perawat.
"Berikan padaku, biar aku yang membawanya masuk." Brian mendekati perawat.
Perawat itu mengangguk dan memberikan nampan berisi makanan kepada Brian. "Terimakasih tuan, saya permisi." Perawat itu pergi melanjutkan pekerjaanya.
"Ayo Flip, bantu paman membuka pintu." Perinta Brian.
"Baik paman." Jawab Flip dengan cepat.
Flip membuka pintu, Brian masuk kedalam kamar diikuti Flip, Flip menutup pintu dan berjalan dibelakang Brian.
Brian mendekati Andrew, meletakan makanan Andrew di meja lalu menyiapkan makanan Andrew.
Andrew menatap Brian seakan ingin mengatakan sesuatu, "jangan bicara dulu, makanlah! Jangan biarkan perutmu kosong." Ucap Brian.
"Paman, Lovely memintaku membawakan sup untuk paman. Paman makanlah supnya sebelum dingin. Biarkan aku yang membantu Andrew." Flip menawarkaj bantuan.
"Baiklah jika seperti itu, kamu sudah sarapan Flip?" Tanya Brian.
"Sudah paman, aku makan sup juga tadi, aku sangat lapar karena tidak tahan aku maka di tempat yang menjual sup itu." Jawab Flip menjelaskan.
"Dia hanya menghubungiku lewat telepon paman. Dia mengatakan ingin ke kantor karena ada pekerjaan mendesak, oleh karena itu memintaku membawakan makanan untuk paman. Dan mmeberitahuku jika papa dan mamaku akan datang, apakah itu benar? Tanya Flip menatap Brian yang sudah duduk di sofa membuka kotak makan.
"Ya.. mereka dalam perjalan. Andrew, habisakan makananmu jika tidak bisa makan jangan memaksa. Jangan terlalu banyak berfikir, tubuhmu masih lemah. Perhatikan kesehatanmu, jika kamu sudah pulih lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Paman tidak akan melarang, untuk saat ini paman minta kamu berbaring dan menuruti apa kata dokter! Apa kamu mendengar perkataanku Andrew?" Tanya Brian.
"Ya.. paman. Aku dengar." Suara Andrew serak.
Brian menikmati sup nya yang hangat. Flip menyiapkan makanan Andrew, Flip berdiri di samping Andrew.
"Mau aku suapi atau kamu makan sendiri?" Tanya Flip pelan.
"Makan sendiri, aku bukan anak-anak." Jawab Andrew.
"Ya baiklah, aku tau." Flip menarik kursi dan duduk, menatap Andrew yang sedang makan.
Karena Ada Brian, Andrew menggunakan suara hati untuk berkomunikasi dengan Flip.
(Percakapan dengan suara hati)
"Flip, kamu bisa dengar aku?" Andrew memanggil, Andrew menyendok makanan dan melahap perlahan.
"Mmm.." jawab Flip.
"Kamu mengenal Naomi? Dia bersamamu?" Tanya Andrew lagi.
"Ya, dia selalu bersamaku. Aku sangat dekat dengan Naomi, ada apa?" Tanya Flip.
"Sedekat apa? Dia tidak melihatku. Kami sempat bertengkar saat dia menemuiku, aku mengusirnya. Aku menyesal, seharusnya aku bersikap baik padanya." Keluh Andrew.
"Hahhhh.. penyesalan selalu datang di akhir. Jangan khawatir, dia baik-baik saja, dia mengatakan padamu jika dia tidak akan mengganggumu dan mencampuri uruasanmu lagi. Adikmu itu hanya ingin melihat kakaknya hidup bahagia!" Jawab Flip.
"Ya aku mengerti.. kamu sudah bertemu Lovely?"
"Sudah, aku membawanya kembali dsri rumah seorang pemuda tampan bernama Julian. Dia terlihat menyukai Lovely. (Flip melirik ke arah Andrew, tangan Andrew memegang sendok dengan erat seakan kesal) kenapa? Kamu cemburu?" Flip mengatakan dengan sengaja.
"Kecemburuanku tidak ada artinya lagi Flip. Aku menyakitinya, aku tidak mau Lovely menderita bersamaku. Jika memang harus bahagia bersama orang lain maka aku akan melepaskannya." Jawab Andrew.
"Dasar bodoh! Lovely hanya mencintaimu Andrew bodoh! Walaupun kamu menyakiti hati dan tubuhnya cintanya padamu tidak pernah berkurang. Dan itu terlihat jelas saat dia menceritaka kejadian dimana kalian terakhir kali bertengkar hebat." Flip menjelaskan.
__ADS_1
Mata Andrew melebar, Andrew meletakan sendok dan menatap Flip. Flip menatap Andrew dan mengerutkan dahi.
"Kamu tidak percaya padaku? Kamu pikir bagaimana aku bisa tau semuanya, aku bisa membaca apa yang ada di dalam pikirannya, sama seperti saat ini. Aku juga sudah membaca pikiranmu, kamu juga mencintai Lovely kan? Tak ingin kehilangannya." Flip melipat tangan di depan dadanya.
"Flip..." mata Andrew berkaca-kaca.
"Jangan menatapku dengan mata berkaca-kaca. Dasar bodoh, jika cinta dan sayang tidak seharusnya kamu menganiaya nya. Untung saja aku bukan papanya Lovely, jika aku papanya aku akan langsung mengirimu ke penjara dan akan meminta kepala polisi mengurungmu seumur hidup. Kamu sangat menjengkelkan Andrew, ingin rasanya aku memukulmu." Flip memaki dan terus-terusan mengomel.
Andrew tersenyum lebar, "terimakasih Flip.. aku akan menebus kesalahanku pada Lovely. Aku janji padamu." Kata Andrew.
"Mmm bagusalah! Aku pegang kata-katamu pria bodoh!" Flip tersenyum tipis menatap Andrew.
Andrew kembali melanjutkan makannya, Brian mengerutkan dahi. Suasana begitu hening, tidak ada suara atau kata-kata keluar. Walau hanya suara gumanan.
"Apa yang mereka lakukan? Hanya saling memandang dan melakukan isyarat mata? Ah sudahlah.. aku akan makan dan memikirkan cara bagaimana caranya bicara dan menceritakan masalah ini pada Amelia. Masalah satu selesai, pasti akan ada masalah baru yang akan ditimbulkan nyonya candra kedepannya. Sangat merepotkan." Batin Brian mengeluh.
@@@@@... @@@@@..
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1