Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 73


__ADS_3

Brian dan Boby berbincang di ruang kerja Brian. Boby mendengarkan semua cerita Brian. Brian bercerita mengenai hal hal penting selama Boby tidak ada. Boby terkejut mendengar beberapa hal, tidak disangka selama dirinya tidak ada banyak kejadian diluar dugaan yang terjadi.


Brian: carikan aku satu atau dua orang pengasuh Bob. Aku tidak tega melihat istriku menjaga dua anak sendiri.


Boby: baik tuan, akan segera saya carikan. Ada hal lain?


Brian: hmm.. aku ingin bertanya, jawab dengan jujur Boby. Apakah kamu menyukai adikku? Apa kalian berkencan?


Boby: (terkejut, wajah merona) mmmhh.. itu.. saya.. (terdiam sejenak, menghela nafas panjang) saya memang menyukai Leny. Dan berniat menikahinya, jika tuan berkenan.


Brian: (tersenyum) silahkan Bob.. aku dengan senang hati merestui. Mulai sekarang kamu adalah saudaraku, jangan panggil aku tuan. Panggil saja Brian..


Boby: tidak bisa, bagaimana pun tuan adalah atasan saya. Saya tidak bisa meamnggil nama anda sembarangan.


Brian: begini saya, panggil aku kakak bagaimana? Bukankah itu sopan? Adik Boby? (Menggoda)


Boby: (tersenyum) baiklah ka.. ehemmmhh.. kakak Brian.


Brian: thanks Bob, kamu selalu membantuku. Aku percaya kamu bisa bahagiakan Leny. Tidak sia sia aku meninggalkanmu di Jakarta.


Boby: aku senang, kakak merestui hubungan kami. Aku akan segera ajak papa dan mamaku bertemu kalian.


Brian: kamu saja yang atur pertemuannya. Aku siap bertemu kapan saja, lebih sering bertemu lebih bagus.


Boby: baiklah, dimengerti kakak.


Boby manatap Brian, Brian tertawa menatap Boby. Brian merasa senang jika Boby menjadi salah satu anggota keluarganya.


 


Amelia masuk kedalam ruang kerja Brian. Boby meminta ijin untuk pergi. Boby pergi meninggalkan ruangan, meninggalkan Amelia dan Brian. Amelia mendekat dan meletakan air lemon di atas meja. Amelia menatap Brian, Brian fokus menatap Komputer di hadapannya. Amelia merangkul Brian dan mencium lembut pipi Brian.


Brian: ada apa sayang?


Amelia: sedang sibuk? Apa banyak pekerjaan?


Brian menatap Amelia, dan menarik Amelia dalam pangkuannya. Brian membelai lembut rambut Amelia.


Brian: katakan, ada apa?


Amelia: tidak ada, aku hanya merindukanmu sayang. (Meraba wajah Brian dan tersenyum cantik)


Brian tersenyum, Amelia mengecup bibir Brian beberapa kali.


Cup..


Cup..


Cup..


Cup.. kecupan terakhir ditahan Brian. Brian mehan tengkuk Amelia, Brian mencium lembut bibir Amelia. Amelia mengusap pumggung Brian membalas ciuman Brian. Tiba tiba ponsel Brian berdering, ada panggilan masuk. Brian melepas ciuman dan mencium kilas hidung Amelia. Brian mengambil ponsel diantas meja dan melihat layar ponsel, panggilan dari kepala polisi.


(Panggilan terhubung)


Brian: ya tuan, ada apa? Apa ada masalah dengan Abed?


"Hallo tuan, maaf mengganggu. Ada seseorang yang memohon kepada saya agar bisa menemui tuan"


Brian: oh ya, siapa? (Mengerutkan dahi)


"Seorang bernama Jeff. Pelaku penembakan Ben dan Max"


Brian: ada kepentingan apa? Sampai ingin menemuiku?


"Dia mengatakan pada saya jika ingin bertemu anda, itu saja"

__ADS_1


Brian: baiklah, aku akan segera datang. Terimakasih tuan..


"Maaf mengganggu waktu anda tuan Candra"


Brian: tidak masalah tuan.. (memutus panggilan)


Brian meletakan ponsel di meja, Amelia menatap Brian.


Amelia: ada apa?


Brian: Jeff ingin menemuiku. Pasti ingin memohon padaku, karena Felix mengabaikannya.


Amelia: jika ini perangkap bagaimana? Felix begitu licik.


Brian: tenanglah, suamimu bukan lelaki bodoh sayang. Aku pasti mengatasi ini dengan baik.


Amelia: hati hati sayang. Aku mencintaimu. (Mengecup lembiut bibir Brian)


Amelia berdiri diikuti Brian, Brian merapikan berkas dokumen di atas meja. Brian menggandeng tangan Amelia keluar dari ruang kerjanya. Mereka berjalan menuju teras depan rumah. Brian naik dalam mobil dan pergi, Amelia melambai dan berjalan masuk. Amelia menutup kembali pintu rumahnya.


♡♡♡♡♡


Kantor polisi..


Brian bertemu Jeff. Jeff berlutut dan meminta maaf kepada Brian, meminta pelindungan kepada Brian.


Brian: berdirilah Jeff. Aku tau maksud dan tujuanmu memintaku datang. Maaf.. aku tidak bisa menjamin mu bebas. Namun akui bisa menjamin hidup keluargamu. Sampai kamu bebas.


Jeff senang, Brian mau memperhatikannya dan keluarganya. Jeff mengangguk perlahan.


Jeff: baiklah tuan, saya mengerti maksud anda. Saya memang harus bertanggung jawab dengan perbuatan saya. Terimakasih atas kebaikan anda tuan. Saya sangat berterimakasih. (Menunduk)


Brian: (berdiri, membantu Jeff berdiri) bagus jika kamu mau menyesali perbuatanmu. Jangan khawatirkan keluargamu, aku bantu mereka sebisaku Jeff.


Jeff: terimakasih tuan, saya bisa menjalani hukuman saya dengan tenang. Sampaikan permohonan maaf saya kepada supupu saya Max.


Jeff mulai mengetik pesan permintaan maaf dan penyesalan. Dengan sabar Brian menunggu, Jeff mengembalikan ponsel kepada Brian. Brian menerima dan mengirim pesan Jeff pada Max.


Brian: pesanmu sudah aku sampaikan. Jika Max sembuh, aku akan suruh dia mengunjungimu.


Jeff: baik tuan, saya mengerti.


Brian: Jaga dirimu baik baik Jeff. Aku harus kembali pulang.


Jeff: baik tuan, terimakasih.


Brian menepuk bahu Jeff perlahan dan pergi meninggalkan Jeff. Brian pergi menemui Abed di ruangan yang berbeda. Brian masuk dalam ruangan dan menutup ruangan. Abed sudah duduk menunggu Brian.


Brian: hai, maaf membuatmu menunggu lama. Aku baru saja menemui seseorang di ruangan lain.


Abed: siapa? Apa terjadi sesuatu?


Brian: masih ingat tentang Ben dan Max? Mereka tertembak oleh seseorang bernama Jeff. Dan aku baru saja menemuinya.


Abed: baiklah, aku mengerti. Bagaimana kabar anak anak di rumah. Aku sudah rindu pada mereka.


Brian: (mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menunjukan rekaman video terbaru andrew) lihatlah, bukankah Andrew sangat menggemaskan?


Abed mulai melihat video. Dimana Andrew duduk dalam pangkuan seorang wanita cantik.


Abed: siapa wanita yang yang berasama Andrew?


Brian: adik sepupuku, Mely namanya.


Abed: oh.. Andrew terlihat senang dan menyukai Mely.

__ADS_1


Brian: kamu benar, sekarang Andrew hanya ingin menempel pada Mely.


Abed: (selesai melihat rekaman Video dan meletakan ponsel diatas meja) apakah amelia juga baik baik saja?


Brian: ya, Amelia baik baik saja. Mamamu juga, mamamu sering berkunjung ke gereja sekarang. Membantu biarawati mengurus anak anak panti asuhan.


Abed: mamaku tidak pernah mengeluh sesuatu padamu?


Brian: mengeluh apa, tanpa mengeluh pun aku tahu, jika dia sangat merindukanmu. Akhir pekan ini aku meminta ijin agar kamu bisa pulang dan menginap di rumah. Aku akan bicara pada kepala polisi.


Abed: terimakasih Brian. Aku bersyukur memiliki saudara sepertimu.


Brian: teruslah tekun dalam doamu Abed. Karena apa yang kita rencanakan tidak semuanya bisa terlaksana. Sepandai pandainya manusia menyusun rencana, jika Tuhan berkata tidak, maka semuanya akan sia sia. Namun, kita hidup tidak boleh ada kata menyerah dan putus asa. Kita harus terus berjalan, sesulit apapun perjalan kita pasti akan ada harapan menuju jalan yang mudah untuk lalui. Inilah hidup, ada suka ada duka, ada hal baik dan juga ada hal buruk. Seperti halnya dunia ini yang memiliki pagi dan malam.


Abed: (mengela nafas) kamu selalu memberiku ketenangan Brian. Kata katamu sangat menyentuh.


Brian: apa kamu ingin makan sesuatu? Besok aku akan mengirim makanan kepadamu.


Abed: boleh aku meminta pasta? Aku ingin sekali makan pasta.


Brian: baiklah, aku akan kirim besok. Sekarang aku harus pulang, lain waktu kita bertemu kembali. Soal perusahaanmu juga aman.


Abed: oke Brian, pulanglah. Sampai jumpa lain waktu.


Brian tersenyum, mengambil ponselnya di meja dan berjalan keluar ruangan. Brian menghubungi Thomas, meminta Thomas mencari informasi mengenai keluarga Jeff.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


 


__ADS_2