
Amelia menunggu Angela di rumah sakit. Sekarang Angela suda di pindah di kamar pasien. Amelia duduk memegang tangan Angela. Amelia terlihat sedih. Ponsel Amelia berdering, panggilan dari Brian.
(Pangilan terhubung)
Amelia: hallo..
Brian: sayang, kamu dimana?
Amelia: rumah sakit, Angela sudah di pindah ke ruang VIP.
Brian: jangan tinggalkan Angela sendirian. Aku akan kirim Arson kembali kesana.
Amelia: iya.. ,kamu dimana?
Brian: aku di kantor polisi. Boby sudah datang?
Amelia: iya, boby ada disini. Apa ada masalah?
Brian: benar dugaan mu, David lah pelakunya. 30 menit sebelum Angela datang, dia menyusup masuk apartemen Angela.
Amelia: jadi yang melakukannya?
Brian: sudah dipastikan David.
Amelia: pria jahat! Aku sangat kesal!
Brian: kamu mengejekku sayang?
Amelia: yang aku maksud David, bukan kamu. Kalau kamu kesayanganku.
Brian: hmm.. jantungku ingin lepas
Amelia: kenapa kita seperti muda mudi yang sedang kasmaran? Haha..(tertawa)
Brian: haha.. (tertawa) okey, tunggu Arson datang. Kamh bisa pulang jika ingin pulang. Aku masih ada sesuatu yang diurus.
Amelia: iya, aku mengerti. Kamu hati hati sayang.
Brian: kamu juga jaga diri sayang. Emuuach..
Amelia: (tersenyum) bye sayang.. (panggilan terputus)
Amelia menyimpan ponselnya disaku. Menatap Angela yang sedang tidur.
(Dalam hati Amelia)
Jika tidur sangat mirip dengan Daniel. Daniel maaf.. aku tidak bisa menjaga kakakmu. (Memegang erat tangan Angela)
Angela perlahan membuka mata, tangannya bergerak. Amelia tersenyum melihat Angela sudah sadarkan diri.
Amelia: Angela..
Angela: (menatap Amelia) Ameli.. dimana aku?
Amelia: kamu di rumah sakit. Kamu istirahat dulu, jangan pikirkan yang macam macam.
Angela: (teringat kejadian yang menimpanya, lalu menangis) kenapa kamu membawaku kesini Mel? Kenapa tidak biarkan aku mati.
Amelia: tenanglah, aku tau yang kamu alami sangat buruk. Bagaimana pun kamu harus tetap hidup Angela. Jangan sia siakan umurmu. Daripada mati bukankah seharusnya kamu balas saja si David itu?
Angela terdiam, dia berfikir. Menyerap kat kata Amelia. Angela tersenyum menatap Amelia.
Angela: hei.. kamu benar, bukankah seharusnya aku balas dia?
Amelia: (tersenyum) kamu mengerti maksudku?
Angela: tentu Amelia.. dia meyuruhku datang. Tapi aku tidak mau datang, aku akan suruh dia yang datang menemuiku.
Amelia: kamu yakin? Kamu sudah pikirkan baik baik?
Angela: dia sudah melakukannya, diapun harus bertanggung jawab.
Amelia: tunggu Brian datang, kita cari solusi terbaiknnya.
Angela: Brian tau?
Amelia: justru Brianlah yang lebih dulu tau. Dia menyuruh bawahannya berpencar mencarimu. Dan salah satunya menemukanmu di apartemen, lalu membawamu ke rumah sakit.
Angela: lalu, dimana Brian?
Amelia: sepertinya sedang mengurus kasusmu. Dia di kantor polisi, mrnemui kepala polisi.
Angela: terimakasih Amelia. Kamu sudah menolongku.
Amelia: sama sama.. kamu sudah seperti kakakku Angela. Saat kamu tidur, kamu sangat mirip dengan Daniel.
Angela: (tersenyum) cintamu pada Daniel masih tersimpan.
Amelia: tentu, Daniel adalah kenangan terindahku. Dia seseorang yang spesial. Kamu istirahat dulu, oke? Aku akan menjagamu.
Angela: istirahatlah juga Mel. Aku baik baik saja. (Tersenyum)
Amelia: oke.. (tersenyum)
♡♡♡♡♡
Kantor Polisi
Brian dan kepala polisi sedang berbincang. Brian telah mengirim Arson kembali ke rumah sakit menjaga Angela dan Amelia.
Brian: jadi bagaimana tuan Wills?
"Maaf tuan Candra, bukan kami tidak mau membantu. Hanya saja David adalah orang luar, kami akan kena masalah jika terlibat. Kami hanya bisa menahan 1×48 jam atau 1 minggu. Namun jika pihak keluarga memberi jaminan, dia akan bebas. Bukti rekaman kurang kuat, jika terdakwa mengelak melakukan nya karean saling suka, bagaimana??"
__ADS_1
Brian: bukan itu yang saya maksud. Soal itu saya bisa bicara dengan korban. Bagaimanapun tersangka harus bertanggung jawab. Mau tidak mau! Yang saya ingin tau adalah, Jaringan jaringan yang terlibat dengan David, salah satunya adalah Felix Collyn. Dia terlihat sangat berbahaya.
"Ya, dia terkenal sebagai kelompok mafia besar. Beberapa orangnya pernah tertangkap. Namun Felix Collyn membebaskannya"
Brian: begini saja, kita lihat dulu saja perkembangan selanjutnya. Tolong selidiki Felix Collyn lebih dalam lagi. Aku rasa masih banyak permainan yang bisa dimainkan olehnya.
"Baik tuan, saya akan kirim orang menyelidiki nanti"
Brian: baiklah, saya permisi. Maaf merepotkan anda tuan Wills.
"Tidak masalah tuan, saya senang dapat membantu anda."
Brian meninggalkan kantor pilisi. Brian masuk dalam mobil, mengeluarkan ponsel menghubungi Thomas.
(Panggilan terhubung)
Thomas: ya tuan.
Brian: bagaimana? Apa yang kamu temukan?
Thomas: target tidak bergerak.
Brian: terus awasi, jika bergerak kamu harus ikuti. Laporan padaku jika ada pergerakan.
Thomas: baik tuan saya mengerti.
Brian mengakhiri panggilan, Brian menghubungi Billy.
(Panggilan terhubung)
Brian: hallo?
Billy: ya tuan, saya sudah lakukan sesuai perintah anda. Menarik semua tander yang berhubungan dengan perusahaan Harisson. Mengambil alih 75% saham Harisson.
Brian: bagaimana perusahaannya?
Billy: masih berjalan baik. Belum ada yang tau, anda mengakuisisi saham Harisson.
Brian: jika tugasnmu selesai bantulah Thomas.
Billy: baik tuan. Saya mengerti.
Brian mengakhiri panggilan. Menginjak pedal gas menluncur menuju rumah sakit.
♡♡♡♡♡
Brian sampai di rumah sakit, Brian bertanya pada perawat kamar Angela dimana. Brian berlari mencari kamar Angela. Brian berdiri di depan kamar, bertemu Arson dan Boby.
Brian: bob, pulanglah. Aku akan berjaga malam ini. Kamu juga Arson.
Arson: tapi tuan?
Boby: saya akan kirim penjaga tuan.
Boby: baik tuan.
Arson: Thomas dan Billy?
Brian: ah.. jika kamu tidak ingin pulang. Bergabunglah dengan rekanmu. Hubungi Thomas atau Billy.
Arson: baik tuan, saya permisi.
Brian: hati hati dijalan Arson.
Boby: saya akan kembali pulang setekha pengawal datang tuan.
Brian: oke, istriku didalam?
Boby: ya, nona Lovely ada dirumah tuan Abed. Tadi nyonya Amanda datang membawa nona Lovely.
Brian: begitu. Baiklah, aku masuk dulu. (Menepuk perlahan bahu Boby)
Brian membuka pintu dan masuk, menutup pintu perlahan. Angela melihat Brian, Brian menghampiri Angela.
Brian: hai..
Angela: hai..
Brian: bagaimana keadaanmu?
Angela: baik, thanks (tersenyum)
Brian: dimana istriku? (Menatap sekitar, melihat Amelia tertidur di sofa) disana rupanya.. (tersenyum)
Brian mengambil selimut di lemari samping ranjang. Mendekti Amelia, membaringkan Amelia perhan di sofa, menyelimuti Amelia. Brian mengusap wajah Amelia dan mencium kilas bibir Amelia. Brian berbalik dan berjalan mendekati Angela. Brian menarik kursi dan duduk.
Brian: kenapa begitu nekat? Diberi kehidupan justru ingin mati.
Angela: Amelia tidur nyenyak. Dia pasti lelah menjagaku.
Brian: jangan alihkan topik. Aku betanya serius padamu. (Menatap Angela)
Angela: (menunduk) Aku malu Brian. Aku sudah dinodai, aku sudah kotor.
Brian: suruh David bertanggung jawab.
Angela: menurutmu harus?
Brian: Angela dengar, David sangat mencintaimu. Mungkin karena tidak tahan dia melakukan itu padamu. Aku bicara seperti ini bukan karena aku membelanya, aku hanya bicara sebagai laki laki. Aku dulu juga begitu pada Amelia.
Angela: benarkah?
Brian: hmm.. aku tergoda dan melakukannya. Amelia menolak menikah denganku, perjuanganku mendapatkan Amelia tidak mudah. Dialah yang membantuku selama aku terpuruk. Dia datang disaat aku butuh pertolongan.
__ADS_1
Angela: apa yang terjadi Brian?
Brian: saat aku kembali ke Insonesia.(mengenang masa lalu) Semua masih baik baik saja, keluargaku masih bahagia. Semua sakahku, tidak mau masuk perusahaan papa. Hingga 3 tahun berikutnya tiba tiba perusahaan papaku terancam bangkrut, papaku stres berat dan bunuh diri, mamaku sakit sakitan dan sering mengurung diri di kamar. Mamaku juga meninggal. Belum seminggu mama meninggal aku diusir dari rumahku. Rumah mobil dan semua disita sebagai jaminan hutang. Aku terpaksa pergi, aku kerumah adik papaku, tante clara. Disana aku tidak diterima, di caci maki dan tidak dianggap. Aku pergi ke teman trmanku, tidak ada yang mau menampumgku, tidak ada yang mau membantuku (menangis) aku terlantar. Aku pergi ke rumah kekasihku, disana hal buruk terjadi. Kekasihku berselingkuh dengan sahabatku sendiri. Mungkin takdir sampai aku akhirnya bertemu Amelia. Dia membawaku kesini dan kami akhirnya menikah. (Tersenyum, menyeka air matanya)
Angela: (mengehela nafas) sungguh luar biasa perjuanganmu Brian. Kamu begitu kuat menjalani hidupmu.
Brian: bangkitlah Angela. Aku tau kamu sangat sedih dan terpuruk saat ini. Balaskan kekesalanmu. Jika kamu terus terus beesedih, kamu hanya akan memikirkan kematian. Jika kamu bangkit, kamu bisa memikirkan pembalasan.
Angela: ya Brian, Amelia juga bicara sama sepertimu. Kalian cocok sekali, pantas saja semua orang merasa iri hati.
Brian: lalu rencanamu?
Angela: David menyuruh ku datang ke rumahnya. Aku tidak mau, bagaimna jika aku menyuruhnya datang?
Brian: boleh, dengan begitu dia tau kamu sedang sakit.
Angela: bagaimana aku hubungi David? Ponselku rusak.
Brian: aku akan hubungi David, bicaralah.
Brian mengekuarkan ponselnya dari saku celana, menekan nomor David. Brian menghubungi David.
(Panggilan terhubung)
David: apa lagi yang ingin kamu lakukan Brian?
Brian: bisakah meredakan amarahmu? Angela ingin bicara denganmu. Saat ini dia sedang sakit di rumah sakit. Bicaralah, aku berikan ponselku pada Angela.
Brian mmeberikan ponsel pada Angela, Angela menerima dan bicara pada David.
Angela: hallo, David..
David: Angela, kamu sakit?
Angela: datanglah ke rumah sakit C. VIP 10. Aku menunggumu.
David: ya, aku akan datang. Tunggu aku Angela.
Angela mengakhiri panggilan. Mengembaliakan ponsel Brian. Brian menyimpan ponselnya kedalam saku celaba dan menatap Angela.
Brian: apa yang dia katakan?
Anglea: dia akan datang
Brian: bagus, jika dia mau datang. Bicaralah baik baik dengannya. Apapun keputusanmu aku akan mendukungmu. Aku hanya ingin kamu bahagia.
Angela: ya.. aku akan mencoba saranmu Brian. (Terseyum)
20 Menit kemudian..
David datang dengan nafas tersengal, keringatnya bercucuran. David menatap Brian, Brian tersenyum lebar.
Brian: selesaikan masalahmu dengan Angela, aku dan istriku akan pulang.
Brian mendekati Amelia yang tertidur. Menarik selimut, menggulung dan meletan di meja. Brian menggendong Amelia. Brian berpamitan pada Angela dan David.
Brian: aku pulang, aku menunggu kabar baik dari kalian.
Angela: hati hati, thankyou Brian. Sampaikan juga pada Amelia (tersenyum)
Brian mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan. Brian membawa Amelia pergi meninggalkan rumah sakit. Semua mata menatap Brian, Brian tidak peduli. Dia melewati lobby dan berjalan menuju parkiran. Brian mendudukan Amelia di mobil, merapikan rambut Amelia yang menutupi wajah. Brian mencium kening Amelia. Amelia terbangun dan terkejut melihat wajah Brian yang begitu dekat.
Brian: ada apa?
Amelia: kenapa kamu disini? (Melihat kiri kanan) ini, ini dimana?
Brian: diparkirana sayang. Tidurmu sangat lelap, jika diculik pria lain tidak akan tahu.
Amelia: ah maaf, aku habis minum obat tadi. Kepalaku sedikit pusing.
Brian: ayo pulang, besok saja kita jemput Lovely. Aku ingin berdua bersamamu.
Brian menutup pintu mobil, dan berjalan ke sisi lain mobil. Brian membuka pintu mobil dan masuk, menutup kembali pintu mobil. Brian dan Amelia meluncur pulang kembali ke rumah.
Hallo semua..
Terimakasih sudah berkunjung ke novel saya.
Semoga kalian suka ya..
Jangan lupa dong, beri like, ☆, dan isi kolom komentar.
Yuk, mampir juga ke novel saya yang lain.
Denga judul,
•Pelukakan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa dukung karya saya dengan memberi like, ☆ dan mengisi kolom komentar.
Terimakasih banyak..
😉😘
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1