
Amelia, Brian dan Lovely sibuk di dapur. Amelia sudah menghangatkan susu dan meminta Lovely mengantar susu kepada Andrew. Lovely dengan semangat mengiyakan permintaan mamanya. Lovely membawa nampan berisi segalas susu menuju kamar Andrew. Lovely perlahan-lahan menaiki anak tangga.
Lovely berdiri di depan pintu kamar Andrew. Lovely mengetuk pintu dan masuk, Lovely masuk dan menutup pintu berjalan kearah sofa. Lovely meletakan nampan berisi segelas susu di meja. Lovely mendengar teriakan dari arah kamar mandi, Lovely berlari mendekati pintu kamar mandi dan mengetuk pintu. Lovely membuka Pintu dan terkejut melihat Andrew yang terlihat kacau. Darsh segar menetes dilantai, darah itu keluar dari punggung tangan Andrew yang terluka karena menghantam cermin.
Lovely berjalan mendekat hendak menolong, namun ditolak oleh Andrew. Andrew melarang Lovely mendekat dan meminta Lovely pergi. Karena tidak ingin membuat Andrew marah, Akhirnya Lovely keluar dari kamar mandi dan menutup pintu. Lovely tidak langsung pergi. Lovely masih terdiam berdiri di depan kamar mandi.
Brian melihat istrinya yang sedang serius memasak. Brian melihat Amelia sedang memasak sup ayam jamur, Brian memeluk Amelia dan berbisik.
"Apa yang kamu pikirkan. Bukan kah hanya kakakmu yang makan sup ayam jamur?" Kata Brian lembut.
Amelia terkejut dan menghentikan tangannya mengaduk sup. Amelia memejamkan matanya, Amelia mendahulukan memasak makanan kesukaan Abed karena perlu banyak bahan yang dibutuhkan. Amelia lupa jika Abed sudah tiada. Amelia berbalik dan memeluk Brian, Amelia menangis.
"Maaf, bukan maksudku menyinggung perasaanmu Mel. Maafkan aku, jangan menangis." Brian mengusap kepala Amelia dan mencoba menenangkan Amelia.
"Aku tidak menyangka akan secepat ini Abed pergi Brian. Meski bukan saudara kandungku, aku dan dia tumbuh besar bersama dan melakukan segalanya bersama saat kami masih kecil. Aku menyayanginya meski dulu dia menyakitiku, aku sudah anggao dia seperti kakak kandungku sendiri." Kata kata Amelia membuat Brian sedih.
Brian teringat dengan Kim Ha Na. Brian penasaran apakah Kim Ha Na baik-baik saja atau tidak. Brian melepas pelukan, mencium kilas kening Amelia. "Biar aku yang memasak, kamu lihatlah Ha Na di kamarnya. Aku tidak mau melihatnya sedih dan terpuruk, kamu mamu membantu kan?" Brian memegang wajah Amelia dan menatap dalam mata Amelia.
Amelia mengangguk. "Ya, aku akan lihat sekarang. Aku juga akam melihat Michael dan Mattew." Amelia tersenyum kepada Brian.
Amelia pergi dan berjalan menuju kamar Kim Ha Na. Amelia mengetuk pintu perlahan dan membuka pintu. Amelia masuk dan kembali menutup pintu. Amelia berjalan mendekati Kim Ha Na, Kim Ha Na tertidur memeluk sebuah bingkai foto. Amelia mengambil bingkai foto yang dipeluk Kim Ha Na, Amelia melihat bingkai foto tersebut dan meletakan diatas meja si samping ranjang. Amelia meraba wajah Abed dalam foto.
Amelia melihat Kim Ha Na, membenarkan posisi tidur Kim Ha Na. Amelia menyelimuti Kim Ha Na dan pergi meninggalkan Kim Ha Na. Amelia keluar dari kamar Kim Ha Na dan berjalan naik kelantai dua untuk memeriksa keadaan Michael dan Mattew. Amelia melihat Michael dikamarnya, Michael juga tidur. Amelia menyelimuti Micahel dan mengusap kepala Michael. Amelia mencium kening Michael, dan pergi keluar kamar Michael.
Amelia berjalan menuju kamar Mattew. Amelia masuk dalam kamar Mattew dan menutup pintu kamar Mattew. Mattew tidak tidur, Mattew menyembunyikan wajahnya dalam
bantal dan menangis. Badannya gemetar, Amelia membuka bantal yang menutupi wajah Mattew. Mattew terkejut melihat Amelia.
__ADS_1
"Bibi.." ucap Mattew dengan suara gemetar.
"Sayang, kemarilah." Amelia duduk di ranjang dan merentangkan dua tangan. Mattew bangun dan langsung memeluk Amelia. Mattew menangis tersedu dalam pelukan Amelia.
"Malang sekali, kamu harus kehilangan papa diusia semuda ini. Semoga kamu bisa kuat menjalani hidupmu Matt, jadilah pria baik dan tangguh. Melihatmu sama seperti melihat papamu. Wajah kalian sama mirip sekali. Hmmm.. " Dalam hati Amelia mengusap kepala Mattew.
Mattew melepas pelukan dan menyeka air matanya. Amelia mengusap lembut kepala Mattew.
"Boleh bersedih dan menangis. Ingat, selalu doakan papa ya. Biarkan papa tenang dan bahagia. Jadilah seorang lelaki yang hebat Mattew. Seperti papamu." Amelia memberi semangat kepada Mattew.
"Ya bibi, aku mengerti." Jawab Mattew.
"Baiklah, tidurlah jika lelah. Bibi masih harus membantu paman Brian memasak." Kata Amelia.
"Aku akan pergi mandi saja. Tidak ingin tidur." Jawab Mattew.
Amelia tersenyum dan mencium kilas kening Mattew. Amelia berdiri dan berjalan keluar dari kamar Mattew. Amelia kembali berjalan ke dapur dan membantu Brian.
Kleeekkk..
(Suara pintu)
Pintu kamar mandi terbuka, Andrew keluar dari kamar mandi. Lovely masih diam di tempat dan terus melihat kearah Andrew. Andrew berjalan santai menuju lemarinya, mengeluarkan baju ganti dan berganti pakaian. Lovely terkejut, melihat Andrew membuka kimono handuknya. Lovely langsung memalingkan wajah dan mebalikan badan menghadap dinding.
"Andrew.. jika ingin berganti pakaian lihat dulu ada siapa di kamarmu." Protes lovely.
Andrew terkejut, dengan gerakan cepat berganti pakaian. Andrew selesai berganti dan berjalan mendekati Lovely.
__ADS_1
"Aku sudah selesai, maaf aku tidak tahu jika kamu masih ada di kamarku Love." Jawab Andrew.
Lovely berbalik dan menatap Andrew. "Kamu baik baik saja Andrew?" Lovely merasa Andrew menjadi aneh.
"Hmm aku baik baik saja." Melihat gelas berisi susu dan mengambil gelas tersebut. Andrew langsung meneguk habis susu dalam gelas. Dan meletakan gelas kembali ke tempat semula.
Lovely melihat tangan Andrew yang terluka. Saat ingin menyentuh tangan Andrew yang terluka, Andrew langsung meminta Lovely untuk pergi dari kamarnya.
"Aku sudah habiskan susu yang kamu bawa. Bisakah sekarang kamu keluar dari kamarku Love? Aku ingin sendiri saat ini." Kata Andrew.
"Ya tentu saja." Jawab Lovely dengan perasaan kecewa.
Lovely mengambil nampan berisi gelas susu yang kosong dan berjalan keluar. Saat Lovely membuka pintu kamar, Andrew berbicara.
"Maaf Love, aku tidak bermaksud kasar dan mengusirmu. Aku hanya ingin sendiri saat ini, aku juga tidak ingin kamu melihat lukaku. Aku tidak ingin kamu sedih Love. Maafkan aku." Jelas Andrew.
Lovely tidak mejawab, keluar dari kamar Andrew dan kembali menutup pintu. Andrew merasa sedih dan merasa bersalah. Pikirannya sangat kacau saat ini.
@@@@@..... @@@@@.....
Hai hai..
Jangan lupa like, komen dan vote ya..
Terimakasih..
Sampai jumpa di next episode..
Bye bye..
__ADS_1
♡Dea Anggie😉♡