Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 163


__ADS_3

Saat berada di club bersama Seira, Andrew melihat sesuatu. Andrew melihat jika ada seoarang wanita mabuk yang keluar dari club yang sama dengannya. Wanita itu naik ke dalam sebuah taxi, taxi yang di tumpangi berjalan dengan kecepatan di atas rata-rata. Taxi itu mengalami kecelakaan, taxi itu bertabrakan dengan mobil yang berlawanan arah. Wanita dan supir taxi itu langsung meninggal.


Andrew tersadar, Andrew langsung berpamitan pada Seira. "Sei, aku pulang. Ada hal penting yang harus aku selesaikan." Kata Andrew.


"Andrew, boleh aku minta nomor ponselmu?" Seira memberikan ponselnya kepada Andrew.


Andrew tersenyum, meraih ponsel Seira lalu memberikan nomor ponselnya. "Kamu begitu menyukaiku, sampai meminta nomor ponselku?" Tanya Andrew.


"Tentu, aku akan berusaha mendekatimu." Kata Seira, mendekati Andrew dan menciun kilas pipi Andrew.


Andrew tersenyum tipis, "baiklah, aku tunggu kabat baik darimu Seira. Aku pergi dulu." Andrew berjalan cepat meninggalkan club, Andrew mengusap pipinya yang dicium oleh Seira.


Andrew berniat membantu wanita yang dilihatnya itu, berusaha mencegah wanita itu naik taxi. Setidaknya Andrew akan berusaha mengehentikan dan mencegah kematian terjadi.


"Cukup papa dan bibi pelayan cafe saja, jangan sampai ada orang yang tidak bisa aku selamatkan. Aku tidak akan membiarkan kematian datang, aku akan mencegahnya." Batin Andrew.


Andrew terlalu fokus pada apa yang di lihatnya sehingga tidak memperhatikan jalan. Andrew bertabrakan dengan Julian Roobs, Andrew tidak melihat dan tidak berkata apa-apa. Berjalan cepat keluar dari club. Andrew tidak mempedulikan seseorang yang bertabrakan dengannya. (Julian Roobs)


Diluar Club mata Andrew sibuk melihat sekeliling, Andrew mencari-cari sosok wanita yang di lihatnya. Andrew sempat kecewa tidak menemukan, Andrew hendak memanggil taxi untuk pergi, melihat dari kejauhan wanita yang dilihatnya sudah naik ke dalam taxi dan pergi.


Andrew memanggil taxi dan naik ke dalam taxi. "Tuan, tolong ikuti taxi di depann" kata Andrew, menutup pintu taxi.


"Baik tuan." Jawab supir taxi itu.


Taxi berjalan mengikuti taxi yang ditumpangi wanita itu. Andrew merasa gelisah meminta supir taxinya menambah kecepatan dan menghentikan taxi didepan mereka.


"Tuan, bisa lebih cepat? Hentikan taxi didepan anda." Ucap Andrew.


"Baik tuan." Supir taxi itu menambah laju kecepatan dan akhirnya bisa mendahului taxi di depannya.


Taxi Andrew, menghadang taxi wanita itu. Andrew bergegas turun dan menghampiri taxi di belakangnya. Andrew membuka pintu belakang dari taxi itu. Melihat wanita yang dilihatnya saat ada di dalam club.


Andrew menarik tangan wanita itu agar keluar dari dalam taxi. Wanita itu berontak dan marah kepada Andrew.


"Siapa kamu mengaturku, pergi!" Teriak wanita itu.


"Jangan naik taxi itu, naiklah taxiku. Aku akan mengantarmu pulang. Aku tidak bermaksud jahat padamu, aku hanya ingin menolongmu." Kata Andrew.


"Apa kamu gila? Kamu menolongku? Memangnya siapa kamu? Aku tidak mengenalmu, jangan halangi jalanku." Kata wanita menatap tajam kearah Andrew.


"Dengar nona, aku mencoba menolongmu dari kematianmu. Percayalah padaku, aku tidak mmebual atau berbohong. Jika kamu naik taxi ini maka kamu akan celaka." Andrew menjelaskan pada wanita di hadapannya.


"Kamu benar-benar sudah gila, pulanglah jika kamu mabuk. Aku tidak peduli dnegan perkataanmu." Wanita tersebut langsung mausk dalam taxi dan pergi.


Andrew berlari mengejar taxi itu, namun taxi itu melaju dengan cepat. Andrew masuk dalam taxinya dan menutup pintu.


"Tuan cepat kejar taxi itu." Perintah Andrew.


"Iya tuan." Jawab supir taxi itu.


"Sial! Wanita itu menyebalkan sekali. Sudah aku peringatkan masih tidak mau dengar." Guman Andrew.


"Apakah yang ada di dalam taxi adalah kekasih anda tuan? Anda dan kekasih anda sedang bertengkar?" Supir taxi bertanya karena penasaran.


"Aku mencegahnya dari kematian." Jawab Andrew.


Jawaban Andrew membuat si supir taxi ketakutan. Tubuh si supir gemetar, Andrew terlihat menakutkan. Supir taxi itu berusaha dengan baik untuk melakukan tugasnya tanpa banyak bertanya.


lampu jalan berubah menjadi merah taxi yang di tumpangi Andrew berhenti, taxi yang di tumpangi wanita itu melaju karena saat melewati jalan lampu jalan masih hijau. Andrew semakin kesal, perasaanya semakin kacau.

__ADS_1


"Oh ayolah, cepat berubah hijau.. ahhhhh.." Andrew gelisah,terus menatap lampu jalan.


Lampu berubah hijau, supir taxi langsung menginjak pedal gas melaju kencang. Supir taxi mengurangi laju taxinya karena di jalan sedang ramai orang, Andrew melihat di jalan sudah banyak orang berkerumun.


"Ada apa ini?" Tanya Andrew lirih.


"Entahlah tuan, mungkin perampokan atau kecelakaan." Jawab supir taxi.


Andrew melebarkan mata, mengingat kejadian yang dilihatnya saat berada di club. Andrew meminta supir taxi menepikan taxi dan berhenti.


"Tuan, tolong menepi dan berhenti. Aku akan melihat sesuatu." Kata Andrew.


"Ya tuan, tunggu sebentar." Jawab supir taxi, langsung menepi dan tidak lama berhenti.


Andrew langsung keluar dari dalam mobil dan melihat sekeliling, Andrew merasa sedih lokasi yang dia datangi saat ini sama peris seperti yang dilihatnya saat masih bersama Seira di dalam club.


Andrew berlari mwndekat untuk memastikan, Andrew menyela kerumunan agar lebih dekat lagi. Bagai tertimpa reruntuhan gedung, mata Andrew langsung melebar saat melihat taxi yang di tumpangi wanita yang di jumpai di depan clunb sudah hancur sebagaian karena hantaman yang keras.


Polisi dan ambulance datang, tim medis langsung mengeluarkan korban. Si wanita akhirnya bisa di keluarkan dan dibawa masuk dalam ambulance.


Andrew merasa sedih, lagi-lagi keinginanya untuk menyelamatkan gagal. Andrew mengepalkan tangan dan berbalik kembali berlari menuju taxi. Andrew membuka pintu dan masuk. Andrew memberikan alamat rumahnya kepada supir taxi. Supir taxi mengiyakan dan tidak banyak bicara.


Supir taxi tidak mengerti kenapa pemumpangnya aneh seperti ini. Dari awal sampai akhir selalu membuat jantung berdebar dan misterius. Supir taxi mengambil nafas dalam dan menghembuskan perlahan. Fokus mengendarai taxinya.


Andrew memijat lembut pangkal hidungnya, pikirannya kacau. Andrew tidak bisa berfikir jernih, dan kembali merasa bersalah.


♡♡♡♡♡


Pada saat di kamar Lovely bayang-bayang kematian wanita karena kecelakaan itu menghantui pikirian Andrew, di tambah kematian bibi pelayan cafe dan kematian papanya.


Andrew tidak bisa mengendalikan diri lagi dan berteriak histeris. Andrew meracau mengatakan tak ingin lagi melihat orang-orang itu. Lovely memeluk dan mengusap punggung Andrew, perlahan Andrew mulai tenang. Andrew mengigit bibir nya menahan rasa takut, kecewa dan kesal. Andrew memejamkan mata mengeratkan gigitannya hingga bibirnya berdarah. Andrew menangis tersedu, merasa putus asa.


"Andrew.." panggil Lovely.


"Jangan begini Andrew, aku mohon. Jangan menjadi monster, aku tidak tahan melihatmu seperti ini. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu." Ucap Lovely memeluk erat Andrew.


"Maafkan aku Love, maaf.." kata Andrew lirih.


Lovely melepas pelukan dan menatap Andrew, Andrew meraba wajah Lovely. Melihat dahi dan pelipis Lovely yang terluka Andrew merasa sedih.


"Maaf melukaimu Love, aku tidak bermaksud seperti itu. Pikiranku kacau sehingga aku berbuat kasar dan nekat seperti ini. Luka itu pasti sakit." Andrew berbicara dengan penuh penyesalan.


"Lupakan itu, aku baik-baik saja. Ayo aku akan obati luka di bibirmu itu. (Lovely membantu Andrew berdiri) ouchh.." Lovely memegang kepalanya merasa sakit dan pusing.


"Love, kamu baik-baik saja?" Tanya Andrew, merasa khawatir.


"Ya, aku baik-baik saja. Mungkin karena terlalu banyak minum. Kamy duduklah dahulu, aku akan kekamar mandi lalu kembali ke sini." Kata Lovely pada Andrew.


"Aku bisa berjalan sendiri Love, pergilah ke kamar mandi. Apa perlu aku bantu? Aku merasa kamu tidak dalam keadaan baik-baik saja." Ucap Andrew.


Lovely tersenyum dan menatap Andrew, "tenang saja, aku baik-baik saja Andrew."


Lovely berbohong, sebenarnya kepalanya terasa sakit sekali seperti ingin pecah, kepalanya terasa berat. Lovely menahan dan menguatkan diri, Lovely berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. Lovely merasa kepalanya berputar-putar, pandanganya mulai kabur dan gelap. Lovely akhirnya tidak sanggup bertahan dan pingsan, Lovely tersungkur di lantai.


Bruuuukkk..


Andrew terkejut melihat Lovely yang ambruk. Langsung berlari dan memeriksa keadaan Lovely. Andrew menggendong Lovely dan membaringkan Lovely di ranjang. Andrew menyelimuti Lovely dan berlari sibuk mencari kotak obat. Andrew panik semua karena kesalahannya, karenanya Lovely sampai seperti ini.


Andrew membawa kotak obat bersamanya dan berjalan cepat mendekati Lovely. Andrew merawat luka Lovely, dahi Lovely terlihat memar dan pelipis Lovely terluka. Tangan Andrew gemetar saat membersihkan luka di pelipis Lovely.

__ADS_1


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berika vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta)


•Perfect Father


•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2