
Amerika
Adit sampai di rumah dan langsung berjalan menuju ruang kerja Felix. Adit membuka pintu dan masuk, berjalan mendekati Felix. Felix menatap tajam ke arah Adit.
Felix: duduklah.. ada yang ingin aku bicarakan padamu.
Adit: ada apa?
Felix berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan ke sofa, Felix duduk bersandar dan meyilangkan kaki. Adit duduk di sofa, di hadapan Felix.
Felix: bagaimana bisa kamu menemukan rumah Abed?
Adit: aku tidak sengaja bertemu mantan kekasih dan anakku di supermarket, lalu mengikutinya.
Felix: dengar Adit, ksjahatanmu sangat besar. Aku sudah membantumu keluar dari penjara, aku menebusmu dengan harga yang sangat mahal. Aku tidak ingin kamu melakukan hal bodoh lagi!
Adit: jadi.. kamu yang mngeluarkanku dari penjara? Kamu yag menebusku?
Felix: ya.. karena kamu adalah orang terakhir yang bekerjasama dengan saudaraku Owen. Dan aku tau sebelumnya kamu pernah dekat dengan Brian.
Adit: (melebarkan mata) saudara? Kalian kakak beradik? Aku dan Brian hanya teman SMA.
Felix: ooh teman SMA.. Aku dan Owen hanya selisih beberapa bulan saja, kita satu ayah. Ayahku menikahi ibu Owen untuk kepentingam bisnis. Aku dari kecil tinggal dengan ibuku dan memakai nama belakang ibuku. Sampai saat Owen meninggalpun dia tidak tahu jika kami bersaudara. Dia hanya tau kami berteman dekat.
Adit: hmm.. apa yang harus aku lakukan untukmu? Jadi Abed juga tidak tahu kamu dan Owen adalah saudara?
Felix: tidak.. hanya aku yang tahu kebenaran ini. Dan sekarang kamu juga tau, kamu harus membantuku membalas kematian saudaraku. Menghabisi orang orang yang dulunya menjadi musuh saudaraku.
Adit: kamu ingin mencelakai Brian? Dialah orang yang terakhir bertemu Owen.
Felix: kita bisa mulai dari kerabatnya kan?
Adit: Ah.. kamu ingin merobohkan pertahanan Brian?
Felix: betul sekali, aku ingin Brian sendiri yang datang padaku. Untuk bicara langsung padaku.. kamu jangan bergerak, tunggulah perintahku.
Adit: baiklah.. aku mengerti..
Tok..
Tok..
Tok..
(Pintu diketuk)
seseorang masuk dan berjalan mendekat menghampiri Felix.
Felix: Max ada apa?
Max: perusahaan kita di tolak oleh Axis.
__ADS_1
Felix: (terkejut) apa??
Max: ini adalah surat dari Axis grup.
Max memberikan dokumen dan surat dari Axis. Felix menerima dan langsunng membuka surat. Mata Felix melebar, Felix merobek surat yang baru saja dia baca.
Felix: sial! Tidak aku sangka, Amelia sangat jeli. Aku harus lebih hati hati pada Amelia. (Menatap Max) bagaimana dengan orang kita yang ada di Axis?
Max: dia belum menemukan apa apa. Semua akses informasi Axis sudah diamankan.
Felix: hmmm.. dua sejoli yang hebat. Si pria yang kuat dan jenius, si wanita yang jeli dan cermat. Kita perlu menyusun ulang rencana kita untuk Axis grup. Untuk saat ini aku rasa kita tidak akan mampu melawan Axis.
Max: apa ada perintah?
Felix: tidak, pergilah.
Max menunduk kilas dan pergi meninggalkan ruangan Felix. Felix menghela nafas panjang. Pikirannya saat ini sedang kacau, rencananya gagal. Belum berperang sudah kalah dan dipermalukan.
♡♡♡♡♡
Nikita mondar mandir di kamar menunggu Abed pulang. Sesekali mengusap perutnya, Nikita merasa gelisah dan tidak tenang. Pintu kamar terbuka, Abed masuk dan kembali menutup pintu. Nikita menghampiri Abed dan langsung memeluk Abed.
Abed: sayang.. belum tidur? Ada apa?
Nikita: aku tidak bisa tidur. (Melepas pelukan) sudah makan?
Abed: (membelai wajah Nikita) sudah.. aku mandi dulu, tolong siapkan pakaianku (mencium kilas kening Nikita)
Abed berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Nikita menyiapkan piama Abed, Nikita mengintip Andrew yang sedang tidur di dalam box. Nikita menarik selimut menutupi tubuh kecil Andrew, mencium lembut pipi Andrew. Abed keluar dan berganti pakaian. Abed mendekati Nikita dan memeluk Nikita dari belakang.
Nikita: entahlah.. sepulang dari rumah sakit, aku merasa tidak tenang.
Abed: bagaimana hasil pemeriksaanya? Pemberian vaksin Andrew juga lancar? Apa Andrew menangis?
Nikita: pemeriksaan baik, Andrew juga.. kamu, bagaimana kantor? Siapa tamumu?
Abed: orang baru, hanya saja aku ragu. Sepertinya ada sesuatu yanh aneh. Aku masih tahan untuk kerjasamanya.
Nikita: (melepas pelukan berbalik menatap Abed) lebih baik jangan terima dulu.
Abed: ya.. aku menunggu Brian atau Amelia. Aku lebih baik berdiskusi dengan mereka, hal hal seperti ini.. Amelia lebih paham dari pada aku.
Nikita: apa akan terjadi sesuatu?
Abed: kenapa berfikir seperti itu? Apa ada sesuatu? Kamu diganggu orang?
Nikita: (menggeleng) hanya saja aku takut..
Abed: (memeluk) jangan cemas, ada aku di sampingmu. Tidak akan ada apa apa, oke?
Nikita mengangguk, mengeratkan pelukannya. Meski Abed sudah menenangkan namun hati Nikita tak juga tenang. Abed mengusap lembut punggung Nikita.
__ADS_1
Abed: jaga kesehatanmu, jangan banyak pikiran. Pikirkan saja Andrew dan baby dalam perutmu.
Nikita: (melepas pelukan) aku mengerti. Tidurlah, aku ingin buat susu aku lapar.
Abed: ayo aku temani. Mama belum pulang?
Nikita: biarlah, mama juga perlu bersenang senang.
Abed melihat Andrew dan mengusap kepala Andrew dengan lembut. Abed dan Nikita keluar kamar menuju dapur. Nikita membuat susunya, Abed menemai Nikita.
Abed: mau makan sesuatu?
Nikita: tidak, besok pagi aku akan masak. Minum susu sudah cukup. Kamu lapar? Perlu aku masak sesuatu?
Abed: tidak sayang, aku tidak lapar. Lusa ada undangan makan malam, mau pergi denganku?
Nikita: boleh jika kamu tidak malu punya istri jelek sepertiku.
Abed: haha.. (tertawa) meski jelek aku akan tetap mencintaimu dan tetap setia padamu.
Nikita: (tersenyum) mulutmu manis sekali, sudah seperti Brian dan Amelia.
Abed: hmm.. kita perlu mencontoh mereka yang selalu romantis dan mesra.
Nikita: ya.. mereka pasangan serasi.
Abed: kita juga pasangan serasi bukan? (Mencium lembut kening Nikita) i love you Niki.. jangan lelah menjadi istriku.
Nikita: aku bersyukur, masih ada pria baik yang mau menjadi suamiku dan membahagiakan aku dengan Andrew. Thankyou Abed, kamu sudah mau menerima kami apa adanya.
Abed: sama sama sayang. Sudah, jangan bicarakan ini lagi habis kan susumu dan kita tidur.
Nikita mengangguk pelan dan mulai meminum susunya. Nikita meneguk habis susunya, meletakan gelas kosong di meja. Abed dan Nikita kembali ke kamar untuk tidur.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Mau sabar menunggu update novel saya..
Maaf ya, tidak bisa up banyak episode..
Karena saya juga banyak kesibukan dan mengurus beberapa novel yang lain..
Mohon pengertinanya, yang pasti akan update setiap hari😊..
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar ya..
Bye bye semua..
Sampai bertemu di next episode..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"