
Rumah sakit..
David duduk di samping Angela, David memegeng tangan Angela erat, memendamkan kepalanya ke ranjang. David menangis menyesali perbuatannya. Angela terdiam, mendengar seruan David.
David: (terisak) maaf Angela, maafkan aku. Aku sungguh menyesal, aku akan terima apapun hukuman yang kamu berikan. Maafkan aku, aku terlalu berambisi memilikimu sejak lama.
Angela: (menghela nafas, mengusap lembut kepala David) kita sudah berteman cukup lama David. Sudahlah, apa yang terjadi kita lupakan saja. Aku akan mencoba memaafkanmu.
David: (mengangkat kepala menatap Angela) kamu sungguh sungguh?
Angela: (menyeka air mata David) maaf David, akulah yang membuatmu menjadi orang jahat.
David: tidak, semua salahku. Apa yang sudah aku lakukan padamu, aku akan menebusnya. Aku akan bertanggung jawab.
Angela: (tersenyum) oke.. (bicara lembut)
David berdiri dan memeluk Angela, Angela mengusap lembut punggung David.
David: ayo kita menikah. (Bicara lembut)
Angela: (melepas pelukan) tidak ada bunga dan cincin?
David: tunggu kamu sembuh, apapun yang kamu inginkan akan aku berikan.
Angela: boleh aku meminta satu hal?
David: apa? Katakan.
Angela: berjalanlah dijalan yang benar. Lupakan teman temanmu yang ada di jalan yang tidak benar.
David: maksudmu? Orang orang yang ada di belakangku?
Angela: ya, mereka pasti hanya menjadikanmu perisai.
David: baiklah, jika itu maumu. Aku akan lakukan sesuai keinginanmu.
Angela: sungguh?
David: ya, karena aku mencintaimu. Apapun akan aku lakukan.
Angela: terimakasih (tersenyum)
David: kamu sudah makan?
Angela: sudah, kamu kembalilah pulang. Aku baik baik saja.
David: aku akan menajagamu. Tidurlah..
Angela: tidak perlu, aku baik baik saja David. Kamu juga perlu istirahat, pulanglah.
David: aku akan istirahat disini, bersamamu (tersenyum)
Angela: mau tidur di sofa?
David: (menggeleng) seranjang bersamamu.
Angela: ahh.. naiklah, (menggeser posisi) tidurlah bersamaku.
David: tidak, aku hanya menggodamu Angela. Aku bisa tidur di sofa (tersenyum) tidurlah, selamat malam..
David ingin melangkah, Angela memegang tangan David. David terkejut, berbalik manatap Angela.
Angela: bisakah kamu menemaiku? Tidur disampingku?
David: (terkejut) apa..? Tapi..
__ADS_1
Angela: kenapa? Kamu tidak suka?
David: aku tidak enak, aku takut kamu terluka. Dan.. (kata kata terhenti)
Angela: baiklah (melepas tanganya dan berbaring membelakangi David) selamat malam.
Tiba tiba Angela merasakan sesuatu. Tangan David melingkar diperutnya. Angela terkejut. David memeluk erat Angela, David mencium lembut kepala Angela.
(Dalam hati Angela)
Jika seperti ini, bisakah aku balas dendam? Mungkinkah aku terlalu memandangmu sebelah mata David? Karena aku terlalu mencintai Brian. Aku yang terlalu acuh padamu, tidak menganggapmu. Membuatmu kecewa dan terjurumus dalam dunia kejahatan.
Angela kembali mengingat kejadian yang lalu. Dimana Angela selalu mengacuhkan David, dan lebih peduli pada Brian. Air mata Angela mengalir. Angela berbalik dan memeluk David, Angela memendamkan wajahnya dalam pelukan David. Angela menangis, David bingung dan panik.
David: Angela ada apa? Apa aku salah, aku akan pergi jika kamu tidak nyaman.
Angela: tidak, jangan pergi. Tetepalah bersamaku. Selamanya.. (suara terbata bata)
David: (terkejut) apa? Kamu bicara apa?
Angela: (melepas pelukan) apa kamu sungguh sungguh mencintaiku?
David: tentu saja, aku sangat mencintaimu sayang. (Menyeka air mata Angela) jangan menangis, maafkan aku untuk kejadian tadi sore.
Angela: aku juga minta maaf, dulu aku terlalu menjaga jarak darimu. Terlalu acuh padamu. Maaf David..
David: sudah, semua sudah berlalu. Ayo kita mulai lembaran baru. Kamu mau kan?
Angela: (mengangguk) ya.. aku mau. Aku akan mencoba mencintaimu. Aku harap kamu mau bersabar.
David: iya, aku akan menunggu.
Angela mencium pipi David lembut, kemudian memeluk David. David mengeratkan pelukan, sekan tidak ingin kehilanhan Angela.
♡♡♡♡♡
..
..
..
..
..
Brian keluar dari kamar mandi, berganti pakaian lalu naik keranjang dan bersandar bantal. Mengambil ponsel, menyalakan layar ponsel. Ada beberapa panggilan dari Thomas.
Amelia keluar dari kamar mandi, mengumpulkan baju kotor, menggulung dan meletakan di keranjang baju kotor. Amelia berganti pakaian, menatap Brian yang sedang fokus pada ponselnya. Amelia naik keranjaang dan duduk di samping Brian.
Amelia: ada apa?
Brian: entahlah, aku akan menghubungi Thomas dulu.
Brian menghubungi Thomas. Thomas menerima panggilan.
(Pangilan terhubung)
Thomas: ya tuan.
Brian: ada apa?
Thomas: tuan, target bergerak menuju jalan A. Bukankah ini arah menuju rumah tuan Abed?
Brian: terus awasi, dan terus melapor padaku.
__ADS_1
Thomas: baik tuan.
Brian memutus panggilan. Meletakan ponsel di meja. Amelia merangkul lengan Brian dan bersandar di bahu Brian.
Amelia: ada apa sayang?
Brian: aku sedang mengawasi seseorang. Seseorang yang kuat yang ada di belakang David.
Amelia: siapa? Warga Amerika?
Brian: ya.. Felix Collyn.
Amelia: tunggu! Sepertinya aku mengenal Felix Collyn. Dia teman sekolah Abed.
Brian: apa dia orang baik?
Amelia: aku tidak pernah bertemu orangnya, hanya saja Abed dan Owen suka membicarakan tentang Felix. Apa ada sesuatu?
Brian: tidak ada ratuku. Ayo kita tidur, jika masih bergerak aku akan memakanmu dengan lahap.
Amelia: masih belum puas juga. Kamu membuatku sampai hampir pingsan. (Kesal)
Brian: hei, jangan marah seperti itu. Itu karen aku sangat ingin melakukannya.
Amelia: (berbaring dan menarik selimut) tetap saja, kamu menyiksaku. (Menutup wajah dengan selimut.
Brian: (berbaring memeluk erat Amelia) maaf sayang.. (bicara lembut) apakah sangat sakit?
Amelia: (membuka selimut dan tertawa) aku menggodamu sayang. Aku baik baik saja (tersenyum)
Brian terkejut, seketika wajahnya berubah menjadi kesal, Brian menarik hidung Amelia karena kesal sudah di permainkan.
Brian: dasar nakal, pandai menggoda sekarang.
Amelia memeluk Brian. Amelia tertawa kecil, mencium lembut pipi Brian.
Amelia: aku menyayangimu.
Brian: aku juga menyayangimu Amelia.
Tidurlah, besok kita ke rumah sakit emlihat angela lalu pergi menjemput Lovely.
Amelia: iya, aku juga lelah. (Melepas pelukan) selamat malam sayang, selamat tidur. Mimpi yang indah.
Brian: selamat malam istriku,mimpi yang indah, selamat tidur (mencium kening Amelia lembut)
Amelia tersenyum manatap Brian. Brian membalas senyuman Amelia, mendekat dan mencium kilas bibir Amelia. Brian menggengam erat tangan Amelia. Brian menutup mata perlahan, Amelia mengikuti Brian. Amelia menutup matanya. Keduanya terlelap tidur. Dan bermimpi Indah.
Hallo semua..
Terimakasih sudah berkunjung dan membaca karya saya.
Jangan lupa like, ☆ dan isi kolom komentar.
Yuk, kunjungi juga karya saya yang lain.
Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Bye.. bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"