Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 58


__ADS_3

Felix masuk dalam mobil diikuti Max asiatennya. Felix dari jauh menatap ke arah mobil Brian. Felix tersenyum senang, senyumnya melebar.


Max: apa langkah kita selanjutnya tuan?


Felix: kita diam saja Max, tidak perlu melakukan apa apa. Meski tidak bisa membunuh Abed, aku sudah cukup puas melihatnya menderita kehilangan istri dan calon anaknya.


Max: tapi kita juga kehilangan Adit.


Felix: sampah itu tidak berguna! Namun aku mengakui kehebatannya memancing kemarahan Abed. Adit membuat Abed menggila dalam sekejap mata. Aku sangat puas.. hahaha.. (tertawa lebar) biarkan mereka menangis darah. Kita hanya perlu melihat dari jauh saja. Ayo pulang dan merayakannya di Club.


Max: baik tuan.. (menatap supir di sampingnya) ayo cepat jalan..


"Baik (mengangguk)"


Felix pergi meninggalkan pemakaman dengan mobilnya.


♡♡♡♡♡


Brian menghentikan mobilnya di depan rumahnya. Brian, Amelia, Amanda, Lovely dan Andrew keluar dari mobil. Mereka berjalan masuk kedalam rumah, Amelia menggedong Andrew, Brian menggendong Lovely.


Amelia: ma.. tinggalah disini mulai sekarang.


Amanda: tidak mel, mama akan tinggal di rumah lama saja.


Amanda: tapi ma, disana mama akan sendirian.


Amanda: mama ingin terus mengenang kenangan manis disana.


Amelia: baiklah jika itu kemauan mama. Aku tidak akan memaksa mama. Ijinkan Andrew tinggal denganku dan Brian.


Amelia: jika tidak merepotkanmu silahkan saja. Mama tidak akan melarang, kamu juga bibinya.


Brian: untuk hari ini tolong tinggal lah disini bibi. Karena aku dan Amelia akan ke kantor polisi untuk mengurus sesuatu. Kami juga membutuhkan bantuan bibi menjaga Lovely dan Andrew.


Amanda: baiklah aku mengerti. Kalian tenang saja, aku pasti akan menjaga Lovely dan Andrew.


Amelia: mama istirahat dulu, aku akan jaga Andrew dan memberinya susu.


Amanda: iya sayang..


Amelia menyuruh pelayan mengantar Amanda ke kamarnya. Amelia dan Brian masuk dalam kamar, Brian membaringkan Lovely di ranjang. Amelia dan membaringkan Andrew di ranjang. Brian membuat susu untuk Lovely dan Andrew. Amelia menjaga Lovely dan Andrew di atas ranjang. Brian selesai membuat susu dan memberikan botol susu kepada Lovely dan Andrew.


Andrew dan Lovely minum susu masing masing. Brian naik ke atas ranjang, memeluk Amelia dari belakang. Brian mencium lembut pipi Amelia.


Brian: mandilah, aku akan jaga anak anak.


Amelia: oke.. thankyou.. (mencium kilas bibir Brian)


Amelia turun dari ranjang dan langsung berjalan menuju kamar mandi. Brian menjaga Lovely dan Andrew, Brian terus manatap Andrew. Andrew terlihat sangat mirip sekali denngan Adit. Mengingatkan Brian kepada Adit sahabatnya. Brian menghela nafas panjang dan tersenyum manis pada Andrew. Andrew mantap Brian dan tersenyum lucu. Brian mendekat dan mencium lembut kening Lovely juga Andrew.


Tak selang beberapa lama Amelia keluar dari kamar mandi berjalan ke arah lemari. Brian menatap Amelia dan tersenyum, Amelia berganti pakaian. Usai rapih, Amelia mendekati Brian bertukar tempat menjaga Andrew dan Lovely.


Amelia: mandilah, aku sudah siapkan semuanya.


Brian: thanks.. kamu yang terbaik sayangku.. (mencium kilas bibi Amelia)


Brian turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi. Amelia duduk bersandar menatap Lovely dan Andrew yang mulai tertidur. Amelia tersenyum melihat kedua bayi di depannya itu. Melihat Andrew dan Lovely tertidur pulas, Amelia melepas botol dan memindahkan Lovely dan Andrew ke dalam box. Amelia berdiri di depan cermin menyisir rambutnya.


Brian keluar dari kamar mandi berjalan mendekati lemari dan berganti pakaian. Amelia mengeluarkan ponselnya, menggenggam erat ponselnya. Brian melihat Amelia dan menghela nafas panjang.


Brian: apa kamu sudah siap? Jika sudah ayo kita berangkat.


Amelia: ya.. aku sudah siap. Ayo kita berangkat. Aku ingin menyampaikan rekaman ini pada Abed.


Amelia mengahampiri Brian, membantu merapikan baju Brian. Amelia memeluk Brian dan memendamkan wajahnya dalam pelukan Brian. Brian mengusap kepala Amelia dan menciumi kepala Amelia. Brian mengeratkan pelukan.

__ADS_1


Amelia: (melepas pelukan) aku ingin semua ini hanya mimpi. Bagaimnaa bisa Andrew besar tanpa mamanya (mata berkaca kaca)


Brian: (mencium lembut kening Amelia) sayang, belajarlah menerima keadaan. Semua sedih, kamu, aku, bibi Amanda, terlebih Abed. Perasaanya pasti hancur.


Amelia: aku mengerti.. (suara lembut)


Brian: ayo berangkat, kita juga harus berdiskusi dengan Caroline, Hans untuk kasus Abed.


Amelia mengangguk, Brian menggandeng tangan Amelia dan berjalan bersama keluar kamar. Amelia berjalan ke arah kamar Amanda dan mengetuk pintu.


Tok..


Tok..


Tok..


(Suara pintu diketuk)


Pintu terbuka, Amanda keluar menemui Amelia dengan senyuman. Amanda melihat Amelia sudah rapih.


Amanda: kamu sudah ingin berangkat?


Amelia: iya ma.. anak anak sedang tidur. Tadi sudah minum susu, aku sudah juga sudah memasak bubur untuk mereka. Mama tidak keberatan kan mengasuh Andrew dan Lovely selagi aku dan Brian pergi?


Amanda: tidak masalah sayang, pergilah.. hati hati di jalan. Sampaikan salam mama pada Abed.


Amelia: iya ma. Mama juga jangan lupa makan, mungkin kami akan pulang malam karena harus menemui pengacara juga.


Amanda: ya, jaga diri baik baik sayangku.. (meraba lembut wajah Amelia, Amelia tersenyum cantik)


Amelia memeluk Amanda kilas dan langsung pergi. Brian merangkul Amelia dan berjalan meninggalkan rumah. Di depan rumah, Thomas, Arson dan Billy menunggu.


Brian: jaga rumah, kalian bisa makan di rumah. Bisa mandi dan ganti pakaian seperti biasanya. Aku harus pergi..


Thomas: kami mengerti tuan, kami tidak akan mengecewakanmu.


Billy: hati hati di jalan, tuan dan nyonya..


Amelia: makanlah yang banyak, kalian beberapa hari ini sudah berjaga pagi sampai malam. (Tersenyum)


Brian dan Amelia berjalan mendekati mobil dan masuk kedalam mobil bersamaan. Mobil pergi meninggalkan rumah menuju kantor polisi.


♡♡♡♡♡


Kantor polisi..


Abed tertidur, dia memimpikan Nikita..


Abed melihat Nikita tersenyum di kejauhan, Nikita perlahan mendekat pada Abed. Nikita meraba wajah Abed dan mencium lembut kening Abed. Nikita tersenyum cantik.


Abed: Sayang... (menatap Nikita)


Nikita: aku mencintaimu.. (suara lembut)


Abed: maaf.. maaf mengecewakanmu.. aku sudah membunuh Adit..


Nikita: aku menitipkan Andrew padamu Abed. Tolong jaga Andrew untukku.. aku percaya padamu, karena aku sangat menyayangimu. Maafkan aku..... (menangis)


Abed memeluk erat Nikita. Abed sungguh tak ingin Nikita pergi meninggalkannya. Hanya Nikita satu satunya wanita yang dicintai dan di sayangi Abed. Meski pertemuan mereka tergolong singkat, namun kasih mereka satu sama lain sangat besar. Nikita menangis dalam pelukan Abed, perlahan tangisan dan bayangan Nikita menghilang. Nikita telah pergi meninggalkan Abed.


Abed terkejut, langsung membuka mata. Keringatnya bercucuran, jantungnya berdebar kencang. Abed menunduk dan mengapalkan tangannya. Abed menahan air matanya untuk kesekian kalinya. Seorang penjaga membuka sel dan bicara pada Abed.


"Abed, ada yang ingin menemuimu. Keluargamu ingin sampaikan sesuatu"


Abed berdiri dan keluar dari sel. Abed berjalan mengikuti petugas jaga menuju ruang pengunjung. Di ruang pengunjung Amelia dan Brian sudah menunggu. Amelia berdiri dan langsung berlari memeluk Abed. Abed memeluk erat Amelia.

__ADS_1


Abed: ada apa? Kamu baik baik saja?


Amelia: seharusnya aku yang bertanya. Apakah kamu baik baik saja?


Abed: aku sangat baik. Jaga dirimu dan anak anak Adikku sayang.


Amelia melepas pelukan menatap Abed, Abed tersenyum tampan menatap Amelia. Abed menutupi kesedihannya. Amelia tersenyum pada Abed. Amelia mengagndeng tangan Abed dan menyuruh Abed duduk.


Amelia: (duduk disamping Brian) ada yang mau aku sampaikan padamu Abed. Ini soal Nikita (bicara perlahan menatap Abed)


Abed: ya.. katakan Mel, ada apa? (Berusaha tenang)


Amelia menatap Brian, Brian mengangguk dan terseyum mengusap lembut kepala Amelia. Amelia mengeluarkan ponsel dan earphonenya. Meletakan di meja di hadapan Abed.


Amelia: sebelum meninggal Nikita meminta dokter menyampaikan pesan padamu. Dokter merekamnya dalam rekaman suara dan mengirimkan padaku. Dengarakanlah pesan terakhir istrimu..


Tangan Abed bergetar menyentuh earphone dan memasang di telinganya. Abed menghela nafas panjang menyentuh ponsel Amelia, Abed mulai mendengarkan isi rekaman.


(Isi rekaman suara Nikita, suaran Nikita terdengar terbata bata karena tubuhnya lemah dan menahan rasa sakit yang luar biasa)


"ABED SUAMIKU.. MAAFKAN AKU, AKU TAK BISA MENJADI ISTRI YANG BAIK. AKU SUDAH LALAI MENJAGA ANAK KITA. MAAFKAN AKU.. MAAFKAN AKU.. (SUARA TANGISAN) AKU SUNGGUH BERSALAH PADAMU ABED.. MAAFKAN AKU.. (SUARA MENGHELA NAFAS) AKU SUDAH TIDAK SANGGUP BERTAHAN, INI SANGAT SAKIT.. TOLONG JAGA ANDREW SAYANG, AKU PERCAYA MESKI ANDREW BUKAN DARAH DAGINGMU KAMU AKAN MERAWAT DAN MENJAGA ANDREW DENGAN BAIK. KAMU PRIA BAIK ABED, BERSAMAMU AKU SELALU BAHAGIA. JADILAH PAPA YANG BAIK DAN BIJAKSANA, AKU SELALU PERCAYA JIKA KAMU PUNYA KASIH YANG LUAR BIASA BESAR. AKU MENCINTAIMU ABED.. HANYA KAMU.. HANYA.. KAMU.. (SUARA NIKITA TERPUTUS DAN TERDENGAR SUARA RAMAI PERAWAT,REKAMAN BERAKHIR)"


Abed menangis, melepas earphone dan menunduk. Tubuhnya gemetar mulutnya diam terkunci, Amelia berdiri dan memeluk Abed dari belakang. Amelia menangis membenamkan wajahnya di bahu Abed.


Amelia: teruslah berjuang kak.. hidupmu belum berakhir. Oke? (Suara serak Amelia) aku menyayangimu kak.. jangan menyerah..


Amelia mengeratkan pelukan menangis tersedu. Abed sesenggukan memegang erat tangan Amelia. Brian yang melihat merasa terharu air matanya ikut menetes. Brian tersenyum melihat Amelia memberi dukungan pada Abed. Dan melihat Abed yang begitu tegar.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2