
Andrew ingin memberi kejutan kepada Lovely, Andrew bekerja sama dengan Brian, Amelia dan Alex.
Andrew sudah meminta persetujuan secara langsung pada Brian dan Amelia jika dirinya ingin menikahi Lovely. Amelia setuju, dengan catatan Andrew bersungguh-sungguh untuk menjaga dan melindungi Lovely. Juga tulus menyayangi dan mencintai Lovely.
Sedangkan Brian menyetujui tanpa syarat, karena Brian yakin jika apa yang terjadi pada Andrew adalah hal yang juga tidak dikehendaki Andrew sendiri. Karena keadaan dan emosional sesaat yang meledak-ledak.
Brian mendukung dan memberi semangat kepada Andrew, Brian memberi sebuah ide pada Andrew. Brian juga ingin menilai bagaimana hasil didikannya selama lebih dari 20 tahun ini. Amelia sempat menolak karena Amelia menilai terlalu kejam, namun Brian memberi pengertian jika apa yang ingin dilakukanny adalah untuk mengertahui apakah anaknya benar mendengar semua nasihatnya dengan baik atau tidak. Amelia pun akhirnya menyerah dan mendukung apa yang Brian dan Andrew akan lakukan.
Alex sudah ada pada tugasnya, membeli 999 tangkai mawar merah untuk Lovely. Andrew meminta Alex menjaga rahasia, Alex mengerti dan mengiyakan. Brian memberitahukan skenario yang harus dijalani Alex yaitu diam dan tidak bersuara di saat Brian dan Andrew berakting. Begitu juga Amelia yang berakting harus bertengkar dengan Brian, meski berat Amelia menyanggupi dan menerima skenario dari suaminya Brian.
Hari ini Lovely di tugaskan Brian utuk rapat ke di luar kantor, semua staf di perintahkan Brian untuk bergosip jika melihat Lovely sudah kembali datang ke kantor. Bergosip jika Amelia dan Brian bertengkar, staf merasa bingung awalanya namun karena mendengar penjelasan Brian dan Andrew mereka paham dan mengerti. Jika ini hanya sebuah drama sebelum akhirnya akan ada banyak hal manis terjadi.
Lovely berjalan memasuki gedung kantor perusahaan papanya. Lovely melihat semua staf dan karyawan sibuk dengan pekerjaan mereka.
Beberapa orang melihat Lovely dan menjalankan peran mereka yaitu bergosip. Sesuai skenario dari direktur mereka Brian, mereka harua menampilkan yang terbaik.
Saat berjalan Lovely mendengar hal yang janggal, dia mendengar beberapa karyawan bergosip.
"Kalian dengar tadi, sekertaris direktur mendengar tuan dan nyonya direktur berdebat akan menjodohkan nona?"
"Benarkah?"
"Ya, aku juga dnegar dari kepala devisiku. Mereka bertengkar menentukan siapa calon menantu mereka. Astaga, susah sekali menjalani hidup sebagai orang kaya. Apa\-apa di atur, sungguh menyiksa bukan?"
"Jangan bergosip lagi, sudah\-sudah."
"Oh dan kalian harus tau juga, sekertaris direktur mengatakan jika direktur menolak tuan Williams sebagai calon menantunya. Karena dinilai kurang baik, nyonya juga sependapat."
"Sayang sekali, bukankah nona dan tuan Williams adalah pasangan kekasih? Apakah tidak apa-apa jika mereka berpisah? Ironis sekali percintaan manis mereka harus kandas begitu saja"
3 orang karyawan bergosip tidak juah dari Lovely. Mereka sengaja membelakangi Lovely dan berbivcara dengan suara keras agar terdengar oleh Lovely dengan sengaja.
Lovely terlejut mendengar gosip itu, Lovely berdiri diam di belakang ketiga karyawan itu. merasa tidak percaya jika papa dan mamanya bertengkar di belakangnya.
Lovely mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Alex, kakinya kembali melangkah menuju ruangan papanya.
♡♡♡♡♡
Di toko bunga, ponsel Alex berdering. Alex mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, Alex tersenyum melihat nama kakaknya di layar ponselnya, Alex menerima panggilan dan berbicara dengan Lovely.
(Pembicaraan di telepon)
"Iya kak, ada apa? Tanya Alex.
"Hehe akhirnya telepon juga, apakah kakak sudah mendengar gosip. Bagus, langkah awal membuat kakak bingung sepertinya berhasil." Batin Alex.
"Kamu dimana?" Tanya Lovely.
"Ahh sedang bersama teman kak, ada janji. Ada apa? Apa kakak perlu bantuan? Ingin aku jadi supir kakak?" Tanya Alex.
"Tidak.. aku baru kembali dari meeting bersama klien, saat kembali aku mendengar gosip aneh tebtang papa dan mama. Mereka bilang jika papa dan mama bertegakar dan berniat menjodohkan ku. Apa kamu juga dengar?" Tanya Lovely penasaran.
Alex tersenyum, "ayo Alex, mulailah berakting. Seperti dugaan papa, kakak pasti bertanya padaku karena penasaran. Aku pasti adalah sasaran pertamanya untuk bertanya. Kakakku ini, sungguh\-sungguh menggemaskan sekali. Hehe.." batin Alex.
"Soal itu aku tidak tau kak, aku tadi sebelum pergi bertemu teman mampir ke kantor karena ingin meminta ijin pada mama, saat di rumah mama sudah terlihat tidak senang sesaat menerima panggilan dari papa. Mama memutuskan untuk kekantor menemui papa, dan di saat aku masuk aku melihat mama dan papa saling bertatapan dan saling bersuara dengan nada suara yang tidak biasa, saat melihatku mereka langsung diam dan langsung merubah ekspresi mereka seakan tidak ada apa\-apa. Aku tidak banyak bertanya karena aku merasa takut, tatapan mata papa begitu menakutkan begitu juga mama. Aku berpamitan dan cepat pergi, saat pergi sekilas aku mendengar jika papa menghubungi kak Andrew untuk bicara hal penting. Hanya itu yang aku tahu kak, selebihnya aku tidak mengerti. Apa yang di gosipkan karyawan belum tentu benar, coba kakak bertanya langsung pada papa dan mama." Alex menjelaskan panjang lebar pada Lovely sesuai skenario.
"Ah begitu, baiklah Lex. Maaf mengganggumu. Aku akan coba bertanya, apakah benar papa dan mama baik\-baik saja. Kenapa tiba\-tiba seperti ini." Jawab Lovely.
"Baik kak, temanku sudah datang. Aku tutup dulu teleponmu, bye kakak. Kabari aku jika ada apa-apa." Kata Alex.
"Hmm.. bye Lex, hati-hati." Jawab Lovely.
Alex mengakhiri panggilannya, Alex menghubungi Andrew.
\(Percakapan di telepon\)
"Hallo.." jawab Andrew.
"Kak, tugasku bicara selasai sisa tugas ku terakhir. 999 bunga mawar bahkan aku perlu menggunakan mobil terbuka untuk membawanya." Kata Alex.
"Maaf merepotkanmu Lex. Aku akan memberikanmu hadiah nanti." Kata Andrew.
"Baiklah, kak.. tunggu sampai semua selesai. Ini hanya kurang beberapa saja. Bye kak, semoga sukses." Alex mengakhiri panggilannya.
"Ahh aku sudah tidak sabar menunggu kejutan manis dari kak Andrew.
Untuk kak Lovely, aku senang akhinya kakaku menikah." Batin Alex tersenyum.
Alex menunggu dan melihat pelayan toko bunga menyatukan tangkaian-tangkaian bunga, menjadikan sebuah buket berisi 9 tangakai mawar di setiap buketnya. Total ada 111 buket mawar yang siap di serahkan pada Lovely, ditambah 94 tangkai mawar putih dengan 5 tangkai mawar merah yang berada persis di tengah-tengah membentuk huruf L yang berari Lovely, nama kakaknya.
♡♡♡♡♡
__ADS_1
Di perusahaan, Lovely mendengarkan penjelasan dari sekertaris papanya. Sekertaris itu berakting dengan baik sehingga disetiap kata-katanya selalu terlihat seperti nyata.
Lovely mengetuk pintu ruangan papanya perlahan dan membuka pintu. Lovely melihat papa dan mamanya duduk berjauhan. Dan saling membuang muka.
Sekertaris sesaat setelah Lovely berajak lgsg memberi kode denga mengirim pesan pada Lovely. Pesan kosong, sebagai tanda jika Lovely ada didepan pintu ruangan. Brian dan Lovely siap berakting, menjalankan peran sesuai skenario dari Brian.
"Hai papa, mama.." sapa Lovely.
"Hai sayang, kamu dari mana?" Tanya Amelia berpura-pura tidak tahu.
"Aku meeting ma, mama datang? Ada apa? Apakah ada urusan dengan papa?" Lovely mulai meraba membicaraan, bertanya kenapa Amelia datang.
Brian berdiri duduknya di sofa, dan berjalan menuju meja kerjanya, Brian mengambil sebuah dokumen dan kembali berjalan mendekati Lovely.
Brian memberikan dokumen pada Lovely, "sayang, maafkan papa. Papa hanya ingin terbaik untukmu. Papa dengan sengaja melakukan ini untuk melihat pendapatmu, bagaimana jika kamu mneikah dengan salah seorang yang ada dalam dokumen ini. Ada 5 pria yang suda papa siapkan, maaf tidak ada Andrew dalam daftar." Brian bicara santai seperti biasanya.
Lovely diam, tidak merasa kaget karena sudah mendengar gosip sebslum dirinya datang ke ruangan papanya. Tangan Lovely gemetar, menerima dokumen dari papanya.
"Brian! Inikah caramu?" Kata Amelia dengan suara tinggi.
"Diamlah, aku bicara pada Lovely. Aku sudah lelah bertengkar denganmu. Lebih baik kamu pulang Mel." Kata Brian.
"Aku tidak setuju dengan pilihanmu, aku punya pilihan sendiri untuk pitriku, pilihanmu tidak seusai denganku." Kata Amelia.
"Pilihanmu itu buruk, Lovely putriku. Tidak akan aku biarkan menikah dengan sembarangan orang. Aku juga tidak setuju dengan pilihanmu, mereka terlihat tidak baik." Kata Brian bersikeras.
Lovely bingung, mendengar papa dan mamanya beradu pendapat, ini pertama kalinya Lovely melihat Brian dan Amelia tidak sependapat dan saling menguatakan pendapat masing-masing.
"Papa, mama jangan berdebat. Bisa kita bicarakan baik-baik kan?" Kata Lovely.
"Papa tidak berdebat, lihat dulu dan beritahu papa mana pilihanmu. Kita akan segera bertemu, agar kalian saling mengenal." Kata Brian.
Tok..
Tok..
Tok..
Pintu diketuk, tidak lama pintu terbuka..
Andrew datang dan menyapa Brian juga Lovely.
"Hai bibi, paman.. (Andrew menatap Lovely dan tersenyum) hai Love.." Andrew menyapa Brian, Amelia dan juga Lovely.
"Hai Andrew, duduklah. Paman ingin bicara padamu. Kamu juga duduk Love." Ucap Brian.
Brian membuat suasana tegang, hati Lovely sudah tidak karuan, rasa takut dan panik sudah menyerang. Lovely sesekali melirik ke arah Andrew, lalu melirik kearah papa dan mamanya yang terlihat tidak baik\-baik saja.
"Situasi macam apa ini, kenapa seperti ini?" Batin Lovely.
"Paman, katakan. Ada apa paman memanggilku datang?" Kata Andrew.
"Begini, sebelumnya paman ingin minta maaf padamu. Setelah paman berfikir panjang beberapa bulan terakhir, akhirnya paman memutuskan memilih sendiri calon suami untuk Lovely. Bukan kamu, tetapi orang lain." Kata Brian.
"Maksud paman?" Andrew berpura-pura bingung.
"Kalian masih bisa berteman tapi paman tidak bisa merestui hubungan kalian." Kata Brian.
"Soal ini aku sependapat, maaf Andrew. Bukan bibi ingin mengungkit kejadian lama, namun bibi merasa Lovely tidak bisa bahagia bersamamu. Bibi juga sudab pilihkan calon yag tentu saja bisa diandalkan." Kata Amelia.
"Jadi? Paman dan bibi tidak mendukung hubungan kami?" Andrew berdiri.
"Andrew, duduk! Jangan tidak sopan!" Pinta Brian dengab suara serius. Tatapan mata Brian seakan menelan Andrew hidup-hidup.
"Paman maaf, apapun yang terjadi aku akan tetap menikahi Lovely." Kata Andrew dengan suara lantang.
Andrew mengambil dokumen dari tangan Lovely dan membuang dokumen tersebut. Andrew menarik tangan Lovely dan membawa Lovely pergi dari ruangan.
Brian dan Amelia berpura-pura menunjukan rasa tidak suka pada sikap Andrew yang semena-mena.
Andrew ingin membuka pintu, Lovely menghentikan langkahnya.
"Andrew tunggu," kata Lovely.
"Ada apa Love? Ayo pergi. Tunggu apa lagi?" Tanya Andrew.
"Kita akan kemana?" Tanya Lovely.
"Kemanapun, aku akan menikahimu dan membawamu kabur bersamaku." Kata Andrew.
"Tidak bisa seperti ini, (Lovely melepaskan tanganya dari tangan Andrew) bagaimana pun mereka adalah orangtua ku, papa mama adalah orang tua yang membesarkanku, mendidiku, melindungiku bahkan juga rela menukar kebahagiaan mereka pada ku, aku tidak bisa seperti ini Andrew, tidak bisa." Kata Lovely menangis.
Andrew merasa aneh, hatinya mulai goyah melihat Lovely menangis. Lovely menunduk, Andrew menatap ke arah Brian. Brian mengangguk, Andrew melanjutkan aktingnya.
__ADS_1
"Lalu? Apa kamu rela kita berpisah? Aku tidak rela Love. Apapun yang terjadi, kamu adalah milikku. Milik Andrew Williams." Ucap Andrew menayakinkan Lovely.
"Bagaimana ini? Apakah aku harua melawan papa dan mama demi Andrew? Apakah aku akan menjadi anak yang berani dan tidak patuh? Tidak-tidak.. bagaimana pun papa adalah papaku, mama adalah mamaku. Sepertinya aku harus mengakhiri hubuanganku dengan Andrew, meski harua terluka, namun aku akan menyakinkan Andrew." Batin Lovely.
Lovely mengangkat kepalanya dan menyeka air matanya. "Maafkan aku Andrew, aku mencintaimu, tetapi aku juga mencintai papa dan mamaku. Aku tidak akan pergi denganmu." Kata Lovely.
Brian terkejut, anaknya sungguh patuh padanya. Brian tersenyum mantap Amelia, Amelia tersenyum dan mengedipkan saru mata.
Lovely berbalik dan berjalan hendak kembali ke papanya. Andrew berjalan cepat, tiba-tiba mengahadang jalan Lovely, Andrew berlutut dengan satu kaki di hadapan Lovely.
"Kamu, apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Lovely.
"Love, beri aku kesempatan memperbaiki kesalahanku. Izinkan aku melindungi dan menjagamu, izinkan aku meminta sesuatu padamu, permintaanku adalah. Aku ingin kamu menjadi istriku, menjadi bagain dari hidupku. Ayo kita menikah Love..." Andrew berbicara dengan suara lembut.
Andrew maraba saku jasnya dan mengeluarkan sebuah cincin berlian, memberikannya kepada Lovely. Lovely kaget, Lovely berfikir jika Andrew sangat nekat. Meski sudah di tolak berani-beraninya masih berlutut dan mengajaknya menikah.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan
(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1