
1 minggu berada di Jakarta (Indonesia) Brian menjadi sangat sibuk. Brian membantu Lely menjalankan usaha papanya. Lely belajar dengan cepat dan tidak menyusahkan Brian.
Brian: jadi apa lagi yang ingin kamu tanyakan?
Lely: kapan kamu kembali Amerika?
Brian: entahlah.. sepertinya minggu depan. Setelah asistenku datang aku akan kembali pulang.
Lely: untuk apa asistenmu datang?
Brian: untuk membantumu sampai kamu mampu bsrdiri sendiri dan juga untuk melihat kondisi perusahaan papaku.
Lely: apa asistenmu mau membantuku? Aku masih baru jadi masih perlu banyak bimbingan.
Brian: tentu saja mau jika kamu ingin dibantu. Asistenku oke dalam management. Jika aku sibuk dialah yang menggantikan, laporannya selalu akurat, bekerja cepat dan tepat.
Lely: wow.. mendengar ceritamu aku jadi penasaran. Sepertinya dia memang orang yang oke.
Brian: seharusnya dia sudah datang, mungkin terkena macet. Kita tunggu saja. (Duduk di sofa) selalu pantau pasar saham. Jangan sembarangan berinvestasi saham, jika ingin melakukannya kamu harus lihat profil dan latar belakang perusahaan.
Lely: iya kakakku sayang.. aku menegerti, kamu sudah bicara 10kali soal ini.
Brian: (tersenyum) aku hanya tidak ingin kamu dicurangi orang Lely. Dunia bisnis banyak musuh dalam selimut, kamu lengah musuhmu akan menikammu dari belakang.
Lely: ya, aku dengar ceritamu dari papa. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana kejamnya dunia luar negri. Kamu sampai terluka demi Lovely. Apakah orang jahat itu sudah tertangkap?
Brian: ya sudah, aku belum tau kabarnya lagi sejauh ini. Aku belum bertemu kembali dengan Adit.
Lely: Adit? Adit sahabatmu dari SMP?
Brian: ya..
Lely: astaga, kenapa dia tega melakukan ini padamu. Bukankah kalian sahabat?
Brian: panjang ceritanya, oh ya Nikita juga ada di Amerika. Dia menikah dengan kakak Angkat Amelia dan sekarang sedang hamil. Dia memiliki sati anak dengan Adit.
Lely: waw... ini cerita macam apa kak? Apa ini sinetron? Apa kalian sedang syuting?
Brian: entahlah, ini semua takdir Tuhan.
Lely: jangan katakan jika Adit dan Nikita dulunya terlibat hubungan terlarang dibelakangmu.
Brian: kamu benar Lely. Tapi semua itu masa lalu, masa depanku kini aku bangaun bersama Amelia dan Lovely.
Lely: aku sungguh terkesan kak, hatimu terbuat dari apa sehingga kamu bisa kuat dan tahan menghadapi semuanya. Aku juga ingin sepertimu, menjadi seorang uang randah hati dan juga baik.
Brian: mulai lah dari hal hal kecil, mulailah mengasihi sesama. Sebagai contoh karyawanmu, jika ada karyawanmu yang salah panggil dan tegurlah baik baik, cari letak kesalahannya. Dan yang terpenting maafkan dia, beri kesempatan padanya ntuk menunjukan jika dia bisa berubah.
Lely: hmm.. entah kenapa kata katanya menyejukan hatiku kak. Thanks..
Brian: sama sama.. aku pun masih perlu banyak belajar. Aku juga belajar banyak hal dari Amelia.
Lely: ya.. Mely bicara padaku. Amelia adalah wanita luar biasa. Tidak heran kamu sangat menyukai Amelia.
Brian: tidak hanya suka, aku mencintainya, aku menyayanginya, aku ingin selalu bersamanya.. ah.. sudah lupakan. Nanti yang ada kamu iri.
Lely: dasar.. untuk apa juga aku iri. Aku percaya pangeran berkuda putihku sedang dalam proses.
__ADS_1
Brian: semoga saja, aku doakan kamu mendapatkan jodoh sesuai harapanmu. Yang terpenting dia setia dan mau menerimamu apa apa adanya. Bukan karena ada apanya, kamu mengerti kan maksud dari ada apanya? Saat saat seperti ini sangat rawan Lely, pasti banyak pria yang mendekatimu hanya untuk mengambil keuntungan.
Lely: ya.. aku paham maksudmu kak. Thanks banyak hal baik dan positif yang aku dapatkan selama seminggu ini.
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu di ketuk)
Pintu terbuka Boby masuk perlahan dan menutup pintu. Boby mendekati Brian, siap menerima perintah.
Brian: hai Bob.. kamu terkena macet?
Boby: iya tuan..
Brian: dia adalah sepupuku (menunjuk ke arah Lely) sebulan ini tolong bantu dia, aku tugaskan kamu mengawasi perushaanku yang ada disini juga. Kamu mengerti boby?
Boby: ya.. saya mengerti tuan.
Lely mendekati Brian dan Boby. Brian mengenalkan Lely pada Boby, Lely dan Boby saling berkenalan dan berjabat tangan.
Lely: maaf merepotakanmu Boby. Mohon bantuannya.
Boby: sama sama nona.
Brian: oke, sudah ada Boby disini. Aku harus pergi, istriku sudah merindukanku. Kalian bekerja samalah dengan baik ya. Jangan bertengakar, jika saling membenci akan berakhir saling mencintai.
Brian: Bob, lapor padaku jika ada yang mencurigakan.
Boby: baik tuan.
Brian pergi meninggalkan Lely dan boby. Brian pulang kerumah untuk mengajak Amelia pergi makan siang bersama.
Brian yang sedang dalam perjalan pulang menghubungi Amelia.
(Panggilan terbuhung)
Amelia: hallo sayang, ada apa?
Brian: hai sayang, bersiaplah.. aku akan mengajakmu dan Lovely kita makan siang di luar.
Amelia: benarkah? Kamu sudah tidak sibuk?
Brian: Boby sudah datang, ayo kita berkencan.
Amelia: oh begitu.. oke, aku akan bersiap. Kamu hati hati di jalan ya.
Brian: ya sayang. I love you..
Amelia: i love you too.. (memutus panggilan)
-----
Brian tiba di rumah, Brian berlari menuju kamar menemui Amelia. Brian membuka pintu kamar dan masuk, menutup pintu kamar perlahan. Brian mendengar suara celoteh Lovely, Brian berjalan mendekati Amelia dan Lovely yang sedang bermain di atas ranjang. Brian naik ke atas ranjang dan memeluk Amelia.
__ADS_1
Brian: miss you..
Amelia: sudah datang. Kita akan kemana? Apa kita akan jalan jalan?
Brian: aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Pasti pasti akan senang.
Amelia: hmm kamu membuatku penasaran sayang.
Brian: kita akan kesana setelah makan siang dan jalan jalan. (Menatap Lovely)
Sayangku, putriku yang cantik.. (tersenyum)
"Papapa.. papapaaap.. apapaap"
"Hmmm... aaauu.."
Brian: pa.. pa..
"Pa... papa.. papapa.."
Brian: pintar sekali, kamu sangat menggemaskan seperti mami sayang.
(Meraba wajah Lovely dengan lembut)
Sayang, kamu sudah siap?
Amelia: sudah, Lovely juga sudah siapa papa (mendirikan Lovely) papa.. papa.. papa..
Brian: cantik sekali putri papa, cantik seperti mama. Sini peluk papa sayang.. (melepas pelukannya dari Amelia dan langsung memeluk Lovely) oh sayamgku sudah bertambah besar. Astaga papa sudah tidak kuat. (Berbaring memeluk Lovely)
Amelia: aku akan siapakan perlengkapan Lovely.
Brian: oke..
Amelia turun dari ranjang dan menyiapkan perlengkapan Lovely. Amelia melihat Brian bercanda dengan Lovely. Senyumnya mengembang, Amelia sudah siap berkemas. Amelia mendekati Brian dan Lovely.
Amelia: ayo.. perutku sudah lapar.
Brian: ah.. iya, aku akan gendong Lovely. Mana sepatunya??
Amelia: sdh aku siapkan, pakai di mobil saja. Brian turun dari ranjang dan berjalan bersama Amelia keluar dari kamar. Mereka keluar dari rumah menuju teras, masuk bersama sama ke dalam mobil dan melesat pergi.
Hallo semua..
Terimakasih ya sudah mau berkunjung dan mau membaca karya saya..
Beri dukungan untuk karya saya dengan memberi like,☆ dan isi kolom komentar ya..
Beri tip juga boleh..
Bye bye..
Samapai bertemu di episode selanjutanya..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1