Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 117


__ADS_3

Andrew menata bantal dan merapikan ranjang tempat tidurnya. Setelah semuanya selesai Andrew melangkahkan kaki menuju pintu kamar. Belum sampai pintu tiba tiba hal aneh kembali muncul.


Mata Andrew menjadi gelap. Andrew melihat Lovely yang ada di kamr mandi. Lovely meraih sesuatu yang letaknya tinggi. Tangan Lovely tidak sampai, namun Lovely tetap memaksa. Akhirnya Lovely jatuh terpeleset dan rak kaca yang menempel di dinding jatuh menimpa kakinya. Andrew terkejut, nafasnya tersengal. Kepalanya sepeti kincir angin yang berputar.


Andrew: sial! LOVELY..


Andrew segera berlari ke arah kamar mandi, Andrew langsung membuka pintu kamar mandi dan berteriak memanggil nama Lovely.


Andrew: lovely.. (berteriak)


Andrew terkejut, Lovely sudah ada di posisi persis seperti apa yang dilihatnya. Lovely juga kaget, menatap ke arah Andrew. Andrew berlari mendekat dan langsung menggendong Lovely menjauhi rak kaca. Andrew tidak peduli lagi meski harus melihat tubuh polos Lovely karena baginya keselamatan Lovely adalah yang utama.


Lovely merasa malu dan menutupi dadanya. Andrew mengambil handuk dan menutupi tubuh Lovely. Andrew membuang muka tidak ingin dianggap sebagai lelaki hidung belang.


Andrew: maaf Love, aku tidak bermaksud mengagetkanmu. Aku hanya takut kamu terluka.


Lovely:ada apa?


Andrew: ada beberapa pengait yg lepas dari rak kacaku. Aku melihatmu dalam bahaya, maka dari itu aku langsung datang. Untung saja kamu belum menyentuh apa apa.


Prakkkkkk...


(Suara sesuatu yang jatuh)


Lovely terkejut. Seketika terdiam saat melihat rak kaca jatuh dan pecahan kaca dimana mana.


Andrew: baru saja aku ingin lihat raknya. Raknya sudah jatuh.


Lovely: Andrew..


Andrew: hmm..


Lovely: aku takut.. (memeluk Andrew)


Andrew: Love.. jaga sikapmu Love.. astaga, Lovely sesuatu menempel didadaku.


Lovely: opsssss.. (melepas pelukan membalut tubuhnya dengan handuk dengan gerakan cepat)


Andrew: aku akan membantumu mandi. Aku juga akan mandi setelahnya, lalu akan memanggil orang membersihkan rak kaca dan menggantinya dengan yang baru.


Lovely: baiklah..


 


Andrew membantu Lovely mandi, membantu mencuci rambut Lovely dan menggosok punggung Lovely dengan sabun. Lovely hanya diam dan tak bersuara. Lovely merasa aneh, malu juga canggung. Jantungnya berdebar saat tangan Andrew menyentuh kulitnya.


Wajah Lovely sudah merah seperti udang rebus. Tidak hanya Lovely yang merasa malu. Andrew pun sangat malu, ini pertama kalinya Andrew menyentuh kulit wanita bahkan ini pertama kalinya Andrew melihat wanita polos dengan jarak yang begitu dekat. Memang sebelumnya pernah melihat tubuh polos Lovely, namun hanya sesaat dan tidak melihat dengan jelas. Berbeda dengan saat ini.


5 menit kemudian..


Lovely sudah selesai mandi. Andrew menggedong Lovely keluar dari kamar mandi. Meletakan pakaian ganti Lovely di ranjang.

__ADS_1


Andrew: gantilah pakaianmu. Aku akan mandi.


Andrew berjalan cepat ke arah kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi. Lovely dengan cepat berganti pakaian. Lovely tidak ingin Andrew mengomel lagi.


Lovely sudah berganti pakaian. Lovely duduk di ranjang dan melihat kakinya yabg terkilir. Pintu kamar mandi terbuka, Andrew keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian rapi. Andrew mendekati Lovely, berlutut satu kaku melihat kaki Lovely.


Andrew: apa kakimu masih sakit? Apa perlu kita ke rumah sakit?


Lovely: tidak perlu, aku baik baik saja.


Andrew memijat lembut kaki Lovely, Lovely tersenyum menatap Andrew. Menikmati wajah tampan Andrew. Andrew menatap Lovely, Lovely dengan cepat memalingkan wajah tidak ingin Andrew memergoki sedang menatapnya.


(Dalam hati Lovely)


Lovely, kendalikan dirimu. Kenapa kamu begitu agresif dan selalu terlihat menonjol. Ayolah tahan dirimu saat melihat Andrew. Andrew pasti akan menjadi milikmu. Milikmu selamanya.. (tersenyum)


Lovely asik melamun, sampai mengabaikan Andrew yang berkali kali memanggilnya. Andrew yang sudah selesai mengoles obat berdiri dan mendekati Lovely, Andrew berbisik di telinga Lovely.


Andrew: nona Candra, sedang memikirkan apa?


Lovely: tentu saja memikirkan pangeran buruk rupa. (Menjawab tanpa ragu, tidak sadar jika yang bertanya adalah Andrew)


Andrew menepuk dahi Lovely pelan membuat Lovely sadar dari lamunannya. Lovely menatap Andrew, Andrew tersenyum tampan.


Andrew: sudah aku katakan, jangan berfikir yang macam macam mengenaiku. Aku tidak ingin kamu terlalu memikirkanku Love. Ayolah, jangan selalu membuatku mengomentari pemikiranmu.


Lovely: tuan Williams jangan terlalu percaya diri. Siapa juga yang selalu memikirkanmu. Memang pangeran buruk rupa hanya kamu saja.


Andrew: baguslah jika kamu tidak memikirkanku. Telingaku akan berdengung dan sakit jika kamu terus memikirkanku.


Andrew: ayo turun. Sudah lewat waktu sarapan.


Lovely: oke, perutku juga sudah lapar.


Andrew ingin menggendong Lovely, namun Lovely menolak dan memilih berjalan perlahan. Andrew membantu memapah Lovely.


Andrew dan Loveky berjalan keluar dari Kamar. Mereka menuruni anak tangga satu per satu. Melangkah dengan hati hati. Andrew memegang tangan Lovely dengan erat. Meski terasa sakit namun Lovely berhasil menahan terlebih lagi Andrew membantunya. Sentuhan Andrew membuat rasa sakit di kaki Lovely berkurang.


Di meja makan. Michael dan Mattew sedang makan roti selai. Mereka terkejut melihat Lovely yang terluka. Michael menarik kursi untuk Lovely. Lovely duduk, tersenyum kearah Micahel dan Mattew.


Lovely: thanks Mic, Matt.. kalian baik sekali.


Michael: hai kak Love, kapan datang?


Mattew: kak, semalam ada apa di kamarmu? Kenapa ada suara teriakan?


Andrew: teriakan apa? Kalian salah dengar. \(Menarik kursi dan duduk\)


Lovely tertawa lebar. Membuat Andrew, Michael dan Mattew kaget. Lovely kemudia terdiam menutup mulutnya dengan rapat.


Michael dan Mattew saling menatap. Mattew menggeleng dan mengangkat bahunya. Micahel menatap ke arah Lovely. Lovely memalingkan wajah berpura pura tidak melihat Michael.

__ADS_1


Michael melihat Andrew. Andrew juga membuang muka, Andrew juga berpura pura seperti Lovely. Michael memakan roti isinya dan terus manatap Lovely juga Andrew.


Andrew mengoles roti dan membaginya kepada Lovely. Lovely menerima dan mengucapkan terimakasih. Mattew menuang susu di gelas Lovely, senyum cantik Lovely mengembang dan mengucapkan terimakasih kepada Mattew. Andrew dan Lovely makan roti selai mereka masing masing. Andrew yang semula ingin membuat menu sarapan istimewa untuk Lovely hanya bisa membuatkan roti selai untuk Lovely. Rencananya gagal karena harus lama berada di kamar.


Michael: kak, kalian melakukan apa? Ada rahasia apa?


Mattew: jangan jangan..


Micahel: jangan jangan apa Matt? Mereka melakukan apa yang orang dewasa lakukan?


Andrew dan Lovely yang sedang makan langsung tersedak mendengar kata kata Michael.


Mattew: mereka tersedak. Tandanya mereka melakukannya. Sama seperti saat aku bertanya kepada papa dan mama soal memberikan aku adik perempuan yang cantik.


Lovely: (menelan makanannya) hei, kalian dengarkan aku. Aku dan kakak kalian tidak melakukan hal seperti itu. Suara semalam aku yang berteriak karena kakilu terkilir dan aku tidak bisa bebas berjalan. Kalian jangan berfikir macam macam.


Michael: oooo begitu. Kenapa tidak bicara sejak tadi. Kami tidak perlu mengambil kesimpulan yang macam macam kak Love.


Mattew: kalian hanya diam dan menjawab dengan jawaban yang ambigu. Membuat kami memikirkan hal hal yang aneh.


Andrew: kalian jangan berfikir terlalu jauh. Kalian tentu tau Lovely sudah seperti saudari kita bukan.


Michael: iya kak, kakak Love dan kakak seperti anak kembar. Bukankah ulang tahun kalian sama? Kalian juga lahir di rumah sakit yang sama.


Mattew: sudah jangan banyak bicara cepat habiskan. Aku akan terlambat masuk kelas.


Michael: iya aku tau, (menghabiskan susu dalam sekali tegukan lalu meletakan gelas di meja) ayo berangkat.


Mattew dan Michael berdiri dan berpamitan kepada Andrew dan Lovely. Mereka pergi membawa tas mereka masing masing.


Andrew mengelurkan ponselnya dan menghubungi orang yang akan memperbaiki rak kaca dikamar Mandinya. Setelah membuat janji Andrew memutus panggilan dan meletakan ponselnya di meja.


Andrew: cepat habiskan rotimu, aku akan mengantarmu pulang. Papamu pasti akan mencari.


Lovely: hmm... (mengunyah roti)


Lovely sudah menghabiskan roti dan susunya, begitu juga Andrew. Selesai sarapan Lovely diantar pulang oleh Andrew. Andrew tak ingin Brian cemas memikirkan putri kesayangannya.


@@@@@-----@@@@@


Hallooooooooo...


Sampai jumpa di next episode ya..


Jangan lupa like,, komen dan vote..


Terimakasih banyak..


Bye bye..


Salam hangat,,

__ADS_1


"Dea Anggie"


 


__ADS_2