Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 154


__ADS_3

Hari pertama di kantor, Andrew mendapat penyambutan baik dari staf dan karyawan mereka. Pekerjaan dimulai, Andrew memeriksa ruang kerja papanya. Andrew melihat rak-rak buku milik papanya. Andrew mendekati rak buku dan melihat-lihat. Ada sesuatu yang menarik perhatian Andrew, buku berwarna coklat keemasan. Andrew menngambil buku dan melihat ternyata bukan sebuah buku, melainkan sebuah Album foto.


Andrew mulai membuka Album foto dari halaman pertama, ada foto pernikahan papanya dan mamanya (Nikita). Andrew meraba foto di album. Meraba gambar foto papa dan mamanya, Andrew menorehkan senyuman manis.


"Papa.. mama.." ucap Andrew lirih.


"aku juga merindukanmu nek.." Andrew meraba foto Amanda.


Ada beberapa foto kenangannya bersama Amanda juga saat itu. beberapa fotonya bersama Brian, Amelia dan juga Lovely yang juga madih kecil. Andrew kembali membuka halaman berikutnya dan melihat foto papa dan mamanya yang sedang berlibur. Juga ada foto seorang bayi laki-laki yang lucu, Andrew mengerti jika foto tersebut adalah dirinya. Andrew meraba gambar foto masa kecilnya, "saat itu pasti menyenanngkan. Jika boleh, aku ingin kembali ke masa itu. Ingin bersama papa dan mama hingga akhir." Suara Andrew gemetar.


Halaman demi halaman dibuka, album tersebut berisikan foto-foto kenangan Andrew, dan kedua orang tuannya (Abed dan Nikita). Foto-foto masa kecil yang penuh kebahagiaan. Andrew melihat juga foto saat Amanda (mama Abed) dan Abed mencium pipinya secara bersamaan di hari ulang tahunnya yang pertama. Andrew juga melihat saat mamanya mengenakan baju seksi yang memperlihatkan perutnya yang sudah mulai membesar, ya saat itu mamanya sedang hamil adiknya. Mata Andrew sudah mulai memanas dan berkaca-kaca.


Andrew terus membuka halaman hingga sampai di halaman terakhir ada dua tempat kosong di album tersebut, Andrew melihat ada kertas yang bertulisakan tulisan papanya di dalam album foto.


"Satu tempat untuk foto putri kecil ku yang ku beri nama Naomi. Dia akan lahir sebentar lagi, dan satu tempat untuk foto keluarga kecil ku. Abed, Nikita, Andrew dan Naomi. Kami akan berbahagia bersama." (tulisan ini ditulis Abed sebelum kejadian mengerikan itu terjadi, Abed memang sengaja mengosongkan tempat khusus di dalam album foto namun belum sampai tercapai keinginnaya Nikita dan Abed sudah meninggal.)


Seketika air mata Andrew jatuh menetes. Seakan hidupnya dililit oleh duri, karenanya mamanya harus tiada. (Karena saat itu Andrew diculik oleh Adit yang tidak lain adalah papa kandung dari Andrew.) Dan tidak lama karenanya papanya juga tiada. Andrew menutup album foto dan memeluk erat, Andrew histeris menangis sesenggukan sampai duduk dilantai.


Andrew merasa kecewa kenapa hidupnya tidak sesuai harapannya. Hidup bahagia bersama keluarganya, Andrew mere**a rambutnya sendiri dengan gemas. Andrew juga menggigit bibir bawahnya sendiri hingga berdarah. "Ingin rasanya aku berteriak kencang dan melompat dari jendela ruangan ini." Batin Andrew.


Andrew menyandarkan kepalanya di lemari, air matanya terus mengalir. Andrew menggenggam erat buku di tangannya. Andrew menutup mata dan membayangkn wajah papa mamanya, Andrew menarik dasinya dan memukul-mukul dadanya. Dadanya terasa begitu sesak. Sampai-sampai Andrew merasa sulit untuk bernafas.


Tok..


Tok..


Tok..


(Pintu di ketuk)


Kleeekk..


(Suara pintu)


Lovely masuk dalam mencari Andrew. Lovely melihat sekeliling tidak menukan Andrew, "Andrew keluar? Dia tidak ada di ruanganya? Hmm.. aku kembali saja ke ruanganku dan akan kembali nanti meminta tanda tangannya." Batin Lovely.


Lovely berbalik dan hendak pergi meninggalkan ruangan Andrew, Lovely mendengar suara tangisan dan menghentikan langkahnya, kembali berbalik dan mencari sumber suara yang samar-samar di dengarnya. Lovely berjalan perlahan menyusuri ruangan sampai akhirnya mendengar jelas suara serah dan nafas yang tersengal di bawah meja dekat lemati. Lovely mendekat dan melihat Andrew yang duduk di lantai bersandar lemari dengan bibir yang penuh darah. Lovely panik dan langsung bersimpuh mendekati Andrew.


"Andrew.. ada apa?" Meraba wajah Andrew.


"Keluarlah Love, jangan ganggu aku." Kata Andrew.


"Apa kamu gila? Aku melihatmu kacau dan aku hanya diam? Aku tidak mau keluar. Katakan ada apa?" Lovely mendesak Andrew agar bercerita.


"Keluar Love!!" Suara Andrew meninggi.


"Tidak! Jangan memrintahku!" Lovely menatap Andrew tajam.


Andrew kesal dan tidak terkendali mengahantamkan tanganya ke lemari kaca disampinynya dan berteriak membentak Lovely. "Keluar! Aku bilang keluar! Jangan ganggu aku!" Andrew menatap tajam penuh kekesalan pada Lovely.

__ADS_1


Lovely terkejut, kenapa Andrew bisa seperti ini. Lovely melihat tangan Andrew yang berdarah segera berdiri dan mencati kotak obat. Andrew yang mengetahui Lovely ingin apa segera berdiri dan diam di tempat terus menatap ke arah Lovely.


"Keluarlah Love, aku ingin sendiri." Kata Andrew.


"Tidak Andrew, jika aku berkata tidak itu artinya tidak." Lovely tidak memperdulikan ucapan Andrew.


Lovely menemukan kotak obat dan berjalan mendekati Andrew, Andrew benar-benar kesal dan mengobrak-abrik meja kerjanya hingga berantanan dan memecahkan gelas. Andrew memukul meja kerjanya dengan amarah yaang memuncak.


"Aku tidak butuh obat. Keluar! Aku bilang keluar Love." Andrew berteriak histeris, Andrew kembali mere**s rambut dan mencengkram tengkuknya sendiri. Suasana semakin kacau dan memanas. Lovely sedih, menahan air matanya agar tidak tumpah. Ini pertama kalinya Andrew bicara kasar dan membentaknya. Lovely meletakan kotak obat di atas meja dekat sofa dan langsung berlari keluar dari ruangan Andrew tanpa bicara apa-apa.


Andrew menangis, perasaanya campur aduk. Sedih, marah dan kecewa. Pikirannya sangat kacau. Semenjak Abed meninggal Andrew seperti mayat hidup yang tidak bisa merasakan apa-apa. Semua seperti mati rasa, tidak segan melukai diri sendiri dan niatan untuk mengakhiri hidup. Hidupnya menjadi kacau sekarang.


Andrew mengangkat tangan dan melihat tangannya yang berlumuran darah, tidak ada perasaan takut melihat begitu banyak darah yang mengalir keluar. Andrew menggenggam erat tangannya sendiri membuat darahnya semakin deras mengalir.


Tok..


Tok..


Tok..


(Suara pinru diketuk)


Kleeekk..


(Suara pintu)


Seseorang membuka pintu dan berdiri di depan pintu. "Tuan maafkan saya, nona Candra mengatakan jika anda butuh bantuan. Boleh say masuk?" Ucap sekertaris Andrew.


Sekertaris perlahan berjalan masuk dan mendekati Andrew, merasa sedikit ketakutan melihat ruangan Andrew yang berantakan. Sekertaris melebarkan mata saat melihat darah yang berceceran di lantai, meja dan dan melihat tangan Andrew.


"Mm..ii..itu apa yang bisa saya bantu untuk anda tuan?" Sekertaris itu bicara dengan suara gemetar.


"Panggil bagian kebersihan dan bersihkan ruanganku. Tugasmu kirim semua laporan ke emailku. Aku tidak mau di ganggu, aku akan pulang. Dan ya tolong sampaikan pada Lovely, supir akan mengantar pulang. Tidak boleh pulang sendirian! Ini perintah! Kamu mengerti?" Andrew menatap tajam ke arah sekertarisnya.


"Baik tuan. Akan saya lakukan sesuai perintah anda. Anda tidak perlu khawatir, bila perlu saya yang akan mendampingi nona Candra di kantor dan mengantar nona Candra pulang nanti." Kata sekertaris tanpa ragu.


"Baiklah, aku pulang." Anderew melepas jasnya dan membungkus tangannya yang terluka dengan jas. Andrew berjalan keluar dari ruangannya.


 


Lovely menangis, meletakan tangan di atas meja dan merebahkan kepalanya di tangannya sendiri. Air mata Lovely mengalir membasahi tangannya.


Hiks..


Hiks..


Hiks..


Hiks..

__ADS_1


Hiks..


(Suara tangaisan)


"Kenapa kamu seperti ini Andrew? Aku tidak bisa membiarkanmu terluka. Aku ingin kamu menjadi Andrew yang dulu, dimana Andrewku yang dulu. Yang selalu ramah dan tersenyum, dan selalu berkata sopan. Hari ini bahkan kamu membentakku, kamu berteriak padaku. Aku ingin kamu berbagi semuanya padamu, jangan membuatku seperti orang yang tidak berguna. Aku kesal.. aku kesal.. aaarggghh.." lovely meracau, tangannya memukul-mukul meja.


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo hallo hallo..


Apa kabar semuanya..


Semoga selalu sehat dan bahagia..


Banyak rejeki juga..


Hehehe..


Maafkan update terlambat,, ada beberapa kendala..


Jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Terimakasih semuanya..


Sampai jumpa di episode selanjutnya..


Yang mau kenal dengan saya boleh banget,, bisa follow ig, add fb dan line..


ig: dea_anggie


id line: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


Bisa juga join grup WhatsApp lho..


Terimakasih untuk kalian semua yang masih setia pada karya saya sampai dengan detik ini..


Saya merasa terharu..


❤❤❤❤❤


Saya mencintai kalian semuanya..


Bye bye..


♡Dea Anggie😉♡

__ADS_1


 


__ADS_2