Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 54


__ADS_3

Nikita diam tanpa bicara apa apa. Adit duduk bersandar dan menghela nafas panjang. Nikita seakan dihujani batu, keringat dingin bercucuran. Tangannya gemetar.


Adit: jika kamu menurut, Kamu akan segera bertemu anakmu. Jika tidak.. jangan harapkan Andrew kembali padamu.


Nikita: jangan menggertakku! Kamu pasti berbohong.


Adit: (menatap Nikita) berbohong? Telpon mama mertuamu. Tanyakan Andrew ada dimana?


Nikita: aku tidak percaya padamu. Tidak akan pernah!


Adit: terserah.. Mau percaya atau tidak, itu bukan urusanku. Yang pasti Andrew dalam tanganku saat ini.


Nikita: buktikan! Buktikan jika Anderew ada dalam tanganmu! (Mengepalkan tangan diatas pangkuan) jangan menguji kesabaranku Adit...


Adit: tunggu.. (mengeluarkan ponsel dan sibuk beberapa saat) kamu ingin bukti? Ini buktinya.. (menunjukkan foto Andrew yang sedang duduk di sofa bersama seorang wanita asing)


Nikita menggigit bibir bawahnya, menahan kemarahan. Nikita tak bisa melawan Adit dalam kondisi seperti ini.


Nikita: apa mau?


Adit: mudah saja, suruh Abed pergi menemuiku. Dan ya.. bercerailah dengan Abed lalu kita menikah.


Nikita: aku tidak akan bercerai dengan Abed. Abed lebih baik darimu, dia sangat baik padaku juga Andrew. Abed menyayangi Andrew, tidak sepertimu. Kamu jahat Adit.. kamu jahat!!!


Adit: diam!!!! (Membentak Nikita) ingat Nikita, aku dan kamu tidak akan pernah terpisahkan. Sekarang pilihan ada ditanganmu, ikuti perintahku atau tidak.


Suruh Abed datang di gedung kosong pinggiran kota A. Ingat, datang dengan membawa surat cerai.


Nikita: dimana Andrew?


Adit: di rumahku. Waktumu tidak banyak Nikita, kamu hanya punya waktu sampai besok malam pukul 10. Jika Abed tidak ada kabar, maaf saja.. aku akan bawa Andrew bersama ku keluar negri.


Adit keluar dari mobil Nikita dan berlari menjauh. Nikita ketakutan, tangannya gemetar tak terkendali. Nikita mengambil ponsel dan menghubungi Abed. Nikita meminta Abed datang, Nikita tak bisa menyetir karena merasa tubuhnya sangat lemah. Nikita bingung dan hanya bisa menunggu Abed datang.


Ponsel Nikita berdering, Nikita melihat layar ponselnya. Panggilan dari Amelia. Nikita menghela nafas dan mengangkat panggilan dari Amelia.


(Panggilan terbubung)


Amelia: hallo..


Nikita: hai Mel.. ada apa? (Suara serak)


Amelia: kamu dimana? Aku datang ke rumah kamu tidak ada.


Nikita: ya.. aku sedang yoga.. ada masalah?


Amelia: maaf Nikita, tapi aku ingin memeberitahu sesuat. Adit sudah dibebaskan dengan jaminan besar oleh seseorang. Aku takut dia menganggumu, aku tidak ingin pria jahat itu manyakitimu.


Air mata Nikita mengalir perlahan Nikita menyeka air matanya perlahan. Amelia terdiam, mendenagar suara Nikita yang terisak.


Amelia: Niki.. ada apa??

__ADS_1


Nikita: Adit baru saja menemuiku Mel.. (menangis) dia mengancamku dengan Andrew. Andrew bersamanya saat ini, Adit ingin aku dan Abed berpisah, dan ingin Abed pergi menemuinya dengan membawa surat carai. Jika tidak dia akan membawa Andrew pergi.. (terisak)


Amelia: (panik dan cemas) pria breng**k beraninya mengancammu. Kamu dimana? Kami akan datang.


Nikita: aku sudah panggil Abed, kamu tidak perlu cemas.


Amelia: baiklah, kami akan kembali dan menunggumu dirumah. Jangan pikirkan hal ini lagi, pikirkan kandunganmu. Oke?


Nikita : iya Mel.. thankyou.. (memutus panggilan)


Nikita mengusap perutnya perlahan dan bersandar, matanya terpejam memikirkan Andrew. Membayangkan wajah Andrew..


15 Menit kemudian..


Nikita terkejut saat kaca mobil diketuk. Nikita melihat kearah luar dan itu Abed. Nikita membuka pintu mobil, Nikita langsung memeluk Abed.


Abed: ada apa sayang? Kamu baik baik saja? (Melepas pelukan menatap Nikita)


Nikita: Adit.. (suara serak)


Abed: (mengerutkan dahi) Adit? Ada apa dengan adit?


Nikita: dia datang mengancamku.. dia... (Nikita menceritakan semua kejadian yang dia alami, air matanya bercucuran. Suarany gemetar)


Abed: jangan menangis sayang (menyeka air mata Nikita dan mencium lembut kening Nikita) kita pulang dulu, masih ads waktu untuk mencari jalan keluarnya. Percaya padaku, aku tidak akan pernah menceraikanmu dan tidak akan pernah rela Adit mengambil Andrew dari kita. Aku pasti akan membawa Andrew kembali.


Nikita: tapi.... (kata kata terputus)


Abed: kamu tidak percaya padaku? Tidak percaya janji pernikahan kita?


Abed memeluk erat Nikita. Abed berusaha menenangkan Nikita, Abed mengusap lembut punggung Nikita.


Abed:(melepas pelukan) dengarkan aku baik baik. Apa kamu masih ragu jika aku tulus mencintaimu dan mencintai Andrew? Aku sudah katakan dari awal, aku menerimamu apa adanya, aku menikahimu sebagai istriku, anakmu juga anakku. Meski aku dan andrew tidak terikat hubungan darah, akulah papanya. Papa yang mengasuhnya dari bayi. Aku sayang pada Andrew, aku juga sayang padamu.


Nikita menangis keras *** bahu Abed. Abed mengusap kepala Nikita dan mengratkan pelukan. Abed memjamkan matanya menahan kekesalan kepada Adit.


(Dalam hati Abed)


Aku tidak akan rela kamu terus mengganggu Nikit. Sudah cukup kamu membuat istriku menderita Adit, sial! Siapa yang membantu Adit keluar dari penjara? Kenapa membantu Adit? Aku harus lebih waspada dan lebih hati hati kali ini.


Abed melepas pelukan. Nikita pindah tempat duduk, Abed masuk kedalam mobil. Mobil berjalan pulang kembali kerumah. Sepanjang perjalanan Nikita dan Abed hanya saling diam. Mereka memikirkan hal yang sama, memikirkan Andrew.


♡♡♡♡♡


Amelia dan Brian menunggu di ruang tamu. Amelia beberapa kali mengintip keteras depan rumah, Amelia mondar mandir. Amelia cemas, panik dan gelisah, Amelia menggigit ujung jari telujuk tangan kanannya. Brian bersandar sofa dan menyilangkan kakinya. Brian menatap Amelia


Brian: nyonya Candra, duduklah.


Amelia: aku tidak bisa bercanda sekarang Brian..


Brian: bercanda apa? Apa kamu tidak lelah mondar mandir seperti itu?

__ADS_1


Amelia: aku masih penasaran bagaimana keadaan Nikita.


Brian : duduklah, kita harus bersabar. Mungkin mereka dalam perjalanan pulang.


Amelia: (berjalan mendekati Brian dan dusuk di samping Brian) aku sangat cemas Brian. Adit dia sangat menyebalkan!


Suara mesin Mobil, Amelia dan Brian berdiri keluar rumah menuju teras. Abed dan Nikita turun dari mobil dan menyapa Brian dan Amelia.


Abed: hai, kalian datang?


Amelia memeluk Nikita. Amelia merasa jika Nikita terlihat sangat sedih. Abed membawa Nikita, Brian, dan Amelia untuk masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Mereka berbincang, Amelia meminta Nikita menceritakan lebih detail lagi soal adit. Brian membagi informasi jika Adit dibebeskan dengan jaminan besar orang seorang seseorang yang misterius.


Brian, Amelia, Abed dan Nikita berdiskusi tentang cara membebaskan Andrew. Amelia mengusulkan memberikan surat cerai palsu, dengan menggunakan bantuan Caroline. Brian, Abed dan Nikita sejutu. Amelia langsung menghubungi Caroline dan meminta bamtuan, Amelia menceritakan semuanya. Dan Caroline akhirnya menyetujui membantu Amelia membuatkan surat cerai palsu yang pasti akan semirip surat Asli.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2