
Abed mengancing kemejanya. Abed terus memikirkan Andrew. Dalam pikirannya hanya Andrew Andrew dan Andrew. Abed selesai berganti pakaian menatap Nikita yang tertidur pulas di atas ranjang. Abed mendekati Nikita, mencium lembut kening Nikita lalu pergi keluar kamar. Mendengar pintu kamar ditutup Nikita membuka mata dan bangun. Nikita mengambil topi dan mantel, menyusul Abed.
Abed naik dalam mobil dan melesat pergi, Nikita menghubungi Amelia. Amelia dan Brian sampai di depan rumah Nikita menjemput Nikita. Mereka melesat pergi mengikuti mobil Abed. Nikita mulai gelisah, hatinya sudah merasa tidak enak. Pikiran sudah kacau, memimikirkan hal hal yang akan terjadi. Amelia yang duduk di samping Nikita memegang erat tangan Nikita berusaha menguatkan Nikita.
Amelia: sayang, tahukah kamu area jalan ini?
Brian: tidak, aku baru melewatinya. Sial! Kuta tidak bisa mendapat bantuan dari kepolisian.
Amelia: apa? Bagaimana mungkin?
Brian: kepala polisi mengatakan jika atasannya melarang keras, jika memaksa makan dia akan kehilangan jabatannya.
Amelia: ini pasti ulah orang itu, mereka tau jika kita akan meminta bantuan polisi. Dia menggunakan kekuasaan petinggi kepolisian untuk menahan setiap kepala polisi. Ini pasti dia, ya.. pasti ini dia..
Nikita: lalu bagaimana kita akan membantu Abed? Aku sangat takut Amelia.
Amelia: maaf Nikita, sepertinya kita memang harus berjuang sendiri.
Brian: aku sudah meminta Thomas, Arson dan Billy membantu kita. Mereka sudah dalam perjalanan, setidakny mereka bisa menahan dari orang orang yang membantu Adit. Adit tidak mungkin seorang diri.
Amelia: ide bagus sayang, setelah kita bisa masuk. Aku akan pergi mencari Andrew, Nikita.. (menatap Nikita) tetaplah di dalam mobil. Aku dan Brian akan membantu Abed. Adit tidak akan mungkin memberikan Andrew begitu saja pada Abed.
Nikita: ya.. aku akan mengukuti kata kata kalian.
Nikita terus merasa cemas, perutnya merasa tidak nyaman. Nikita menggosok perlahan perutnya dan mengatur nafasnya.
Amelia: kamu baik baik saja? Apa perutmu sakit?
Nikita: aku baik baik saja.
Amelia: (memberikan minum pada Nikita) minumlah, atur nafasmu jangan banyak pikiran. Oke? (Mengusap perut Nikita perlahan)
Nikita: thanks Mel.. (tersenyum tipis) Nikita membuka tutup botol dan meneguk air, kembali menutup botol air)
Brian menambah kecepatan melihat Abed dan mobilnya semakin cepat berjalan, Amelia dan Nikita terkejut, tiba tiba Brian menambah kecepatan.
Amelia: ada apa??
Brian: Abed menambah kecepatan. Jika alu tidak tambah kecepatan, kita tidak akan bisa menyusul. Maaf Nikita..
Nikita: aku baik baik saja, fokuslah menyertir.
Amelia: hati hati sayang..
Brian: hmmm.. oke.. (fokus menyetir)
Suasana semakin mencengkram, Brian Amelia dan Nikita terdiam. Brian fokus menyetir, Amelia dan Nikita larut dalam pikiran masing masing.
♡♡♡♡♡
Mobil Brian berhenti jauh dari mobil Abed. Saat melihat Abed masuk dalam sebuah gedung. Brian dan Amelia turun dari mobil dan mengikuti Abed. Nikita sendirian di dalam mobil, perasaan cemas dan panik menghantui Nikita.
Didalam gedung Abed melihat beberapa penjaga. Abed melihat sekeliling banyak penjaga, Abed tidak menemukan Adit. Abed mengatur nafasnya, menahan kekesalan dan amarah yang sudah menumpuk di ubun ubun. Abed berusaha tenang mengingat Andrew masih ada di tangan Adit.
"Sudah datang? Kamu membawa suratnya?"
Suara dari lantai dua. Abed mengangkat kepala menatap Adit, Adit berdiri bersandar pagar pembatas melihat ke arah Abed.
Abed: jangan banyak bicara, ini surat cerai kami. Aku dan Nikita sudah resmi bercerai! Berikan Andrew..
Adit: kenapa harus? Andrew anakku. Aku berhak sepenuhnya atas hidup Andrew.
Abed: jangan ingkar janji Adit!
Adit: haha.. (tertawa lebar) kamu yang bodoh! Mau saja melindungi anak orang lain, dan mau saja menceraikan Nikita.
Abed: kamu jangn coba coba mempermainkanku Adit. Aku akan membunuhmu!!! (Kesal)
Adit: mau membunuhku? Silahkan, sebelum membunuhku pikirkan cara lolos dari orang orang yang mengepungmu.
__ADS_1
Beberapa orang maju mengelilingi Abed. Abed terkejut, matanya melebar. Target sesungguhnya adalah dirinya, bukan Nikita atau Andrew. Abed tersenyum dingin menatap Adit yang terseyum bangga di lantai dua.
Amelia dan Brian beraksi setelah menunggu datangnya Thomas, Arson, dan Billy. Brian melumpuhkan orang orang yang berjaga di depan. Amelia menyelinap masuk mencari Andrew.
Nikita yg ada didalam mobil sudah tidak tahan lagi, Nikita akhinya keluar dan berjalan menuju samping gudang, mengalihkan perhatian dari Amelia dan Brian. Nikita mencari jalan masuk, Nikita menemukan sebuah pintu. Tanpa ragu Nikita masuk kedalam, Nikita sudah membukatkan tekadnya.
Nikita menemukan tangga, Nikita menaiki anak tangga perlahan. Nikita terus berdoa dalam hatinya agar bertemu Andrew. Nikita berjalan perlahan mencari di tiap sudut, jantung Nikita berdebar kencang. Nikita memegang dadanya dan terus mencari, mencari tiap ruangan tidak di temukan. Nikita melewati sebuah ruangan dengan pintu tertutup rapat.
Nikita melewatinya begitu saja. Namun ditengah jalan langkahnya terhenti. Nikita berbalik dan berjalan cepat menuju ruangan itu. Nikita membuka pintu perlahan, ruangan penuh barang bekas. Mata Nikita tertuju apada sebuah kardus yang bergerak gerak, dan memdengar suara ocehan. Nikita langsung mendekati kardus dan melihat Andrew sedang bermain. Nikita langsung mengangkat Andrew, menciumi Andrew dan memeluk Andrew.
Nikita: sayangku, mama menemukanmu sayang. Kamu baik baik saja?
Andrew menatap Nikita dan mencium pipi Nikita lembut. Nikita meneteskan air mata memeluk erat Andrew. Nikita menggendong Andrew keluar ruangan. Saat keluar ruangan, Nikita bertemu Adit. Adit terkejut menatap tajam ke arah Nikita. Nikita berjalan cepat menghindari Adit, Adit mengejar Nikita. Nikita sangat takut, memeluk erat Andre dalam gendongannya.
Nikita bertemu Amelia, Nikita mmeberikan Andrew pada Amelia. Nikita meminta Amelia menjaga Andrew.
Nikita: Mel, cepat pergi. Aku akan alihakan perhatian Adit.
Amelia: ayo pergi bersama, aku tak bisa meningalkan mu sendirian disini.
Nikita: aku tidak bisa lari, kamu tau kan aku sedang hamil. Hanya akan menyusahkanmu, cepat pergi. Adit akan datang aku akan alihkan perhatiannya. Pergilah..
Amelia: tapi... \(terdiam menatap Nikita\) aku menunggumu di bawah Nikita. Kita akan pulang bersama.
Nikita tersenyum tipis, mencium Andrew dan berbalik kembali menemui Adit. Adit melihat Nikita seorang diri.
Adit: dimana anak kita?
Nikita: kita? Kamu tidak pantas di sebut papa!
Adit: terserah, bagaimanapun itu anakku. Darah dagingku!
Nikita berjalan perlahan menjauhi Adit yanh semakin dekat, Nikita mencari Abed. Adit berlari mengejar Nikita. Adit mencengkaram tangan Nikita, Nikita menepis tangan Adit.
Adit: kamu melupakanku? Selama ini siapa yang selalu ada di sisimu?
Nikita: kamu memang disisiku tapi itu semua hanya ada di masa lalu. Kita sudah berakhir tidak ada hubungan apa apa lagi. Kamu mengerti?
Adit: Nikita.. aku masih mencintaimu..
Nikita: (menatap tajam dengan senyum sinis) simpan cintamu.. aku tidak butuh cinta dari pria jahat dan kejam sepertimu.
Nikita berbalik dan terus berjalan. Nikita mendengar keributan di kantai bawah, Nikita mengintip. Matanya melebar melihat suaminya babak belur dikeroyok. Nikita berjalan cepat ingin menemui Abed. Saat ingin menuruni tangga, tangan Nikita ditarik oleh Adit. Nikita dan Adit saling memandang.
Nikita: lepas! (Nada tinggi)
Adit: tidak! Kamu akan menemui Abed? Bairkan dia bersenang senang dibawah (tersenyum jahat)
Nikita:(menepis tangan Adit) aku muak denganmu Adit! Aku membencimu, sangat membencimu! Selamanya aku Nikita Aulia akan selalu membencimu Aditya Andreas!! Ingat itu..
Nikita berbalik, Adit menarik tangan Nikita dan memeluk Nikita. Nikita berontak dan melepaskan pelukan,Nikita menampar Adit. Adit meraih tengkuk Nikita dan mencium paksa Nikita. Nikita geram, menggigit keras bibir Adit hingga berdarah. Nikita mendorong Adit dan mengusap bibirnya.
Nikita berbalik, kakinya salah meminjak dan akhirnya Nikita jatuh dari tangga. Nikita menjerit..
Nikita: ahhhhhhhh.... (jatuh berguling)
Adit: Nikita... (berteriak)
Abed yang ada di bawah terkejut saat melihat Nikita jatuh dari tangga. Amarah Abed semakin memuncak. Abed menumbangkan semua yang ada di sekelilingnya.
Adit turun menyusuri tangga dengan cepat, melihat kondisi Nikita. Nikita bersimbah darah, kepalanya terluka dan dan mengalir darah segar membasahi kaki Nikita. Adit mendekati Nikita, hatinya hancur melihat Nikita terkulaia lemas tidak berdaya.
Dari jauh Amelia mendengar suara teriakan kencang Nikita, Amelia masuk menggendong Andrew dan terkejut saat melihat dari jauh Nikita tergeletak. Amelia melihat Brian sibuk memanggil bantuan.
Amelia: apa yg terjadi Brian?
__ADS_1
Brian: entahlah, saat aku masuk kedalam aku melihat Nikita jatuh berguling dafi tangga.
Amelia: oh.. astaga.. (menangis) Nikita..
Brian memeluk Amelia, Brian juga merasa sedih atas kejadian yang menimpa Nikita.
Adit membelai kepala Nikita dan menepuk pipi Nikita perlahan. Berusaha menyadarkan Nikita.
Adit: Niki.. bangub! Niki.. (menepuk perlahan pipi Nikita) Niki buka matamu..
Adit panik, dia cemas! Darah yang keluar semakian banyak. Dress Nikita suda penuh noda darah. Abed menarik baju bagian belakang milik Adit dan langsung mengahajar Adit. Abed sudah sangat murka melampiaskan kekesalannya.
Adit: cukup! Aku salah.. aku.. (kata kata terpotong)
Abed: (memukul wajah Adit berulang ulang) apa? Cukup apa? Aku sangat kesal padamu! Aku akan benar benar membunuhmu.. (kembali menghajar Abed hingga babak belur)
Abed melihat pisau di saku jaket Adit, Abed mendekati Adit dan menginjak kedua tangam Adit, Adit meringis kesakita. Abed tetep tidak peduli. Abed meraba saku dan mengambil pisau. Tanpa ragu Abed menusuk nusuk dada dan Perut Adit. Seketika Abed berubah menjadi seorang yang brutal dan tidak terkendali. Darah Adit memercik ke muka Abed pada tusukan terakhir.
Brian dan Amelia terkjut. Amelia syok melihat Abed menggila, Amelia memeluk erat Andrew. Brian mendekati Abed dan berteriak.
Brian: Abed cukup! Hentikan! Sadarlah Abed..
Abed teediam, melepas pisau dalam genggamannya. Abed terkejut melihat Adit tekulai lemah dihadapannya dengana bersiambah darah. Abed melihat tangnya penuh darah, tangannya gemetar. Abed menjauhi tubuh Adit, Abed *** rambutnya sendiri dan menjerit keras.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan \(End\)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
\(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea\_anggie
Line id: dea\_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1