
Amerika..
Brian bermimpi tentang Lovely. Brian melihat Lovely berlari dan menegur Lovely.
"Sayang, jangan berlari. Berhati-hatilah!" ucap Brian berjalan perlahan di belakang Lovely.
"Iya papa, papa tidak perlu cemas." Jawab Lovely yang terus berlari.
Lovely menuruni anak tangga dengan langkah cepat, kakinya tidak tepat meminjak anak tangga dan akhirnya terjatuh. Lovely berguling menuruni tangga. Brian berteriak mengejar Lovely yang jatuh berguling.
"Lovely.." Brian berlari turun menyusuri tangga hingga akhir anak tangga. Brian terkejut, Lovely tergeletak bersimbah darah.
Brian terbangun dan menyeka keringat di dahinya. Brian duduk bersandar dan mengatur nafasnya.
"Ternyata hanya mimpi, syukurlah. (Mengelus dada) tapi aku harus pastikan, pikiranku tidak akan tenang sekarang. Tidak boleh terjadi sesuatu pada putriku." Batin Brian cemas.
Brian turun dari ranjang, meraih ponselnya di atas meja dan berjalan keluar kamar. Brian tidak ingin mengganggu Amelia yang sedang tidur pulas.
Brian menutup pintu kamar dan berjalan menuju dapur. Brian mengambil gelas dan menuang air untuk di minum. Brian meletakan gelas kosong di meja dan duduk, Brian mencoba menghubungi Lovely. Panggilannya tersambung namun belum di terima oleh Lovely, Brian terus mencoba beberapa kali.
♡♡♡♡♡
Andrew terbangun dari tidurnya dan menatap Lovely yang masih berbaring. Andrew berdiri dari dudukya dan menaikan selimut Lovely hingga menutupi leher. Andrew pergi, berjalan perlahan menuju pintu dan keluar dari kamar Lovely. Andrew berjalan menuju dapur ingin mengambil minum, Andrew membuka lemari pendingin dan mengambil botol berisi air minum lalu membuka tutup botol tersebut. Andrew mengambil gelas, meletakan gelas di meja dan menuang air dalam botol ke gelas. Andree meneguk air dalam gelas sedikit, mendengar ponsel Lovely yang ada di atas meja makan berdering.
Andrew meneguk habis air dalam gelas dan meletakan gelas, Andrew meletakan botol berisi air di samping gelas diatas meja dan berjalan cepat mendekati meja makan. Andrew mengambil ponsel Lovely yang ada di atas meja dan melihat layar ponsel. Mata Andrew melebar, panggilan dari Brian, tangan Andrew gemetar peeasaanya tidak enak. Andrew merasa panik dan cemas. Nada dering berakhir, tidak lama layar menyala dan Brian kembali menghubungi ponsel Lovely.
"Hmm.. baiklah Andrew, bersikap lah baik. Jangan panik dan cemas, semua akan baik-baik saja." Batin Andrew.
Andrew mengusap wajahnya dengan tangannya sendiri lalu menjawab panggilan dari Brian.
(Percakapan di telepon)
"Hallo.." jawab Andrew ragu-ragu.
"Hallo, Andrew?" Tanya Brian.
"Hai paman, ini Andrew. Ada kepentingan? Lovely sudah tidur. Banyak pekerjaan hari ini." Jawab Andrew berbohong.
"Sial kenapa aku berbohong!" Batin Andrew, menggigit bibir bawahnya karena panik.
"Hmm apakah dia baik-baik saja? Kamu juga baik nak?" Tanya Brian penasaran.
Andrew terkejut, dan lagi-lagi harus berbohong. "Lovely baik paman, aku juga baik-baik saja. Paman tidak perlu cemas. Kami hanya sedikit sibuk, karena banyak pekerjaan yang harus kami kerjakan. Paman sehat? Bagaimana dengan bibi?" Andrew mengubah topik agar Brian tidak banyak bertanya.
"Ahh begitu ternyata, maaf mengganggumu Andrew. Paman hanya khawatir saja, bagus jika tidak ada apa-apa da kalian berdua baik-baik saja. Tidurlah nak, jangan terlalu sering mengulur waktu tidur tidak baik untuk kesehatanmu. Jaga Lovely baik-baik Andrew, paman percaya padamu." Kata Brian yang mana dalam hatinya masih gelisah dan tidak temang.
Andrew melebarkan mata, mengepalkan tangan kanannya di atas meja. "Ba.. baik paman, aku menjaga Lovely. Paman tidak perlu khawatir, aku harus selesaikan pekerjaanku lalu pergi tidur paman. Bye.." Andrew berusaha mencari cela menyudahi percakapannya dengan Brian di telepon.
"Baiklah nak, jaga dirimu baik-baik. Kedehatanmu juga pola makanmu, jika ada apa-apa jangan sungkan bicara pada paman. Sampaikan salam paman untuk Lovely, katakan untuk menghubungi paman besok. Lanjutkan pekerjaanmu nak, paman akan hububgi kamu lagi lain waktu. Bye.." Brian mengakhiri panggilannya.
Andrew menggenggam erat ponsel Lovely ditangannya. Ada perasaan bersalah, karena Andrew sudah melukai Lovely dan bahkan berbohong kepada Brian. Andrew merasa jika apa yang di lakukannya sudah keterlaluan.
"Apa kau berniat mundur? Jangan lemah Andrew, jangan perdulikan apa kata hatimu yang payah itu. Dirimu yang sekarang adalah Andrew yang sempurna! Lanjutkan misimu, pekerjaanmu orang yang membunuh papamu. Hahaha.. jangan mundur Andrew, jangan mundur!" Suara bisikan dari sisi gelap Andrew kembali muncul di belakang Andrew, menepuk bahu Andrew.
"Jangan dengarkan iblis itu Andrew! Ingat, Brian mempercayakan Lovely padamu. Jangan lupakan ajaran dan didikan papa mamamu. Jadilah orang yang baik! Jadilah orang yang berguna untuk sesama! Tinggalkan niatmu untuk balas dendam, jangan sampai kau menyesali perbuatanmu." Sisi baik dalam diri Andrew ada di hadapan Andrew.
Sisi gelap mendekat dan berbisik, "jika kau dengarkan dia, kau hanya akan menjadi orang yang gagal dan menjadi orang yang tidak berguna. Ingatlah, kematian papamu, kematian wanita tua di cafe dan juga wanita club itu. Hahahaha.. bukankah kau merasa dirimu tidak berguna Andrew? Jangan hiraukan apa yang kau lihat lagi, jangan pedulikan merka yang tidak mempercayaimu. Biarka saja, mereka mati! Hahaha.." sisi gelap tersenyum jahat menatap sisi baik. Secara perlahan berusaha menguasai pikiran Andrew.
"Andrew! Semua bukan salahmu, jika kau di tolak dan di abaikan bukan berarti kau harus menyerah membantu orang lain. Gunakan kelebihanmu untuk membatu yang lain, meski sebelumnya kau gagal menolong masih ada kesempatan berikutnya bukan? Jangan terhasut kata-kata iblis di belakangmu. Buang semua rasa bencimu Andrew, jangan menjadi pribadi yang buruk!" Sisi gelap masih berusaha menerangi pemikiran Andrew.
Andrew mere**s rambutnya, pikirannya kacau. Di sisi lain apa yang dikatakan sisi gelap dibelakanya adalah kebenaran. Dia tidak lebih hanya sampah! Tidak bisa apa-apa, meski berusaha membantu pun hanya akan di acuhkan dan dianggap sebagai orang yang tidak waras. Di sisi lain, apa yang di katakan sisi baik di jadapannya juga menjadi hal yang berat untuk dilupakan. Abed dan Kim Ha Na mendidik Andrew tidak hanya menjadi seorang yang baik hati melainkan membentuk pribadi yang penuh kasih sayang dan kelembutan. Tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Mencelakai orang lain dan juga tidak boleh melukai hati sesama dengan perbuatan atau perkataan.
Andrew tak mengwrti harus memilih jalan yang ada di belakangnya atau di hadapannya. Rasa kecewa, kesal, marah dan juga keinginan yang kuat untuk balas dendam menutupi kasih dan kebaikan! Andrew mengangkat kepala dan menatap sisi baik di hadapannya.
__ADS_1
"Enyah dari hadapanku! (Tersenyum dingin dengan tatapan mata yang tajam) jika aku berbuat baik, apakah bisa menghidupkan kembali papa dan dua wanita itu? Tidak kan, yang tiada tetap tiada! Aku tidak akan peduli lagi pada apa yang aku lihat mulai sekarang, aku lelah! Aku tidak ingin di abaikan! Aku muak..! Aku muak..! Biarkan aku memilih jalanku sendiri. Jangan campuri urusanku." Kata Andrew dengan penuh keyakina yang membuat siai baiknya kecewa.
"Dan kau yang ada di belakangku, jangan menghasutku lagi. Aku juga tidak percaya padamu! Kamu juga tidak bisa menghidupkan papaku, kamu juga tidak berguna sama sepertinya." Kata Andrew, melirik sisi gelapnya.
"Haha.. terserah kau saja anggap aku apa! Aku mendukungmu sepenuhnya, kau adalah aku, dan aku adalah kau, bukan kah kita sama? Aku adalah sisi gelap yang murka dan penuh kemarahan. Haha.." sisi gelap tersenyum jahat.
♡♡♡♡♡
Amerika
Brian duduk dan memijat perlahan pangkal hidungnya. Kepalanya terasa sedikit pusing, Brian masih terus memikirkan Lovely. Meski sudah mendengar jawaban dari Andrew jika putri kesayangannya baik-baik saja tetapi perasaanya tidak tenang dan terus gelisah.
"Benarkah putriku baik-baik saja? Aku tidak pernah bermimpi buruk jika dia baik-baik saja, atau jangan -jangan di sakit dan meminta Andrew berbohong agar aku tidak mengomel? Haahhh.. (menghela nafas panjang) jadwalku begitu padat saat ini, aku ingin sekali menemui putriku." Batin Brian.
Alex menarik kursi dan duduk di samping papanya, melihat papanya yang belum tidur membuat Alex bertanya-tanya. "Pa, ini sudah larut. Lebih baik papa tidur, apa papa sedang sakit?" Tanya Alex meminum air dalam gelas yang ada di tangannya.
"Hai nak, papa baik-baik saja. Papa baru saja terjaga, kamu belum tidur?" Brian kembali bertanya kepada Alex.
"Aku masih ada beberapa pekerjaan pa, jika sudah selesai aku akan tidur." Jawab Alex.
"Jangan terlalu keras pada tubuhmu nak, istirahatlah. Masih ada hari esok, jangan sampai kamu jatuh sakit. Papa tidak memintamu harus menyelesaikan semua tugasmu malam ini, jangan bebani dirimu dengan pekerjaan. Maafkan papa jika papa terlalu keras padamu." Brian menatap Alex.
Alex menghela nafas panjang dan meletakan gelas di tangannya di atas meja. "Aku baik-baik saja papa. Papa jangan mengatkan apa-apa lagi, aku merasa sedih setiap kali papa meminta maaf padaku. Papa adalah papaku, dimataku papa tidak pernah salah, aku lah yang selalu merepotkan papa. Terkadang aku terlalu sibuk pada pekerjaan dan kesibukanku diluar jam kerja. Mengabaikan papa dan mama, papa dan mama pasti sangat kesepian. Kakak di inggris dan aku pun tidak ada di sisi kalian. Maafkan aku pa, aku akan berusaha lagi mengatur waktuku, meluangkan banyak waktu memperhatikan papa dan juga mama." Kata Alex yang merasa sedih.
"Jangan pikirkan kami, selagi kamu bisa lakukan apa yang kamu mau maka lakukanlah. Hidup hanya sekali, jangan sampai kamu menyesalinya di masa depan. Ingat selalu pesan-pesan papa. Jangan BERBOHONG, jangan MENCURI dan MENCURANGI ORANG. jangan MENCELAKAI orang juga dirimu sendiri, jangan MELUKAI perasaan orang lain dengan PERBUATANMU atau PERKATAANMU. Jika orang lain yang melakukan itu maka biarkan saja, kamu harus tetap teguh pada pendirianmu. Menjawab dan akhirnya berdebat hanya akan menimbulam rasa KESAL yang berujung KEBENCIAN. Jangan ada kata AKU MEMBENCIMU, katakan pada orang yang melukai hatimu, melukai perasaanmu. Katakan pada mereka di dalam hatimu, AKU MAU MENGASIHIMU. Biarkan KASIH menutupi BENCI, dan Biarkan BENCI berubah menjadi KASIH. KASIH ITU LEMAH LEMBUT, KASIH ITU PANJANG SABAR, KASIH TIDAK CEMBURU, KASIH PASTI MEMAAFKAN DAN KASIH PASTI BERMURAH HATI. Jadikan KASIH sebagi perisaimu sehingga BENCI itu sirna. Dan yang paling utama adalah selalu BERSYUKUR. BERSYUKUR lah dalam segala HAL nak."Brian memegang tangan Alex erat, Brian tersenyum kepada Alex.
Alex merasakan sesuatu dalam hatinya, hatinya tenang dan damai. Alex menatap Brian dan tersenyum lebar. "Terimakasih pa, papa dan mama selalu memberi kami kasih sayang dan cinta tanpa batas. Tidak pernah mengeluh saat aku dan kakak membuat papa bingung dan kami juga banyak mengeluh. Kami selalu menuntut papa dan juga mama, tidak ada rasa bersyukur dan kepuasan. Maafkan aku pa.. aku hanya beban untuk papa.(tiba tiba merasa sedih sehingga menangis) a.. aku.. aku.." Alex menyeka air matanya, merasa bersalah saat mengingat beberapa kesalahannya yang dia lakukan saat masih sekolah.
"Jangan bersedih nak, papa dan mama tidak pernah mengatakan jika kamu dan juga kakakmu adalah BEBAN. kamu tau, bagi papa dan mama kalian adalah BERKAT DAN ANUGRAH TERINDAH yang TUHAN berikan. Mendidik kalian, mengasihi dan mencintai kalian adalah tugas kami sebagai orang tua. Kadang kala kami memang berasa berat dimana kami harus memberikan arahan kepada kalian, kami harus terus memantau dan memperhatikan setiap hal yang kalian lakukan dimana kalian berada. Oleh karena itu papa selalu ajarkan kalian untuk tidak berbohong, papa mama tidak akam marah walaupun kalian bicara keburukan atau kalian melakukan kesalahan. Asal kalian jujur papa dan mama pasti senang dan bangga, kebohongan sekali membuatmu melakukan kebohongan kedua. Begitu seterusnya sampai kejujuran dalam hidupmu lenyap. Dan saat kejujuran itu lenyap maka tidak ada seorangpun yang mau mendekatimu, tidak ada orang yang mau berteman denganmu. Kejujuran terkadang menyakiti hati, dan terasa pahit. Namun itu lebih baik dibadingkan manisnya kebohongan yang berujung sesaknya hati dan melukai perasaan. Jadi jangan pernah bohongi siapapun, jika tidak suka katakan tidak suka jika suka katakan suka. Jika kamu berpura-pura tidak hanya kamu melukai perasaan orang lain tetapi kamu juga sudah melukai dirimu sendiri, luka itu bukan luka fisikmu melainkan luka hati yang berujung penyesalan." Brian meletakan tangannya di dada Alex. Brian merasakan detak jantung putranya yang berdetak kencang.
Alex mengangguk pelan dan menunduk, Brian mengusap-usap kepala Alex. Berdiri dan memeluk Alex dengan penuh kehangatan. "Maafkan papa jika papa pernah meluakai hatimu dengan kata-kata papa nak. Papa hanya ingin yang terbaik untukmu, mungkin papa keras mendidikmu tetapi percayalah papa ingin kamu menjadi pria bijaksana di masa depan. Pria yang bisa sepenuhnya bertanggung jawab kepada wanita yang kamu kasihi. Menjadi kepala keluarga yang bisa menjadi teladan, papa ingin semua anak-anak papa hidup saling mengasihi dan bahagia." Brian mengeratkan pelukan dan meneteskan air mata.
Alex menangis tersedu, mencebgkram kuat baju Brian. Brian mengusap punggunh Alex berusaha menenangkan Alex. Amelia melihat dari kejauhan dan meneteskan air mata. Amelia menyeka air matanya yang jatuh menetes di pipinya.
Ternyata semenjak Brian berbincang dengan Alex, Amelia sudah ada tidak jauh dari Brian dan Alex, Amelia mendengar apa yang Brian katakan juga bicarakan pada Alex. Amelia bangga memiliki seorang Brian dalam hidupnya.
Amelia berjalan perlahan dan mendekati Brian juga Alex. "Kalian berpelukan, tidak mengajakku?" Ucap Amelia menggoda.
Brian dan Alex melepas pelukan, Alex langsung berdiri dan meluk Amelia. "Mama.. aku sayang mama.." kata Alex.
Amelia mengusap kepala belakang Alex. "Mama juga selalu menyayangimu nak. Kamu kesayangan mama." Amelia tersenyum melirik ke arah Brian.
"Hmm.. Alex juga kesayangan papa. Kesayangan papa dan mama." Kata Brian memeluk Alex dan juga Amelia.
Alex merasa bahagia, hatinya juga tenang. Dia lupa jika dibandingkan teman-temannya dialah anak yang paling beruntung, dimana papa dan mamanya selalu ada meski sibuk. Tidak pernah mengabaikan setiap keluhan anak-anaknya, selalu lembut dalam bertutur kata tidak pernah membentak walau anak-anaknya sangat menyebalkan dan mengesalkan. Walau pikrian papa dan mamanya kacau, tidak pernah sekalipun meluapkan kekesalan kepada anak-anaknya. Alex merasa memiliki sebuah keluarga yang sempurna karena di dalam keluarga ada sesuatu yang menguatkan satu sama lain yaitu KASIH.
@@@@@... @@@@@...
Banyak diantara kita terutama anak-anak menganggap jika orang tua terlalu mengatur kita atau juga terlalu menekan kita. Tetapi kita tidak tau dibalik semua itu mereka jungkir balik demi kebahagiaan kita. Mereka akan panik di kala kita anak-anknya sakit atau sedih dan terluka.
Lalukan yang terbaik selagi kalian bisa melakukan, karena kita hidup hanya sekali. Hidup adalah kesempatan, kesempatan berbuat baik, kesempatan memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jangan sia-siakan waktu yang ada. Karena kita tidak akan tahu kapan kita akan terpanggil, dan meninggalkan dunia ini.
Semangat untuk semuanya, selalu sehat dan bahagia. Semoga cerita saya selalu menginspirasi kalian semua. Terimakasih semuanyaaa..
PERTANYAAN DARI AUTHOR
(SAYA INGIN BERTANYA, JIKA SESEORANG YANG BERBUAT SALAH KEPADA KALIAN ATAU MENYAKITI HATI DAN PERASAAN KALIAN,, JIKA SESEORANG TERSEBUT MEMEMINTA MAAF PADA KALIAN DAN MENCOBA UNTUK MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN KALIAN, INGIN MEMULAI LEMBARAN BARU.. APA YANG AKAN KALIAN LAKUKAN???? SESEORANG TERSEBUT MENCANGKUP BANYAK ORANG YA.. TIDAK HANYA PASANGAN KITA ATAU MANTAN..
1) MAU MEMAAFKAN TETAPI MEMILIH TETAP MENJAUH DAN MENJAGA JARAK/CUKUP SAMPAI SINI AJA AKU KENAL KAMU, BERIKAN ALASAN..
2)MAU MEMAAFKAN DAN INGIN MENJALIN KEMBALI HUBUNGAN SILATURAHMI/ MEMBERIKAN KESEMPATAN KE DUA, BERIKAN ALASAN..
3)TIDAK MEMAAFKAN KARENA SUDAH TERLANJUR SAKIT HATI DAN INGIN MELUPAKAN/BODO AMAT SEKIAN DAN BYE, BERIKAN ALASANNYA..)
__ADS_1
Hehe.. saya hanya ingin tahu saja, karena saya tau jika kalian masing-masing memiliki jawaban alasan masing-masing.. Terimakasih..
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berika vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta)
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"