
Amelia Bangun dari tidurnya, Amelia menatap Brian. Memeluk Brian erat erat. Amelia tersenyum cantik.
Brian: pagi istriku (mengusap kelapa Amelia)
Amelia: pagi suamiku. Apa tidurmu nyenyak?
Brian: sangat nyenyak, untunglah semalam pekerjaanku berhasil.
Amelia: pasti Angela akan segera membatumu. Aku yakin dia akan mendatangi David.
Brian: semoga saja kita dapat informasi yang lbh detail. Aku masih belum bisa mengumpulkan profil seseorang di belakang David. Orang itu begitu misterius.
Amelia: aku akan mulai tugasku nanti. Jangan lupa kamu harus berakting dengan baik.
Brian: tapi apa harus aku kasar padamu?
Amelia: (mengangkat kepala menatap Brian) sayang, jika kamu baik dan lembut David mana percaya kita bertengkar.
Brian: tapi aku tidak tega menyakitimu.
Amelia: tidak apa, itu hanya kata kata. Mungkin nanti kata kataku akan lebih pedas, aku harap kamu mengerti. Maafakan aku sayang.
Brian: hmmmm sayangku, aku mencintaimu selamanya.
Brian tersenyum tampan, mencium lembut kening Amelia.
Brian: maafkan aku melibatkanmu Mel.
Amelia: sudah kewajiban istri membantu suaminya bukan. Aku akan membantumu selagi bisa, itu bukan masalah besar. Kamu terus baik baik pada Angela ya, kita harus menampilkan tayangan yang menarik untuk semua orang.
Brian: jangan macam macam dengan David.
Amelia: apa kamu cemburu? Semalam saja bahkan kamu bemesraan dengan si manis Angela.
Brian: jangan macam macam dengan David sayang.
Amelia: aku tau, aku tidak akan melebihi batasanku. Oke?
Brian: cantik, menarik, dan pintar itulah kamu amelia.
Amelia: tampan, baik hati dan sabar. Itulah kamu Brian, suamiku yang sempurna.
Amelia menciun kilas kening Brian dan bangun dari tidur. Amelia merenggangkan tangannya ke aras, Brian memeluk Amelia dari belakang dengan erat.
Amelia: tidurlah, ini masih terlalu pagi. Aku akn buat makanan untuk Lovely.
Brian: jangan pakai baju yang terbuka saat menemui David, saat menemuiku tidak pakai baju pun aku senang. Aku akan langsung memakanmu.
Amelia: dasar mesum, sudah tidurlah. Tolong awasi Lovely juga.
Brian: hmmm.. i lovd you..
Amelia: me too..
Amelia melepas tangan Brian dan turun dari ranjang. Amelia pergi meninggalkan kamar. Brian pun kembali berbaring. Brian mendengar ponsel Amelia bergetar.
Drrt.. drrt..
Pesan masuk.
Brian mengambil ponsel Amelia dan membaca pesan masuk. Pesan dari David.
David Harisson
"Datanglah ke kantorku, aku akan menunggumu😘. Aku sudah bilang, Brian itu playboy"
------
"Kamu tidak sibuk?"
(Kirim)
-----
David Harisson
__ADS_1
"Untukmu akan selalu ada waktu cantik, aku mengagumimu😘"
-----
"Baiklah, sampai nanti.. bye"
(Kirim)
-----
David Harisson
"Bye bye sayang, i love you"
-----
Brian merasa kesal, terus menggengam ponsel Amelia. Seakan ingin mencabik cabik wajah David saat ini. Pikirannya sudah kemana mana, takut jika David akan macam macam pada Amelia.
Brian: Ameliaku sudah mulai bekerja rupanya. (Tersenyum)
♡♡♡♡♡
Apartemen Angela
Angela bangun dari tidurnya, dia terkejut. Mengingat kembali kejadian semalam, seharusnya dia ada di sofa ruang tamu. Angela turun dari ranjang dan keluar dari kamar. Dia menuju sofa, mengambil bunga dan sepucuk surat. Angela membuka surat dan membacanya.
"I LOVE YOU"
Angela tersipu malu, pikirannya terus terbayang bayang wajah Brian yang tampan. Angela meletakan Bunga dan mengambil ponsel di meja. Dia menghubungi seseorang.
(Panggilan terhubung)
"Hallo nona"
Angela: cari tau informasi detail seseorang bernama David Harisson. Siapa orang yang ada di balik layar. Aku ingin laporan yang akurat, kamu mengerti?
"Baik nona, kami mengerti"
Angela mengakhiri panggilan. Angela menatap bunga pemberian Brian dan memeluknya. Hatinya berbunga bunga.
♡♡♡♡♡
Amelia datang ke kantor David, Amelia memasang wajah yang sedih, berusaha berakting sebaik mungkin. Sekertaris David mengantar Amelia menuju ruangan David.
Sekertaris membuka pintu ruangan, Amelia masuk dan berjalan mendekati David yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Amelia: apa kamu sibuk?
David: (menghentikan aktivitasnya, menatap Amelia) hai.. tidak sibuk. Duduklah.
Amelia berjalan menuju sofa, dab duduk. David duduk di hadapan Amelia. Terus menatap ke Arah Amelia.
David: kamu menangis?
Amelia: (mengangguk, menunduk) iya, aku sedih
David: kenapa? Ada apa?
Amelia: semalam Brian tidak pulang. Dia pergi entah kemana.
David: kamu baik baik saja?
Amelia: (menangis) aku harus apa? Aku sangat kecewa.
David berdiri dan mendekati Amelia, David memeluk Amelia. Amelia merasa risih namun harus nenahan demi misi. Kegaduhan terdengar sampai di ruangan.
"Baiarkan aku masuk"
"David, keluar"
David melepas pelukan dan menatap Amelia. Apa kamu datang bersama Brian?
Amelia: tidak, tadi kami bertengkar. Dan aku langsung pergi. Mungkin dia mengikutiku. Aku takut
David: jangan takut, ada aku disini.
__ADS_1
Amelia tersenyum palsu pada David. Pintu ruangan terbuka, Brian berdiri di depan pintu. Amelia pura pura terkejut dan ketakutan, semakin menempsl pada David.
Brian: lihatlah, boss kalian yang terhormat telah mengambil istriku.
Semua berkerumun melihat, David terkejut. Bahkan ada wartawan yang datang. Mereka semua sengaja diundang oleh Brian. Brian masuk dalam ruangan, menarik kasar tangan Amelia. Brian menatap tajam ke arah David.
Brian: tuan Harisson, tidakkah anda tahu jika Amelia sudah punya suami?
David: ya aku tahu, istrimu sendiri yang datang mencariku.
Brian: oh, benarkah? Bukankah kamu yang membujuknya?
David: untuk apa di bahas, bukankah kamu juga berkencan dengan Angela. Sampai sampai istrimu mengadu padaku?
Brian: wah wah.. tuan Harisson tahu banyak tentang keluargaku ternyata. Sudah merayu istriku, sekarang memfitnahku.
David: pergilah, bawa istrimu lembali.
Brian: tentu saja. Aku akan beri dia pelajaran. (Menatap Amelia)
David: kalian juga pergi, jangan mengambil gambarku.
Brian pergi menarik tangan Amelia. Amelia menutupi wajahnya, tidak ingin tertangkap kamera. Brian berjalan keluar lobby menyeret Amelia. Amelia melepaskan tangan Brian dan menghentikan langkahnya. Drama pun di mulai.
Brian : (dengan suara keras) ada apa? Masih ingin lama lama dengan selingkuhanmu, David Harisson?
Amelia: jika iya kenapa? Kamu selingkuh, kenapa aku tidak boleh?
Brian menarik kasar tangan Amelia keluar dari kantor David Harisson. Mereka menuju Lobby. Brian memaksa Amelia masuk kedalam mobil, Semua mata melihat Brian dan Amelia yang sedang bertengkar hebat. Brian masuk dalam mobil, mobil melesat pergi kembali ke rumah.
Brian: sayang, kamu baik baik saja?
Amelia: kenapa tidak memukulku?
Brian: aku mana bisa memukulmu. David menyentuhmu?
Amelia: dia memelukku.
Brian: hanya memeluk?
Amelia: iya.. kamu sudah atur semuanya?
Brian: sudah, besok beritanya akan terbit. Perusahaan Harisson pasti akan berdampak. Aku sudah suruh Boby bersiap membeli semua saham Harisson.
Amelia: bagaimana dengan Axis, bukankah harga saham juga akan menurun?
Brian: (tersenyum) sayangku. Aku sudah membekukan saham Axis. Axis akan baik baik saja.
Amelia: (tersenyum) Brian, kamu sangat pandai. Aku tidak menyangka kamu sudah lebih dulu bertindak.
Brian: maaf membuatmu dalam kesulitan sayang, wartawan tidak akan menujukan wajahmu ke publik. Yang ada hanya wajah David.
Brian dan Amelia kembali pulang. Misi membereskan David telah selesai, tinggal menunggu hari esok. Dimana semua media menerbitakan berita perselingkuhan antara David dan Amelia.
Hallo semua..
Terimaksih sudah mau berkujung dan membaca karya saya.
Jangan lupa like,☆ dan isi kolom komentar.
Yuk mampir ke novel saya yang lain.
Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Bye bye..😉😘
Salam Hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1