Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 212


__ADS_3

Lovely dan Andrew memasak bersama, Andrew membantu Lovely mencuci piring dan membersihkan meja dapur.


Lovely membawa piring, Andrew membantu dan mengambil alih piring yang ada di tangan Lovely.


"Mau di bawa ke meja makan? Biar aku yang membawa dan menata di meja." Andrew berjalan perlahan menuju meja makan.


Andrew menata piring dan peralatan makan lainnya. Lovely senang Andrew mau membantunya.


Lovely datang dan meletakan hidangan di meja makan, Andrew ke dapur dan membawa hidangan yang lain ke meja makan.


"Thanks, sudah mau repot membantuku." Suara Lovely lembut.


"Hei, jangan bicara seperti itu. Ini bukan hal besar sayang, (Andrew menyeka keringat di kening Lovely) aku senang bisa membantu mu." Jawab Andrew.


"Aku akan ambilkan baju gantimu, kamu bisa pakai kamar mandi ruang tamu. Mandilah, handuk dan peratan mandi ada dalam lemari." Kata Lovely.


Andrew mengangguk, "oke.. aku akan mandi, kamu juga mandilah."


Andrew pergi menuju kamar tamu untuk mandi, begitu juga Lovely yang berjalan kekamarnya untuk mencari pakaian ganti milik Andrew.


Dikamar, Lovely membuka lemari dan mencari pakaian Andrew yang disimpannya. Setelah lama mencari akhirnya Lovely menemukan pakaian Andrew. Lovely keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar tamu.


Didepan pintu kamar tamu Lovely berdiri, Lovely mengetuk pintu lalu membuka pintu. Kamar kosong, Andrew masih ada di dalam kamar mandi.


Lovely melangkah masuk dan meletakan pakaian Andrew di atas ranjang. Lovely mengetuk pintu kamar mandi dan memberitahukan Andrew jika bajunya sudah di siapkan.


Tok..


Tok..


Tok..


"Andrew, aku sudah siapkan pakaian gantimu. Tinggalkan saja pakaian kotormu di dalam kamar mandi. Oke" Lovely berbicara dengan suara keras.


Klekkk..


(Suara pintu)


Lovely terkejut, pintu kamar mandi terbuka. Andrew keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggang. Lovely langsung berbalik, wajahnya memerah.


"Ada kimono handuk di lemari Andrew, kenapa keluar hanya memakai handuk seperti itu." Protes Lovely.


"Ah maaf, aku buru-buru keluar tadi." Jawab Andrew.


"Aku akan keluar, aku akan mandi. Oh.. bajumu diatas ranjang." Lovely melangkah pergi dengan cepat.


Lovely menutup pintu kamar tamu perlahan, Andrew hanya tersenyum manis melihat tingkah laku Lovely yang menggemaskan. Andrew berjalan mendekati ranjang dan berganti pakaian.


 


Brian, Amelia, Lovely, Alex dan Andrew makan malam bersama.


"Hmm.. biar aku tebak, ini pasti madakan kak Love." Ucap Alex menatap Lovely.


"Bagaimana rasanya? Enak?" Tanya Lovely.


"Tentu saja enak, tidak sia-sia papa melatihmu kak." Jawab Alex.


"Papa, besok bagaimana pertemuan kita? Bahan presentasiku sudah aku siapkan dan aku letakan di atas meja kerja papa." Kata Lovely menatap Brian.


"Makanlah dulu, kita akan bahas itu nanti. Ahh.. Andrew, (Brian menatap Andrew) paman sudah menghubungi mama dan papamu. Besok kita akan makan malam bersama dan bersiskusi mengenai pernikahan mu dengan Lovely. Paman juga perlu bicara padamu secara pribadi, kamu tidak keberatan kan?" Brian bicara dengan nada suara yang lembut.


"Tentu paman, aku tidak akan menolak." Jawab Andrew.


"Oke, makanlah dulu. Setelaha makan kita bisa duduk santai dan bicarakan banyak hal." Kata Brian melahap makanan yang di sendoknya.


"Makanlah yang banyak Andrew, tidak perlu sungkan pada kami." Kata Amelia.


"Iya bibi, terima kasih." Jawab Andrew.


Alex tidak bersuara, mulutnya penuh dengan makanan. Pikirannya sibuk memikirkan Stela dan makanan yang ada di hadapannya.


Brian dan Amelia menikmati makan malam, Lovely dan Andrew juga demikian. Setelah pembicaraan singkat tidak ada lagi suara yang terdengar. Hanya ada suara gesekan sendok, garpu dan piring.


 


Makan malam usai, Alex dan Amelia juga Lovely berkumpul di kamar Amelia untuk berbincang. Sedangkan Andrew mengikuti Brian masuk dalam ruang kerja.


Brian berdiri di depan rak buku, matanya menyelidik setiap buku seperti sedang mencari sesuatu.


Andrew berdiri di belakang Brian, Andrew hanya diam menatap punggung Brian. Brian berjalan perlahan dan meraba buku-bukunya.


"Jadi, bagaimana perasaanmu? Apa kamu senang ingin menikah?" Tanya Brian, Brian masih menatap buku-buku di rak buku.


"Tentu saja paman, aku sangat senang." Jawab Andrew.


"Menikah bukan hal yang mudah Andrew, tidak semanis saat berkencan, dan juga tidak seindah yang terlihat. Aku dan bibimu, kami sudah lama bersama. Banyak hal sudah kami lewati bahkan sebelum kami menikah pun kami sudah berada dalam kesulitan. Menikah bukan hanya mempersatukan dua orang, antara laki-laki dan perempuan. Menikah juga mempersatukan dua hati, harus saling percaya, mengerti, memahami dan saling mendukung. Membuang jauh sikap egois, harus bisa menahan emosi. Dalam pernikahan suami istri adalah satu, saling berbagi suka duka bersama. Kamu harus siap berbagi semua bebanmu dan juga berbagi masalahmu dengan Lovely, begitu juga sebaliknya. Tidak semua orang mau menceritakan masalah dan berkeluh kesah pada pasangannya walaupun mereka sudah menikah Andrew. Itulah penyebab retaknya sebuah hubungan, yang memicu kesalah pahaman dan pertengkaran. Sampai berakhir pada perpisahan. Aku hanya ingin kamu dan putriku bisa menjalani kehidupan dengan baik." Brian menjelaskan, Brian mengambil sebuah buku dan membuka buku tersebut.


"Aku mengerti paman, aku akan berusaha menjadi suami yang baik, yang bisa melindungi dan menjaga keluargaku sendiri." Jawab Andrew.


"Berusahalah sampai akhir, hidup ini seperti perlombaan. Jika kamu berjuang kamu akan jadi pemenang, jika kamu diam kamu akan kalah dan tidak akan mendapat apa-apa. Lupakan apa yang terjadi masa lalu Andrew, bangkit dan tunjukan pada dunia jika kamu mampu melewati semuanya." Brian berbalik, berjalan dan duduk di sofa.


Brian duduk bersandar di sofa, Brian menyilangkan kaki, "duduklah, katakan bagaimana pekerjaanmu dan apa rencanamu setelah menikah nanti? Brian bertanya pada Andrew.


Andrew duduk di hadapan Brian, Andrew menceritakan mengenai perusahaannya. Brian hanya menganggukkan kepala mengiyakan perkataan Brian.


"Soal masa depan, setelah menikah aku berencana tinggal terpisah. Maksudku aku ingin kami bisa mandiri, bagaimana menurut paman?" Tanya Andrew.


"Tidak buruk, memang seharusnya seperti itu. Lalu kamu sudah siapakan rumah itu? Atau baru ingin mencari?" Brian bertanya kembali.

__ADS_1


"Soal itu, aku punya sebuah apartemen paman. Biasanya dulu jika aku malas pulang kerumah aku akan tinggal diapartemenku sendiri." Jawab Andrew.


"Langkah awal yang bagus, berfikir untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang tua. Paman senang, pelikiranmu terbuka dan luas. Selanjutnya kamu harus bisa lebih baik lagi menjalani hidup, jangan saling melempar tanggung jawab. Jika menemui kesulitan lebih baik di bicarakan bersama agar kalian bisa mencari jalan keluar dan solusi untuk masalah kalian. Dan kamu, jika Lovely ingin membantumu jangan pernah menolak. Seorang istri akan merasa sennag dan bangga jika bisa membantu menyelesaikan masalah suaminya. Hati mereka akan merasa puas meski hanya melakukan hal-hal kecil. Saat berdebat, jangan bersuara dan dengarkan saja keluhan istrimu. Saat istrimu diam, peluklah dan katakan. AKU MENYAYANGI dan MENCINTAIMU, juga jangan lupa mengatakan kata MAAF. Percaya atau tidak, hati wanitamu pasti akan luluh. Inilah rahasia terbesarku Andrew." Brian menutup buku di tangannya dan menatap Andrew.


Andrew diam, menatap Brian. Pikirannya memikirkan banyak hal, perkataan Brian masih dicerna oleh Andrew.


"Jadilah pria yang seperti singa saat berada diluar, dan berhadapan dengan banyak orang. Jadilah selembut kapas saat kamu berada didalam rumah. Karena dirumah hanya akan ada istri dan anak-anakmu. Jangan membawa masalah pekerjaan kedalam rumah, masalah pekerjaan selesaikan di kantor. Masalah rumah selesaikan di rumah." Kata Brian.


"Iya paman, aku mengerti." Jawab Andrew.


"Aku yakin kamu sangat paham maksudku Andrew. Dan kata-kataku bukaklah hal asing lagi untuk telingamu. Mulutku ini tidak akan pernah berhenti dan tidak akan pernah lelah untuk menasihatimu juga Lovely." Brian meletakan buku di sampingnya, melipat kedua tangan di dada.


"Iya paman, Andrew mengerti. Paman sangat sayang pada kami, hanya ingin yang terbaik untuk kami. Terima kasih paman." Kata Andrew.


"Sudah larut, jika kamu lelah tidurlah disini. Sangan sampai mengemudi dalam keadaan mengantuk, jika terjadi sesuatu padamu putri kesayanganku pasti akan sangat sedih. Jika putriku sedih, aku juga sedih." Kata Brian.


"Iya paman, sepertinya aku akan kembali pulang. Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan mama." Jawab Andrew.


Brian mengangguk, "ah.. begitu, baiklah. Apa katamu saja."


Malam itu Andrew menemai Brian di ruang kerja, sampai akhiny Andrew berpamitan untuk pulang. Brian mengantar Andrew sampai pintu utama, melihat Andrew masuk dalam mobil dan melesat pergi meninggalkannya.


Brian kembali masuk dalam rumah, berjalan menuju kamar Alex. Brian membuka pintu kamar Alex, Alex duduk di ranjang dan berdoa. Brian masuk dan menutup pintu, berjalan perlahan mendekati Alex.


Lama hening dalam doa, Alex mengakhiri doanya. Mata Alex perlahan terbuka, Alex terkejut saat melihat Brian berdiri di sampingnya. Brian mengusap kepala Alex dan duduk di tepi ranjang, di samping Alex.


"Hebat, tidak melupakan pergumulan doa." Brian memuji Alex.


"Papa menemuiku? Ada apa?" Tanya Alex.


"Tidak ada apa-apa, hanya ingin melihat putra papa saja. Bagaimana harimu hari ini? Menyenangkan?" Tanya Brian.


Alex mengangguk, "baik pa, hari ini tidak ada yang spesial. Hanya bertemu teman-teman sore tadi, (Alex teringat sesuat) oh aku hampir lupa, pa.. apakah paman David dan bibi Angela datang? Aku sempat bertemu Stela tadi saat aku berada di coffee shop." Alex penasaran.


Brian menatap Alex, " soal itu papa tidak tau nak, tidak ada kabar apa-apa. Lalu bagaimana? Kalian bertegur sapa? Stela bukannya sangat senang menempel padamu saat masih kecil dulu?" Kata Brian.


"Itulah pa, tadi aku bertemu dan memvantunya saat akan jatuh. Stela seperti menjauhiku dan tidak ingin dekat denganku." Alex mengeluh.


"Itu hal yang biasa, kalian sudah mulai tumbuh dewasa. Mungkin Stela malu, pasti ada penyebabnya kenapa Stela seperti itu. Jangan dipikirkan, jika ada waktu ajaklah Stela bertemu. Makan atau nonton film, jangan terlalu dingin pada Stela Alex." Kata Brian.


"Iya pa, Alex mengerti." Jawab Alex.


"Oke, tidurlah. Papa akan melihat kakakmu di kamarnya. Selamat malam, selamat tidur." Kata Brian kembali mengusap-usap kepala Alex.


Alex mengangguk, menata bantal dan berbaring. Brian berdiri dari duduknya, menarik selimut menutupi tubuh Alex. Brian pergi meninggalkan Alex di kamarnya.


Brian keluar dari kamar Alex dan menutup pintu kamar Alex. Brian melangkah menuju kamar Lovely, Brian mengetuk pintu kamar Lovely perlahan.


Tok..


Tok..


Tok..


"Sayang, boleh papa masuk?" Tanya Brian.


"Masuk saja pa, aku belum tidur." Jawab Lovely.


Brian masuk dan menutup pintu, berjalan mendekati Lovely.


Brian naik keatas ranjang dan duduk bersandar bantal. "Ahh nyaman sekali."


"Papa.." Lovely memeluk Brian.


"Sudah berdoa?" Tanya Brian.


Lovely mengangguk, "sudah."


"kenapa belum tidur?" Brian melepas pelukan Lovely dan menatap Lovely.


"Hmmm (Lovely memutar bola matanya) karena masih belum mengantuk dan belum bisa tidur. Papa sendiri kenapa belum tidur? Andrew sudah pulang?" Tanya Lovely.


"Andrew sudah pulang, papa mengantarnya sampai pintu utama tadi. Lalu papa pergi ke kamar Alex lalu ke kamarmu." Jawab Brian.


Brian meluruskan kakinya, Lovely tidur dipangkuan Brian dan memeluk boneka kesayangannya. Brian mengusap bahu Lovely dan membelai rambut Lovely.


"Pa?" Lovely memanggil Brian.


"Hmmm? Ada apa?" Jawab Brian.


Lovely terdiam, Lovely menutup mata perlahan dan bernyanyi.


"Di dalam doamu kau sebut namaku


Di dalam harapmu kau sebut namaku


Di dalam segala hal namaku di hatimu


Tak dapat kubalas cintamu, ayahku


Takkan kulupakan nasihatmu, ibu


Hormati orang tuamu agar lanjut umurmu di bumi


Trima kasih ayah dan ibu


Kasih sayangmu padaku


Pengorbananmu, meneteskan peluh, tuk kebahagiaanku

__ADS_1


Tuhan lindungi ayah ibuku


Dalam doa, kuberseru


Tetes air matamu yang kau tabu, dituai bahagia"


"Terima kasih papa, selalu menjadi papa terhebatku. Lovely sangat menyanyangi papa, Lovely tidak akan pernah melupakan papa, karena papa selalu ada dalam hati Lovely. Papa, mama dan Alex, kalian adalah penyemangat dan sumber kebahagiaanku." Lovely mengeratkan pelukannya memeluk boneka.


"Putriku, mendengar ucapan terima kasih saja papa sudah sangat senang. Terima kasih sudah mau menjadi putri yang berbakti dan patuh, papa bersyukur memilikimu dalam hidup papa. Kelak, kamu harus bisa menjadi mama yang baik, bisa mendidik anak-anakmu dengan penuh kasih. Juga menjadi istri yang tangguh seperti mama. Oke?" Brian tersenyum tipis, setiap menatap putrinya hatinya selalu tersentuh.


Mata Brian mulai panas, rasanya ingin waktu berhenti dan tidak berputar. Ingin anak-anaknya tetap menjadi balita, namun semua itu tidak mungkin. Waktu terus berjalan dan berputar, semua ada saatnya. Dimana anak-anak tumbuh menjadi remaja lalu tumbuh dewasa.


"Aku akan ingat nasihat papa, aku akan selalu menjadi kebanggan papa." Kata Lovely.


"Love, ada yang ingin papa sampaikan padamu." Suara Brian lembut.


Lovely merubah posisinya, Lovely masih tidur dipangkuan Brian. Lovely menatap Brian. "Ada apa pa?"


"Kehidupan sebelum dan sesuah menikah tidak lah mudah. Jika kelak kamu mendapat kesulitan jangan pernah saling menyalahkan. Hadapi bersama, cari jalan keluar dan solusi bersama. Pertengkaran tidak akan menyelesaikan masalah, hanya akan memperburuk keadaan. Hormati pendapat suamimu, jangan egois dan mau menang sendiri. Didalam kehidupan ini apapun bisa terjadi, tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa saja yang semula baik-baik saja menjadi buruk, bisa juga sebaliknya. Papa tahu kamu mengerti maksud papa nak, papa tidak ingin kehidupanmu tidak baik-baik saja kedepannya." Brian merapikan rambut Lovely.


Lovely tersenyum, " aku mengerti papa, putrimu ini sudah banyak belajar dari papa terhebatnya. Jangan cemas, aku pasti bisa menghadapi semuanya nanti. Apapun yang terjadi dalam hidupku, aku harus bisa selalu mensyukurinya. Bukan begitu?" Jawaban Lovely membuat Brian tersenyum.


"Pintar sekali putri ku ini. (Brian menarik hidung Lovely perlahan) tidak sia-sia jika mulut papa kram karena banyak mengomel." Kata Brian.


"Semoga aku dan Andrew kelak bisa sehebat papa dan mama. Mau saling berbagi suka duka, saling terbuka dan percaya. Juga menjadi papa mama yang bisa mendidik anak-anak kami dengan baik." Lovely terlihat senang, senyumnya melebar.


"Papa percaya kalian bisa, kalian adalah anak-anak kuat dan tangguh. Ada istilah seperti ini, jalan yang terjal dan berliku akan menghasilkan pengemudi yang hebat. Lautan yang ganas dan lebar akan menghasilkan pelaut yang tangguh. Langit yang gelap dan kelam akan menghasilkan pilot yang handal.


Masalah yg menghiasi kehidupan akan menghasilkan orang yang kuat. Oleh karena itu, bersyukurlah bahwa hal-hal buruk akan memberikan pelajaran yang baik. Dan tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini bahkan yang teramat kebetulan sekalipun tetap adalah rencana Tuhan yang tidak pernah meleset. Maka orang-orang yang kita temui, kejadian-kejadian yang kita lewati selalu menyimpan misteri. Hanya Tuhan yang tau misteri hidup ini, kita manusia hanya bisa mengharapkan yang terbaik dalam hidup kita." Brian menjelaskan.


"Papa, aku sangat bersyukur bisa menjadi putrimu. Jika semua orang tau seperti apa sesungguhnya papa, pasti semua orwng akan iri padaku. Memiliki papa tampan, sangat baik, pintar dan juga bijaksana. Semoga saja Andrew bisa menjadi sebijak papa, dan aku juga bisa menjadi setangguh mama." Lovely bangun dari tidurnya dan memeluk Brian.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2