
Brian tiba dirumah, Brian langsung masuk dalam kamar menemui Amelia yang sedang bermain dengan Lovely dan Andrew. Brian membuka jasnya dan meletakan di sofa, melonggarakan dasinya dan membuka kancing kemejanya paling atas.
Amelia: ada apa sayang? Hari ini kembali cepat?
Brian: duduk disamping Amelia, menatap lovely dan tersenyum ke arah Lovely. Lovely merangkak mendekati Brian, Brian mengangkat Lovely dan memeluk Lovely.
Brian: sayangku.. apa kamu merindukan papa?
"Papa.."
Brian: pandainya, putri papa. (Mengusap punggung Lovely, dan memangku Lovely) lely dan Mely akan datang. Mereka sudah ada diperjalanan. (Menatap Amelia)
Amelia: benarkah? Wah.. ini kejutan. Mereka akhirnya datang ke Amerika.
Brian: bagaimana keadaanmu? Apa masih mual?
Amelia: (menyandarkan kepala ke bahu Brian) ya.. aku merasa lemas sekarang. Semua yang aku makan sudah aku muntahkan.
Brian: (mengusap perut Amelia) sayang, jangan seperti ini. Makan lah sesuatu, jika kamu tidak makan, kamu tidak bisa tumbuh sehat. Apa kamu mendengar apa kata papa sayang?
Amelia: (memegang erat tangan Brian) kamu sudah menemui Max? Bagaimana keadaanya?
Brian: dia sudah jauh lebih baik. Beruntung pelurunya tidak dalam. Max masih diberi kesempatan untuk bertahan hidup.
Amelia: lalu, apa Max bercerita sesuatu?
Brian: ya, sesuatu hal yang membuatku terkjeut. Sesuatu hal yang tidak pernah aku duga selama ini.
Amelia: ada apa? Bolehkan aku tahu?
Brian: Max adalah asisten Felix. Dan Felix adalah saudara satu ayah dengan Owen. Felix berniat membalas dendam kepada semua orang yang menyakiti Owen atau orang yang mengecewakan Owen.
Amelia: (mencengkaram tangan Brian) apa Felix akan menyakiti kita?
Brian: (merangkul Amelia dan mencium lembut kepala Amelia) tidak akan, Felix tidak akan bisa menyakitimu dan anak anak kita.
Amelia: Brian.. aku merasa takut.
Brian: percayalah pada suamimu ini sayang, suamimu sudah pasti akan menjaga dan melindungi keluargannya.
Amelia: hmm.. (menatap Brian) aku percaya padaku sayang, selalu percaya (tersenyum)
Brian tersenyum, mendekat dan mencium lembut bibir Amelia kilas. Amelia menatap Adrew yang sedang bermain. Amelia berdiri Brian menahan tangan Amelia.
Brian: kamu mau apa?
Amelia: tentu saja ingin menyuapi anak anak makan. Mama sedang pergi, jadi aku akan menyuapi anak anak.
Brian: aku akan bawa anak anak kekuar kamar. Kamu siapkan saja makanan anak anak di dapur. Oke?
Amelia: oke sayang. Terimakasih sudah mau membantuku.
Amelia pergi meninggalkan Brian. Brian berdiri menggendong Lovely dan mengahampiri Andrew. Brian menggendong Lovely dan Andrew bersamaan.
Brian: astaga, jika seperti ini Amelia akan kesulitan. Lebih baik aku sewa pengasuh bayi saja untuk membantu Amelia.
Brian perlahan membuka pintu dan keluar, Boby datang membawa Lely dan Mely.
Lely: hallo kak..
Mely: kak Brian..
Brian: hallo Lely, Mely.. (tersenyum)
Lely langsung menggendong Lovely, dan Mely langsung menggendong Andrew.
Brian: apa kabar kalian? Baik baik saja kan?
Lely: aku baik, sangat baik (tersenyum cantik)
Mely: kak, ini anakmu?
Brian: bukan, anak Nikita dan Adit.
Mely: kenapa bisa ada padamu?
Lely: bukankah aku sudah cerita padamu jika Nikita menikah dengan Abed?
Mely: iya aku tau itu, maksudku kenapa bisa disini bersama kakak Brian?
__ADS_1
Brian: nanti aku ceritakan, sekarang kalian istirahat saja. Berikan Lovely dan Andrew padaku, mereka akan makan.
Brian memanggil seorang pelayan dan meminta Pelayan menyipakan kamar.
Brian: Boby, bawakan koper Lely dan mely masuk.
Boby: baik tuan..
Boby membawa koper Lely dan Mely menuju kamar tamu. Lely memberikan Lovely pada Brian.
Lely: aku akan bantu bibi pelayan agar cepat selesai. Mely, kamu mau ikut?
Mely: aku lelah kak, aku akan tunggu kakak selesai membersihkan kamar.
Lely: oke.. (Lely berjalan cepat mengikuti Boby)
Brian dan Mely berjalan menuju meja makan. Amelia melihat mely dan menyapa.
Amelia: hallo Mely, akhinya kamu datang bekunjung ke rumah kami.
Mely: hai kak Amel, apa kabar?
Amelia: baik baik (tersenyum cantik) kamu apa kabar?
Mely: aku baik..
Amelia: Diamana kakakmu?
Mely: membantu bibi membersihkan kamar kak.
Amelia: Bobu juga?
Brian: aku menyuruh boby membawa koper Lely masuk.
Brian melihat pelayan yang ditugaskan memberiskan kamar tamu dan memanggilnya mendekat.
Brian: bi.. apakah sudah selesai?
"Tuan, nona ingin membersihkan kamar sendiri dan menyuruh saya keluar."
Brian: ah begitu, baiklah. Lanjutkan pekerjaanmu.
Amelia duduk di kursi, menyiapkan makanan Lovely dan Andrew. Brian mengambil mangkuk makanan Lovely dan mengaduk makana Lovely. Amelia mengaduk makanan Andrew.
Mely: kak, boleh aku menyuapi Andrew?
Amelia: tentu boleh.. (meletakan mangkuk di atas meja, dihadapan Mely) jika begini aku akan masak makan siang.
Mely: masaklah kak, aku akan bantu menjaga Andrew.
Amelia tersenyum, berjalan perlahan ke dapur. Brian menatap Amelia dari kejauhan.
Brian: hati hati sayang, ingat ada bayi dalam perutmu.
Amelia: oke sayang, aku tidak akan lupa.
Mely menyuapi Andrew dan sesekali menatap brian.
Mely: kak Amel hamil?
Brian: ya, hamil 5 minggu.
Mely: wah, aku akan punya keponakan lagi. Senangnya..
Brian: bagamana pekerjaanmu?
Mely: aku ingin mencoba bisnisku disini, apakah boleh?
Brian: sungguh? Sudah kamu pikirkan dengan baik?
Mely: ya kak, aku ingin mencari suasana baru.
Brian: baiklah, aku akan membantumu jika kamu perlukan. Bagaimana dengan kakakmu? Pekerjaan nya?
Mely: baik kak, kak Lely sudah menjadi wanita hebat sekarang. Ya karen bantuan kakak ipar juga. (Kelepasan bicara)
Brian: kakak ipar?.. (bingung)
Mely: oppsss... (menutup mulut) maksudku kak Boby.
__ADS_1
Brian: apakah ada sesuatu antara Boby dan Lely?
Mely: hmmmmmm.. (terdiam)
Brian: apa mareka berkencan?
Mely: sepertinya begitu. Aku pernah melihat kakak menangis dan di peluk oleh kak Boby. Aku juga melihat kak Boby begitu perhatian pada kakak. Menurut kak Brian apakah mereka cocok?
Brian: Boby orang yang baik, jika memang mereka saling menyukai aku pasti merestui. Boby orang yang sangat bertanggung jawab dalam pekerjaannya.
Mely: wah, akhirnya aku punya kakak ipar yang sempurna..
Brian: bagaimana denganmu, apa kamu sudah punya kekasih?
Mely: (menggeleng) tidak ada yang mau dekat denganku, karena aku pendiam dan tak banyak bicara seperti kakak.
Brian: bersabarlah, pasti kamu akan menemukan seseorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan setulus hati.
Mely: semoga saja kak, thankyou..
Brian dan Mely melakukan tugasnya masing masing. Dengan santai Brian dan Mely berbincang, terkadang Mely tertawa karena Brian menggodanya.
Lely merapikan ranjang di bantu Boby. Boby menyusun bantal dengan rapi. Lely mendaratkan dua tangan nya di pinggang dan tersenyum cantik.
Lely: akhirnya selesai, setelah memberiskan lantai, merapikan ranjang. (Menghela nafas)
Boby: (merangkul Lely dan mencium lembut kening Lely kilas) besok aku akan ajak kamu dan Mely jalan jalan.
Lely: (menatap Boby) thankyou.. kamu yang terbaik sayang.
Boby: i love you..
Lely: me too..
Boby dan Lely saling tersenyum, Boby mencium lembut Bibi Lely dan merangkul pinggang Lely erat. Lely mengalungkan tanganya keleher Boby dan membalas ciuman Boby. Bibir mereka saling beradu...
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan \(End\)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
\(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1