
Flip kembali kerumahnya, meletakan kotak cake di atas meja makan dan berjalan kembali ke kamarnya. Tanganya terasa panas seperti terbakar, Flip melihat telapak tangan kanannya merah seperti melepuh. Flip cepat-cepat masuk dalam kamar, melepas jaket dan syal nya. Flip berjalan masuk dalam kamar mandi dan mencuci tangannya dengan air yang mengalir.
"Aahh panas sekali, sudah lama tidak seperti ini sejak kejadian saat itu." Keluh Flip.
Flip menunggu sampai tangannya membaik. Setelah itu Flip menyeka tangannya dengan handuk kecil. Flip melihat tangannya masih merah, Flip keluar dari kamar mandi. Flip berjalan menuju ranjangnya, Flip naik keranjang dan berbaring. Tubuhnya sudah sangat lelah, rasa ngantuk mulai menyerang. Flip menutup mata dan tertidur.
Naomi datang, melihat Flip. Naomi mendekati Flip yang sedang tidur diranjang. Naomi melihat tangan Flip, memegang tangan Flip dan mencium telapak tangan Flip.
"Ini pasti sakit. Tugasmu sangat berat Flip. Aku hanya bisa lakukan ini untukmu." Lovely tersenyum melihat telapak tangan Flip yang kembali membaik.
Naomi membelai rambut dan wajah Flip dengan penuh kelembutan. Flip terbangun dan membuka mata, Naomi terkejut dengan cepat menarik tangnya. Bersamaan dengan Naomi menarik tangannya, tangan Flip memegang tangan Naomi. Naomi kaget dan menatap Flip.
"Flip, maaf.." suara Naomi lembut.
"Kamu kemana? Kenapa pergi? Apa kamu sudah bertemu temn baru?" Tanya Flip menatap Naomi.
"Bukan begitu, aku tidak punya teman selain kamu. Aku pergi karen aku kesal." Jawab Naomi menunduk.
"Kesal? Kepada siapa? Padaku?" Flip kembali bertanya.
Naomi menggeleng, "bukan, aku kesal pada Emely." Jawab Naomi dengan suara lirih.
Flip melebarkan mata, Flip akhirnya memahami dan langsung menanyakan pada Naomi. "Apa kamu cemburu?" Tanya Flip yang langsung mmebut Naomi tersipu malu. Wajah Naomi memerah.
"Ti.. tidak! Untuk apa aku cemburu. Aku tidak menyukaimu, untuk apa aku menyukai anak-anak." Jawab Naomi.
"Apa? Kamu mengatakan aku anak-anak? Aku sudha dewasa usiaku sudah 18 tahun. Hantu menyebalkan." Flip kesal.
"Jika aku hidup aku dua tahun lebih tua darimu bocah. Hahaha..(tertawa) jadi mulai sekarang, jangan tidak sopan padaku." Naomi menatap tajam ke arah Flip.
"Ah baiklah, lalu aku harus memanggilmu apa? Kakak hantu? Hahahahaha.." Flip tertawa terpingkal meledek Naomi.
Naomi kesal dan memukul kepala Flip, menarik telinga Flip. "Katakan lagi, aku akan menarik telingamu hingga lepas." Kata Naomi.
"Auhh oke-oke, aku berjanji tidak akan meledekmu lagi." Flip kesakita, memegang kepala dan telinganya meminta ampun.
__ADS_1
Naomi melipat tangan di dada dan bersandar di bantal. Naomi membuang muka pada Flip.
Flip bangun, duduk bersandar bantal. Flip menatap Naomi, Flip berniat mengejutkan Naomi. Flip mendekatkan wajahnya kewajah Naomi yang sedang berpaling. Flip berniat menggoda Naomi Flip memanggil Naomi dengan suara lembut.
"Naomi.."suara lembut Flip.
"Apa.." Naomi memalingkan wajah berniat melihat kearah Flip.
Karena jarank Flip yang begitu dekat akhirnya bibir Flip dan Naomi bersentuhan beberapa detik. Flip dan Naomi sama-sama terkejut, dan langsung memalingkan wajah ke arah yang berlawanan. Wajah Naomi memerah, Naomi menyentuh bibirnya.
Deg..
Deg..
Deg..
(Suara detak jantung)
Jantung Flip berdebar, tubuhnya seperti tersengat aliran listrik. Flip menutup matanya kilas dan menggeleng.
"Maaf, kamu lebih baik istirahat. Aku akan pergi Flip." Kata Naomi tanpa menatap Flip.
Flip terdiam, kepalanya sedang berfikir. "Jika dipikirkan kejadian ini adalah kecelakaan saja. Aku dan Naomi tidak bersalah, lagi pula apa masalahnya jika berciuman? Itu hanya ciuman biasa saja. Aahhh Flip bodoh! Tentu saja bermasalah. Kamu berciuman dengan hantu Flip, Hantu!" Kata Flip dalam hatinya.
Flip mengacak-acak rambutnya dan memalingkan wajah.
"Ah itu, jika ingin pergi pergilah. Aku tidak pernah mengusirmu Naomi. Aku juga tidam membencimu, maaf sudah membuatmu kesal. Aku jamin tidak akan ada kejadian seperti tadi." Kata Flip.
Naomi tersenyum dan melingkan wajah Menatap Flip, "terimakasih Flip." Ucap Naomi.
Senyum Naomi yang mengembang membuat Naomi terlihat cantik. Jantung Flip kembali berdebar, wajah Flip memerah karena merasa malu.
"Sial! Hantu menyebalkan ini cantik sekali. Ayolah Flip dia hantu, hantu ya hantu. Bukan manusia! Tidak.. tidak.. tidak.. aku tidak bisa terus seperti in." Flip menunduk agar tidak terlihat mencolok jika wajahnya merah karena terpesona oleh kecantikan Naomi.
"Baiklah Flip aku pergi, kembalilah tidur. Sampai jumpa." Naomi tiba-tiba saja menghilang.
__ADS_1
Flip membenamkan wajahnya ke bantal. Flip memukul-mukul bantalnya merasa kesal dan malu.
♡♡♡♡♡
Julian sedang berada di ruang kerja papanya. Papanya sedang menerima seorang tamu penting. Marco dan tamunya sedang berbincang, Julian melihat kearah papanya dan tamu papanya, sesekali menorehkan senyum palsunya. Semua orang di kantor dan semua orang yang mengenal Julian pasti akan memuji Julian adalah pria yang baik, sopan dan sangat ramah. Tutur akta yang begitu lembut, bisa meluluhkan hati lawan bicaranya.
"Kelak jika saya sudah pensiun, Julian lah yang akan meneruskan perusahaan." Kata Marco pada rekan kerjanya.
"Wah-wah beruntung sekali anda mempunyai seorang putra seperti Julian. Tampan, berpendidikan dan sangat baik. Saya iri pada anda tuan." Rekan kerja Marco terus memuji Julian. Menatap kearah Julian.
"Jangan terlalu memuji tuan. Saya hanya mencontoh apa yang papa kerjakan san lakukan. Saya melakukan apa yang saya anggap baik, saya masih perlu banyak bekajar tuan." Jawab Julian. Julian memasang topengnya, berpura pura manis di hadapan papa dan rekan kerjanya.
"Tidak di sangka.. selain baik dan ramah anda juga rendah hati tuan muda. Saya sangat kagum pada anda." Bangga pada Julian.
Julian memasang senyuman manisnya, "Terimakasih tuan, saya merasa tersanjung atas pujian anda." Julian berkata halus dan sopan.
"Huh, pak tua ini membuatku kesal saja. Banyak biacra sekali, aku sudah muak melihatnya. Kenapa pertemuan ini lama sekali. Papa dan pak tua ini sama saja. Menyebalkan dan menjengkelkan." Dalam hati Julian merasa kesal.
Siapa yang tau sosok Julian yang sesungguhnya? Julian begitu kejam dan jahat! Tidak segan melukai atau membunuh jika merasa terancam. Julian selalu menggunakan tangan orang lain untuk melancarkan aksi jahatnya. Julian memiliki beberapa bisnis besar, bisnis yang terlarang. Karena tidak pernah menampilkan wajahnya di dunia kotornya tidak ada yang tau sosok Julian yang sebenarnya. Karena di dalam dunia kotornya Julian juga hanya memakai nama inisial saja. Yaitu "JR"
@@@@@..... @@@@@.....
HALLO..
jangan lupa like,, komen dan vote ya..
Sampai jumpa di next episode..
Terimakasih..
Bye bye..
❤❤❤❤❤
♡Dea Anggie😉♡
__ADS_1