
Andrew diantar oleh supir pergi ke rumah Lovely untuk menjemput Lovely. Sesampainya si rumah Lovely, Andrew turun dan masuk ke dalam rumah Lovely. Didalam rumah Andrew bertemu Brian dan Amelia.
"Hai paman, bibi. Dimana Lovely?" Tanya Andrew.
"Ada di kamarnya Andrew, naiklah. Mungkin masih menyiapkan sesuatu. Bibi sudah panggil dari tadi hanya menjawab iya dan iya." Jawab Amelia.
"Baiklah bi, aku naik ke kamar Lovely sekarang. Mungkin dia membutuhkan bantuan." Andrew berlari menaiki anak tangga.
Andrew berjalan cepat menuju kamar Lovely, Andrew mengetuk pintu dan membuka pintu. Andrew mengintip dan melihat sekitar. "Love.." Suara Andrew memanggil Lovely.
"Andrew.. itu kamu? Tolong buka pintu kamar mandi. Aku terjebak di dalam kamar mandi. Ponselku di luar." Lovely berteriak dari dalam kamar mandi.
Andrew segera masuk dan berlari menuju pintu kamar mandi. Andrew mengetuk pintu memastikan kembali Lovely didalam kamar mandi.
"Lovely?.." Andrew mengetuk pintu beberapa kali.
"Iya Andrew, ini aku didalam. Tolong aku! Dari tadi aku berteriak tidak ada yang dengar." Lovely panik.
"Dimana kunci cadangannya?" Tanya Andrew.
"Percuma saja, lubang kuncinya rusak Andrew. Harus di buka paksa."Teriak Lovely.
"Baik akan aku buka paksa, kamu menjauh dari pintu." Perintah Andrew dengan yang langsung di dengar Lovely.
Lovely mundur menjauhi pintu. Andrew mundur beberapa langkah dan langsung mendobrak pintu kamar mandi. Pintu kamar mandi berhasil terbuka, Andrew masuk dan melihat Lovely, Lovely tersenyum berlari memeluk Andrew.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Andrew.
Lovely mengangguk, mengeratkan pelukannya. "Ya aku baik-baik saja. Aku sempat takut karena suaraku pasti tidak terdengar sampai ke bawah." Lovely merasa senang akhirnya bisa keluar dari kamar mandi.
Andrew melepas pelukan dan meraba wajah Lovely. "Maaf aku terlambat datang Love." Kata Andrew dengan suara lembut.
"Terimakasih sudah menolongku Andrew. Kamu yang terbaik." Lovely tersenyum cantik.
__ADS_1
"Semua barangmu sudah siap? Ayo berangkat, penerbangan kita hanya tersisa kurang dari dua jam." Andrew melepaskan pelukan dan menatap Lovely.
"Ya.. aku sudah siapkan semuanya. Aku hanya ingin mencuci tanganku aku lupa tidak mengganjal pintu kamar mandi akhirnya tertutup dan terkunci. Aku tidak bisa bayangkan jika tidak ada kamu pasti jadwal kita akan kacau. Ponselku juga ada dalam tas, dan kamu lihat tasku ada di atas ranjang." Lovely menunjuk tasnya di atas ranjang.
"Baiklah, ayo Love. Aku akan bawa kopermu. Bawa tasmu dan kita turun." Andrew berjalan mendekati koper Lovely dan menarik koper Lovely lalu berjalan keluar dari kamar Lovely.
Lovely berlari kecil menuju ranjangnya, meraih tasnya dan langsung berlari keluar dari kamarya. Lovely berjalan di belakang Andrew, merek menuruni anak tangga bersama sama dan bertemu Brian juga Amelia. Lovely menatap Amelia, Lovely mendekat dan memeluk Amelia.
"Mama, Lovely pasti merindukan mama. Jaga kesehatan mama selagi Lovely tidak ada." Kata Lovely pada Amelia.
"Jaga dirimu dan juga jaga kesehatanmu sayang. Jangan tidur terlalu larut, dan ingat kamu tidak boleh membuat masalah untuk orang lain atau dirimu sendiri. Oke." Kata Amelia mengusap rambut Lovely.
BadhLovely mengangguk. "Iya ma, Lovely mengerti. Lovely tidak akan mengecewakan mama. Love you ma.." Lovely melepas pelukan dan mencim kilas pipi Amelia.
Amelia tersenyum, meraba wajah Lovely, mencium kening Lovely kilas. Lovely menatap kearah Brian, "papa.." Lovely memeluk erat Brian.
"Jaga kesehatan papa, Lovely akan sering menghubungi papa. Lovely pergi dulu pa, sampai jumpa." Kata Lovely.
Brian melepas pelukan, "Selamat jalan sayangku, semoga kebahagiaan akan selalu datang. Jaga diri, hati dan pikiranmu. Tekun dalam doamu, jangan bertindak ceroboh. Kamu ingat semua pesan papa kan." Brian menatap Lovely dalam. Mencium kening dan kembali memeluk Lovely. Tubub Brian gemetar, mata nya sudah panas ingin menangis.
Lovely tersenyum dan melambai kepada Brian dan Amelia. "Bye papa, mama.." Lovely berbalik dan mendekati Andrew.
"Kami pergi paman, bibi. Sampai jumpa." Kata Andrew.
"Hati-hati di jalan. Sesampainya di Inggris hubungi kami." Ucap Brian.
"Baik paman." Jawab Andrew.
Andrew menarik koper Lovely dan berjalan meninggalkan rumah. Lovely dan Andrew hendak masuk kedalam rumah, Alex memanggil Lovely dan berlari memeluk Lovely.
"Kakak, tunggu kak." Alex berlari dan langsung memeluk Lovely.
"Alex.. bukankah kamu ingin mencari buku? Kita sudah berkali-kali berpelukan Lex. Jangan seperti anak kecil." Ucap Lovely melepas pelukan menatap Alex.
__ADS_1
Alex memberikan sebuah gantungan kunci berbentuk hati berwarna merah pada Lovely. "Ini untukmu kak, aku melihatnya di toko buku. Bukankah kakak suka bentuk hati dan warna merah? Hati-hati disana kak, jika ada apa-apa hubungi aku, aku akan datang." Alex menatap tajam ke arah Lovely.
"Oke, kakakmu ini mengerti sayang. Jaga mama dan juga papa selagi aku pergi. Jaga dirimu juga, aku akan merindukanmu Lex. Bye.." Lovely tersenyum cantik kepada Alex.
"Bye kak.." Alex tersenyum manis.
Lovely masuk kedalam mobil disusul oleh Andrew. Alex mendekati Brian dan Amelia, Amelia merangkul Alex, melambaikan tangan kearah Lovely dan Andrew yang ada di dalam mobil. Mobil berjalan perlahan meninggalkan rumah. Brian sedih dan akhirnya menangis, Brian masuk kedalam rumah berjalan menuju kamarnya. Tidam tahan melihat kepergian putri tersayangnya.
Amelia dan Alex masih di teras saling menatap. "Ada apa nak?" Tanya Amelia.
"Ma, jika Andrew menjadi orang jahat bagaimana? Apakah Andrew akan menyakiti kak Love?" Tanya Alex.
"Kemu bicara apa Lex, jangan asal! Mana mungkin Andrew berubah menjadi jahat. Andrew anak yang baik dari kecil, tidak mungkin menajadi jahat." Jawab Amelia.
"Ahh iya, mama benar. Tidak mungkin juga Seperti itu. Lupakan saja ma, Alex hanya asal bicara. Alex akan mandi ma, papa terlihat sedih sebaiknya mama hibur papa." Ucap Alex yang langsung berjalan masuk kedalam rumah.
Amelia mengerutkan kening, mencerna kata-kata Alex. Amelia berjalan masuk ke dalam rumah, menutup pintu dan berjalan menuju kamarnya. Pikirannya masih memikirkan kata-kata Alex.
"Apa maksudnya bicara seperti itu? Tidak biasanya Alex bicara aneh. Apa dia terlalu takut kakaknya pergi? Ahh lupakan itu, sekarang bayi besarku sedang sedih karena ditinggal pergi putri kesayangannya. Aku harus menghiburnya." Batin Amelia.
Amelia membuka pintu kamar dan masuk, kembali menutup pintu dan berjalan mendekati Brian yang sedang berdiri menatap keluar jendela. Brian merasa sedih, ada rasa ketidak relaan dalam hatinya. Entah mengapa rasanya ingin sekali memanggil Lovely untuk kembali pulang.
@@@@@..... @@@@@.....
Hallo..
Maaf ya hari ini telat update.. author sedang sibuk teman teman.. 😊😊
Jangan lupa like,, komen dan juga vote..
Terimakasih banyak..
Sampai jumpa di episode selanjutnya yaaa..
__ADS_1
Bye bye..
♡Dea Anggie😉♡