
Maria mengatur nafas menghilangkan rasa cemasnya. Maria melihat ke arah Max, Max terlihat sangat kesal. Maria mengumpulan keberanian bertanya kepada Max.
Maria: ada apa? (Suara pelan)
Max: ada masalah di kantor. Ada yang ingin bermain main dibelakang kami. Jika tertangkap aku akan memberinya pelajaran! (Suara meninggi)
Maria: (gugup) apa masalahnya serius?
Max: ya, Felix Collyn ku akan marah besar jika tahu kabar ini.
Maria: oh.. (menatap Max) kamu sudah berapa lama bekerja pada Felix?
Max: cukup lama, kamu? Dari mana asalmu?
Maria: aku lahir disini namun dari usia 8 tahun sudah pindah ke korea.
Max: bersama orang tuamu?
Maria: tidak. Aku yatim piatu sejak aku lahir. Seorang keluarga kaya dari korea membawaku bersama mereka. Aku belajar dan bekerja.
Max: jadi? Siapa tuanmu?
Maria: soal itu kamu tidak perlu tau. Kamu tidak punya hak untuk bertanya.
Max: baiklah Maria Ernest. Aku akan mencari tau sendiri kamu bekerja untuk siapa. Aku memanh sibuk akhir akhir ini. Tapi aku pasti dapatkan informasi mengenaimu.
Maria: bagus, carilah sedetail mingkin informasi tentangku.
Max: kamu menantangku?
Maria: anggap saja begitu. Kamu menyerah?
Max: apa yang aku dapatkan jika aku berhasil membongkar identitasmu?
Maria: apapun yang kamu mau aku berikan. (Tersenyum cantik)
Max: aahh.. baiklah, aku tidak akan lepaskan kesempatan emas ini. Aku terima tantanganmu, dengan imbalan apapun yang aku inginkan kamu harus berikan.
Maria: ok, kita sepakat. Waktumu hanya 1x24 jam tuan Max. Dimulai dari sekarang.
Max: sungguh licik!
Maria: haha.. (tertawa kecil) tunjukan kemampuanmu tuan. (Menatap ke depan) berhentilah ditaman depan, apartemenku disana.
Max menghentikan laju mobilnya. Maria menatap Max dengan tajam.
Maria: thanks..
__ADS_1
Max: masuklah, aku harus segera pergi untuk mencari identitasmu. Dan mendapatkan hadiahku (tersenyum mengedipkan satu mata)
Maria: ok, hati hati jalan. (Mengedipkan satu mata)
Maria berjalan masuk ke dalam gedung apartemen. Max dan mobilnya langsung pergi meninggalkan Maria. Max kembali ke kantor mengurus masalah di kantor.
♡♡♡♡♡
Felix yang sedang bertemu rekan bisnis mendapat panggilan dari Max. Max bertanya dimana keberadaan Felix dan sedang apa. Felix mencurigai sesuatu, Max terlihat aneh. Felix langsung menegur Max. Max ragu ragu menceritakan kondisi perusahaan yang kacau. Max berkali kali dihubungi oleh sekertaris jika harga saham perusahaan anjlok. Max menjadi panik, dan akhirnya menghubungi Felix.
Felix terus mendesak Max untuk bercerita. Max akhirnya mengaku jika perusahaan swdnag dalam masalah besar. Felix terkejut, bagai tertusuk tombak mendengar semuanya dari Max. Felix langsung memutus panggilan. Meletakan ponselnya di meja dan langsung melihat kondisi perusahaannya di laptopnya. Felix mengerutkan dahi menantap layar laptopnya. Tangannya mengepal dan memukul meja.
Felix: sial! (Memukul meje) ini pasti pekerjaan kotor Kim Ha Na. Wanita sampah!
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu)
Seseorang mengetuk ruang kerja Felix. Membuka pintu dan masuk. Seseorang yang sudah diancam oleh Maria mendatangi Felix.
"Tuan ada seseorang yang ingin bertemu anda. Ini berkaitan dengan perusahaan."
"Seseorang asing bertmeu saya di lobby perusahaan dan menberikan saya sebuah surat. (Mendekati felix memberikan surat) mengatakan jika ingin bertemu dengan tuan Felix Collyn"
Felix meneriama surat dan membuka surat. Felix mulai membaca, matanya melebar. Itu adalah surat dari Kim Ha Na. Didalam surat Kim Ha Na meminta Felix datang ke suatu tempat. Yang sebenarnya surat itu ditulis oleh Maria yang mengatas namakan kim Hana. Agar bisa mengelabuhi Felix. Tanpa pikir panjang Felix meminta bawahannya mengantarnya ke lokasi tujuan.
♡♡♡♡♡
Maria mendapat pesan jika suratnya sudah disampaika kepada Felix dan Felix sudah dalam perjalan menuju lokasi. Maria tersenyum langsung menghubungi Kim Ha Na.
(Panggilan terhubung)
Maria: hallo.. nona, Felix sudah dalam perjalanan menuju gudang.
Kim Ha Na: bagus, aku akan segera kesana. Kerja bagus Maria.
Maria: baik nona, saya mengerti. (Menutup panggilan)
Maria lega, satu tugas hampir selesai. Maria mendapat panggilan dari orang yang mencari informasi mengenai Abed. Semua data sudah di periksa. Maria meminta mengirimkan berkas ke suatu tempat. Maria berganti pakaian dan pergi meninggalkan apartemennya. Maria pergi menemui orangnya mengambil berkas dokumen profil Abed.
♡♡♡♡♡
Kim Ha Na pergi meninggalkan apartemen dengan supirnya. Kim Ha Na tersenyum senang, akhirnya bisa bertemu pembunuh calon suamimya. Kim Ha Na siap menyerang Felix. Bahkan siap jika harus membunuh Felix, karena bagi Kim Ha Na Felix adalah musuh terbesar yang harus disingkirikan.
__ADS_1
Dendam Kim Ha Na sudah mendarah daging, Kim Ha Na merasa puas jika Felix merasakan kekecewaan atau kehancuran. Suasana hati Kim Ha Na begitu senang, Kim Ha Na tidak akan menyia nyiakan kesempatan emas di tanggannya
(Dalam hati Kim Ha Na)
Aku harus mendapatkan Felix Collyn. Kali ini buaruanku tidak akan aku lepaskan. Aku akan balas kematian calon suamiku. Felic Collyn pasti aku habisi.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1