
Di Coffee Shop Brian duduk diam memikirkan bagaimana sikap Amelia terhadap Andrew dan Lovely.
Felix melihat Brian dan menegur Brian, "ada apa Brian? Apa ada masalah?"
Brian kaget, tersadar dari lamunannya. "Iya? Kamu memanggilku?" Tanya Brian.
"Hei-hei apa yang kamu pikirkan sampai kamu begitu serius? Memikirkan nyonya mu?" Tanya Felix penasaran.
"Tebakan mu benar sekali, aku memikirkannya. Sejak datang sampai perjalanan ke rumah sakit aku melihat Amelia menggerutu, wajahnya kesal. Entah apa yang ada dalam pikirannya, aku khawwtit jika Amelia akan benar-benar murka pada Andrew. Tentu kamu tau maksudku." Jawab Brian, Brian mengusap tengkunya sendiri untuk mengatasi kecemasannya.
"Hmm aku mengerti, tenangkan dirimu. Semua akan baik-baik saja." Kata Felix.
♡♡♡♡♡
Malam harinya..
Di rumah sakit..
Brian dan Amelia duduk bersama di ruang tunggu. Brian merangkul Amelia dan mengusap rambut Amelia.
"Aku bangga padamu istriku, aku sudah cemas memikirkan apa yang akan kamu lakukan pada Andrew." Kata Brian.
"Memang aku akan apa lagi? Dia sedang sakit, tubuhnya lemah. Aku hanya bisa bicara panjang lebar seperti tadi, begitu saja sudah membuat hatiku lega. Meski hatiku kecewa dengan sikapnya yang buruk, tapi aku juga sangat sayang pada Andrew." Jawab Amelia.
"Inilah yang dikatakan, kasih menutupi segala kekurangan. Hidup seperti ini jauh lebih indah dari pada kita harus membalas dendam, bukan begitu? Dengan begini kita semua akan belajar, kamu dan aku belajar untuk menahan diri dan Andrew juga Lovely belajar untuk lebih mengerti dan lebih mengasihi satu sama lain. Semuanya sudah selesai sayang, lupakan ini. Mari kita buka lembaran yang baru." Kata Brian mencium kilas pipi Amelia. Amelia tersenyum dan mengangguk. Amelia memeluk Brian.
Dari dalam ruangan Lovely mengintip papa dan mamanya lewat pintu. Lovely tersenyum cantik. Sebenarnya Lovely takut jika papa dan mamanya akan bertengkar. Namun sepertinya pemikirannya salah, Lovely kembali menutup pintu dan berjalan mendekati Andrew.
"Senang sekali, asa apa Love?" Tanya Andrew.
"Ahh itu, aku melihat papa dan mamaku diluar. Aku pikir mereka akan bertengjar ternyata dugaanku salah. Mereka justru terlihat mesra dan romantis." Jawab Lovely tersenyum.
"Hmm.. begitu, maafkan aku Love. Semua salahku, jika saja aku tidak menggila san melukaimu tentu saja masalahnya tidak akan serunyam ini. Aku sungguh-sungguh menyesal, aku ingin menebus kesalahanku padamu." Ucap Andrew.
"Hai tuan Willians, jika kamu ingin menebus kesalahanmu maka cepatlah sembuh. Aku tidak minta apa-apa selain kesembuhan dan kesehatanmu. Oke? Jangan pikirkan hal lain lagi, lupakan itu dan ayo kita mulai dari awal lagi." Lovely duduk di samping Andrew.
"Thanks Love.." ucap Andrew dengan suara lembut.
"Mmmmm.." guman Lovely sembari mengangguk.
♡♡♡♡♡
Dipesta, semua undangan hadir. Kali ini Julian hadir seorang diri tanpa papanya. Marco Roobs masih belum kembali dari luar negri, sebagai anak Julian menggantikan posisi papanya untuk menyapa semua rekan bisnis perusahaannya.
Julian memberi salam dan menyapa, lagi-lagi memasang wajah polos seakan tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Kata-kata manis keluar dari bibir Julian disambut dengan pujian semua orang disikitarnya, Julian tersanjung, tersenyum tipis. Matanya yanga tajam melihat sekeliling, siapa yang di cari Julian? Tentu saja Simon Jack.
Julian melebarkan mata mendapati Simon Jack yang tidak jauh darinya. Julian berpamitan dengan alasan ingin menerima panggilan. Julian pergi meninggalkan kerumunan dan berjalan ke arah lain. Julian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi orangnya.
Julian keluar dari dalam gedung acara, berjalan mendekati sebuah taman samping gedung. Julian bersembunyi disalah satu pepohonan. Panggilannya dijawab oleh seseorang.
(Percakapan di telepon)
"Ya tuan.."
"Dimana kamu? Aku melihat Simon Jack, cepat ringkus dan bawa dia padaku." Kata Julian berambisi.
"Baik tuan, kami sudah siapkan rencana. Dengan baik, tuan nikmati saja pestanya. Rencana kami tidak akan pernah gagal, setelah berhasil meringkus Simon Jack saya akan menghubungi tuan." Kata sesorang di ujung telepon dengan sangat percaya diri.
"Baiklah, aku mengandalkanmu." Julian mengakhiri panggilan dan kembali masuk ke dalam gedung untuk kembali menikmati pesta.
Julian mengambil segelas wine dan berjalan berkeliling, matanya mencari keberadaan orang-orangnya. Dilihatnya orang-orangnya sudah siap menjalankan misi. Julian berdiri bersandar sebuah pilar, matanya jauh menatap kedepan. Tidak jauh darinya, Julian melihat Simon Jack tertawa lepas bersama beberapa orang.
"Tertawalah sepuasmu, karena sebentar lagi kematianmu akan datang Simon Jack." Batin Julian tersenyum dingin.
♡♡♡♡♡
Dirumah sakit..
Brian, Amelia, Andrew, Lovely, Alex dan Flip berbicang. Amelia dan Brian bertanya mengenai pekerjaan Andrew dan Lovely selama di Inggris. Menanyakan perkembangan mengenai perusahaan cabang yang di kabarkan kacau.
"Jadi sekarang semua sudah membaik Andrew?" Tanya Amelia.
"Sudah bibi, sehari setelah aku datang aku dibantu Lovely langsung menyelidiki masalah dan sudah menanganinya dengan baik." Jawab Andrew.
__ADS_1
"Hmm.. bibi senang jika Lovely bisa membantumu Andrew, bibi juga bangga padamu, kamu tidak malas bekerja dan bisa menyelesaikan masalah perusahaanmu sendiri. Tampan, kaya dan memiliki kekuasaan tidak akan sempurna jika tanpa kerendahan hati. Jangan lupa juga untuk selalu bersyukur, apapun keadaanmu mengucap syukur sangat penting. Seperti saat ini, bersyukurlah karena kamu tidak mendapatkan luka yang serius dan kamu masih diberi nafas kehidupan. Itu berarti kamu masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri." Ucap Amelia.
"Benar sekali.. dan ini juga berlaku untuk Lovely, Alex dan Flip. Dalam dunia ini, kita hidup hanya satu kali, saat kita masih berbafas dan bisa membuka mata kita, kita sepatutnya melakukan hal-hal baik. Memang benar, hal baik yang kita lakukan seringkali di sepelekan dan tidak dianggap oleh orang lain. Namun apakah kita harus menyerah untuk berbuat baik? Tidak! Sejujurnya kita berbuat baik untuk diri kita sendiri anak-anak. Kita masing-masing hanya seorang manusia yang tidak lepas dari cela, apa salahnya kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Jangan dengar apa yang orang lain katakan, hidupmu, hidup kita, kita sendiri yang akan menentukan kemana kaki kita melangkah, jangan sesali hasil dari setiap keputusanmu. Karena setiap pekerjaan pasti menghasilkan upah, jika kalian ingin upah yang memuaskan bekerjalah dengan kesungguhan hati dan ucapan syukur. Kalian mengerti?" Bria tersenyum manis melipat tangan didada.
Andrew, Lovely, Alex dan Flip mengangguk. Mereka tersenyum, rasanya seeperti mendapat sumber kekuatan yang mendorong mereka untuk lebih semangat.
"Bagus sekali, kalian anak-anak yang manis. Tampan dan juga cantik, kelak kalian akan menjadi orang-orang yang luar biasa." Ucap Amelia gemas melihat ke arah Andrew, Lovely, Alex dan juga Flip.
Brian mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, "mendekatlah kalian, biarkan kami mengambil gambar kalian." Kata Brian yang lalu mengambil gambar.
Amelia tidak mau kalah, Amelia juga mengambil gambar. "Hmm.. kalian cepat sekali dewasa, biarkan foto ini menjadi kenangan, akan ku cetak dan ku masukan dalam album foto." Amelia tersenyum.
Semua tertawa, sekian lama dalam suasana canggung dan menegangkan, akhirnya bisa tertawa lepas.
Sesuatu terjadi pada Andrew, pandangnanya buram dan menjadi gelap. Andrew berada dalam sebuah pesta, Andrew melihat sekeliling, tidak ada yang di kenalnya. Andrew tidak mengerti mengapa harus melihat hal seperti ini.
Andrew melihat sesuatu yang tidak asing, wajah yang sudah pernah dilihat sebelumnya walaupun hanya melihat foto. Ya, dia adalah Simon Jack. Melihat Simon Jack, Andrew jadi ingat akan Seira Jack. Wanita yang terakhir kali mengantarnya pulang sebelum akhirnya targedi buruk antara dirinya dan Lovely terjadi.
Seseorang datang menghampiri Simon Jack dan berbisik, Simon Jack terlihat terkejut. Simon jack yang ads bersama teman-temannya memutuskan untuk pergi dan mengikuti oranganya.
Andrew penasaran dan mengikuti Simon Jack, Andrew ingin tau apa yang di lakukan oleh Simon Jack. Simon Jack keluar dari gedung dan berjalan menuju taman. Saat di taman Simon Jack dipukul tepat di tengkuk, kejadian yang sama seperti yang di alamai papanya Abed. Andrew terkejut, dan berfikir pasti orang yang menculik Simom Jack adalah orang yang sama dengan orang\-orang yang menculik papanya.
Seseorang bersuara, "cepat masukan dalam mobil".
Andrew manatap seseorang tersebut, seseorang pria yang tampan. Berambut pirang ke coklatan.
"Ubah rencana kita, bawa saja dia kerumah. Aku akan tangani Simon Jack sendiri" ucapnya seorang pria di samping Andrew.
Tidak lama Andrew melihat Seira Jack keluar dan menarik jas pria tersebut. Seira menampar pria tersebut, "dimana pamanku? Cepat katakan dimana pamanku?" Seira mencengkram kuat krah kemeja pria tersebut.
"Siapa kamu? Cantik sekali? Jadilah wanita yang penurut sayang, aku Julian Roobs akan membuatmu bahagia dan menjadikanmu wanitaku. Hahaa.. bawa dia bersama si bodoh Simon Jack!" Ucap pria tersebut.
Beberapa orang bergerak, seorang mebungkam mulut Seira dengan kain dan seseorang lain menali tangab Seira. Seira di seret lalu di masukan kedalam mobil.
Pria itu masuk kedalam mobil dan mengatakan pada supirnya untuk kembali ke rumah.
Andrew tersadar, hidungnya mengeluarkan darah. Kepalanya terasa sakit. "Ahhh... sakiit.." jerit lirih Andrew.
Semua panik, Brian dan Amelia mendekat. Brian memberikan sapu tangannya pada Amelia, Amelia menyeka dan meminta Andrew mengangkat kepala sedikit naik keatas.
"Ada apa nak? Kamu baik\-baik saja?" Amelia panik.
Flip menngerutkan dahi, merasa ada yang tidak beras. Flip meraih tangan Andrew, Meletapakan tangannya diatas telapak tangan Andrew sehingga telapak tangan Andrew dan telapak tangannya bersentuhan. Flip menutup matanya dan mulai masuk dalam pikiran Andrew.
Flip mengerutkan dahi, keringatnya bercucuran mengalir membasahi wajahnya. Flip terus fokus mencari tau apa yang di lihat Andrew.
"Julian Roobs?" Suara Flip dengan mata yang masih tertutup.
"Julian.. Roobs?" Lovely mengulangi.
Flip membuka mata, tubuhnya terasa lemas. Energinya terkuras, Alex merangkul Flip saat akan terjatuh.
Brian dan Amelia semakin tidak mengerti, karena hal\-hal seperti ini diluar kemampuan mereka.
"Paman, telpon papaku katakan pada papaku untuk membawa paman Robert beserta anggotanya menuju sebuah rumah di ... (alamat rumah Julian) terjadi penculikan dan mereka sepertinya juga terlibat dalam kasus pembubuhan paman Abed." Suara Flip melemah.
"Apa ini? Andrew bisa jelaskan?" Amelia masih tidak mengerti.
Brian tanpa banyak bicara langsung menghubungi Felix dan mengatakan pesan Flip. Brian berbincang serius dengan Felix.
"Kami mengenal Julian Roobs, Flip?" Tanya Andrew.
"Ya.. dia adalah seorang yang menolong Lovely. Aku sudah selidiki sedikit mengenainya karena dari awal bertemu akau memiliki perasaan yang tidak biasa padanya." Jawab Flip dengan suara lirih.
Brian mendekat, "paman sudah hubungi papamu Flip, lalu apa selanjutnya?" Paman rasa paman juga harus kesana. Alex, ayo ikut papa, Flip kamu juga. Tunjukan pada paman jalan menuju rumah Julian." Kata Brian.
"Aku akan ikut denganmu pa, aku tau dimana rumah Julian itu." Jawab Lovely.
"Tapi.." Brian merasa tidak yakin.
Lovely berdiri dan berjalan, "cepat pa, kita tidak punya waktu."
Brian menatap Amelia, "pergilah sayang, bawa lovely dan Alex bersamamu. Biarkan Flip disini untuk beristirahat."
"Tidak bi, aku akan ikut bersama paman." Jawab Flip. Flip duduk diam dan mengatur nafasnya, Flip berusaha memulihkan tenaganya.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja Flip?" Tanya Brian.
"Aku baik paman,Ayo kita pergi. (Flip menatap Andrew) tetaplah disini Andrew, aku berjanji akan membantumu. Jangan cemas, mereka semua pasti akan mendapatkan balasan dari perbuatannya." Kata Flip dengan tersenyum.
"Thanks Flip.. aku berhutang padamu." Jawab Andrew.
"Ya, aku aka menagih hutangmu lain waktu." Flip berdiri dan berjalan bersmaa Brian.
Lovely dan Alex naik kedalam mobil, di susul oleh Brian dan Flip. Lovely menarik nafas panjang dan menghela nafas, tangannya memegang erat kemudi. Sebenarnya Lovely merasa gugup, Lovely hanya tidak menyangka jika Julian yang menolongnya adalah seorang mosnter.
Lovely mengemudi, mobil bergerak perlahan meninggalkan rumah sakit menuju rumah Julian.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"