Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 49


__ADS_3

Brian di dalam ruangan sedang sibuk membaca laporan, mencocokan dengan arsip pribadinya. Brian meneka telepon kantor dan menghubungi sekertarisnya untuk masuk. Brian penasaran dengan apa yang Amelia rencanakan. Pintu ruangan terbukan. Sekertaris berjalan masuk mendekati Brian. Brian membolak balik berkas laporan dan menandatangani beberapa berkas yang butuh tanda tangannya.


"Iya tuan, ada perintah?


Brian: apa yang Amelia rencanakan?


"maaf tuan, saya tidak bisa membocorkan ini"


Brian: ah baiklah! Bawa laporan ini kembali. (Menatap jam tangan) rapat di mulai 5 menit lagi. Aku akan segera ke ruang rapat.


"Baik tuan saya permisi"


Sekertaris pergi meninggalkan ruangan brian denngan membawa laporan. Brian membereskan mejanya, berdiri dan berjalan keluar ruanga. Brian mengusul Amelia ke ruang rapat, di jalan brian bertemu beberap Staf. Mereka bersama sama menuju ruang rapat. Pintu ruangan terbuka, semua terkejut mendapati Amelia sudah dusuk manis di kursi. Semua berjalan dan duduk di kursi masing masing, Brian duduk di samping Amelia.


Amelia terdiam, matanya terus menyusuri tiap stafnya. Amelia menunggu sampai semua kursi terisi. Amelia sudah mengendalikan dirinya, Amelia bertekad bulat menangkap penyusup di perusahaannya. Satu persatu staf mulai berdatangan sampai pada akhirnya semu kursi penuh. Amelia berdiri dan mengucapkan salam, Amelia memulai pembicaraannya.


Amelia berbicara panjang lebar. Membahas psngelolaan dan sistem kerja di Axis. Beberapa staf merasa terkejut, Kata kata yang dingin dan kekesalan terselip dalam ucapan Amelia.


Amelia: siapa staf baru disini?


Dua pria mengangkat tangan menjawab Amelia. Amelia menatap dengan tatapan dingin.


Amelia: silahkan perkenalkan diri, dan posisi kalian masing masing.


"Hallo semua (berdiri) saya Kevin.. Saya adalah manager umum"


"(Berdiri) hallo saya Alvin manager pengelola"


Amelia: baik, unfuk tuan Kevin dan Alvin. Sebelum masuk menjadi staf Axis kalian pasti sudah diberi arahan dan bimbingan oleh staf senior. Masi ingat point pointnya?


Alvin: tentu direktur, saya ingat.


Kevin: saya juga masih ingat.


Amelia: baiklah, berikan padaku hasil laporan departemen kalian.


Alvin: (berdiri dan berjalan mendekati Amelia menyerahkan sebuah dokumen) ini nyonya.


Amelia: ya.. (menerima dan menatap Alvin)


Alvin kembali ke tempat duduknya, Kevin berdiri dan menunduk tubuhnya gemetar. Amelia berjalan mendekati Kevin, berdiri di samping Kevin.


Amelia: laporanmu?


Kevin: maaf nyonya, saya belum menyelesaikannya.


Amelia: belum menyelesaikan apa hilang?


Kevin: (terkejut) maaf nyonya, saya ceroboh. Maafkan saya.


Amelia: berpa kali kamu kehilangan laporanmu?


Kevin: sudah dua minggu terakhir.


Amelia: bagus! Disaat atasan kalian sedang tidak ada di perusahaan, ada seseorang yang mencoba mengadu domba sesama staf! Membuat Axis kacau! (Marah)


Semua staf saling menatap dan bicara, suara rapat menjadi gaduh. Amelia menatap Alvin, Alvin terlihat tenang tanpa ekspresi.


Amelia: jika ada di antara kalian yang ingin jujur dan berterus terang, mungkin saja saya masih bisa memaafkan dan memberi hukuman ringan.


Amelia menunggu dan terus melihat para stafnya. Matanya tak lepas dari Alvin, Amelia geram karena si penyusup tak mau mengakui.


Amelia: baiklah, semua menyakini diri sendiri benar dan tidak melanggar aturan. Saya akan cari sendiri pelakunya, ingat saya bukan orang baru dalam berbisnis. Jaringan koneksi saya juga banyak. Saya sudah memiliki bukti kuat, sekali lagi saya ingin penyusup Axis mengaku. Jika tidak saya terpaksa bermain dengan cara sendiri!


Lagi lagi seperti suasana sebelumnya, semua terdiam dan membatu. Amelia semakin geram, berjalan ke mejanya untuk mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. Suasana hening berubah kacau saat mereka mendengar suara dering panggilan. Semua memerikasa ponsel masing masing. Alvin gemetaran meraba saku celannya, Alvin berdiri dan berlari menuju pintu berniat kabur. Saat Alvin membuka pintu beberapa polisi sudah menunggu di depan pintu. Seorang polisi langsung menangkap Alvin.


Alvin: bukan saya, bukan.. (terus mengelak)


Amelia: (mendekati Alvin) siapa yang menyutuhmu?


Alvin terdiam, kepalanya menunduk dan tubuhnya membatu. Amelia terus menatap ke arah Alvin.

__ADS_1


Amelia: oke, tidak mau menjawab tidak apa apa. Jangan salahkan jika kamu dihukum berat karena ini, jangan katakan aku tak memberimu kesempatan Alvin! Kamu lah yang memilih ini, jangan menyesalinya.


"Nyonya.. kami akan mengurusnya"


Amelia: mohon bantuan anda tuan (menyerahkan sebuah amplop besar berwarna coklat) cari tau orang yang ada dibelakangnya.


"Pasti nyonya, saya akan mancari akarnya"


Brian: terimakasih banyak tuan, anda selalu membantu kami. (Berjalan mengampiri Amelia)


"Jangan sungkan tuan candra. Saya permisi nyonya, tuan"


Amelia: silahkan, terimakasih.


Brian: kabari kami jika ada perkembangan.


Polisi pergi membawa Alvin dan barang bukti ke kantor polisi. Amelia kembali malanjutkan rapatnya, Ameli menjelaskan jika Axis tidak akan memafkan kesalahan yang sama di kemudian hari. Rapat di akhiri, Amelia pergi meninggalkan ruang rapat diikuti Brian. Brian menatap punggung Amelia dan tersenyum tipis. Brian terkejut dengan kejadian di ruang rapat tadi, dia tidak menyangka jika persiapan Amelia sudah sangat matang. Kejadian hari ini membuat Brian sadar jika istrinya tidak bisa dipandang sebelah mata.


Amelia membuka pintu ruangan dan masuk, Brian mengikuti dan menutup pintu perlahan. Amelia penuh emosi, memukul meja kerja Brian. Lagi lagi Brian di beri kejutan, Amelia yang selama ini terlihat anggun dan lemah lembut berubah menjadi monster.


Amelia: sial! Kenapa Alvin masih juga tutup mulut! Menyebalkan.. (menggerutu)


Brian: sayang tenangkan dirimu (memeluk Amelia dari belakang) tenang.. tenang.. oke..


Amelia mengatur nafasnya perlahan mulai tenang, Brian yang semula mengeratkan pelukan perlahan mulai melonggarkan pelukan.


Brian: untuk apa emosi, hanya akan membuatmu kesal. Jangan membuatku takut, kamu seperti monster.


Amelia: maaf.. aku terbawa emosi. Aku tak bisa marah di depan para staf.


Brian: marahlah di depanku, tapi jangan melukai dirimu sendiri. Lihat tanganmu (meraba tangan Amelia)


Amelia: (melepaskan pelukan berbalik menatap Brian) bagaimana kerjaku bos?


Brian: (tersenyum) SEMPURNA. Istriku cantik dan pintar, aku semakin suka dan semakin cinta.


Amelia: (tersenyum) thankyou.. jangan pernah lalai sayang, musuh kita dimana mana. Oke?


Brian: aku banyak belajar darimu, dari awal sampai detik ini kamu selalu memberiku kejutan.


Amelia menatap Brian dan mencium kilas bibir Brian, Brian menahan tengkuk dan pinggang Amelia membalas mencium Amelia. Amelia terkejut, mendorong Brian menjauh.


Amelia: sayang, ini dikantor jaga sikapmu.


Brian: (mendekat dan merangkul pinggang Amelia) hmm.. bukankah kita bossnya? Siapa yang berani masuk tanpa ijin?


Brian mendekatkan wajahnya pada Amelia, dekat dan semakin dekat. Saat ingin mencium bibir Amelia ponsel Brian berdering. Brian terkejut, begitu juga Amelia. Amelia tertawa lebar, menepuk perlahan bahu Brian.


Amelia: sudah, aku akan berkeliling. Angkatlah panggilanmu, dan urus pekerjaanmu. Bye sayang..


Brian: hati hati, cepat kembali.


Amelia: oke..


Amelia pergi meninggalkan ruangan untuk berkeliling. Sedangkan Brian menerima panggilan dan mulai bekerja.


♡♡♡♡♡


Mall..


David dan Angela sedang pergi berbelanja. Mereka mengajak Lovely bersama, Angela mmebelikan banyak baju untuk Lovely. Bibi pelayan juga ikut bersama David dan Angela..


Angela: bagaimana dengan itu atau itu?


David: pilihlah semua, agar kamu puas.


Angela: haha.. (tertawa) baju baju ini sangat lucu. Aku akan ambil semuanya.


Angela membelikan sepatu dan hiasan rambut untuk Lovely. David dengan tenang menggendong Lovely jika Lovely merasa bosan didalam kereta. David memeluk Lovely erat. Angela menatap David dan Lovely dari jauh, Angela tersenyum cantik. David melihat kearah Angela dan membalas senyum Angela. David berjalan mendekati Angela.


David: ada apa?

__ADS_1


Angelia: ternyata suamiku penuh kasih sayang.


David: tentu saja, Lovely ini sangat manis. Lihat saja.


Angelia: (menatap Lovely) ya.. sangat manis, lucu dan menggemaskan.


"Nyonya silahkan"


Angela: ah iya, berapa semua?


David: (memgeluarkan kartu dari dompetnya) bayar pakai ini.


Angela: (menatap David) thanks..


David: (merangkul bahu Angela) untuk apa, ini hanya hal kecil.


Transaksi pembayaran selesai dilakukan. David memberikan Lovely pada Angela dan membawa tas belanja. Angela meletakan Lovely di kereta, memberi Lovely biskuit. Lovely tertawa lucu Angela mencium kilas pipi Lovely. Angela mendorong kereta Lovely dan berjalan meninggalkan toko baju.


Ditengaj perjalanan tiba tiba Angela merasa pusing dan mual. Angela meminta pelayan menjaga, karena Angela ingin ke kamar kecil. Angela sudah tidak tahan ingin muntah. Angela meminta David menjaga Lovely. Angela berjalan cepat mencari kamar kecil.


"Apakah nyonya sedang hamil tuan?"


David: hamil? Benarkah?


"Sepertinya, lebih baik tuan dan nyonya pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan"


David: baiklah, diperjalanan pulang nanti kita akan kerumah sakit.


"Semoga saja nyonya hamil"


David: terimakasih bibi untuk doamu.


Angela kembali, wajahnya terlihat pucat. David merangkul Angela, Mereka berjalan menuju lobby. Bibi pengasuh mendorong kreta Lovely.


David: kamu baik baik saja? Lebih baik kita kerumah sakit.


Angela: aku baik baik saja.


"Pergi saja nyonya, siapa tahu mendapat kabar baik"


Angela: ya baiklah, ayo kita ke rumah sakit.


Angela membuka pintu mobil belakang, miminta pengasuh dan Lovely masuk. David melipat kereta dan memasukan kedalam mobil. David dan Angela masuk kedalam mobil bersama sama. Mobil bergerak, berjalan menuju rumah sakit.


Hallo semua pembaca setia "Lelaki Bayaran Amelia"..


Terimakasih banyak sudah meluangkan waktu membaca karya saya..


Jangan lupa beri like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Karena saya tak pernah bosan menulis untuk kalian..


Mohon maaf jika hanya bisa update 1 episode per harinya, karena di dunia nyata juga sibuk..


Mohon kesabarannya menunggu next up..


Yang berminat join grup FB/WA silahkan.


Yang ingin follow ig saya juga silahkan.


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup fb: Lelaki Bayaran Amelia


Terimkasih😉😘


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2