
Mely tersenyum tipis, mendorong Felix sedikit menjauh. Felix tersadar dan melepas tangannya yang melingkar di pinggang Mely. Mely memakai sepatunya dan mengatur nafasnya.
Mely: thanks.. hampir saja aku jatuh.
Felix: lain kali gunakan pinjakan yang lebih lebar dan tinggi. Agar kamu tidak kesulitan. Biarkan aku yang menata itu, buatkan aku minuman.
Mely: (terkejut) mau minum apa?
Felix: kopi tanpa gula.. (mengedipkan satu mata pada Mely)
Mely: tanpa gula? Bukankah akan menjadi pahit?
Felix: karena melihatmu sudah sangat manis. Melebihi rasa manis gula.
Mely: haha.. (tertawa lebar) pandai berbual. Dasar pria.. dimana mana sama. Baiklah aku akan seduh kopi untukmu, tolong bantu aku menyusun hiasanku. Aku tunggu km di luar, di ruanganku.
Felix: oke.. (felix melepas sepatunya dan naik ke atas kursi, mulai menata ulang hiasan diatas lemari)
Mely pergi meninggalkan Felix, dalam hati Mely tersenyum. Belum apa apa Felix sudah mulai tertarik padanya, Mely ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Felix.
(dalam hati Mely)
Wah wah.. hati tuan Collyn mudah sekali diluluhkan. Aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan emas ini. Maju terus pantang mundur. Ayo Mely, beraksilah gunakan kemampuanmu merayu Felix Collyn. Aku harus tau apa hubungan Felix dan kak Brian. Aku tidak ingin keluargaku dalam masalah, jika Felix orang jahat lihat saja aku akan hebisi dia dengan tanganku sendiri.
Mely menyeduh kopi untuk Felix. Tidak beberapa lama pintu ruangan Mely terbuka. Felix masuk dan langsung duduk di sofa. Felix duduk bersandar dan menatap Mely. Mely tersenyum cantik menatap Felix. Senyum cantik yang bisa membuat jantung Felix terus berdebar tak terkendali. Felix mengatur nafasnya, mulai gelisah dan tidak tenang. Mely mendekat, meletakan secangkir kopi diatas meja dihadapan Felix. Mely berdiri di hadapan Felix.
Mely: ada apa? Kenapa berkeringat? Apa kamu sakit?
Felix menyeka keringat dengan tangannya. Mely berbalik dan kembali ke meja kerjannya, mengambil sapu tangan dan kembali mendekati Felix. Menyeka keringat Felix, Felix terkejut menatap Mely. Felix menarik Mely dalam pangkuannya. Felix tersenyum tampan, berbisik di telinga Mely.
Felix: apa kamu sedang menggodaku sekarang?
Mely: (tersenyum tipis membelai wajah Felix dengan lembut) oh ya.. apa aku terlihat seperti wanita penggoda tuan Collyn?
Felix: (mengehela nafas) jangan menatapku, aku tidak akan menahan diriku lagi.
Mely: wow.. apa yang ingin kamu lakukan? Apa kamu ingin mengikatku dan membunuhku? Atau.... (kata kata terputus, Felix dengan gerakan cepat mencium bibir Mely)
Mely terkejut, melebarkan mata. Tidak menyangka Felix berani menciumnya. Mely melepas ciuman dan berdiri, menutup mulutnya merasa sedikit kesal. Mely berdiri membelakangi Felix.
Felix: apa kamu marah? (Berdiri memeluk Mely dari belakang) maaf aku tak bisa menahan diriku. Pesonamu sungguh luar biasa.
Mely: (melepaskan tangan Felix dan berbalik) tua Collyn, jaga sikapmu. Apa begini caramu memperlakukan wanita? Aku bukan wanita seperti itu. (Kesal)
Felix: (terkejut, mengerutkan dahi) maaf Mely. Maafakan aku..
Mely: (menatap Felix dengan tatapan tajam) boleh, bayar pakaianmu 10x lipat dari harganya. Traktir aku makan selama seminggu, makan siang dan makan malam.
Felix: haha.. (tertawa kecil) kamu sangat menggemaskan Mely, kamu membuatku tak bisa berkata. Oke oke.. kita sepakat, aku akan setujui semua syarat syaratmu asal kamu mau memaafkan aku.
Mely: oke, kita sepakat.. (mengulurkan tangan)
Felix menyambut tangan Mely, mencium lembut punggung tangan Mely. Mely menarik tangannya dengan cepat. Felix menatap Mely, meraba saku celana dan mengeluarkan dompetnya. Felix memberikan kartu pribadinya pada Mely.
Felix: 140200 itu pinnya. Pakailah sesukamu.
__ADS_1
Mely: (menerima dan menatap Felix) kamu berikan ini padaku? Tidak takut aku habisakan seluruh uangmu?
Felix: pakai saja, itu kartu pribadiku. Berikan aku nomor ponselmu.
Mely: berikan ponselmu.
Felix memberikan ponselnya. Mely menerima, menggeser layar dan memberikan nomornya. Mely mengembalikan kembali ponsel Felix. Felix memberi nama dan menyimpan nomor, Felix menghubungi nomor Mely. Ponsel Mely tiba tiba berdering. Mely berjalan mengambil ponselnya diatas meja dan melihat layar ponsel. Mely tersenyum dan menatap Felix.
Mely: kamu kira aku akan berbohong? Memberimu nomor palsu?
Felix: pintar sekali, Aku menyukaimu sayang. (Tersenyum)
Mely: simpan rasa sukamu tuan. Jangan terburu buru, banyak pria mendekatiku belum pernah ada yang bisa meluluhkan hatiku. Jangan bangga karena aku baik padamu dan kamu sudah dapat ciumanku. Itu hanya salam perkenalan dariku.
Felix: kamu sangat menarik baby. (Melihat jam ditangannya) sayang sekali aku terburu buru. Aku akan menghubungimu untuk makan malam nanti.
Mely: oke, aku tunggu.. (mengedipkan satu mata dan tersenyum manis)
Felix tersenyum dan pergi meninggalkan ruangan Mely. Felix keluar dari boutique dengan suasana hati yang baik. Mely menghela nafas panjang, duduk bersandar di kursinya.
Mely: ini adalah awal perburuan. Mely semangatlah, temukan sesuatu yang menarik. Aku harus bisa mendapatkan sesuatu (menatap kartu pribadi Felix) pria bodoh, aku akan habiskan semua uangmu.. (tersenyum sinis)
♡♡♡♡♡
Max meminta ijin kepada dokter untuk keluar dari rumah sakit lebih awal. Dokter memberi ijin dengan syarat Max masih harus datang untuk pemeriksaan rutin seminggu sekali. Max menyanggupi permintaan dokter. Brian tidak bisa melarang permintaan Max dan meminta Max untuk tidak bertindak ceroboh.
Brian: (memberikan pakaian ganti untuk Max) pakailah, aku sudah urus biaya admimisntrasimu. Lalu apa rencanamu?
Max: (mengenakan kemeja) aku akan pulang ke apartemenku dulu, besok aku akan temui Felix.
Max: (menatap Brian dan tersenyum) tidak perlu, aku akan pergi sendiri. Kita akan dalam masalah jika sering twrlihat bersama. Lebih baik mulai sekarang kita menjaga jarak kita.
Brian: ah.. iya aku lupa. Kamu adalah bawahan Felix. (Tersenyum) baiklah. Aku pergi dulu Max. Pulanglah dan istirahat, aku akan selalu menunggu kabar darimu.
Max: ya tuan, Terimakasih. Sampai jumpa dipertemuan kita selanjutnya.
Brian: oke, aku pergi. Jaga dirimu Max.
Brian pergi meninggalkan ruangan Max. Dengan langjah cepat berjalan keluar dari rumah sakit. Sementara Max sudah rapi dan bersiap kembali pulang ke apartemennya.
♡♡♡♡♡
Amelia menunggu Brian di kantor. Amelia duduk di depan komputer dan memeriksa beberapa file perusahaan. Memeriksa laporan mingguan dan laporan keuangan perusahaan. Dengan cermat Amelia melihat detail setiap huruf dan angka yang dia lihat.
(Dalam hati Amelia)
Wow.. suamiku bekerja keras. Tidak sia sia jika aku mengomel saat dia bermalas malasan dirumah. Kerja bagus direktur Candra (tersenyum cantik)
Pintu ruangan terbuka, terdengar suara langkah kaki. Brian datang dan menyapa Amelia yang duduk manis di depan komputernya.
Brian: hai nyonya Candra.
Amelia: hello tuan Candra? Bagaimana harimu?
Brian: luar biasa.. (membuka jas dan melonggarkan dasi) apa yang kamu kerjakan?
__ADS_1
Amelia : (berdiri menatap Brian) seperti biasa boss sedang memeriksa pekerjaan direktur tampan kesayangannya. (Mendekati Brian dan membelai lembut wajah Brian)
Brian tersenyum mengangkat tubuh Amelia ke atas meja kerjanya, Brian mendekatkan wajahnya ke wajah Amelia dan mencium kening Amelia.
Brian: sayangku.. kamu sangat cantik.
Amelia: (mengalungkan tanganya ke leher Brian dan tersenyum) oh ya, kapan kamu berkata jika aku jelek. Kamu selalu memujiku cantik.
Brian menempelkan hidungnya ke hidung Amelia, sesekali mengecup bibir Amelia. Amelia mengusap tengkuk Brian. Amelia dan Brian saling tersenyum, menatap satu sama lain...
Brian: i love you baby..
Amelia: i love you too..
Brian mencium bibir Amelia lembut, Amelia menutup mata perlahan merasakan manisnya ciuman Brian. Brian merangkul pinggang Amelia erat.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"