Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 77


__ADS_3

Brian mengantar Amelia ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan. Di rumah sakit Brian dan Amelia bertemu David dan Angela yang sedang duduk diruang tunggu mengantri pemeriksaan yang sama.


Amelia: hai, apa kabar?


Angela: hai Amelia, kabar baik. Kamu ingin periksa juga?


Amelia: ya, aku terus mual seperti mu.


Angela: pantas saja kamu terlihat lebih kurus dibanding sebelumnya.


David: selamat Amelia Brian.


Brian: selamat juga, bukankah Angela juga akan mendekati waktu persalinan?


Angela: kamu benar, sesuai hitungan akan lahir bulan depan awal minggu.


Brian: wah, selamat Angela. Aku doakan persalinanmu lancar dan semua baik baik saja. Mama dan baby sehat.


Angela: Thanks..


David: Thankyou Brian. Semoga Amelia dan baby dalam rahimnya juga baik baik saja.


Amelia: thankyou David. (Tersenyum)


Brian: thankyou..


Seorang perawat keluar dan memanggil Angela. Angela dan dan David masuk dalam ruangan dan melakukan pemeriksaan. Sedangkan Amelia dan Brian menunggu di ruang tunggu.


Brian: kamu baik baik saja, dari kita berangkat sampai disini pun kamu terlihat gelisah.


Amelia: entah lah, aku merasa gelisah Brian. Seperti akan ada sesuatu yang akan terjadi.


Brian: ada apa? Apa yang kamu pikirkan, jangan membuatku cemas Amelia.


Amelia: aku tidak bermaksud membuatmu cemas Brian. Hanya saja perasaanku sangat tidak enak.


Ponsel Brian berdering, panggilan dari kepala polisi. Brian menerima panggilan.


(Panggilan terhubung)


Brian: ya tuan, ada apa?


"Brian.. ini aku, Abed!"


Brian: Abed.. ada apa? (Cemas, mengerutkan dahi)


Abed: dimana Andrew?


Brian: dirumah, aku sedang di rumah sakit. Menemani Amelia periksa kandungan.


Abed: aku merasakan sesuatu hal buruk pada Andrew. Tolong jaga Andrew Brian, semalam aku juga bermimpi Nikita, aku melihat Nikita menangis dan memanggil Nikita memanggil Abed.


(Dalam hati Brian)


Ada apa ini? Amelia merasa cemas, Abed juga. Jangan jangan ada sesuatu dengan anak anak. Aku harus cari tau..


Brian: oke Abed, kamu tenang saja. Aku pasti akan menjaga Andrew.


Abed: terimakasih Brian, semenjak Nikita pergi akulah wali sah Andrew secara hukum. Tapi aku tidak bisa menjaganya dengan baik.


Brian: jangan cemas, aku akan pulang dan melihat keadaan Andrew. Km tenang saja.


Abed: baiklah Brian , aku percaya padamu. Aku menunggu kabar darimu.


Brian: pasti, aku tutup panggilanmu. Aku akan kirim orang menjaga rumah, dan aku akan pulang sekarang. Jaga dirimu dan kesehatanmu Abed. (Memutus panggilan)


Brian berdiri, dan menghubungi Boby. Brian mondar mandir menunggu Boby menerima panggilannya. Brian terlihat kesal, Amelia melihat dan menegur Brian dengan suara lembut.


Amelia: ada apa sayan? Ada apa dengan Abed?

__ADS_1


Brian: tidak ada apa apa sayang. (Sibuk dengan ponsel) aku akan beri tahu nanti, yang pasti sekarang aku harus bisa menghubungi Boby dan yang lainnya.


Brian mencoba menghubungi Boby untuk yang ke dua kalinya. Panggilan kembali terhubung.


(Panggilan terhubung)


Brian: Boby, apa kamu sibuk?


Boby: maaf tuan, saya sedang ada rapat dengan perusahaan dari Jepang. Bukankah anda meminta saya yang memimpin rapat?


Brian: (menepuk dahinya perlahan) ahh sial.. aku lupa soal itu. Maaf bob.. aku terlalu panik.


Boby: ada apa tuan?


Brian: tidak ada, selesai rapat datanglah ke rumah sakit temani istriku. Aku ada urusan dan meninggalkan Amelia di rumah sakit.


Boby: baik tuan, saya akan datang selesai rapat.


Brian: thanks Bob.. (memutus panggilan)


Brian mendekati Amelia dan meminta ijin untuk pergi karena ada urusan. Amelia tersenyum mengiyakan, Brian berlari meninggalkan Amelia. Amelia menghela nafas panjang menatap punggung Brian.


♡♡♡♡♡


Di rumah Brian sedang terjadi keributan besar. Dimana ornag tuan Adit dengan paksa membawa Andrew pergi. Amanda mencegah namun di halangi oleh mama Adit. Mama Adit memaki Amanda dan mendorong Amanda hingga jatuh, Amanda tidak peduli dengan makian mama Abed. Amanda hanya ingin cucu kesayangannya kembali. Amanda sangat sedih melihat Andrew di gendong oleh papa Adit. Andrew menangis menatap Amanda tanganya menjulur ke arah Amanda.


Mely datang dan terkejut melihat keributan. Mely menolong Amanda yang jatuh tersungkur. Mely terkejut, melihat betapa kasar kata kata dari orang tua Adit. Mely melihat Andrew dan terkejut, Andrew melihat Mely dan menangis tersedu. Andre memanggil Mely mama..


"Hmmm mama mama.. hiks hiks.."


"Mama ma.. mmmmmm.. hiks.."


Mely mengerutkan dahinya mendekati papa Adit dan mengambil paksa Andrew dari gendongan papa Adit.


"Hei siapa kamu? Berikan cucuku"


Mely: cucu? Kalian.. siapa?


Mely: jika kalian ingin seperti itu lebih baik membawa pengacara kalian. Karena hak asuh Andrew jatuh pada Abed untuk saat ini.


"untuk apa? Abed adalah orang asing. Abed bukan orangtua Andrew"


Mely: terserah kalian mau bicara apa.. (kesal) jika kalian masih disini aku akan panggil polisi.


Mama dan papa Adit saling memandang. Mereka langsung pergi karena tak mau berurusan dengan polisi. Mely menghela nafas panjang, menyeka air mata Andrew dan memeluk Andrew erat, menenangkan Andrew. Andrew perlahan mulai tenang, Mely mendekati Amanda dan memapah Amanda dengan satu tanga. Karena tangan satunya menggendong Andrew.


Brian datang, turun dari mobil. Dan berlari menghampiri Mely. Brian terkejut melihat Amanda terluka dan wajah Amanda lebab.


Brian: Mely ada apa?


Mely: bantu aku bawa bibi masuk kak, nanti kita bicarakan. Kita harua segera obati luka bibi.


Brian: baiklah, bibi ayo..


Brian memapah Amanda masuk kedalam rumah. Mely menatap Andrew dan tersenyum, Andrew tersenyum meraba wajah Mely.


"Ma..ma.."


Mely: iya sayang, jangan takut ada mama disini. Oke?


Mely memeluk Andrew dan mengusap punggung Andrew. Mely masuk kedalam rumah. Mely melihat Brian mengobati luka Amanda dan berusaha menenangkan Amanda dengan kata kata yang halus dan lembut. Mely duduk memangku Andrew di sofa. Amanda mulai bercerita..


..


..


..


..

__ADS_1


..


Amanda menangis terisak, badannya lemas. Brian merangkul Amanda dan menenagkan Amanda.


Mely: mereka orang tua Adit.


Brian: asataga, apa lagi ini. Sekian lama tidak ada masalah sekarang muncul masalah baru.


Mely: begini saja, kareana Abed masih dalam proses menjalani hukuman. Aku akan menjadi wali Andrew sampai Abed keluar dari tahanan. Bagaimana?


Amanda: kamu sungguh mau melakukannya?


Mely: tentu saja bi, Andrew harus kita lindungi. Jika tidak akan direbut oleh orang tua Adit.


Brian: baiklah, aku akan panggil pengacara Shawn datang. Kita harus lakukan sesuatu sebelum terlambat. Brian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi pengacaranya. Brian meminta kepada pengacaranya untuk segera datang.


20 menit kemudian..


Shawn datang dan bertmeu dengan Brian di ruang kerja Brian. Mely memeluk Andrew yang mulai tertidur. Brian dan Shawn berdiskusi, Mely hanya mendengarkan dan sesekali berpendapat. Shawan akhirnya mau membantu Brian.


Shawn: jika ingin seperti itu, perlu persetujuan tuan Abed. Karena status wali sah saat ini adalah tuan Abed. Tuan Abed harus membuat surat penyataan jika nona Mely akan menggantikannya untuk sementara. Selama tuan Abed menjalani masa hukuman.


Brian: tidak masalah soal itu. Aku akan bicara pada Abed nanti. Cepat buatkan saja dokumen dokumen yang di perlukan. Agar segera kita bawa menemui Abed.


Shawn: baik tuan segera laksanakan, kita akan bertemu di kantor polisi tuan. Lebih cepat lebih baik.


Brian: oke.. maaf merepotkanmu Shawn. Terimakasih..


Shawn: sama sama tuan, jangan sungkan pada saya. Saya permisi..


Shawn bergegas pergi meninggalkan ruang kerja Brian. Mely berdiri dan berpamitan pada Brian untuk kembali ke kamar menidurkan Andrew. Brian mengangguk, mengiyakan permintaan Mely.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2