
Flip mengetuk pintu kamar orang tuanya.
Tok..
Tok..
Tok..
Flip membuka pintu dan mengintip. "Mama, papa, boleh aku masuk?" Tanya Flip pada orang tuanya.
"Masuklah nak, mamamu sedang dikamar mandi." Jawab Felix yang sedang bersiap, berpakaian rapih.
Flip masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar, Flip berjalan masuk dan duduk di tepi ranjang.
"Papa akan pergi? Bukankah papa sedang ingin istrirahat?" Tanya Flip.
"Ya, papa akan menemui rekan bisnis untuk perbaruan proyek. Setelah itu kembali pulang, bagaimana penelitianmu? Berjalan lancar?" Felix kembali bertanya pada Flip.
"Lancar pa, semua berjalan sesuai yang aku harapkan. Penelitianku sukses besar. Karena itu profesor Nicky memintaku istirahat dan liburan selama seminggu. Aku datang ingin meminta ijin mepada papa dan mama, aku akan pergi keluar kota." Kata Flip.
"Kamu akan kemana? Lubur tidak istirahat? Tubuhmu akan jatuh sakit sayang." Sahut Mely yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Hai ma, mama ku tersayang aku akan pergi menemui dokter Frans. Dia menghubungiku pagi ini dan memintaku datang, Dokter Frans mengatakan jika ada orang yang membutuhkan pertolonganku. Bukankah aku harus databg dan menolong?" Kata Flip.
"Tentu saja harus datang nak, tolonglah orang itu selagi kamu bisa menolongnya. Ingat kesempatan langka belum tentu datang untuk kedua kalinya. Jika ada kesempatan pertama kenapa harus dilewatkan." Kata Felix mendukung putranya.
"Oo begitu, suamiku ternyata punya belas kasihan juga ya." Mely menggoda Felix.
"Ayolah sayang, menolong orang yang membutuhkan bantuan itu adlah tugas sesama. Aku selalu ingat itu, buaknkah aku selalu membantumu mencuci piring kotor didapur?" Jawab Felix.
"Hmm jadi aku boleh pergi?" Tanya Flip menatap papa dan mamanya.
"Boleh sayang, bawalah supir bersamamu. Mama tidak ingin putra kesayangan mama ada apa-apa di jalan." Mely mengusap lembut rambut Flip.
"Aku akan berangkat sendiri ma, mama tenang saja. Putra mama Flip sudah dewasa sekarang, mama tidak perlu cemas. Aku akan menjaga diri dan hati-hati ma." Jawab Flip.
Mely menghela nafas panjang. "Ya putraku yang dulu masih lucu sudah tumbuh dewasa, bagkan sudah bergelar dokter. Hmmm.. waktu seakan berputar cepat, mama akan kehilanganmu saat kamu menikah nanti. Kamu pasti melupakan mama." Mely merasa sedih.
"Mama.. jangan berfikiran sejauh itu. Aku masih berusia 18 tahun. Setidaknya aku akan menikah saat usiaku 30 tahun. Aku ingin bekerja keras terlebih dahulu." Jawab Flip.
"Aku bilang juga apa, berikan anak lagi untukku agar kita tidak kesepian." Sahut Felix.
"Dasar pak tua genit. Kamu tidak meraskana betapa sulitnya aku saat mengandung dan rasa sakit yang aku alami saat melahirkan. Hmm.. kamu ingin aku mati?" Kata Mely kesal.
"Oppsss maaf sayang, aku tidak bermaksud mengungkit kejadian itu. Jangan marah ya, terimakasih sudah berikan aku putra yang luar biasa." Felix membujuk Mely yang sedang kesal.
"Mama, terimakasih sudah berjuang untuk melahirkanku. Aku mencintaimu ma. (Flip memeluk Mely) tanpa mama yang luar biasa aku tidak akan bisa ada didunia ini." Flip melepas pelukan dan mencium kilas pipi Mely.
Flip menatap Felix dan memeluk Felix. "Terimakasih juga untukmu pa, papa yang selalu berjuang untuk mebiayai seluruh kebutuhan kami, hingga kami tidak kekurangan suatu apapun. Papa beekrja pagi sampai malam demi sekolahku, demi mencukupi keluarga. Papa juga papa yang keren buatku. Aku mencintai papa juga." Flip melepas pelukan dan mencium kilas pipi Felix.
Flip memegang tangan Mely, dan memegang tangan Felix lalu menyatukan kedua tangan orangtuanya."jangan pernah goyah, papa mama. Kalian adalah panutanku. Tanpa kalian aku tidak akan bisa bertahan. Berjanjilah untuk saling melengkapi bukan untuk saling menyakiti dan menuntut. Demi aku, anak kalian" kata-kata Flip begitu menyentuh.
__ADS_1
Felix memeluk Flip dan Mely dengan erat. Mencium lembut kepala Flip dan Mely. "Papa berjanji Flip, papa tidak akan menyakiti mama dan membuatmu kecewa. Seumur hidup papa akan berusaha untuk membuat kalian selalu bahagia." Felix bicara dengan suara gemetar, meneteskan air mata.
"Mama juga berjanji Flip, mama akan menjadi istri yang baik dan juga mama yang baik. Ingin selalu hidup damai seperti ini." Ucap Mely.
"Aku bahagia memiliki kalian, papa yang bertanggung jawab. Dan mama yang luar biasa hebat. Terimakasih papa dan mama." Kata Flip dengan suara lirih.
Setelah berpamitan kepada Felix dan Mely, Flip langsung pergi meninggalkan rumah dan pergi keluar kota menemui dokter Frans. Flip mengendarai mobil pribadinya sendiri dan Naomi ikut menemani Flip. Dimana ada Flip, disitu sudah dipastikan akan ada Naomi. Karena Naomi sudah menempel dan melekat pada Flip. Bagi Naomi Flip adalah keberutungan
♡♡♡♡♡
Lovely sudah ada di rumah, karena masih kesal Lovely tidak menemui Andrew dan menyapa Andrew saat di kantor. Bahkan Lovely pulang sendiri dan tidak pulang bersama Andrew. Lovely duduk dan minum segelas jus jeruk. Sebenarnya Lovely ingin sekali menemui Andrew, namun karena kesibukan juga menjadi faktor kendala Lovely menemui Andrew.
Lovely mendapat laporan jika Andrew memecat dua pegawainya dengan alasan laporan. Lovely semakin heran dengan tingkah Andrew semakin hari semakin aneh, Andree sekarang terlihat lebih sadis dan kejam. Tidak peduli perasaan orang lain hanya memperdulikan perasaanya sendiri.
Klekkkk..
(Suara pintu)
Tak..
Tak..
Tak..
(Sura langkah kaki)
Andrew melepas dasi dan melihat Lovely duduk di ruang tengah melihat televisi. Andrew melewati Lovely begitu saja tanpa bicara apa-apa. Lovely yang melihat sudah tidak bisa menahan lagi. Lovely berlari dan langsung menegur Andrew, Lovely menghadang jalan Andrew.
"Maaf Love, aku lelah. Kita bicara lqgi nanti." Jawab Andrew.
"Bicara lagi nanti? Kapan? Aku lelah menunggumu bicara Andrew." Lovely kembali mengeluh.
Andrew mengepalkan kedua tangan berusaha menahan emosinya. Andrew melewati Lovely, berjalan ke kekamarnya. Lovely menghentakkan kakinya ke lantai merasa kecewa, Andrew membuka pintu kamarnya dan masuk dalam kamar. Andrew menutup pintu dengan keras sehingga suara itu terdengar sampai keluar.
Blaaammmmm..
(Suara pintu di banting)
Lovely kembali duduk di sofa dengan hati yang kesal. Lovely mengatur nafasnya dalam-dalam.
"Bertahan Lovely, bertahan. Jangan menyerah hanya karena hal sepele seperti ini. Ayo Love, tunjukan kemapuanmu. Tunjukan kegigihanmu. Jangan biarkan Andrew bertingakah laku aneh." Lovely menyemangati dirinya sendiri.
Lovely mengambil gelas berisi jus dari atas meja, Lovely meneguk jus dalam gelas dengan sekali teguk dan kembali meletakan gelas di meja. Lovely merasa stres menghadapi kelakuan Andrew yang menyebalkan.
♡♡♡♡♡
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam akhirnya Flip sampai di rumah sakit tempat dokter Frans bekerja. Flip menghubungi dokter Frans, dokter Frans meminta Flip untuk langsung masuk dalam ruangannya.
Di tumah sakit Flip melihat banyak hantu yang gentayangan dan mendengar suara-suara aneh. Flip berpura-pura tidak melihat dan mendengar apa-apa. Flip berusaha berprilaku normal seperti kebanyakan orang.
"Inilah kenapa aku benci jika aku di tempatkan di rumah sakit. Mereka pasti akan menggangguku nanti" batin Flip mengeluh.
__ADS_1
Flip berjalan cepat menuju ruangan dokter Frans, Flip tidak melihat kanan kiri terus melangkah maju. Naomi menghilang, Naomi sibuk dengan hantu-hantu yang mengincar Flip. Naomi melindungi Flip dari hantu-hantu pengganggu. Flip sampai di depan pintu ruangan dokter Frans. Flip mengetuk pintu perlahan.
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu di ketuk)
Flip membuka pintu dan masuk. Flip kembali menutup pintu ruangan dokter Frans. Flip tersenyum dan menyapa dokternya.
"Hallo dokter, lama tidak bertemu. Bagaimana kabar anda?" Flip mendakati dokter Frans.
"Anakku kamu akhinya datang. Aku sudah lama menantikan ini. (Dokter Frans menyambut Flip, memeluk Flip) kamu semakin tinggi dan tampan Flip." Puji Dokter Frans melewpas pelukan.
"Anda juga semakin bertambah muda dokter Frans, seperti biasa terlihat begitu mempesona. Hahaha.." Flip menggoda dokter Frans.
"Masih sama seperti dulu kamu selalu mengejekku tampan anak muda." Jawab dokter Frans.
Dokter Frans duduk di kursinya, di ikuti Flip yang duduk dikursi di hadapannya.
"Jadi Flip, bagaimana kabarmu? Apakah kamu melihat banyak teman baru disini?" Tanya dokter Frans pada Andrew.
"Tentu saja dokter, saya melihat jauh lebih banyak dari waktu itu. Apakah akhir-akhir ini ada banyak kecelakaan?" Tanya Flip.
"Ya kamu benar Flip. Ada beberapa kecelakaan yang merenggut banyak nyawa. Ahh lupakan saja, ada banyak hal yang ingin ke sampaikan padamu. Mulai dari hal baik dan hal buruk." Ucap dokter.
Dokter Frans menceritakan semuanya. Bahkan menceritakan mengenai Andrew yang terluka dan membutuhkan pertongan. Flip berdiam diri mencerna cerita dokter Frans, entah mengapa pikiran Flip langsung tertuju pada Andrew.
Dokter Frans mengatakan jika seorang wanita datang kepadanya dan meminta bantuan agar menolongnya.
"aku langsung teringat tentangmu Flip. bukankah kamu sering menangani kasus seperti ini?" kata dokter Frans pada Flip.
"lalu? dokter ingin saya membantu mereka? hmm.. saya akan pertimbangkan kembali mengenai hal itu dok, saya tidak ingin mengambil resiko untuk kesekian kalinya. Apa dokter sudah lupa saya juga hampir mati dibunuh oleh seorang wanita gila? wanita itu mendorong saya hingga saya tertabrak mobil." jelas Flip, mengenang masa lalu.
Dokter Frans terdiam, berfikir sejenak. Dokter Frans berdiri dan berjalan mondar-mandir. Dokter Frans ingin agar Flip menolong Andrew dan Lovely. Namun disatu sisi dokter Frans tak ingin kejadian satu tahun silam menimpa Flip kembali.
@@@@@..... @@@@@.....
Hallo hallo..
Terimakasih sudah setia mengikuti cerita saya..
Jangan lupa like,, komen dan vote ya..
Sampai jumpa diepisode selanjutnya..
Bye bye..
♡Dea Anggie😉♡
__ADS_1