
Sepanjang perjalanan hanya diam. Flip dan Lovely saling diam dan tidak bicara apa-apa. Lovely menatap jauh ke depan dengan pandangan kosong, mata indahnya berkaca-kaca hingga air mata akhirnya tumpah.
Lovely menutup mulut nya dengan dua tangan. Menahan tangisan, Flip mengulurkan tangan mengusap kepala Lovely.
"Tenangkan dirimu Love, semua akan baik-baik saja. Andrew pasti akan baik-baik saja, jangan menangis lagi." Suara lembut Flip menangkan Lovely.
Lovely menutup mata dan menutup wajahnya dengan dua tangannya. Lovely tidak menjawab kata-kata Flip dan hanya diam menangis. Flip mengerti, tak berani lagi mengacau pikiran Lovely, Flip memahami kondisi dan perasaan Lovely saat ini. Pasti akan sangat sulit menerima kenyataan jika seseorang yang di cintainya terkapar, terbaring tidak berdaya di rumah sakit.
Dan yang lebih menyakitkan orang yang dicintainya sudah merusak kepercayaan dengan menyakiti secara fisik. Melakukan kekerasan dan penganiayaan. Bukan itu saja, kenyataanya Andrew hampir saja membunuh Lovely secara terang-terangan.
Tubuh mungil Lovely gemetar, Flip mempercepat laju mobilnya. Berpura-pura tidak melihat apa-apa.
"Aku harap kamu berterus terang pada papamu Love, bicaralah pada papamu mengenai keadaanmu. Jangan biarkan beban sebesar ini kamu tanggung seorang diri. Walau bagaimana pun masih ada kami yang selalu ada untukmu. Jangan menyiksa dirimu sendiri, soal bagaimana menghadapi Andrew aku yakin paman Brian akan melakukan yang terbaik dari yang terbaik. Paman juga tidak akan membunuh atau melukai Andrew. Karena aku percaya paman Brian mempunyai kasih yang besar dalam hatinya." Batin Flip.
♡♡♡♡♡
Dirumah sakit, suasana begitu ramai. Dokter dan perawat sibuk mondar-mandir. Brian dengan sikap tenang duduk di ruang tunggu, menatap ruang IGD. Matanya tajam menatap, doanya tidak pernah terputus untuk mendoakan keselamatan Andrew.
Pintu ruangan terbuka, seorang perawat keluar dan berlari cepat melewati Brian entah kemana. Tidak beberapa lama kembali dengan membawa sebuah kantong darah, dan kembali masuk kedalam ruangan. Brian melebarkan mata merasa cemas dan panik. Brian berdiri dan berjalan mondar-mandir, hatinya merasa tidak tenang.
"Ayolah Andrew.. paman ingin kamu bertahan. Kamu adalah pria kuat, paman yakin kamu bisa melewati ini." Batin Brian, Bria berhenti dan berdiri di depan pintu. Brian menutup matanya berharap dokter keluar dengan membawa kabar baik. Mengatakan jika Andrew baik-baik saja.
Lovely dan Flip berlari kecil masuk kedalam gedung rumah sakit. Flip bertanya pada bagian resepsionis dan seorang perawat mengatakan jika pasien bernama Andrew sedang berada di Instalasi Gawat Darurat.
Lovely sudah berlari mendahului Flip, Flip menatap dari jauh kepergian Lovely. Flip natap perawat dan berterimakasih, Flip berbalik dan berjalan perlahan mengikuti Lovely. Flip memasukan kedua tangannya di saku celananya, matanya menatap sekeliling seperti sedang mencari sesuatu.
Lovely melihat Brian berdiri di depan pintu ruang IGD. Lovely berlari mendekat dan memeluk papanya dari belakang. Brian terkejut, merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Mata Brian terbuka, Brian melihat kebawah kearah tangan yang melingkar di perutnya. Jari-jati lentik yang cantik, tidak salah lagi ini adalah tangan putri kesayangannya Lovely.
Brian memegang tangan Lovely dan melepaskan pelukan Lovely. Brian berbalik dan menatap Lovely, Brian terkejut saat melihat luka lebab dan memar di wajah Lovely. Brian mengerutkan dahi melihat sorot mata Lovely penuh dengan rasa takut. Brian mengerti jika langsung bertanya hanya akan menakuti Lovely. Brian tersenyum tampan dan memeluk Lovely.
"Putri ku sayang, akhirnya papa bisa bertemu denganmu." Suara Brian lembut.
"Papa, aku rindu papa.. paaaaaa.." suara serak Lovely, Lovely memeluk erat papanya. Tubuhnya gemetar dan tidak lama terdengar suara tangisan.
Brian menutup matanya kilas, menghela nafas panjang. "Menangislah sepusamu sayangku, papa akan terus memelukmu. Jangan takut, ada papa disini." Brian menenangkan hari Lovely.
Brian mengusap-usap kepala dan punggung putri kesayangannya.
Brian merasakan sesuatu saat memeluk putrinya, ada ketakutan luar biasa yang tidak bisa dijelaskan. Brian merasa aneh, merasakan sesuatu hal telah terjadi pada putri kesayangan yang ada dalam pelukannya. Namun Brian belum mau bertanya, Brian memberikan waktu pada Lovely untuk menangis puas-puas. Brian tahu, jika seorang wanita hanya akan merasa lega jika sudah menangis sepuas hati. Air mata yang keluar sudah seperti kata\-kata yang mewakili hati dan perasaan.
"Papa mengerti sayang, menangisalah. Papa disini, papa akan menjadi tempatmu menangis. Menangislah putriku sayang, menangisalah." Batin Brian yang terus memeluk Lovely.
Dari jauh Flip melihat Brian dan Lovely saling berpelukan. Flip tersenyum tipis dan duduk di kursi ruang tunggu bagian ujung untuk melihat apa yang dilakukan Pamannya dan juga saudari sepupunya itu. Flip duduk bersandar, melipat tangannya di dada dan menyilangkan kaki.
Lama Lovely menangis, akhirnya Lovely merasa lega. Lovely melepas pelukan, Lovely hendak menyeka air matanya. Brian memegang tangan Lovely, mencegah Loveky menyeka air mata. Tangan Brian perlahan meraba wajah Lovely lembut, menyeka air mata Lovely.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Brian lirih.
"Aku sehat pa, hanya saja...." Lovely terdiam.
Brian teesenyum mengerti. "Papa mengerti, jika ada yang ingin kamu sampaikan pada papa nanti. Ayo duduk, kita berdoa bersama untuk Andrew." Brian mengajak Lovely duduk di kursi ruang tunggu.
Tangan Lovely mengepal. "Bukankah seharusnya aku puas si Brengs*k itu terkapar tidak berdaya seperti ini. Aku sangat kesal mengingat kejadian kemaren saat dia melukaiku. (Lovely menggeleng) tidak.. tidak.. aku tidak boleh menjadi seorang pendendam. Aku harus memaafkan Andrew, ya bukankah papa selalu ajarkan begitu." Batin Lovely.
Brian melihat tangan Lovely yang mengepal kuat. Bria memegang tangan Lovely, "apa ini? Putri papa sedang kesal? Kecewa atau bahkan sedang marah? Papa mengajakmu berdoa bersama untuk Andrew, namun kamu terasa enggan. Apakah kamu baik\-baik saja sayangku. Apa ada masalah antara kamu dengan Andrew?" Tanya Brian dengan suara lembut.
__ADS_1
Lovely melebarkan mata, seakan tanpa bicara Brian sudah tahu apa yang Lovely pikirkan. Lovely diam dan menunduk, tidak berani menatap Brian.
"Apapun yang terjadi diantara kalian, entah hal baik, atau hal buruk. Bisakah kamu lupakan sejenak? Untuk saat ini Andrew perlu dukungan doa dari kita orang\-orang terdekatnya. Papa tidak tahu apa yang terjadi selama kamu disini sayangku, ini hanya doa. Berika ketulusan doamu untuk saudaramu, teman masa kecilmu yang terbaring lemah tidak berdaya. Doa yang kamu berikan tidak akan mengurangi apa yang kamu miliki sayang. Kamu mengerti maksud papa kan?" Brian menjelaskan.
Lovely mencengkrap mantelnya dan mengangkat kepalanya menatap Brian. Mata Lovely berkaca-kaca.
"Papa benar, doa tidaklah mengurangi apa yang aku miliki." Jawab Lovely tersenyum manis.
"Ternyata benar, ada sesuatu antara mereka. Apa yang terjadi? Apakah mereka bertengkar atau apa?" Batin Brian penasaran.
"Dengan siapa kamu datang? Kamu tidak bersama Flip? Papa menghubungi bibi Mely sore tadi, bibi Mely mengatakan jika Flip datang kesini." Tanya Brian.
"Apa paman mencariku?" Kata Flip yang tiba\-tiba muncul. Mengagetkan Brian dan Lovely.
Brian menatap Flip dan tersenyum, "Hai Flip, apa kabar?" Tanya Brian.
"Kabar baik paman. Ahhhh.. (duduk di samping Brian) paman tidak terlihat baik, apa paman sedang sakit?" Flip kembali bertanya.
"Tidak, mungkin karena terlalu lama berada di luar ruangan, udara sangat dingin paman jadi seperti ini. Beberapa kali bersin, tidak perlu cemas. Paman baik-baik saja." Jawab Brian.
Uhukk..
Uhukk..
Brian batuk, tubuhnya memang terasa lemah dan tidak bertenaga.
"Papa, papa baik-baik saja?" Tanya Lovely cemas.
"Iya sayang papa baik. Ayo lebih baik kita berdoa untuk Andrew, semoga Andrew baik-baik saja."
Lovely mere**s tangan Brian. Saat matanya tertutup bukan hal baik yang terlintas tetapi bayangan dimana Andrew menyiksanya. Brian masih dalam posisinya mengusap tangan Lovely dengan ibu jarinya. Menangkan hati Lovely.
"Oh Tuhan.. tolong selamatkan Andrew, meski sudah berbuat jahat dia juga memiliki keluarga yang menyayangi dan mencintainya. Aku tidak ingin membalas perbuatan Andrew, aku akan mencoba memaafkan dan menguatkan hatiku. Amen.."doa Lovely untuk Andrew.
"Bertanlah, dan cepat bangun Andrew. Kami selalu mendoakanmu. Apapun yang sudah kamu lakukan, kami tidak akan menghakimimu. Kami ada untukmu, doa kami bersamamu." Batin Flip.
"Kami hanya bisa berencana, semua akan di tentukan oleh-Mu. Jika memang Andrew melakukan kesalahan biarkan dia bertahan dan menebus semuanya kesalahanya. Jangan biarkan hal buruk terjadi, selamat kan dia.." doa permohonan Brian untuk kesembuhan Andrew.
Brian, Lovely dan Flip mengakhiri doa mereka masing-masing. Mereka dengan sabar menunggu kabar dari Andrew, sudah begitu lama dokter juga belum terlihat keluar dari ruangan.
Flip mendengar sesuatu, Flip menutup mata dan berkonsentrasi. Memusatkan pikirannya pada apa yang di dengarnya.
"Kakak........" suara Naomi disertai tangisan.
Hiks..
Hiks..
Hiks..
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
__ADS_1
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1