
Andrew melepaskan cengkramannya dan menarik tangan Lovely. Andrew berjalan cepat mendekati pintu kamarnya, Andrew membuka pintu kamar dan mendorong Lovely keluar dari kamar. Andrew langsung membanting pintu dengan keras dan mengunci pintu, Andrew kesal. Amarahnya sudah di ujung tanduk.
"Aaarrggghhh!! Sial kenapa selalu saja membuatku kesal!" Andrew geram.
Andrew mengacak-acak rambutnya, berjalan perlahan menuju kamar mandi.
Sementara itu diluar kamar, Lovely tetap diam berdiri di depan pintu kamar Andrew. Lovely meraba pintu kamar Andrew, air matanya jatuh menetes.
"Aku akan terus bertahan Andrew, apapun yang terjadi aku ingin kamu menjadi Andrew yang dulu. Aku tidak peduli sesakit apa hati ku, seberasa besar luka yang akan timbul karenamu. Aku percaya kasihku padamu lebih besar dari semua itu." Batin Lovely. Lovely mengepalkan tangan erat dan menyandarkan kepalanya ke pintu kamar Andrew.
Lama Lovely berdiri di depan pintu kamar Andrew, pintu kamar terbuka. Andrew mengerutkan dahi mendapati Lovely masih berdiri di didepan kamarnnya. Andrew tidak bicara dan langsung pergi.
Lagi-lagi dengan kepolosannya Lovely menghadang jalan Andrew. "Kamu ingin pergi kemana Andrew?" Tanya Lovely.
Andrew masih diam, tidak ingin bicara pada Lovely. Andrew kembali berjalan dan di hadang lagi oleh Lovely, Andrew mulai kesal. Andree menatap tajam apds Lovely tanpa bicara, Andrew terlihat begitu menyeramkan.
"Kamu ingin kemana?" Tanya Lovely dengan suara lembut.
Andrew tetap diam dan kembali berjalan. Lovely memegang tangan Andrew dan menahan Andrew.
"Aku bertanya padamu Andrew." Suara Lovely masih sama, Lovely sudah tidak peduli jika Andrew akan marah atau memukulnya.
Benar saja, belum sampai apa yang dipikirakanya berakhir Andrew sudah menepis tangan Lovely dan menampar Lovely. Andrew mendorong Lovely ke dinding dengan keras.
"Apa kamu tidak dengar? Perlu aku benar-benar bertindak brutal kepadamu agar kamu mengerti jika aku tidak suka kamu ikut campur urusanku. Dengar Love, sekali aku mengatakan tidak, maka tidak! Aku muak melihatmu seperti ini. Seharusnya kamu punya rasa malu, jika aku tidak menjawab pertanyaanmu, sebaiknya kamu diam!" Kata Andrew kesal.
Andrew pergi meninggalkan Lovely, Andrew berjalan cepat keluar dari rumahnya. Lovely terdiam, masih berdiri di posisinya.
"Kenapa kamu seperti ini Andrew, kenapa? Aku merindukan Andrew ku yang dulu. Yang baik dan manis." Batin Lovely, mencengkram kemejanya.
Lovely berjalan perlahan menapakkan kaki menuju kamarnya. Dengan perasaan sedih masuk dalam kamar nya setelah pintu kamarnya terbuka. Lovely menutup pintu kamarnya dan berjalan mendekati ranjang. Kakinya gemetar, dan tubuhnya sudah lemas. Dagunya juga masih terasa sakit karena cengkraman Andrew. Lovely meletakan tasnya dan berbaring di ranjangnya. Lovely membuka mata lebar-lebar menatap langit-langit kamarnya, seiring matanya berkedip ada air mata yang keluar dan mengalir membahasi pipi Lovely.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Haruskah aku memberitahu papa? Tetapi jika papa tau, papa pasti akan sangat khawatir dan akan membawaku kembali ke Amerika. Tentu saja Andrew akan berada dalam masalah juga nantinya. Papa tidak akan memukul atau memarahi Andrew, tetapi papa pasti akan kecewa. Karena sikap Andrew, sikap ku juga. Aku sudah berbohong pada papaku sendiri mengenai keadaanku. Bagaimana ini? Aku harus apa?" Lovely menutupi wajahnya dengan tangannya dan menangis tersedu.
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Setelah hampir 30 menit menangis, Lovely yang kelelahan akhirnya terlelep tidur masih dengan posisi yang sama saat Lovely menangis.
♡♡♡♡♡
Hari semakin gelap setelah puas duduk dan minum segelas cappucino panas di sebuah cafe, Andrew bergegas pergi menuju apartemen milik Seira Jack. Andrew naik kedalam mobil nya dan melaju menuju apartemen Seira Jack. Di perjalanan menuju apartemen Seira, Andrew memikirkan cara mengorek keterangan mengenai Simon Jack dan perdagangan gelap yang di jalankan Simon Jack. Andrew sangat penasaran dengan siapa yang menginginkan kematian Simon Jack. Sampai-sampai salah menculik papanya dan salah sasaran membunuh papanya.
Rasa penasaran yang menumpuk, membuat Andrew semakin bertindak nekat. Apapun cara dilakukan demi tujuannya, demi mengetahui siapa musuh Simon Jack. Semua cara ditempuh meski harus bersandiriwara dan menyakiti hati. Seolah mata hati sudah tertutup dan tidak lagi ada terang, Andrew mulai terbawa arus menuju hal\-hal yang membuatnya terjurus jauh masuk kedalam lubang hitam.
Perjalanan dari cafe menuju apartemen tidak membutuhkan banyak waktu, hanya sekitar 15 menit perjalanan. Andrew masuk halaman parkiran yang berada di depan gedung apartemen dan memarkir mobilnya. Mobil terlah terparkir, Andrew menghela nafas perlahan membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil. Andrew menutup pintu mobilnya dan berjalan berjalan menuju gedung apartemen. Bersama dengannya Andrew membawa buket bunga mawar merah segar, tujuannya hanya untuk menyenangkan hati Seira. Memancing Seira agar tertarik pada Andrew dan memberitahukan semua rahasia pamannya, Simon Jack.
Dengan langkah lamban Andrew menapakkan kaki melangkah menyurusi jalan menuju gedung apartemen. Andrew disambut oleh penjaga keamanan didepan pintu, penjaga itu tersenyum ramah pada Andrew. Andrew langsung tersenyum membalas senyuman penjaga keamanan tersebut.
Andrew melangkah masuk dalam gedung, berjalan mendekati tangga-tangga yang akan membawanya naik menuju kamar Seira.
"Seira mengatakan hanya perlu naik sekali kan, dan langsung ke sisi kanan." Batin Andrew menatap tangga di depannya.
Andrew memegang erat buket bunga di tangannya dan berjalan menaiki anak tangga. Satu per satu anak tangga di lewati hingga sampai pada anak tangga terakhir. Andrew langsung berbalik dan berjalan ke sisi kanan, Andrew berdiri di depan sebuah pintu. Andew menekan bel tanpa ragu-ragu.
Ting Tung..
(Suara Bel rumah)
Pintu terbuka perlahan, Seira keluar dari dalam dan menyapa Andrew. Seira terlihat cantik dengan mini dress berwana merah, dengan rambut terurai panjang.
__ADS_1
"Hai.." sapa Seira.
"Hai Sei." Andrew berbalik menyapa Seira.
Andrew memberikan buket bunga dintanganya untuk Seira dan diterima oleh Seira. Seira tersenyum cantik.
"Thank you." Suara lembut Seira saat menerim bunga dari Andrew.
"Aku tidak tau bunga kesukaanmu, aku belikan saja yang biasa di berikan seorang pria pada wanita. Kamu tidak keberatan kan Seira?" Tanya Andrew pada Seira.
Seira tersenyum mencium aroma bunga mawar merah yang ada ditangannya. "Tentu aku menyukainya Andrew, aku suka mawar merah. Pilihan yang tepat." Jawab Seira.
"Ahh begitu ya, aku lega mendengar jika kamu suka." Andrew tersenyum tampan pada Seira, Seira tersipu malu.
"Masuklah.." ajak Seira pada Andrew.
Seira masuk dalam apartemannya dan berdiri menatap Andrew, Andrew diam tak bersuara melangkah masuk mengikuti Seira. Seira menutup pintu dan menggandeng tangan Andrew berjalan mendekati meja makan.
"Duduklah, aku sudah siapkan makan malam untukmu." Kata Seira.
Andrew menarik kursi dan duduk, Seira meletakan bunga di meja dan sibuk melayani Andrew. Menyiapkan piring dan hidangan makan malam yang sudah di masaknya.
"Cobalah, (Seira tersenyum, menarik kursi dan duduk di samping Andrew.) Aku tidak tau selera steakmu seperti apa, aku memasaknya dengan tingkat kematangan standar." Kata Seira.
"Ini sudah lebih dari cukup Seira tidak perlu repot. Aku bukan pemilih makanan, apa saja bisa kamu berikan padaku." Jawab Andrew.
Andrew memotong steak di hadapannya dan mencicipi sedikit. Andrew memakan dan mengunyah steak masakan Seira, Seira bertopang dagu menanti komentar Andrew.
"Bagaimana? Enak?" Tanya Seira.
"Hmmm.. ini lezat. Kamu pandai memasak Seira." Andrew memuji.
"Masakan seperti ini siapa saja juga bisa memasaknya, masakan Lovely jauh lebih enak. Terlebih masakan mama, ahh kenapa memikirakan mereka di saat seperti ini" Batin Andrew.
Andrew kembali memakan steak miliknya dan menikmati makan malamnya. Andrew melirik ke arah Seira yang sedang memotong Steak, Andrew dengan sigap mengambil alih garpu dan pisau dari tangan Seira dan membantu Seira memotong steaknya. Andrew menusuk steak dengan garpu dan menyuapkan pada Seira, Seira terkejut dan menatap Andrew. Andrew tersenyum memberikan kesan yang baik pada Seira.
Seira mengunyah perlahan dan menelan makanan di mulutnya. "Sudah, biarkan aku makan sendiri. Kamu makanlah steakmu. Andrew kembali memakan steaknya, begitu juga Seira. Andrew dan Seira berincang santai, Seira menanyakan mengenai Lovely.
"Dia sepupuku. Maaf jika dia kasar padamu Sei." Jawab Andrew.
"Ahh.. kalian hanya saudara sepupu, aku sempat kaget saat dia mengatakan jika dia kekasihmu." Kata Seira mengusap bibirnya dengan kain lalu meminum wine.
Andrew terdiam, sebenarnya ingin berkata jujur namun bibirnya menolak untuk berkata jujur dan memilih berbohong.
Makan malam usai. Andrew dan Seira duduk bersama di sofa ruang tamu. Andrew melihat sekeliling dan melihat foto seseorang yang tidak asing. Andrew langsung bertanya kepada Seira.
"Siapa saja yang ada di foto itu? (Menunjuk foto berukuran besar tidak jauh darinya) itu kamu dan keluargamu?" Tanya Andrew.
Seira menatap foto dan mulai menjaskan. "Pria tua yang duduk disampingku adalah papaku, dan wanita disampingku adalah mamaku. Yang ada dibelakang kami adalah pamanku Simon, ada anak dan istrinya di sampingnya." Jawab Seira.
"Hmm itu pamanmu pemilik club?" Andrew kembali bertanya.
"Kamu benar. Dulunya pamanku adalah orang baik, semenjak diusir oleh papaku dari perusahaan karena kecurangan pamanku langsung berubah. Sebenarnya kami bukan orang asli Inggris, kami berasal dari Jerman. Pamanku datang kesini bersama anak dan istrinya, lama tidak ada kabar pamanku kembali ke Jerman dan memamerkan kekayaan. Paman dan papaku berselusih hingga papaku jatuh sakit dan meninggal. Paman meminta mamaku menjadi simpanannya, namun mamaku menolak dan memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atap rumah kami. Aku sendiri, paman mengajakku pindah ke Inggris. Dia selalu menuntutku sesuai kemauannya, melayani teman- temannya di club. Aku tidak bisa menolak, jika aku menolak dia akan marah besar dan mengancamku. Hah.. (menghela nafas) maaf Andrew, aku terlalu banyak bicaya." Kata Seira, yang terlihat sedih.
"Tidak apa Seira, aku terlalu banyak bertanya juga. Maafkan aku." Kata Andrew.
"Tidak apa, selagi aku bisa menjawab aku akan jawab apa yang kamu tanyakan." Kata Seira.
"Lalu, dimana pamanmu sekarang? Kenapa kamu tidak tinggal dengannya?" Tanya Andrew mulai penasaran.
"Rumah pamanku tidak jauh dari sini. Aku ingin tinggal sendiri, aku takut. Pamanku sekarang tinggal sendiri aku takut dia melecehkanku Andrew. Karena dia sering mengatakan aku cantik seperti mama dan menatap dengan pandangan mata yang menggelikan." Seira menjelaskan.
"Kenapa pamanmu tinggal sendiri? Dimana anak dan isttinya?" Andrew semakin penasaran.
"Mereka tiada. Dan.. (kata-kata Seira terputus dengan adanya panggilan masuk di ponsel Seira.) Andrew maaf, aku angkat panggilan dulu." Kata Seira berdiri dan berjalan mengambil ponselnya yang ada di atas meja makan.
Andrew mengerutkan dahinya sudah tidak sabar mendengar banyak hal mengenai Simon Jack. Namun harus menekan rasa kesal karena tak ingin rencananya gagal.
__ADS_1
Selesai bicara di telepon Seira berjalan mendekati Andrew. "Andrew maaf, aku harus pergi. Aku harus menemui pamanku sekarang juga, sepertinya ada hal yang mendesak." Seira menjelaskan alasannya kepada Andrew.
"Aku bisa mengantarmu, ini sudah malam. (Melihat jam ditangannya) aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu." Andrew mencari kesempatan.
"Baiklah jika kamu ingin mengantarku. Aku masuk ke kamar dan mengganti pakaianku dulu." Seira berjalan cepat menuju kamarnya. Seira membuka pintu dan masuk dalam kamarnya, kembali menutup pintu.
Andrew melipat tangan di dada dan duduk di tepian sofa. Hatinya merasa senang dapat bertemu Simon Jack tanpa harus menunggu waktu yang lama. Andrew tersenyum sinis menatap gambar foto Simon Jack.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta)
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"